
"Tsk tsk! Wanita ini bukan hanya pemberani, bahkan mulutnya sangat tajam." Feng Yuqie tidak bisa menahan rasa kagumnya ketika mendengar ucapan Jiang Xingyu.
"Seseorang yang pernah memprovokasi Paman Guru mana mungkin tidak berani? Dia bahkan mengutuk Paman Guru dengan kata pelit, tidak tahu bagaimana mengasihi Wanita dan kejam. Jika ada yang menyukainya, itu adalah..."
"Ning Rui!" Suara sedingin es memotong kata terakhir Ning Rui.
Seluruh tubuh Ning Rui gemetar dan segera menutupi mulutnya dalam ketakutan. Matanya yang polos berkedip-kedip pada Paman Gurunya seolah-olah ingin mengatakan 'Maaf Paman Guru, aku tidak bermaksud mengeksposnya'
Tidak mendengar keseluruhannya, Feng Yuqie dan Chen Ziyue diselimuti rasa penasaran. Namun mereka terlalu takut untuk bertanya.
Sudahlah! Lebih baik melanjutkan menonton pertunjukan yang semakin menarik.
Dilantai pertama, Pangeran Yuhao memelototi Jiang Xingyu. "Jangan berbicara omong kosong dan merusak reputasi Ben Wang."
"Kapan aku berbicara omong kosong? semua orang disini menyaksikan tindakan Pangeran terhadapku." Jiang Xingyu mencibir.
"Kau..." Pangeran Yuhao hampir tidak bisa menahan amarahnya. Ia belum pernah bertemu seseorang yang tidak menghormatinya dan berani mengancamnya secara terang-terangan, untuk sesaat ia tidak tahu bagaimana harus menanggapinya.
"Kau, kau adalah Jiang Xingyu? bagaimana kau bisa menjadi Jiang Xingyu? kenapa kau Jiang Xingyu?" Lin Jiayin sangat gugup.
"Ya! Aku Jiang Xingyu. Kenapa? apa kau takut?" Jiang Xingyu tertawa kecil.
Takut?
Lin Jiayin terkejut, ya ia memang takut. Takut Saudara Yuhao akan menyukai Jiang Xingyu hanya karena wajahnya yang cantik.
Dalam pikiran yang kacau dan karena tidak bisa menerima dugaannya sendiri, ia berteriak pada Jiang Xingyu. "Tidak! Saudara Yuhao hanya menyukaiku. Saudara Yuhao tidak akan menyukaimu hanya karena wajahmu berubah..."
"Jiayin!" Tanpa sadar Pangeran Yuhao menyela dan entah mengapa tidak ingin mendengar kata-kata seperti itu.
__ADS_1
"Lin Jiayin, apa yang kau katakan benar. Pangeran Yuhao tidak akan menyukaiku hanya karena wajah cantikku. Lagipula bagaimana mungkin Pangeran menjadi Pria yang sembrono?" Ucap Jiang Xingyu menggunakan nada menghina, terlebih lagi ucapannya mengandung makna yang dalam.
Orang yang tidak berpengalaman akan berpikir kalau dirinya adalah orang yang sadar diri. Sedangkan mereka yang berpengalaman akan langsung mengetahui makna dibalik ucapannya.
Apa maknanya?
Artinya Pangeran Yuhao tidak akan menyukai seorang Wanita hanya karena rupa yang cantik, sebaliknya akan sangat menyukai Wanita yang memiliki dukungan kuat dibelakangnya.
Kalimat selanjutnya yang diucapkan Jiang Xingyu benar-benar membuat Lin Jiayin runtuh.
"Apa gunanya walaupun Pangeran Yuhao menyukaimu? selama Yang Mulia Kaisar tidak setuju membubarkan kontrak pernikahanku dengan Pangeran, maka hanya aku yang ditakdirkan untuk menjadi Permaisurinya. Sedangkan meskipun kau sangat mencintai Pangeran, kau hanya bisa menjadi seorang Selir yang tidak bisa naik keposisi terhormat. Jika bertemu denganku, kau harus menundukkan kepalamu dan memberi hormat. Jika aku memberimu perintah, kau tidak berhak untuk menolak. Bahkan anak-anakmu dimasa depan akan memanggilku dengan sebutan Ibu dan hanya akan memanggilmu dengan sebutan Ibu Selir." Walaupun ucapan Jiang Xingyu melenceng terlalu jauh, faktanya memang seperti ini jika ia benar-benar menikah dengan Pangeran Yuhao.
"Tidak! Tidak akan!" Pikiran Lin Jiayin terstimulasi lagi, berteriak diluar kendali dan matanya yang memerah dipenuhi niat membunuh.
"Jiang Xingyu, cukup! Jika kau masih melanjutkan, Ben Wang tidak akan segan lagi padamu!" Pada saat yang sama amarah Pangeran Yuhao meledak lagi.
"Oh! Pangeran, jangan terlalu temperamental, itu mudah melukai tubuh Mulia Anda. Jika Anda mati karena amarah berlebihan, Anda akan kehilangan lebih dari yang selama ini Anda dapatkan." Jiang Xingyu dengan ramah mengingatkan, tentu saja jika mengabaikan sikap sinisnya.
Faktanya bukan hanya Feng Yuqie yang tidak bisa menahan tawanya, kerumunan penonton juga sama. Hanya saja mereka terlalu takut untuk tertawa lepas dan hanya bisa menggelengkan kepala.
"Lancang! Beraninya kau mengutuk Ben Wang?!" Ekspresi Pangeran Yuhao sangat suram seperti awan hitam.
"Tidak! Mana mungkin Rakyat kecil sepertiku berani mengutuk seorang Pangeran? aku justru berniat baik dan mengingatkan Pangeran untuk menjaga kesehatan, agar setelah menikah dengan Pangeran, aku tidak terlalu cepat menjadi Janda." Penjelasan Jiang Xingyu terdengar sangat pahit ditelinga orang-orang pintar.
"Kau..." Amarah Pangeran Yuhao sudah mencapai batasnya, jika bukan karena memikirkan konsekuensinya, ia pasti sudah mengalahkan Gadis ini dengan satu serangan telapak tangannya.
"Puft! Hahaha! Mulut Gadis ini benar-benar berbisa." Lagi-lagi Feng Yuqie melepaskan tawanya.
"Jiang Xingyu, ingatlah! Kau tidak memenuhi syarat untuk mengusili Ben Wang!" Tinju Pangeran Yuhao mengepal semakin erat, pembuluh darah yang menonjol menunjukkan seberapa besar amarahnya.
__ADS_1
Melihat itu, Jiang Xingyu menggelengkan kepalanya. Ternyata daya tahan Pangeran Yuhao sangat lemah dalam menghadapi serangan verbal.
"Pangeran juga merasa tidak nyaman diusili orang lain kan? jika begitu Pangeran harus sadar diri dan tidak mengusili ataupun mencampuri urusan orang lain." Ucap Jiang Xingyu terdengar mencibir.
"..." Pangeran Yuhao tidak bisa berkata-kata.
"Saudara Yuhao, cepat beritahu Jiang Xingyu kalau kau tidak akan menikahinya. Kau hanya akan menikah denganku!" Saat ini Lin Jiayin bertindak bodoh dan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan.
"Cukup! Jiayin, kau pulanglah dulu!" Wajah Pangeran Yuhao sangat gelap.
"Saudara Yuhao, aku..." Lin Jiayin terkejut dan tidak menyangka Pangeran Yuhao akan mengusirnya disaat situasi seperti ini.
Pangeran Yuhao tidak peduli dan hanya berkata pada Gadis cantik disamping Lin Jiayin. "Nona Fang, tolong temani Jiayin pulang." Setelahnya ia menoleh pada dua rekannya dan berkata lagi. "Ayo pergi!"
Melihat Pangeran Yuhao pergi, Lin Jiayin menatap Jiang Xingyu dengan mata tajam berbisa. "Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kau inginkan!"
"Em, aku sangat menantikan seranganmu selanjutnya." Jiang Xingyu menyeringai.
"Kau..." Lin Jiayin tentu sangat marah, tapi ketika mengingat sesuatu, ia menekan amarahnya dan dengan bangga berkata. "Huh! Kau tunggu saja apa yang akan kulakukan padamu! " Setelah itu ia mendengus dan berbalik pergi.
Setelah kepergian musuh-musuhnya, Jiang Xingyu masih mempertahankan senyum tipisnya, namun aura dimatanya semakin dingin.
Kehilangan minat untuk menikmati makanan lezat di Restoran Chilan, ia berbalik pergi dan membeli makanan ringan di pinggir jalan kemudian melangkah pergi kearah Paviliun Guanyu.
Setelah berkeliling di Paviliun Guanyu selama beberapa waktu, hasilnya membuatnya sangat kecewa.
Bukannya tidak ada orang-orang yang berkemampuan, hanya saja tidak ada yang baik dipandang. Seberapa bagus kemampuan orang-orang itu, tapi jika tidak cocok dimatanya, semuanya tidak berguna.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____