
"Tidak ada didalam? lalu kemana perginya?" Selir Mo mengerutkan keningnya.
Begitu ucapannya selesai, suara dingin seorang wanita terdengar dibelakangnya. "Apa kalian mencariku?"
Suara yang terdengar tiba-tiba mengejutkan semua orang, secara refleks mereka berbalik kebelakang.
Melihat seorang wanita cantik mengenakan pakaian merah, semua orang terkesima.
Sedangkan bagi Selir Mo kemunculan wanita itu bagaikan guntur yang meledak dibenaknya, matanya melebar ketakutan dan kulitnya berubah pucat. Kakinya kehilangan keseimbangan hingga terhuyung-huyung tak menentu. Untungnya pelayan menahannya agar tidak jatuh.
"Kau, kau..." Selir Mo tak bisa berkata-kata, pandangannya terus terpaku pada wanita berbaju merah.
Para lelayan tidak tahu apa yang salah dengannya. Mereka melihatnya memandangi wanita berbaju merah dengan tatapan ngeri seakan telah melihat Hantu.
Selir Mo memang melihat Hantu. Hantu yang menurutnya sangat menakutkan.
Dibenak dan dimatanya, wanita ini bukan Jiang Xingyu yang informasinya masih hidup, tapi Nalan Wangzi yang sudah meninggal lima tahun yang lalu dan kini mendatanginya.
Alasannya karena wajah wanita ini sangat mirip dengan Nalan Wangzi. Hanya saja yang sekarang versinya ketika masih muda. Apalagi sebelumnya Nalan Wangzi selalu suka mengenakan pakaian berwarna merah. Yang lebih penting ekspresinya selalu sangat dingin.
"Selir Mo, mengapa kau memandangiku dengan ekspresi seperti itu?" suara Jiang Xingyu lembut, namun mengandung sentuhan dingin dalam kelembutan suaranya.
Selir Mo semakin ketakutan hingga keringat dingin menetes turun dari wajahnya.
"Kau? bukankah kau sudah mati? mengapa kau ada disini?" suara Selir Mo gemetar.
Ketika para pelayan mendengarnya, mata mereka melebar saat memandang wajah wanita cantik lagi.
__ADS_1
"Bagaimana Selir Mo tahu kalau aku sudah mati? mungkinkah..." Tanya Jiang Xingyu. Kali ini suaranya penuh arti.
"Tidak! Itu bukan aku! Kau meninggal setelah mendengar kabar bahwa Ayah dan Kakakmu gugur dalam Medan Perang. Sungguh bukan aku." Selir Mo buru-buru menjelaskan, suaranya terdengar gemetar.
Cahaya dimata Jiang Xingyu semakin dalam.
"Selir Mo, ada apa denganmu? mengapa kau mengatakan aku meninggal karena Ayah dan Kakakku gugur dalam Medan Perang? bukankah Ayahku masih hidup dan masih sehat? juga, kapan aku memiliki Kakak laki-laki? bukankah Ibuku hanya melahirkanku saja? sepertinya Selir Mo sedang berbicara tentang Ibuku yang sudah meninggal." Ucapnya dengan kata-kata sindiran.
"Apa?!" Selir Mo sontak terkejut, tapi ketakutannya telah berkurang.
"Kau, jadi kau Jiang Xingyu?" walaupun sudah menebaknya, Ia masih bertanya guna memastikan.
"Ya!" Jiang Xingyu tersenyum sinis.
"Ini tidak mungkin!" Selir Mo masih tidak bisa mempercayainya.
"Apa?"
"Wanita cantik ini Nona Sulung?"
"Nona bodoh yang sepanjang hari penampilannya seperti Pengemis?"
Para pelayan sangat terkejut.
"Mengapa tidak mungkin?" Jiang Xingyu berpura-pura tidak tahu.
"Ini, ini salah. Jiang Xingyu hanya gadis bodoh. Sedangkan kau tidak. Kau bukan Dia! " Selir Mo menjawab sesuai nalurinya.
__ADS_1
Siapapun tidak akan percaya jika si bodoh jelek dihari sebelumnya, akan berubah drastis menjadi kecantikan Surgawi dihari esoknya.
Meskipun penampilannya serupa dengan Nalan Wangzi, Selir Mo yakin di dunia ini pasti ada wajah dan penampilan yang sama persis.
Walaupun tidak ada yang mempercayainya, mudah bagi Jiang Xingyu untuk membuktikan identitasnya.
"Oh! Jika aku bukan Jiang Xingyu, lalu siapa aku? apakah menurutmu aku adalah Nalan Wangzi?" Ia menatap Selir Mo dalam-dalam.
Seluruh tubuh Selir Mo gemetar. Jika wanita ini antara Jiang Xingyu dan Nalan Wangzi, Ia akan memilih Jiang Xingyu saja.
Karena Nalan Wangzi merupakan sosok yang sangat kuat dimatanya. Entah itu dari segi penampilan ataupun kekuatan.
Tapi yang tidak diketahuinya adalah, mulai hari ini dan saat ini, Jiang Xingyu adalah yang terkuat!
Tanpa menunggu tanggapannya, Jiang Xingyu melanjutkan. "Adapun mengapa sekarang aku tidak bodoh, itu harus berterima kasih pada Pangeran Yuhao dan Lin Jiayin. Jika bukan upaya keduanya, bagaimana mungkin otakku kembali normal?"
Ia secara tidak langsung berbicara tentang insiden Tebing, bagi Selir Mo yang mengetahui kebenarannya, Ia langsung mengerti maksud dibaliknya.
"Tidak! Bagaimana mungkin kau..." Selir Mo tidak percaya. Bagaimana mungkin seseorang yang jatuh dari Tebing setinggi itu tidak mati? bahkan tidak terluka sedikitpun? atau, mungkinkah Pangeran Yuhao dan Nona Lin tidak membunuhnya?
"Bagaimana mungkin tidak? apa kau ingin kuingatkan tentang segala hal yang terjadi dalam lima tahun terakhir?! Walaupun aku sangat bodoh, bukan berarti aku tidak mengingat apapun. Aku ingat ayah pernah memperingatimu tentang sesuatu. Jika ayah tahu seperti apa kehidupanku selama lima tahun ini, jika ayah tahu insiden kehilanganku berkaitan denganmu, katakan, apa yang akan ayah lakukan?" Ucapannya dipenuhi sarkasme serta mengandung makna yang dalam.
.
.
_____Happy Reading____
__ADS_1