-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
133 - Namaku Xin Yu


__ADS_3

Ning Xia datang bersama Dokter Yang.


Jiang Xingyu menganggukkan kepalanya pada Tuan Shen sebagai sapaan, lalu membawa Dokter masuk ke dalam.


Di dalam kamar, wanita itu masih belum bangun. Dokter Yang berencana memeriksa denyut nadinya.


Namun ketika Dokter Yang menyingsingkan sedikit ujung lengan pakaian pasien, mereka semua melihat ada luka bekas bakar lagi.


Seakan memikirkan sesuatu, Jiang Xingyu menyingsingkan lengan baju wanita itu. Benar saja! Ada bekas luka bakar di sepanjang lengannya. Wanita ini pasti memiliki bekas luka bakar lain di tubuhnya.


"Dokter Yang, apakah bekas lukanya bisa di hilangkan?" tanyanya.


"Sepertinya luka bakar ini terjadi sekitar setengah tahun yang lalu. Tidak mungkin di hilangkan sepenuhnya. Mungkin hanya sepertiga yang bisa di hilangkan." Ucap Dokter Yang.


"Kalau begitu masalah ini di serahkan padamu. Dokter Yang, tolong periksa denyut nadinya." Kata Jiang Xingyu.


"Baiklah."


Setelah beberapa saat, Dokter Yang menarik tangannya dan berkata dengan suara yang berat. "Wanita ini telah hamil selama empat bulan. Tapi karena kekurangan gizi, janinnya sangat tidak stabil."


"Apa?!" Hasil ini mengejutkan Jiang Xingyu.


"Nona Jiang sangat baik. Tuhan pasti akan memberkatimu." Dokter Yang memuji tindakan Nona Jiang yang selalu menolong orang-orang lemah.


Namun Jiang Xingyu tidak berpikir demikian. Ia justru merasa kata 'kebaikan' selalu bertentangan dengannya. Tentu saja ia tidak akan berdebat dengan Dokter Yang mengenai hal ini.


Kemudian meminta Ning Xia mengikuti Dokter Yang untuk mengambil obat.


Setelah Dokter Yang pergi, ia dan Ning Zhi memeriksa tubuh wanita itu.


Tidak salah! Wanita ini memang memiliki banyak bekas luka bakar di sekujur tubuhnya. Untungnya tidak dalam dan hanya luka di kulit.


Sebelum keluar, ia berpesan pada Ning Zhi untuk memanggilnya jika wanita itu sudah sadar.


"Bagaimana? apakah wanita itu baik-baik saja?" Shen Qing bertanya dengan sopan.


Jiang Xingyu menghela nafas. "Tidak tahu kemalangan apa yang dialaminya. Ada banyak bekas luka bakar di sekujur tubuhnya. Selain itu dia hamil selama empat bulan, tapi karena kekurangan gizi dalam jangka panjang, janinnya sangat tidak stabil. Sebelumnya saat aku melihatnya, dia diusir oleh pemilik rumahnya karena tidak bisa membayar sewa."


Shen Qing mendengar ini, sebuah emosi tidak nyaman yang tidak bisa dijelaskan muncul di benaknya. Tapi ia tidak terlalu memikirkannya. "Lalu bagaimana kau akan menanganinya?"


"Menjadi orang baik dengan membiarkannya tinggal disini hingga sembuh. Sebenarnya wanita itu pingsan karena aku. Dia melarikan diri saat melihatku, dan ketika aku ingin menanyakan alasannya, dia pingsan." Jiang Xingyu tak berdaya.


Tuan Shen menanggapi dengan senyum kebingungan.

__ADS_1


Sampai waktu makan siang dan wanita itu masih belum sadar, Jiang Xingyu tidak berencana pulang.


Ning Zhi dan Ning Xia dulunya merupakan gadis pelayan pribadi, tentunya mereka melakukan semua pekerjaan rumah dengan baik. Terutama keterampilan memasak, yang sebanding dengan masakan para koki di Restoran terkenal.


Dan mereka lah yang menyiapkan makanan di Rumah Kayu.


Ini adalah pertama kalinya Jiang Xingyu makan masakan kedua bawahannya, sangat lezat hingga membuatnya terus memuji.


Setelah selesai makan, ia meminta Ning Xia untuk melihat apakah wanita itu sudah bangun atau belum.


Secara kebetulan saat memasuki kamar, Ning Xia melihat wanita itu mulai sadar.


Dan ketika wanita itu membuka matanya, ia terkejut dan segera berjuang untuk bangun. Hanya kemudian menyadari bahwa tubuhnya sangat lemah.


