
Untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan, Pangeran Yin membawa Jiang Xingyu ke Halaman milik Feng Yuqie.
Jiang Xingyu mengalami luka dalam yang tidak bisa disembuhkan oleh Dokter, oleh karena itu membutuhkan kekuatan internal untuk menyembuhkannya.
Saat ini Feng Yuqie dan Yuwen Junxiu bermain catur sambil menunggu Pangeran Yin guna diskusi lebih lanjut mengenai masalah tertentu, karena baru larut malam Pangeran Yin bisa menghindari mata-mata yang mengintainya.
Tiba-tiba mereka mendengar sesuatu, mengetahui Pangeran Yin telah datang, Feng Yuqie buru-buru meletakkan bidak catur ditangannya lalu berkata. "Yin ada disini, permainan kali ini..."
Ucapannya seketika berhenti saat tiba-tiba Pangeran Yin memasuki pintu, membuatnya terkejut.
Walaupun Ia belum melihat wajah orang yang digendong dalam pelukan Pangeran Yin, menilai dari penampilannya, Ia tahu bahwa itu adalah seorang Wanita. Terlebih lagi seorang Wanita yang terluka.
Sedangkan saat melihat penampilan Wanita itu, Yuwen Junxiu tiba-tiba berdiri disertai kegugupan dan kekhawatiran terlukis diwajahnya.
Pangeran Yin tidak peduli pada reaksi keduanya, Ia langsung berjalan menuju tempat tidur kemudian meletakkan Gadis dipelukannya dalam posisi bersila.
"Jiang Xingyu?" Feng Yuqie terkejut setelah melihat wajah Wanita itu, Ia pun segera bertanya. "Apa yang terjadi padanya?"
"Aku tidak tahu mengapa Dia mengalami luka dalam. Aku hanya kebetulan menemukannya lalu membawanya kembali." Pangeran Yin menjelaskan secara singkat, lalu menoleh kearah Pria disamping kanannya. "Junxiu, sembuhkan Dia."
Yuwen Junxiu mengernyitkan dahinya, walaupun tidak berbicara, sorot matanya seakan mengatakan. 'Mengapa harus aku?'
Meski sebenarnya tidak ada penolakan di hatinya.
Melihat ekspresinya, Pangeran Yin berkata lagi. "Jika bukan kau, lalu siapa lagi? Aku dan Yuqie kelelahan karena kesibukan sepanjang hari. Lagipula dengan menyembuhkannya, kau tidak akan kehilangan kekuatanmu."
Wajah Yuwen Junxiu berubah tidak sedap dipandang. Pangeran Yin berbicara omong kosong. Mereka hanya melakukan hal-hal kecil sepanjang hari, dimana letak kelelahannya?
Feng Yuqie ingin tertawa, hanya saja Ia tidak berani.
"Kau pasti bisa menyembuhkannya." Pangeran Yin tidak tahan dengan tatapan sinis Yuwen Junxiu, dan segera menariknya.
Yuwen Junxiu berhenti menolak, segera naik ketempat tidur dan duduk bersila menghadap punggung Jiang Xingyu.
Kemudian kedua telapak tangannya terangkat bersamaan dengan kekuatan internal yang perlahan tersalurkan.
Walaupun Jiang Xingyu tidak sadar, namun saat aura hangat memasuki tubuhnya, secara naluriah tubuhnya bereaksi.
Aura hangat memasuki tubuhnya melalui saluran meridiannya kemudian menuju Dantiannya, siklus berulang kali membuat kulitnya perlahan membaik serta kerutan di alisnya perlahan mengendur.
Selain itu aura hangat semacam ini membuat tubuhnya serakah hingga ingin terus menerus menyerapnya.
Membuat Yuwen Junxiu tiba-tiba membuka matanya, menunjukkan keterkejutan. "Bagaimana mungkin?" batinnya.
__ADS_1
"Ada apa?" Pangeran Yin dan Feng Yuqie bertanya dengan cemas.
"Tubuh Wanita ini menyerap kekuatan internalku." Kata Yuwen Junxiu.
Meski demikian, Ia tidak menarik kekuatan internalnya. Jika menariknya secara tiba-tiba, tubuhnya dan tubuh Wanita ini akan diserang oleh kekuatan internal yang sama.
"Apa? bagaimana mungkin?" keduanya terkejut serta tidak bisa mempercayainya.
Meskipun mereka tahu Jiang Xingyu memiliki Beladiri, mereka tidak pernah merasakan kekuatan internalnya. Oleh karena itu mereka pikir Dia hanya memiliki kekuatan eksternal, bukan internal.
Tubuh fisik biasa yang bisa menahan kekuatan internal sudah bagus, sekarang bagaimana mungkin bisa menyerapnya?
Bukannya mereka tidak percaya, hanya saja kejadian ini terlalu aneh serta mengejutkan.
Yuwen Junxiu tidak menjelaskan karena saat ini pikirannya tidak bisa teralihkan. Jika tidak, konsekuensinya akan buruk jika terjadi kesalahan.
Pangeran Yin dan Feng Yuqie secara alami mengetahuinya, oleh karena itu meski mereka sangat ingin tahu, saat ini mereka tidak bisa bertanya lebih lanjut.
Beberapa saat kemudian Yuwen Junxiu berhenti setelah merasakan tubuh Wanita ini tidak mampu menyerap kekuatan internalnya. Ia menarik tangannya setelah merasakan nafas Wanita ini yang semula lemah, kini mulai stabil.
"Apa yang terjadi? mengapa tubuh Jiang Xingyu menyerap kekuatan internalmu?" Feng Yuqie buru-buru bertanya setelah Yuwen Junxiu selesai mengatur nafas.
Pangeran Yin tidak mengatakan apapun, namun sorot matanya seakan sedang menunggu jawaban.
"Jiang Xingyu jelas memiliki kekuatan internal tingkat tiga, tapi dari segi nafas, aku tidak bisa merasakannya. Jika bukan karena ada sedikit celah, aku tidak akan bisa memata-matai Dantiannya." Yuwen Junxiu menjelaskan.
Bukan hal yang aneh mengontrol dan menyembunyikan kekuatan internal, namun harus memiliki kekuatan internal tingkat tinggi. Sedangkan Jiang Xingyu hanya memiliki kekuatan internal tingkat tiga, yang dapat diartikan tidak terlihat dihadapan seorang Master.
Namun mengapa tidak ada yang bisa merasakannya?
Fajar perlahan membuka tirainya untuk menunjukkan pagi yang cemerlang serta penuh warna.
Segera setelah membuka matanya, Jiang Xingyu mendapati dirinya tertidur di ruangan yang tidak diketahuinya. Ia sangat terkejut hingga langsung melompat dari tempat tidur.
Sifatnya yang tenang tidak membuatnya kepanikan. Ia melihat ke sekelilingnya dan pada saat yang sama batinnya bertanya-tanya. "Apa yang terjadi?"
Segera! Ia mengingat bahwa dirinya pingsan tadi malam, kemudian Pangeran Yin membawanya pergi.
Mungkinkah Ia berada di Kediaman Pangeran Yin?
Untungnya Ia bertemu Pangeran Yin tadi malam, jika tidak, Pangeran Yuhao mungkin akan membunuhnya.
Memikirkan Bajingan itu, sorot matanya dipenuhi niat membunuh. Jika sebelumnya Ia tidak membenci Pangeran Yuhao dan hanya akan balas dendam karena janjinya pada Pemilik Tubuh, maka sekarang Ia benar-benar membencinya.
__ADS_1
Setelah mengatur emosinya, Ia membenarkan pakaiannya lalu membuka pintu ingin keluar.
Hanya saat pintu terbuka dan Ia belum sepenuhnya keluar, suara raungan kemarahan terdengar. "Siapa yang berani masuk tanpa izin?! Rasakan Pedang ini!"
Disaat yang sama Ia melihat sosok kecil menyerangnya dengan sebuah Pedang.
Dan sosok kecil itu, bukankah itu Ning Rui?
Serangan Ning Rui sangat cepat hingga mendekatinya dalam sekejap mata.
Jika kemampuannya masih seperti sebelumnya, Ia pasti tidak bisa menghindari serangan Pedang ini. Tapi setelah kekuatan internalnya meningkat, reaksi dan kecepatannya juga meningkat pesat.
Ia tidak menghindari Pedang yang tertuju padanya, sebaliknya secara tidak sadar mengeluarkan Belati Naga, namun tidak melepaskan aura jahatnya.
Saat Ning Rui mendekat, melihat bahwa orang itu ternyata Jiang Xingyu, Ia terkejut dan ingin menarik Pedangnya, tapi sudah terlambat!
Kemudian di detik berikutnya, terjadi pemandangan yang tidak dapat dipercaya.
Pedang dan Belati saling bertabrakan, dengan suara 'Ding' Pedang patah menjadi dua bagian dan ujung Pedang jatuh ketanah menimbulkan suara 'Dentang'
Ning Rui tercengang, seluruh sosoknya seakan telah disadap oleh jarum akupunktur, tetap diam ditempatnya memegang separuh Pedang yang masih mengarah pada Jiang Xingyu.
"Apa yang terjadi?"
Feng Yuqie dan Yuwen Junxiu yang telah tiba beberapa saat kemudian, ketika mendengar gerakan di Halaman, mereka bergegas mendekat.
Mereka melihat Jiang Xingyu berdiri di depan pintu, dan Ning Rui berdiri kurang satu meter darinya. Berdiri diam seperti patung.
Tentu saja Ning Rui masih mempertahankan posisinya, sedangkan Jiang Xingyu hanya menatap mereka.
Belati Naga sudah disingkirkan olehnya untuk menghindari masalah.
"Hei, bagaimana Pedangmu patah?" Feng Yuqie terkejut saat melihat Pedang patah ditangan Ning Rui.
Mata Yuwen Junxiu juga menunjukkan keterkejutan serta bertanya-tanya.
Bukan masalah jika Pedang biasa patah. Masalahnya adalah Pedang milik Ning Rui bukanlah Pedang biasa, melainkan Pedang yang terbuat dari besi misterius berkualitas tinggi.
Mendengar kata-kata Pedang patah, Ning Rui bereaksi dengan membuat teriakan kepahitan. "Ah! Pedangku patah, Pedangku..."
Jiang Xingyu mengerucut bibirnya karena adegan ini terlalu akrab baginya. Bukankah adegan yang sama saat Ia tidak sengaja mematahkan Pedang Puteri Yanning?
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____