
'BRAK!'
Gadis cantik menggebrak meja dan berkata dengan suara keras. "Lu Junqing, aku mengundangmu untuk sarapan denganku, kau berkata sudah sarapan. Sekarang kenapa kau disini? apa untuk bertemu gadis ini?"
Di akhir kalimat, gadis itu memandang Jiang Xingyu dengan tatapan amarah, seolah suaminya telah direbut.
Tindakannya segera menarik perhatian pengunjung yang lain, namun tidak ada yang berani bersuara.
Lu Junqing mengerutkan keningnya lalu berkata. "Bai Yuxue, jaga ucapanmu. Tolong berhentilah mengikutiku."
"Tidak! Kau pernah menyelamatkanku dan aku ingin membalasnya. Lu Junqing, aku menyukaimu. Sekalipun kau pergi ke ujung dunia, aku juga akan mengikutimu." Ucap Bai Yuxue dengan suara tegas.
Tindakan dan sikapnya tidak sedikitpun mencerminkan seorang gadis berbudi luhur seperti gadis lainnya.
Jiang Xingyu tetap berdiri di samping dengan tangan terlipat di dadanya, sikapnya sangat tenang seolah sedang menyaksikan pertunjukan menarik.
"Kita tidak cocok." Lu Junqing menanggapi dengan suara getir.
"Apanya yang tidak cocok? kau belum menikah, aku juga belum menikah. Selain itu kita sudah memiliki hubungan kulit..."
Lu Junqing tiba-tiba berdiri. Sebelum Bai Yuxue menyelesaikan ucapannya, ia menyela. "Jangan berbicara omong kosong! Saat itu aku memelukmu karena posisiku sedang menyelamatkanmu."
"Fakta bahwa kau memelukku tidak bisa diubah." Kata Bai Yuxue dengan serius.
"Kau! Kau seorang Nona kedua dari Kediaman keluarga Bai, ada banyak pria yang menyukaimu, kenapa kau begitu keras kepala dan selalu menggangguku? jika aku tahu sikapmu akan seperti ini, saat itu aku tidak akan menyelamatkanmu!" Lu Junqing mengungkapkan penyesalannya.
"Di dunia ini tidak ada obat yang bisa menghilangkan rasa penyesalan. Lu Junqing, terima saja takdirmu. Aku tahu apa yang kau pikirkan. Aku seorang Nona kedua dari Kediaman keluarga Bai dan kau hanya seorang pengusaha, kau berpikir kesenjangan identitas kita terlalu jauh. Biarkan aku akan memberitahumu, aku, Bai Yuxue, hanya puteri seorang Selir. Dengan ini, apa kau masih akan berpikir bahwa kita tidak cocok?" untuk membujuk pria yang dicintainya, Bai Yuxue tidak keberatan merendahkan identitasnya.
Benar! Meskipun Lu Junqing adalah seorang pemuda berbakat dan memiliki kekayaan yang melimpah, namun di mata para pejabat, pengusaha lebih rendah dari yang lain. Oleh karena itu tidak banyak keluarga pejabat yang akan menikahkan puteri mereka dengan seorang pengusaha.
Sedangkan meskipun Bai Yuxue hanya puteri seorang Selir, keluarga Bai tidak memperdulikan kesenjangan identitas keturunan mereka apakah terlahir dari Istri sah atau Selir. Selain itu keluarga Bai selalu memperlakukan keturunan mereka dengan cara yang sama, baik itu dari segi kasih sayang ataupun finansial.
Meskipun Bai Yuxue tidak peduli akan kesenjangan identitas, tapi Lu Junqing sangat peduli.
Lu Junqing menghela nafas menunjukkan ketidakberdayaannya. Kemudian memandang Nona Jiang dan berkata. "Nona Jiang, maaf aku tidak bisa menemanimu sarapan. Aku akan menebusnya di lain waktu."
"Tidak masalah." Jiang Xingyu menanggapi dengan santai.
__ADS_1
Disaat yang sama Bai Yuxue merasa cemburu sambil bertanya. "Lu Junqing, siapa dia? kenapa kau ingin menemaninya sarapan?"
Lu Junqing mengabaikannya, berdiri lalu beranjak pergi. Tentu saja Bai Yuxue segera mengikutinya.
Jiang Xingyu menggelengkan kepalanya, perdebatan keduanya tidak mempengaruhinya. Ia duduk lalu memesan semangkuk mie kuah daging sapi.
Beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan sarapannya, pelayan memberitahu bahwa Lu Junqing sudah membayar tagihannya. Ia tidak menyangka Lu Junqing yang pergi dengan terburu-buru, tidak lupa untuk membayar.
Hmm! Karakternya cukup bagus.
Ia keluar dari kedai mie dan langsung kembali pulang.
