
Seketika hati Pelayan Nujing sangat dingin, ia tahu jika masalah ini tidak bisa ditangani sesuai rencana, Bibi He dan Selir Mo akan menyeretnya sebagai Kambing Hitam.
Ia ingin membantah tapi tidak memiliki keberanian karena Keluarganya berada dibawah kendali Selir Mo. Oleh karena itu ia hanya bisa mengakuinya. "Ya. Aku yang melakukannya."
"Alasannya karena Selir Mo sangat baik padaku sehingga aku tidak terima saat Hak Rumah Tangga dirampas darinya oleh Selir Jing. Aku sengaja meracuni Selir Mo hanya untuk menjebak dan menghancurkan nama baik Selir Jing." Ia mengatakan seolah-olah memang dirinya yang bersalah.
Tuan Besar tahu masalah ini tidak seperti yang diakui Pelayan Nujing, tapi karena sudah mengakuinya, ia tidak bermaksud untuk meneruskannya.
"Terlepas dari apa yang kau rasakan, masalah ini merupakan urusan Kediaman dan kau tidak memiliki hak untuk ikut campur. Karena kau sudah mengakuinya, berarti kau sudah siap menerima konsekuensinya. Hukuman 50 papan sudah merupakan keringanan atas perbuatanmu. Setelah ini Kediaman tidak akan peduli pada hidup dan matimu lagi." Perintah Tuan Besar.
Ketika Pelayan Nujing mendengarnya, ia pingsan karena ketakutan. Hukuman 50 papan memang tidak fatal, tapi ia yakin tubuhnya tidak akan sanggup menanggungnya.
Saat perintah Tuan Besar terdengar, dua Penjaga segera tiba membawa kursi panjang dan papan setebal lengan anak-anak.
"Kong Ying, Lian Yong, jalankan hukuman." Perintah Tuan Besar tanpa emosi.
Dan kedua Penjaga yang dimaksud segera menjalankan perintah dengan cara menyeret Pelayan Nujing yang sudah pingsan, kemudian meletakkannya diatas kursi panjang dengan posisi tengkurap.
Setelahnya hukuman 50 papan dilaksanakan. Tidak satupun dari semua orang yang berbicara tentang hukuman ini. Ya itu karena tidak ada gunanya menentang perintah Tuan Besar.
"Pelayan Nujing sudah mengakuinya, berarti masalah ini tidak ada hubungannya dengan Selir Jing. Dalam hal ini Xin'er dan Bibi He bersalah karena telah menuduh Selir Jing tanpa mengetahui kebenarannya. Kalian harus meminta maaf padanya. Mengenai hukuman, Kediaman akan mengurangi gaji Bibi He selama dua bulan dan juga mengurangi uang bulanan Xin'er selama dua bulan yang sama." Tuan Besar memutuskan.
"Ya." Jiang Linxin dan Bibi He tidak punya pilihan selain menerimanya.
Setelahnya keduanya memandang Selir Jing, ekspresi mereka begitu tulus dan tentunya sangat munafik. "Selir Jing, tolong maafkan kami."
Selir Jing mengiyakannya begitu saja. Selanjutnya ia mengajari Jiang Linxin cara bersikap sopan pada seorang Tetua. Tentu saja juga mengajari Bibi He tentang cara menghormati Atasan dan tidak melewati batas sebagai Pelayan.
Jiang Linxin tentu sangat marah, namun sebaliknya ia hanya mengucapkan terima kasih atas nasehat untuknya. Sedangkan Bibi He hanya menundukkan kepalanya sebagai tanda menerima.
Dengan hasil ini Selir Jing memenangkan perselisihan hari ini.
__ADS_1
Kemudian Tuan Besar berbalik pergi lebih dulu tanpa berniat melihat Selir Mo.
Jiang Xingyu, Selir Jing dan Bibi Lan juga menyusul pergi tanpa menoleh kebelakang lagi.
Begitu keluar dari Halaman Timur, Jiang Xingyu meminta Bibi Lan kembali terlebih dahulu. Sedangkan ia masih ingin berbicara dengan Selir Jing.
Sebelumnya Selir Jing berbisik meminta maaf padanya karena telah menggunakan identitasnya serta kedekatannya dengan Puteri Yanning untuk menekan Kepala Pelayan agar berdiri dipihaknya.
