-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
165 - Pertarungan yang disengaja


__ADS_3

Sekarang pikiran Pangeran Yuhao sangat kacau. Tidak tahu apakah Lin Jiayun sudah menemukan Organisasi pembunuh lainnya atau belum. Ingin segera tahu hasilnya, ia memerintahkan bawahannya untuk memanggil Lin Jiayun.


Jiang Xingyu tiba di Rumah Kayu namun tidak tinggal lebih lama. Setelah memberitahu urusannya, ia pergi membawa Ning Zhi dan Ning Xia.


Disisi lain...


Setelah Lin Jiayin tahu bahwa Pangeran Yuhao memanggil saudaranya, ia ingin mengikuti. Tidak bertemu satu sama lain selama sehari bagaikan tiga musim baginya.


Lin Jiayun mengizinkan saudarinya ikut. Segera setelah mereka tiba di jalan utama, mereka bertemu dengan Jiang Xingyu. Melihat musuhnya, wajah Lin Jiayin berubah suram seperti ingin menelan musuhnya hidup-hidup. Sedangkan Lin Jiayun berusaha tetap tenang.


Jiang Xingyu sama sekali tidak terpengaruh saat berhadapan dengan kedua musuhnya, justru menampakkan senyum main-main.


Senyum yang bagi Lin Jiayin merupakan provokasi. "Jiang Xingyu, apa yang kau tertawakan?"


"Apakah penting bagimu apa yang aku tertawakan?" Jiang Xingyu acuh tak acuh.


"Kau--" Lin Jiayin sangat marah.


"Sudahlah. Ayo kita pergi." Lin Jiayun benar-benar tidak ingin berdebat dengan Jiang Xingyu, karena ia akan kalah dan akhirnya berujung memalukan.


Kali ini Lin Jiayin tidak membantah, hanya tatapan sengitnya yang selalu menatap Jiang Xingyu.


Saat kedua bersaudara tersebut hendak pergi, mereka mendengar...


"Nona, apa wanita ini gila? memang apa salahnya Nona tertawa?" ucap Ning Xia dengan suara cukup keras.


Begitu mendengar kata-kata ini, amarah Lin Jiayin langsung meledak. "Persetan! Siapa yang kau sebut gila?"


"Siapa lagi kalau bukan kau?" Ning Xia menanggapi dengan santai.


"Persetan!" Saat berkata, Lin Jiayin mengangkat tangannya berniat memberi Ning Xia pelajaran.


Ning Xia adalah Master kelas tiga, mana mungkin bisa ditangani oleh Lin Jiayin yang tidak berbakat dalam hal beladiri?


Sebelum tangan Lin Jiayin mengenai target, sebelum Lin Jiayun sempat menghentikan saudarinya, terdengar suara 'PLAK!' Yaitu telapak tangan Ning Xia menampar wajah Lin Jiayin.


Tamparan Ning Xia tidak ringan, sehingga langsung membuat wajah Lin Jiayin merah disertai bekas telapak tangan. Namun yang membuat Lin Jiayin marah bukan karena rasa sakitnya, tapi karena seorang pelayan yang berani menamparnya di depan semua orang.

__ADS_1


Lin Jiayun segera menarik dan melindungi saudarinya, menatap Ning Xia dengan marah sambil berkata. "Beraninya kau menampar saudariku?!"


"Kenapa? saudarimu ingin memukulku, apakah aku tidak boleh melawan?" Ning Xia membalas tanpa rasa takut.


"Kau--" Seketika Lin Jiayun menyadari bahwa memang saudarinya yang bertindak lebih dulu. Tidak ingin menimbulkan masalah, ia berusaha untuk tenang.


Namun bagaimana mungkin Lin Jiayin yang keras kepala menyerah begitu saja?


Lin Jiayin bergegas menuju Ning Xia seperti orang gila. "Beraninya kau menamparku! Aku akan membunuhmu!"


Lin Jiayun ingin menghentikan saudarinya, tapi Ning Xia tidak memberinya kesempatan ini, karena Ning Xia segera menyambut serangan Lin Jiayin.


Orang-orang yang melihat ini langsung mundur karena takut akan terimbas serangan mereka.


Dalam hal pertarungan, jelas Lin Jiayin bukan lawan Ning Xia. Tentu saja Ning Xia tidak menggunakan kekuatan penuhnya, juga tidak memberi kesempatan pada lawannya untuk mundur.


Selain itu Jiang Xingyu dan Ning Zhi tidak berniat menghentikan mereka. Ekspresi Ning Zhi masih acuh tak acuh, sedangkan Jiang Xingyu berada dalam posisi menonton pertunjukan.


Reaksi keduanya membuat kemarahan Lin Jiayun seakan hampir meledak. Karena ia tahu mereka melakukannya dengan sengaja!


"Hentikan! Cepat hentikan!" Teriaknya dalam kemarahan, tapi tidak ada yang mendengarkan.


Tapi begitu Lin Jiayun bergerak, Ning Zhi juga bergerak. Oleh karena itu sebelum Lin Jiayun bisa menyerang Ning Xia, dia lebih dulu diserang oleh Ning Zhi.


