-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
108 - Tuan Besar Fang


__ADS_3

Setelah mencapai kesepakatan, Jiang Xingyu pergi meninggalkan Rumah terlantar.


Tidak mungkin baginya menggunakan identitasnya sendiri untuk pergi ke Fang Mansion secara terang-terangan. Agar tidak menimbulkan masalah yang tidak diinginkan, setelah tiba di Kota, Ia memasuki Toko Pakaian dan setelah keluar lagi, penampilannya kontras berbeda dibandingkan sebelumnya.


Kini Ia mengenakan Hanfu serba merah lengkap dengan kain kasa berwarna senada menutupi wajahnya. Kemudian Ia melanjutkan langkah kakinya menuju Fang Mansion.


Tentu saja Ia sudah membeli kartu ucapan yang didalamnya sudah tertulis sesuatu, sebagai persiapan jika Fang Mansion tidak mengizinkannya masuk.


Fang Mansion! Struktur bangunannya sangat berbeda dengan Mansion pejabat-pejabat lainnya.


Dahulu Leluhur Fang Mansion memiliki bisnis terkenal dan Fang Zhiquan yang baru diangkat sebagai Kepala Keluarga, menggantikan Ayahnya memasuki Pengadilan sebagai Pejabat.


Meski sibuk dengan urusan politik, bisnis Fang Mansion masih tetap berjalan walaupun tidak terkenal seperti dulu. Selain itu latar belakang Keluarga mereka sudah kaya sejak dahulu.


Kalau tidak dengan sedikit gajinya, Tuan Besar Fang tidak akan mampu membangun Rumah mewah untuk Puteri kesayangannya, Fang Xinxin.


Diluar, Penjaga Gerbang masuk membawa kartu ucapan yang diberikan oleh seorang Wanita bercadar merah.


Saat ini Tuan Besar Fang sedang membaca buku di Ruang Belajar sehingga Penjaga Gerbang memberikan kartu tersebut kepada Kepala Pelayan. Karena Ruang Belajar merupakan tempat penting yang tidak semua orang bisa keluar masuk sesuka hati, tentu saja kecuali Kepala Pelayan yang merupakan orang kepercayaannya.


"Tuan, ada kartu ucapan dari seorang Wanita bercadar merah." Ucap Kepala Pelayan seraya menyerahkan kartu ucapan.


"Wanita bercadar merah?" Tuan Besar Fang sedikit tertegun, tapi tidak mencaritahu.


Wajahnya seketika berubah tegang saat membaca isinya.


"Tuan, ada apa?" tanya Kepala Pelayan


"Biarkan Wanita itu pergi ke Ruang Tamu. Aku akan segera kesana." Tuan Besar Fang tidak memberitahu, hanya memerintahkan.


Setelah Kepala Pelayan pergi, Ia seolah-olah telah kehilangan semua tenaganya. Karena isi kartu ini menyentuh ingatannya yang terdalam.


Selama bertahun-tahun Ia tidak sekalipun melupakan Istri dan Puterinya, Fang Xinxin. Namun setiap kali memikirkannya, hatinya terasa sangat sakit.


Hari ini, Ia menerima kartu ucapan yang didalamnya tertulis kalimat yang mengatakan ingin membeli Rumah itu.


Semua orang mengetahui bahwa Rumah itu telah berhantu. Bahkan Ia sendiri sangat takut untuk berkunjung kesana.

__ADS_1


Ia tidak mau menjual Rumah itu karena sebelumnya telah berjanji pada Mendiang Istrinya dan Ia tidak akan melanggarnya. Lagipula Fang Mansion tidak kekurangan uang sehingga harus menjual Rumah.


Walaupun tidak berniat menjualnya, tapi karena kesopanan Ia tetap harus menemui Wanita itu.


Ia mengambil waktu tercepat untuk memilah emosinya kemudian berjalan ke Ruang Tamu.


Jiang Xingyu telah menunggu selama beberapa saat, namun Ia tidak merasa jenuh karena tujuannya cukup penting.


"Tuan Fang, Anda sudah tahu tujuan saya datang kesini, oleh karena itu saya tidak akan berbasa-basi. Saya ingin membeli Rumah Anda yang berada di pinggiran Kota. Saya ingin tahu apakah Anda akan menjualnya atau tidak." Ia berkata secara lugas.


Tuan Besar Fang tidak langsung mengungkapkan penolakannya, sebaliknya bertanya dengan rasa ingin tahu. "Apakah Anda tahu kalau Rumah itu telah berhantu?"


"Tentu tahu." Jawaban Jiang Xingyu sangat tenang.


"Lalu mengapa Anda masih ingin membelinya? ataukah karena tidak percaya?" Tuan Besar Fang kebingungan.


