-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
094 - Kedatangan Nona Sulung


__ADS_3

Jiang Linxin meminta Selir Jing untuk duduk ditempat yang teduh dibawah Pohon besar.


Dalam silsilah Keluarga Selir Jing merupakan Tetua, jadi ia tidak bisa membiarkannya terus berdiri. Bibi Lu juga dilepaskan dan kini berdiri dibelakangnya.


"Aku haus, cepat beri aku teh atau air." Selir Jing berkata tidak puas saat menoleh kearah Meja kosong.


Jiang Linxin mengerutkan keningnya lalu memerintahkan Pelayan. "Cepat tuangkan secangkir teh untuk Selir Jing."


Disisi lain sejak tadi Jiang Xingyu hanya berdiri diluar Halaman Pengadilan Kediaman. Namun mengenai apa yang terjadi didalam, ia bisa melihatnya karena Gerbangnya sedikit terbuka.


Mengenai situasi Selir Jing saat ini, ia tidak menganggapnya serius dan hanya menganggapnya sebagai permainan.


Selanjutnya ia membawa Bibi Lan masuk kedalam. Tepat baru saja masuk, ia mendengar sebuah kalimat yang membuatnya hampir tersedak.


"Selir, tolong hati-hati saat minum teh, jangan sampai noda darah dibibirmu hilang karena nanti kau bisa menjadikannya bukti saat Tuan bertanya." Bibi Lu mengingatkan.


Sudut bibir semua orang bergerak-gerak. Bahkan kini wajah Jiang Linxin menghitam karena merasa sesuatu telah menampar wajahnya, tapi ia tidak bisa mengatakan sesuatu untuk membantahnya.


Saat ini melihat kedatangan Jiang Xingyu, ekspresinya semakin suram.


Kenapa dia disini?


Bukankah ia sudah memblokir semua berita agar mencegahnya membantu Selir Jing?


Bahkan karena takut hal buruk akan terjadi, ia merahasiakannya dari Saudarinya.


Walaupun suasana hatinya sangat suram, ia tidak bisa mengusirnya dan hanya bisa menyapa dengan senyum tertahan. "Mengapa Saudari tertua ada disini?"


"Awalnya aku hanya sedang berjalan-jalan, tapi saat melihat Selir Jing memasuki Pengadilan Kediaman dengan raut wajah panik, kupikir dia sedang melakukan sesuatu yang penting, jadi aku mengikutinya dan menunggunya diluar. Tapi setelah menunggu lama dan tak kunjung melihatnya keluar, aku masuk karena mungkin sesuatu yang buruk telah terjadi." Jiang Xingyu berpura-pura tidak mengetahui apapun.

__ADS_1


Sedangkan Selir Jing langsung berdiri ketika melihat kedatangan Nona Sulung. Walaupun saat ini belum membutuhkan bantuannya, ia sangat tersentuh karena Nona Sulung bersedia datang terlepas apapun yang terjadi.


"Selir Jing, ada apa dengan wajahmu? Bukankah tadi kau baik-baik saja saat memasuki Pengadilan Kediaman?" Jiang Xingyu bertanya penuh arti.


"Menjawab Nona Sulung, awalnya Selir Mo meminta Gingseng dari Gudang untuk pengobatan lukanya, tapi tidak tahu apa yang terjadi, dia muntah darah setelah meminumnya. Bibi He dan Nona Kedua mengatakan kalau Selir telah melakukan sesuatu sebelum Gingseng nya digunakan untuk pengobatan Selir Mo. Nona Kedua memerintahkan Selir untuk datang ke Pengadilan Kediaman. Bahkan sebelum Selir menanyakan detail apa yang terjadi, Nona Kedua menangkap dan memukuli Selir." Selir Jing hanya menceritakannya secara kasar, tidak panik, tidak meminta keadilan dan tidak mengeluh.


"Oh! Ini masalah yang serius. Kalau begitu tunggu Ayah kembali untuk menanganinya." Kata Jiang Xingyu setelah menerima tatapan meyakinkan dari Selir Jing.


Tatapan yang seakan menyiratkan kalau dia bisa menyelesaikan masalah ini tanpa bantuannya.


Mendengarnya tidak membela Selir Jing, Jiang Linxin bukannya senang tapi justru merasakan firasat buruk.


"Oh ya, karena sekarang Dokter belum datang, jadi biarkan Bibi Lan memeriksa Selir Mo lebih dulu, lagipula Bibi Lan telah belajar Medis sejak kecil." Ucap Jiang Xingyu tanpa emosi.


"Baiklah." Jiang Linxin tidak menolak, karena ia tahu Bibi Lan yang dimaksud hanyalah Pelayan asing.


Setelahnya ia membawa Jiang Xingyu dan Bibi Lan keluar dari Pengadilan Kediaman dan menuju Halaman Timur. Dibelakang, Selir Jing juga mengikuti.


Saat ini Selir Mo berbaring tidak sadarkan diri, wajahnya pucat, matanya tertutup rapat dan tampak seperti sakit parah.


Bibi He tidak bereaksi saat melihat Bibi Lan karena bagaimanapun Bibi Lan adalah sekutunya.


Adapun bagaimana Nona Sulung mengetahui keterampilan Medis Bibi Lan, sejujurnya ia baru mengetahuinya sekarang.


Setelah melihat sinyal persetujuan Nona Kedua, Bibi Lan maju untuk mendiagnosa kondisi Selir Mo. Pertama ia mendiagnosa denyut nadinya, lalu melihat wajahnya dan membuka salah satu matanya.


Kemudian ia bertanya. "Dimana darah yang dimuntahkan?"


Bibi He beranjak mengambil pakaian yang telah disisihkan lalu berkata. "Ini adalah pakaian yang baru dikenakan Selirku, aku melepasnya karena Selirku muntah darah."

__ADS_1


Bibi Lan mengambil pakaian tersebut, mencium area yang ada muntahan darahnya dan tiba-tiba alisnya berkerut.


Ia hendak mengatakan sesuatu, tapi setelah mendengar 'Salam Tuan' diluar, ia mengurungkannya.


Semua orang juga mendengarnya, jadi mereka tidak mendesak apa yang ingin dikatakan Bibi Lan.


Selanjutnya Tuan Besar masuk, dibelakangnya diikuti oleh Dokter dan salah satu Pelayan Selir Mo, Nujing.


"Apa yang terjadi?" begitu Tuan Besar masuk, ia berjalan kearah Selir Jing dan bertanya dengan wajah serius.


"Maaf, Selir tidak memenuhi harapan Tuan. Pada hari ketiga mengurus Kediaman, kecelakaan telah terjadi. Awalnya pagi ini Bibi He dan Pelayan Nujing datang pada Selir, mengatakan bahwa kondisi Selir Mo semakin memburuk. Bibi He meminta Selir pergi ke Gudang untuk mengambil Gingseng yang akan digunakan untuk pengobatan Selir Mo. Bibi He juga meminta Selir untuk membawa Pelayan Nujing masuk kedalam. Namun dari awal hingga akhir Selir tidak pernah menyentuh Gingsengnya, Pelayan Nujing lah yang menyentuh dan membawanya ke Paviliun Utama."


"Tapi tak lama kemudian, Bibi He mengirim seseorang untuk mengundang Selir ke Pengadilan Kediaman. Setelah Selir tiba, Bibi He menuduh kalau Selir telah menggerakkan tangan pada Gingseng itu hingga membuat Selir Mo muntah darah dan pingsan. Kemudian setelah Nona Kedua tiba, tanpa bertanya apa yang terjadi, dia langsung memerintahkan Pelayan untuk menangkap Selir, bahkan menampar wajah Selir. Selir tahu Nona Kedua bertindak impulsif karena menghawatirkan Ibunya, oleh karena itu Selir tidak menyalahkannya. Selir hanya berharap Tuan menyelidiki masalah ini secara menyeluruh dan membuktikan kalau Selir tidak bersalah."


Selir Jing tidak berpura-pura lemah atau menyedihkan. Tidak mengeluh dan tidak menuduh. Hanya menampilkan ekspresi tenang seakan membuktikan kalau dirinya tidak bersalah.


Mendengarkan pengakuannya, sekarang wajah Tuan Besar semakin suram. Mengenai apakah Selir Jing telah menggerakkan tangannya pada Gingseng itu, ia tidak percaya, tidak menyela dan hanya mendengarkannya.


Hanya ketika mendengar Puteri keduanya telah menampar Selir Jing, ia kembali memperhatikan wajahnya dengan hati-hati.


Pipi kanan yang merah dan bengkak, jejak telapak tangan yang jelas serta noda darah disudut bibirnya, melihat ini membuat pandangannya terbakar amarah.


Jiang Linxin bergetar ketakutan melihat tatapan amarah Ayahnya dan sebelum Ayahnya berbicara, ia lebih dulu menjelaskan. "Ayah, Lin'er sangat menghawatirkan Ibu Selir dan tanpa sadar bertindak impulsif."


Tuan Besar tidak mengatakan apapun, tetapi kekecewaan sudah memenuhi sorot matanya. Ia juga tidak bermaksud mempermasalahkan hal ini dan hanya berkata. "Dokter, tolong periksa kondisi Selir Mo."


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2