Beladiri Lin Jiayun satu tingkat lebih tinggi dari Ning Zhi. Jadi setelah lusinan gerakan, Ning Zhi secara bertahap jatuh dalam posisi yang tidak beruntung. Walaupun demikian Jiang Xingyu tidak berniat untuk bergerak. Karena dia tahu masih ada Ning Xia yang akan membantu.


Benar saja! Setelah Ning Xia mengalahkan Lin Jiayin, dia segera membantu Ning Zhi. Dengan tambahan Ning Xia, situasi langsung berubah.


Namun Lin Jiayun adalah Master kelas dua, bahkan jika dua Master kelas tiga bergabung, belum tentu bisa mengalahkannya. Melihat banyaknya orang yang datang, ekspresi Lin Jiayun semakin suram. Ia ingin mengakhiri pertarungan, tapi dua lawannya tidak memberinya kesempatan ini.


"Hentikan!"


Tiba-tiba suara mendominasi bergema diluar kerumunan. Aura yang kuat membuat semua orang ketakutan. Tentu saja kecuali Jiang Xingyu, karena ia sudah melihat siapa pemilik suara tersebut. Bahkan kini sudut mulutnya menampakkan senyum main-main.


Sebuah suara familiar memasuki gendang telinga Lin Jiayun, membuat perhatiannya teralihkan untuk sesaat.


Disaat yang sama Ning Zhi dan Ning Xia memanfaatkan kesempatan ini. Sudah terlambat bagi Lin Jiayun untuk bereaksi, karena telapak tangan Ning Zhi dan Ning Xia yang telah memusatkan kekuatan internal, secara bersamaan menyerang dada Lin Jiayun.

__ADS_1


Lin Jiayun terlempar sejauh dua meter. Untungnya pemilik suara tadi membantunya tepat waktu.


"Jiayun--" Panggilan cemas bergema. Tidak perlu menebak, suara ini adalah milik Jenderal Lin Qiancheng.


'Poof!' Lin Jiayun memuntahkan seteguk darah.


"Beraninya kalian menyakiti anakku! Sangat berani!" Aura kemarahan Jenderal Lin meledak.


Membuat semua orang tertindas. Ning Zhi dan Ning Xia juga merasa tertindas, namun tidak merasa takut. Disisi lain Jiang Xingyu masih santai menyilangkan kedua tangan di dadanya.


"Ayah, huhuhu---"


Lin Jiayin menangis histeris. Ia dipukuli sampai sakit di sekujur tubuhnya. Suaranya lemah dan tidak memiliki energi untuk berdiri.


Jenderal Lin menoleh kesamping dan terkejut melihat puterinya berbaring di tanah. "Jiayin--" Kemudian ia mempercayakan puteranya pada para bawahan dibelakangnya, lalu berlari untuk membantu puterinya berdiri.


Melihat putera dan puterinya dipukuli hingga seperti ini, Jenderal Lin semakin marah. "Siapa kalian? mengapa kalian memukuli anak-anakku?"


"Nona Lin yang menyerangku lebih dulu. Ketika Tuan Muda Lin melihat saudarinya tidak bisa mengalahkanku, dia menyerangku juga. Tentu saja saudariku tidak bisa melihatku dipukuli oleh anak-anakmu, jadi saudariku membantuku." Ucap Ning Xia.


Jawaban ini tidak mengejutkan Jenderal Lin, karena ia tahu temperamen puterinya. Namun puterinya tidak akan menyerang seseorang tanpa alasan. "Kalau begitu, apa yang Nona lakukan hingga membuat puteriku menyerangmu?"


Ning Xia tertawa mengejek seolah mendengar lelucon. "Maksudmu kita yang bersalah? baiklah, aku dengan enggan akan menjelaskannya pada Jenderal Lin." Kemudian Ning Xia menjelaskan apa yang terjadi dari awal hingga akhir.


Jenderal Lin menatap puteranya sambil bertanya. "Apa yang dia katakan benar?"


Lin Jiayun tidak berani memutarbalikkan fakta di depan umum, jadi ia mengangguk sebagai pembenaran. Menganggap pertarungan terjadi secara disengaja, ia tidak mau mengalah. "Nona, kau tahu kalau Jiayin bukan lawanmu. Selain itu kau bisa menghindari serangan Jiayin. Kenapa kau harus meladeninya? dan kenapa kau harus memukulinya sampai tidak bisa bergerak? aku menyerangmu karena aku tidak mungkin hanya melihat saudariku dipukuli sampai mati olehmu!"


Ucapan ini mengungkapkan arti lain, yakni pihak lain terlalu agresif dan membuat sesuatu yang kecil menjadi besar.


Benar! Ning Xia memukuli Lin Jiayin dengan agresif supaya Lin Jiayun mengambil tindakan. Terlebih lagi keagresifan ini direncanakan oleh Jiang Xingyu.


Sebelumnya saat melihat Lin bersaudara, Jiang Xingyu memiliki pikiran jahat yakni ingin memberi keduanya pelajaran. Kemudian ia memerintahkan Ning Zhi dan Ning Xia untuk memprovokasi pertarungan.


.


.

__ADS_1


-----Happy Reading-----


__ADS_2