Ia tidak keberatan dan hanya memperingatkan. "Tidak masalah selama identitasku dapat digunakan. Namun ingatlah! Kau hanya bisa menggunakannya di Kediaman ini."
"Ya, Nona Sulung. Yakinlah, Selir tidak akan menyalahgunakan identitas Nona ataupun merusak reputasi Nona." Kata Selir Jing meyakinkan.
"Baiklah! Sampai disini saja. Jika ada masalah ingatlah untuk memberitahuku. Aku akan kembali dulu." Jiang Xingyu menanggapi tanpa emosi.
Setelah kembali ke Paviliun Weiyang, ia melihat Bibi Lan sedang menyapu lantai di Halaman depan.
Dan ketika melihat kedatangan Nona Sulung, Bibi Lan hanya membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat. Seakan tidak ingin berbicara ataupun menjelaskan tentang apa yang terjadi hari ini.
Sementara itu di Halaman Timur telah terjadi kekacauan karena setelah sadar Selir Mo tidak bisa menerima hasil dari rencananya, serta tidak menyangka ternyata Selir Jing jauh lebih licik dari dugaannya.
Hasil dari kemarahannya membuatnya pingsan lagi dan luka di kepalanya kembali berdenyut kesakitan.
....
Di pertengahan malam saat semua orang tengah tertidur nyenyak dan damai, Jiang Xingyu justru mengenakan pakaian hitam dan keluar melalui Gerbang samping.
Di sepanjang jalan kadang ada beberapa orang, tapi mereka semua adalah Pria yang keluar untuk bersenang-senang.
Tiba-tiba ia merasakan aura yang lebih dikenal sebagai Qi hitam. Aura semacam ini merupakan milik Roh Jahat. Namun karena jaraknya terlalu jauh, ia hanya bisa merasakannya sekilas.
Kekuatan internalnya masih lemah sehingga inderanya hanya bisa menjangkau sejauh radius 20 meter.
__ADS_1
Namun ia tidak bermaksud usil. Selama pihak lain tidak memprovokasinya, ia tidak akan peduli.
Hanya saja saat ia melanjutkan langkahnya, semakin berat Qi hitam yang dirasakannya. Ia tetap tidak peduli dan terus berjalan. Namun secara tidak terduga Ia justru melihat Roh Pria yang sedang menyerap Vitalitas seorang Wanita.
Dan ketika Ia melihat pemandangan ini, Roh Pria juga melihatnya tapi mengabaikannya. Pada saat yang sama telah menyelesaikan menyerap Vitalitas Wanita itu kemudian membuangnya.
Wanita yang vitalitasnya telah habis, secara drastis seluruh tubuhnya mengering seperti Zombie.
"Cih! Ternyata Roh Jahat yang sedang menyerap vitalitas Manusia yang memiliki aura Yin murni lima elemen." Batin Jiang Xingyu yang merasa kesal dan jijik.
"Hahaha! Wanita ini juga memiliki aura Yin murni..." Kata Roh Jahat sambil menatap Jiang Xingyu seolah telah bertemu Mangsa.
Saat berkata, Roh Jahat berdiri melangkahkan kakinya dan langkah yang santai seakan tidak mengkhawatirkan kalau Mangsanya akan melarikan diri.
Sorot mata Jiang Xingyu di penuhi aura dingin. Karena pihak lain telah menjadikannya Mangsa, secara alami Ia tidak bisa terus bersikap acuh tak acuh.
Selanjutnya Ia memanggil Belati Naga lalu bergegas menyerang.
Roh Jahat tidak menyangka kalau Mangsanya akan menyerang dan kecepatan serangannya membuatnya tidak bisa bereaksi.
Seketika Tubuh Rohnya terhempas ke Pohon besar akibat diserang oleh sebuah Belati kecil, disertai jeritan keras yang menusuk gendang telinga hingga membuat malam terasa sangat menakutkan.
Lebih parahnya lagi Vitalitasnya rusak parah.
"Qi Hitam?" awalnya Roh Jahat sangat marah saat merasakan Vitalitasnya rusak, namun ketika merasakan Qi Hitam yang berasal dari sebuah Belati kecil, amarahnya digantikan oleh kegembiraan dan keserakahan.
Karena Qi Hitam merupakan Energi terbaik bagi tubuh Roh untuk menumbuhkan Qi Spiritual. Jika dapat menyerap Qi Hitam milik Belati kecil, Qi Spiritualnya akan meningkat berkali-kali lipat.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____