Ning Xia buru-buru menahannya. "Tubuh Nyonya lemah dan harus berbaring di tempat tidur. Jika tidak, akan berakibat buruk jika melukai janinmu."


Ekspresi wanita itu berkedip terkejut. Ia yakin pihak lain sudah mengundang Dokter untuk memeriksanya, sehingga tidak heran mengetahui kehamilannya.


Kemudian ia bertanya. "Mengapa aku ada disini?"


"Tuanku yang membawamu kesini. Jangan khawatir, sembuhkan dirimu dengan baik. Tuanku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk." Ucap Ning Xia.


Wanita itu menghela nafas lega dan yakin Nona itu tidak akan melakukan apapun padanya. Karena ia dan Nona itu memang tidak memiliki masalah satu sama lain.


Melihat ini, Ning Xia segera berkata. "Nyonya, jangan takut. Tuanku sudah mengatakan pada Dokter untuk memberimu obat terbaik. Walaupun bekas luka bakar di tubuhmu tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, setidaknya akan hilang sekitar sepertiga."


Wanita itu akhirnya merasa tenang, namun masih menutupi wajahnya dengan selimut.


Ning Xia memahaminya. "Nyonya istirahatlah dulu. Aku akan mengambilkan makanan dan obat untukmu."


"Terima kasih, terima kasih." Di tempat tidur, suara seorang wanita terdengar penuh rasa syukur.


Ning Xia tersenyum lalu keluar.


Setelah mengantarkan makanan dan obat, ia menemui Tuannya yang berada di aula samping. "Tuan, wanita itu sudah bangun. Dia sedang makan dan minum obat. Apa anda ingin menemuinya?"


"Ya."


Shen Qing mengikuti keluar dari aula samping, lalu berkata. "Kalau begitu aku akan keluar dulu."


Ekspresi Jiang Xingyu tenggelam. "Jika kau keluar sekarang, apa kau tidak takut keluarga Shu akan menangkapmu lagi?"


Tentu saja ia tahu Tuan Shen ingin keluar untuk mencari Istrinya. Tapi keluar disaat kondisinya masih lemah, hanya akan mencari kematian.

__ADS_1


"Tapi..." Shen Qing tahu kondisinya sendiri, tapi ia tidak bisa hanya diam saja.


"Ingin keluar sekarang? kecuali kau bisa mengalahkanku." Jiang Xingyu menekankan.


"Aku..." Tuan Shen tak bisa berkata-kata.


Jiang Xingyu mengabaikannya lalu berjalan menuju halaman kecil.


Saat melihat dirinya, wanita itu masih menunjukkan ekspresi tidak nyaman.


Namun karena dia akan tinggal disini selama beberapa waktu, ia merasa harus mengetahui namanya. "Siapa namamu?"


"Namaku Xin Yu." Ucap wanita itu diikuti rasa bersalah di matanya.


Tentu saja Jiang Xingyu tahu bahwa 'Xin Yu' bukan nama aslinya.


"Kalau begitu aku akan memanggilmu saudari Xin Yu. Namaku Jiang Xingyu, pemilik Rumah ini. Meskipun aku masih bertanya-tanya mengapa kau melarikan diri saat melihatku, aku tidak akan memaksamu mengatakan alasannya. Kondisi tubuhmu sangat lemah dan janinmu tidak stabil, istirahatlah disini hingga sembuh." Ucapnya.


"Terima kasih, Nona." Kata Xin Yu dengan tulus.


Jiang Xingyu menanggapi dengan anggukan kepalanya. Setelah itu ia pergi.


Begitu sampai di gerbang utama, suara panggilan "Nona," terdengar di belakangnya.


Ia berhenti, berbalik dan bertanya "Tuan Shen, ada apa?"


"Karena kau tidak mengizinkanku keluar, bisakah aku meminta bantuanmu? aku sangat yakin Istriku belum meninggal. Hanya saja aku tidak tahu mengapa dia bersembunyi dariku. Ini gambarnya, lihatlah." Shen Qing berkata, mengambil sebuah gulungan dari lengan bajunya.


Jiang Xingyu menganggukkan kepalanya.


Setelah menerima gulungan, ia membukanya.


Lukisan seorang wanita mengenakan hanfu berwarna biru muda. Wajahnya cantik alami di padukan dengan ekspresi santai, mata indah bersemangat, pipi persik kemerahan dan bibir tipis tersenyum lembut.


Ini adalah kesan pertamanya. Namun pada kesan kedua, ia tidak bisa menahan keterkejutannya karena wanita ini terlihat familiar.


Apalagi sekarang berada di dekatnya.


Bukankah wanita ini adalah wanita yang sama yang ia bawa hari ini, Xin Yu?


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2