
"Terima kasih, Nona telah menyelamatkan kami lagi. Untuk kebaikan Nona yang begitu besar, kami tidak memiliki apa-apa untuk membayarnya kembali." Selain ucapan terima kasih secara lisan, Ning Zhi tidak tahu harus bagaimana lagi.
Ning Xia menundukkan kepalanya dalam diam sebagai persetujuan.
Jika bukan karena situasi yang saat ini sangat berbahaya, mereka bersedia mengikuti Nona Penyelamat. Walaupun dipekerjakan bagaikan Sapi dan Kuda, mereka bersedia sepenuh hati.
"Tidak perlu membayar kembali. Aku hanya berharap disaat kita bertemu lagi, kalian tidak selalu berada dalam situasi hidup dan mati, karena aku tidak bisa menjamin akan menyelamatkan kalian setiap saat." Tanggapan Jiang Xingyu tanpa emosi.
Ning Zhi dan Ning Xia terkejut dan menundukkan kepala karena rasa malu.
Mereka melihat Beladiri Nona Penyelamat terbilang biasa saja dan belum tergolong Master Beladiri, memang terlalu sulit baginya untuk melawan Master kelas tiga.
"Kalian bisa menyembuhkan luka di Rumah terlantar ini untuk sementara waktu. Walaupun tempatnya sederhana, tapi sangat aman dan kebanyakan orang tidak berani datang." Saran Jiang Xingyu.
Keduanya tidak tahu mengapa banyak orang tidak berani datang ke tempat ini, namun mereka tidak bertanya dan hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
Mereka juga tidak peduli tentang sesuatu sederhana dan kasar, selama waktu ini mereka telah hidup di Pegunungan dalam dan Hutan liar, disini jauh lebih baik dibandingkan tempat-tempat itu.
Bagian terpentingnya mereka harus menyembuhkan luka terlebih dahulu.
Setelah menaburkan obat bubuk Hemostatik yang selalu dibawa, mereka merobek beberapa strip kain pakaiannya masing-masing untuk membalut luka.
Pada saat yang sama Fang Xinxin mendekati Jiang Xingyu dan berbisik. "Xingyu, kau bisa membawa mereka ke Halaman dalam. Walaupun berantakan, tapi tempat disana tidak rusak."
Jiang Xingyu tersenyum menanggapi.
Setelah itu ia membawa keduanya dan mengikuti Fang Xinxin dari Halaman luar ke Halaman dalam. Tentu saja hanya ia yang bisa melihat tubuh roh Fang Xinxin, sedangkan keduanya tidak bisa.
Setelah melewati Aula Utama dan tiba di Halaman dalam, mereka melihat Biara dan sebuah Taman. Meski kegelapan malam sangat pekat, struktur Taman masih bisa dilihat melalui Sinar Rembulan.
Disamping kiri Taman ada beberapa Pohon besar, meja dan kursi batu dibawah Pohon, lengkap dengan Ayunan Rotan disekitarnya.
Sementara disamping kanan ada Kolam disertai bebatuan dipinggirannya, juga Pondok kecil seperti tempat bersantai.
Biara dibagi menjadi dua jalur. Melewati jalur sebelah kiri terdapat Paviliun kecil dan Dapur, sedangkan melewati jalur sebelah kanan terdapat Paviliun Utama dan Paviliun Samping.
__ADS_1
Fang Xinxin membawa Tamunya ke jalur sebelah kanan.
Ketika mereka tiba di Paviliun Utama, struktur tempatnya memang tidak rusak. Walaupun berantakan, seluruh tempat ini memang jauh lebih baik dibandingkan Halaman luar.
Ada tiga Ruangan inti di Paviliun Utama, dengan Kamar disebelah kiri dan kanan. Sebelumnya Fang Xinxin menempati Kamar kanan dan Ibunya menempati Kamar kiri. Satu Ruangan inti lainnya merupakan Ruang Belajar sekaligus Ruang Guqin.
"Sebelah kanan adalah Kamarku, ayo kita pergi kesana." Ucap Fang Xinxin pada Jiang Xingyu.
Berbicara tentang Kamarnya, ekspresinya berubah menunjukkan Nostalgia yang dalam. Walaupun telah tinggal di Kamarnya setiap hari, ia tetap tidak merasa bosan.
Karena tubuhnya adalah tubuh roh, ia bisa langsung menembus tembok dan keluar masuk sesuka hati, jadi pintu yang terkunci bukan halangan baginya.
Jiang Xingyu mengeluarkan Belati Naga dan hendak memotong kunci, tapi suara Ning Zhi menghentikannya.
"Nona, tidak baik melakukan ini. Walaupun Rumah ini terlantar, tapi pintunya masih terkunci. Sepertinya Pemiliknya tidak ingin ada orang lain yang masuk." Kata Ning Zhi malu-malu.