"Tidak. Sebaliknya saya ingin membelinya karena saya mempercayainya." Kata Jiang Xingyu.


Membuat Tuan Besar Fang terkejut. "Mengapa?"


"Karena saya bisa melihat Hantu. Apa Tuan Fang percaya?" Jiang Xingyu bertanya bercanda.


Jiang Xingyu melanjutkan. "Jadi, apakah Tuan Fang ingin mendengar saya menceritakan sesuatu?"


Tuan Besar masih belum menjawab, tapi diamnya sudah menjadi persetujuan.


Kemudian Jiang Xingyu menceritakan kembali kisah yang sebelumnya diceritakan oleh Fang Xinxin kepadanya.


Di awal cerita, Tuan Besar Fang terduduk lemas. Semakin mendengarkan semakin membuat hatinya sangat sakit. Kulitnya berubah pucat, sorot matanya penuh ketakutan dan seluruh tubuhnya gemetar.


Jiang Xingyu tidak bermaksud menakut-nakuti. Karena Tuan Fang tidak akan setuju menjual Rumah itu padanya, Ia memberitahu kalau Fang Xinxin sudah menyetujuinya.


"Yang Anda katakan, apakah itu benar?" Apa yang didengarnya membuat Tuan Besar Fang tidak bisa mempercayainya.


"Jika tidak benar, saya sebagai orang luar bagaimana mungkin mengetahui tentang Keluarga Anda?" Jiang Xingyu berbalik bertanya, juga secara tidak langsung membenarkan.


Akhirnya Tuan Besar Fang tidak punya pilihan selain mempercayainya. Ia pun bertanya. "Dia, apakah Dia membenciku?"

__ADS_1


"Fang Xinxin tidak membenci Anda, karena nyatanya hanya sedikit orang yang bisa menerima keberadaan Hantu." Kata Jiang Xingyu.


Tuan Besar Fang menghela nafas lega setelah mendengarnya.


"Karena Xin'er sudah menyetujuinya, mulai sekarang Rumah itu menjadi milik Anda." Ucapnya.


Karena Puterinya sudah mempercayakan Rumah itu pada Wanita bercadar merah ini, Ia tidak meminta uang dan langsung memberikan Akta Rumah. Tetap saja! Intinya Rumah itu tidak dijual dan hanya berganti kepemilikan.


Sebenarnya dari awal Jiang Xingyu tidak berniat mengeluarkan sedikitpun uang untuk mendapatkan Rumah terlantar, karena Ia tahu bahwa setelah mendengarkan ceritanya, Tuan Fang pasti akan setuju.


Kemudian setelah berhasil mendapatkan Akta Rumah, Ia pergi setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih.


Namun begitu keluar dari Ruang Tamu, Ia melihat seorang Wanita tengah memandangnya dengan tatapan buruk.


Setelah diingat-ingat, sebelumnya Ia melihat Wanita ini sedang bersama dengan kelompok Pangeran Yuhao, Wanita yang berada di samping Lin Jiayin. Ia juga mendengar Pangeran Yuhao menyebutnya Nona Fang.


Oh! Ternyata Wanita ini adalah Nona Fang?


Melihat hari sudah menjelang malam, Ia kembali pulang. Oleh karena itu rencana pengaturan tempat tinggal untuk sepasang Saudara kecil, Ia akan menanganinya esok saja.


Pada malam hari Ia tidak pergi ke Rumah terlantar, tetap tinggal di Kamarnya untuk berlatih menulis simbol jimat.


Sedangkan dalam kesunyian malam, tidak jauh dari Rumah terlantar, seseorang terlihat menyelinap juga terlihat tidak berani mendekat.


Dan seseorang ini bukan orang lain, Dia adalah Ayah Fang Xinxin yang dikenal sebagai Tuan Besar Fang.


Setelah Wanita bercadar merah pergi, Ia mengurung diri di Ruang Belajar dengan pikiran yang berkelana memikirkan hal-hal yang terjadi bertahun-tahun yang lalu.


Hingga akhirnya Ia tidak bisa menahan diri untuk datang ke Rumah itu, walaupun hatinya masih di penuhi rasa takut akan keberadaan Hantu.


Setelah memandang cukup lama dari jarak tertentu, akhirnya Ia memutuskan untuk pergi.


Tepat setelah kepergiannya, sosok putih muncul di udara tepat diatas Gerbang Rumah terlantar. Melihat punggung kepergian seorang Pria yang akrab, sorot matanya terlihat rumit.


Bagaimanapun Dia adalah seorang Ayah yang sangat menyayanginya sedari kecil. Walaupun Ayahnya tidak pernah datang saat peringatan hari kematiannya dan Ibunya, dari lubuk hatinya yang terdalam Ia tidak pernah membencinya.


.

__ADS_1


.


_____Happy Reading_____


__ADS_2