Pada saat yang sama, ketika melihat target keluar dari restoran, bawahan Pangeran Yuxuan keluar dari persembunyian dan mengikuti target lagi. Setibanya di jalan yang cukup sepi, bawahan tersebut membuka kain yang menutupi kepalanya dan kemudian mengangkat pedangnya untuk menyerang.
Jiang Xingyu tidak merasa bahwa dirinya diikuti sepanjang waktu, tapi ketika merasakan serangan mendekatinya, wajahnya langsung berubah dingin.
Ia melangkah kesamping untuk menghindari bilah pedang yang ditujukan padanya. Reaksi pihak lain tidak lambat, satu serangan gagal dan dia segera menyerang lagi.
Ia menghindar lagi dan disaat yang sama melihat siapa yang ingin membunuhnya, yang ternyata seorang pria bertopeng berpakaian jubah hitam. Mengenai identitasnya, ia menebak pria ini pasti bawahan Pangeran Yuxuan.
Seketika Belati Naga muncul ditangannya. Kali ini ia tidak menghindari serangan pria itu, sebaliknya menyapa menggunakan Belati Naga.
Yang membuat pria berbaju hitam tiba-tiba merasakan hawa dingin. Tapi sayangnya dia mengabaikannya.
Ketika Belati Naga bertabrakan dengan pedang, terdengar suara 'Ding' dan pedang pria itu patah menjadi dua bagian.
Dia tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya. Jiang Xingyu mengambil kesempatan ini untuk untuk menyerang.
Reaksi pria itu cukup cepat dan berhasil menghindari serangan fatal, tapi tidak sepenuhnya.
Lengannya terkena serangan sebuah Belati kecil, pria itu merasakan hawa dingin yang membuat tubuhnya gemetar tanpa sebab.
Serangan roh jahat Belati Naga walaupun hanya luka kecil, bisa berakibat sangat fatal. Tentu saja pria itu tidak tahu bahwa luka kecil di lengannya akan berakibat fatal pada seluruh tubuhnya.
Jika dia menggunakan kekuatan internal untuk melindungi pembuluh darahnya, dampaknya tidak akan terlalu besar, paling parah hanya akan menyebabkan tubuh menggigil kedinginan. Namun jika tidak melindungi tepat waktu, pembuluh darah dan ototnya akan hancur sehingga mungkin dia tidak akan bisa berlatih beladiri seumur hidup.
Tentu saja pria itu tidak tahu akan hal ini. Baginya yang paling penting adalah membunuh target.
__ADS_1
Meski pedangnya patah, dia tidak berencana untuk membuangnya. Lebih baik bertarung dengan pedang patah daripada dengan tangan kosong.
Kemudian keduanya terjerat dalam pertarungan. Bahkan setelah setengah jam berlalu, keduanya masih seimbang.
Namun semakin pria itu menggunakan kekuatan internalnya, semakin pula tubuhnya terasa kaku, yang juga membuatnya menyadari ada yang salah.
Tidak peduli apakah tebakannya benar atau salah, dia memutuskan untuk melarikan diri.
Tapi bagaimana mungkin Jiang Xingyu membiarkan orang yang ingin membunuhnya melarikan diri begitu saja?
Selanjutnya ia mengendalikan Belati Naga di udara. Diikuti suara 'Swushh' bilah Belati menembus punggung pria yang tengah melarikan diri.
Meskipun lukanya tidak fatal, pria itu tidak banyak waktu untuk bertahan hidup dan kematian akan menjemputnya dalam hitungan menit.
Setelah mengambil dan menyimpan Belatinya, Jiang Xingyu pergi dengan langkah yang santai.
Sedangkan pria itu hampir jatuh dari atap saat bilah Belati di punggungnya dicabut. Dia menggunakan sisa kekuatannya untuk bergegas kembali melapor pada Tuannya.
Sayangnya tak lama kemudian, begitu melompat dari atap, kakinya terhuyung-huyung dan akhirnya jatuh ke tanah. Untungnya dia sudah sampai di dekat gerbang Kediaman Pangeran Yuxuan, sehingga penjaga gerbang segera menemukannya.
Begitu mendengar laporan, Pangeran Yuxuan berdiri dari kursinya disertai tatapan tidak percaya. Bawahan yang ia utus untuk membunuh wanita itu, merupakan salah satu bawahannya yang paling cakap. Sekarang mati begitu mudah?
Tepat ketika melihat kondisi bawahannya, ia sangat terkejut sekaligus ngeri.
Seluruh kulit bawahannya berwarna hitam pekat seolah telah diracuni. Selain itu anggota tubuhnya sekaku tongkat kayu. Ini adalah pertama kalinya ia melihat kondisi kematian yang begitu aneh.
Yang sangat disayangkan yaitu bawahannya meninggal sebelum melaporkan berita mengenai wanita itu.
Tanpa diduga wanita itu ternyata sangat kuat. Sebenarnya siapa dia?
Siapapun identitasnya, ia memiliki firasat akan bertemu dengannya lagi.
.
.
_____Happy Reading_____
__ADS_1