"Benar, Nona. Lebih baik kita tinggal di Halaman luar saja." Ning Xia menyetujui.
"Tidak apa-apa. Aku mengenal Pemilik Rumah ini dan sebelumnya aku sering datang untuk berlatih. Pemiliknya sudah setuju dan memintaku untuk bersih-bersih jika ingin tinggal disini, hanya saja aku terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk membersihkannya." Kata Jiang Xingyu yang disertai anggukan Fang Xinxin.
Dengan kalimat ini, Ning Zhi dan Ning Xia tidak mengatakan apapun lagi.
"Belati yang sangat tajam!" Batin keduanya.
Saat pintu didorong terbuka, seketika awan debu beterbangan. Jiang Xingyu tidak bisa menghindarinya dan tersedak. "Uhuk-uhuk..."
"Hahaha!" Fang Xinxin tidak bisa menahan tawanya, tapi ketika sepasang tatapan tajam mengarah padanya, ia berhenti tertawa dan segera menutup mulutnya.
Namun bahunya yang terus bergetar mengkhianati tindakannya.
Jiang Xingyu mengabaikannya dan memilih masuk ke Kamar.
Ruangan didalam tentunya jauh jauh lebih gelap dibandingkan diluar, oleh karena itu tidak bisa menghindari akan tersandung saat melangkah.
"Aku memiliki Batu Api, namun tidak tahu apakah ada Lilin disini." Kata Ning Zhi.
__ADS_1
"Xingyu, ada beberapa Lilin didalam Laci kecil disamping Lemari." Fang Xinxin menunjuk kearah tertentu dan berkata pada Jiang Xingyu, karena kedua Wanita itu tidak bisa melihatnya apalagi mendengar suaranya.
Jiang Xingyu berjalan menuju tempat yang ditunjuk, membuka Laci kecil dan meraba isi didalamnya. Saat meraba beberapa benda yang memang berupa Lilin, ia mengeluarkan satu lalu menyerahkannya pada Ning Zhi.
Ning Zhi mengambilnya dan menyalakannya menggunakan Batu Api. Segera, cahaya Lilin perlahan menerangi seluruh Ruangan.
Seperti yang dikatakan Fang Xinxin, struktur Ruangan dan seluruh barang-barangnya memang tidak memiliki kerusakan, tetapi lapisan debu telah menumpuk dan mereka perlu membersihkannya.
Sekarang energi fisik Ning Zhi dan Ning Xia hampir pulih sepenuhnya, jadi satu orang mengambil baskom dan keluar untuk mengambil air, satunya lagi mengambil sapu dan mulai membersihkan.
Namun Jiang Xingyu tidak berniat untuk membantu, bukannya sengaja, tapi karena ia benar-benar malas dalam hal mengerjakan pekerjaan Rumah.
Kemudian pandangannya teralih pada bagian Ranjang dan alangkah terkejutnya ia saat melihat tidak ada jejak jamur ataupun bau busuk.
Setelah menelusuri sekelilingnya, ia menemukan ada beberapa Ventilasi berukuran kecil disisi balok yang berlawanan. Walaupun Ruangan ini terkunci selama bertahun-tahun, tapi dengan adanya Ventilasi, tidak ada kelembaban dalam Ruangan dan tentunya semua barang tidak akan berjamur.
Meski demikian Ranjang ini masih tidak bisa ditempati.
Dalam waktu setengah jam kemudian, Ning Zhi dan Ning Xia sudah selesai membersihkan seluruh Ruangan kecuali bagian Ranjang.
"Kalian beristirahatlah disini, jangan lupa besok kalian harus mencuci bersih selimut ini sebelum menggunakannya." Kata Jiang Xingyu.
"Ya, Nona." Jawaban serempak keduanya.
"Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya? apa kalian masih akan bepergian tanpa tujuan?" tanya Jiang Xingyu tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan ini, keduanya tidak bisa menahan perasaan murung. Setelahnya Ning Xia bersungguh-sungguh berkata. "Kami tidak tahu dan belum memikirkannya."
"Xingyu, sebelumnya aku mendengar kalau Tuan mereka sudah dibunuh oleh Tuan kedua Pria tadi. Kemudian orang-orang itu ingin merebut suatu benda dari mereka. Jika tidak menyerahkannya, mereka akan dikejar dan dibunuh." Suara Fang Xinxin terdengar penuh simpati.
Jiang Xingyu mengerutkan keningnya dan tidak ingin tahu tentang segala urusan mereka, agar tidak melibatkan diri dalam suatu masalah.
Suasananya berubah hening selama beberapa saat karena tidak ada yang berbicara.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading____