-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
092 - Mengintip Dan Menguping


__ADS_3

"Baiklah, aku kembali dulu. Besok aku akan membeli barang-barang yang mungkin kalian butuhkan. Jadi kalian hanya perlu menyembuhkan luka sekaligus bersembunyi disini. Jika tidak sibuk biasanya aku akan datang diwaktu malam hari, dan jika ada sesuatu lain yang kalian butuhkan, ingatlah untuk memberitahuku." Kata Jiang Xingyu.


"Terima kasih, Nona." Ning Zhi dan Ning Xia membungkuk sebagai tanda terima kasih.


"Nona..." Saat Jiang Xingyu baru keluar dari pintu, panggilan Ning Xia tiba-tiba terdengar dibelakangnya. Ia berbalik dan kebetulan melihat Ning Zhi sedang menatap Saudarinya dengan mata peringatan.


Melihat Nona Penyelamatnya berbalik, Ning Zhi segera berkata. "Hati-hati dijalan, Nona."


Setelah mengangguk sekilas, Jiang Xingyu berbalik dan pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.


"Saudari, mengapa kau menghentikanku?" tanya Ning Xia tidak senang.


"Ning Xia, Nona telah menyelamatkan nyawa kita berkali-kali. Sekarang kita berada dalam situasi dimana kita tidak bisa membayar kebaikannya. Kita tidak bisa menyebabkan masalah untuknya." Tegur Ning Zhi.


"Tapi sekarang hanya dia yang bisa membantu kita." Ning Xia bersikukuh.


"Jadi apa? mengapa dia harus membantu kita? tanggung jawab apa yang dia miliki untuk membantu kita?" Ning Zhi membantah disertai suara meninggi.


Sejujurnya ia juga ingin meminta bantuan Nona Penyelamat, tapi ia tidak ingin membuat Nona Penyelamat berada dalam situasi berbahaya.


Jiang Xingyu belum pergi jauh, jadi ia bisa mendengar semua yang mereka katakan. Tapi mengabaikannya karena ia tidak ingin mencampuri semua urusan mereka, terlebih lagi urusan yang hanya akan mendatangkan masalah untuknya.


Dalam perjalanan pulang, ia mengerutkan keningnya memikirkan banyak hal yang dihadapinya hari ini. Pertama berselisih dengan Pangeran Yuhao dan bertemu musuhnya yang lain, kedua bertemu Ning Zhi dan Ning Xia saat hendak berlatih.


Sekarang ketika melewati Rumah Bordil Bulan Bersalju, ia melihat Tuan Shen sang Pemabuk.


Jika hanya Tuan Shen, ia tidak akan memperdulikannya. Yang membuatnya tertarik adalah ketika pandangannya tertuju pada seorang Wanita disamping Tuan Shen.


Seorang Wanita cantik yang mengenakan pakaian brokat berkualitas terbaik, seakan menunjukkan identitasnya yang luar biasa.


Melihat rupanya memiliki kemiripan dengan Wanita tertentu, tanpa menebak-nebak ia mengkonfirmasi identitasnya.


Siapa lagi kalau bukan Shu Bingyi yang kabarnya belum menikah sejak menyukai Tuan Shen?!


Ia sedikit penasaran, kemudian pergi ke sudut tersembunyi untuk mengintip dan menguping.

__ADS_1


"Saudara Shen, jangan minum lagi. Tubuhmu tidak sanggup menahannya." Shu Bingyi berkata sangat cemas sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil botol arak ditangan Tuan Shen.


Tuan Shen mundur menghindarinya, mata bingungnya menatap Shu Bingyi lalu berkata. "Nona Shu, tolong berhenti menggangguku. Bagaimanapun aku menyakiti tubuhku, itu adalah urusanku dan tidak ada hubungannya denganmu."


"Aku hanya mengkhawatirkanmu." Pandangan Shu Bingyi berkaca-kaca.


"Aku tidak membutuhkan simpatimu! Jangan muncul didepanku lagi, apa kau mengerti?" Tuan Shen menggeram.


"Aku..." Batin Shu Bingyi terluka, air mata membendung kelopak matanya tapi ia menahannya agar tidak keluar.


"Sialan!" Umpat Tuan Shen yang merasa tidak tahan lagi.


Dengan satu kata umpatan, Shu Bingyi tidak bisa mengendalikan hatinya hingga air matanya seketika mengalir membasahi pipinya.


Setelah itu ia mengabaikan citranya dan berteriak. "Shen Qing, sudah bertahun-tahun. Aku sudah menyukaimu selama bertahun-tahun, mengapa kau tidak pernah memperhatikanku?"


"Memangnya kenapa jika kau menyukaiku? memangnya kau siapa sehingga aku harus menyukaimu? apakah kau sebuah Permata? bahkan jika kau memang Permata, di Dunia ini tidak semua orang menyukai Permata." Teriak Tuan Shen seolah amarah sudah menguasai hatinya.


Wajah Shu Bingyi seketika memucat.


Tuan Shen tidak bereaksi, tapi bagaimana mungkin Shu Bingyi juga sama? mendengar suara tawa, wajahnya berubah suram dan suaranya terdengar sangat dingin. "Siapa? keluar sekarang!"


Setelah ditemukan, Jiang Xingyu tidak berencana terus bersembunyi. Tentu saja saat keluar wajahnya sudah ditutupi cadar hitam.


Sebelumnya ia hanya ingin menguping dan tidak ingin ikut campur, tapi karena Shu Bingyi merupakan anggota Keluarga musuhnya, ia tidak bisa berdiam diri.


"Tsk tsk! Nona, jika kau benar-benar kekurangan Pria, lihatlah disana ada begitu banyak. Mengapa merepotkan diri dengan seseorang yang tidak menyukaimu selama bertahun-tahun?" ucapnya sambil menunjuk kearah Rumah Bordil, dimana ada begitu banyak Pria yang keluar masuk.


"Kau..." Shu Bingyi tersipu dan sangat marah.


Tepat sebelum akan membantah, suara Jiang Xingyu terdengar lagi. "Nona, kau sebelumnya berteriak sangat menyukai Tuan ini selama bertahun-tahun, tapi aku benar-benar tidak bisa melihat kalau kau menyukainya. Yang kulihat kau hanya mengganggunya dan memaksanya, hingga membuatnya berada dalam situasinya saat ini."


"Aku tidak seperti itu!" Shu Bingyi segera menyangkalnya.


"Heh! Apa kau buta atau bodoh? seluruh Dunia sudah melihat kebenarannya, hanya kau saja yang tidak menyadarinya." Jiang Xingyu mencibir.

__ADS_1


"..." Shu Bingyi tidak terima tapi tidak bisa membantahnya, karena sebenarnya ia sudah menyadarinya.


"Gadis ini benar. Nona Shu, kau hanya mencintai dirimu sendiri dan tidak pernah memperdulikan perasaan orang lain." Tuan Shen tidak memberikan wajah apapun.


Ketika dipermalukan oleh Gadis yang tidak diketahui asalnya ini, Shu Bingyi hanya tidak terima. Sekarang ketika dipermalukan oleh Pria yang dicintainya, hatinya sangat marah dan sedih, tapi ia tidak bisa membencinya.


Tanpa memberinya kesempatan untuk membela diri, Tuan Shen menyela. "Jika kau benar-benar masih memiliki harga diri, pergilah sekarang juga dan berhenti menggangguku dimasa depan!"


"Kau sungguh tidak berperasaan." Hati Shu Bingyi berubah penuh amarah.


Bukan pertama kalinya ia dipermalukan seperti ini. Sebelum Istri Tuan Shen mengalami kecelakaan, Tuan Shen baik padanya. Walaupun menolak cintanya, tapi tidak pernah mempermalukannya.


Sejak kecelakaan kebakaran menimpa Istrinya dan mencurigai dirinya sebagai Pelaku, Tuan Shen berubah menganggapnya sebagai musuh dan berulang kali mempermalukannya.


Ekspresinya berubah suram dengan pandangan yang terus menatap wajah Tuan Shen.


Melihat ini membuat Jiang Xingyu harus memikirkan lagi apakah kecelakaan Istri Tuan Shen benar-benar berkaitan dengan Shu Bingyi atau tidak.


"Shen Qing, kau akan menyesalinya!" Ucap Shu Bingyi kemudian berbalik pergi.


"Menyesal? apa yang paling kusesali adalah tidak bisa melindungi Istriku." Tuan Shen tertawa getir menyalahkan dirinya sendiri.


"Kalau begitu apakah kau bisa mengubah segalanya dengan mabuk sepanjang hari?" Jiang Xingyu bertanya disertai sedikit cibiran.


Tuan Shen terkejut, membuka mulutnya tapi tidak tahu harus berkata apa.


Benar! Bisakah ia mengubah segalanya dengan mabuk dan bermimpi sepanjang hari? tidak! Tentu saja tidak bisa!


"Sudahlah! Tidak ada gunanya berbicara dengan orang mabuk!" Kata Jiang Xingyu kemudian melanjutkan langkahnya kembali pulang.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2