
Jiang Xingyu dan Puteri Yanning akhirnya berhenti setelah memastikan bahwa situasinya sudah aman.
"Melihat betapa mudahnya kau menendang Shu Yinxue, ternyata kau tidak melakukannya dengan mudah." Kata Puteri Yanning sambil mengatur nafasnya.
Tatapan Jiang Xingyu kosong. "Tidak ada yang menetapkan bahwa memiliki kekuatan tinggi bisa melakukan apapun dengan mudah!"
"Uh..." Puteri Yanning tersedak. Memang tidak ada yang menetapkan teori demikian, Ia mengatakannya agar suasananya tidak canggung. "Belatimu sangat tajam. Kau tau, Pedangku adalah hadiah ulang tahun dari Paman Yin dan ditempa langsung oleh Paviliun Pedang Jiazhen. Bilahnya sangat tajam hingga mampu menembus dinding kokoh, tapi sekarang dipotong oleh Belati kecilmu..."
"Maaf. Atau, aku akan mengganti rugi." Kata Jiang Xingyu merasa tak nyaman.
"Tidak!" Puteri Yanning menolak kemudian menjelaskan. "Jika tadi kau tidak bertindak, Pedangku akan membunuhmu. Jadi bukan salahmu dan kau tidak perlu mengganti rugi."
"Lupakan saja. Karena Pedangnya sudah patah, lebih baik cari tempat untuk menguburnya dulu." Setelah beberapa saat bersedih, Ia merelakannya.
Namun tindakannya membuat Jiang Xingyu tercengang.
Pedang dikubur? pertama kalinya Ia mendengarnya...
Puteri Yanning tidak berniat mengubur Pedangnya disini, jadi terus memegangnya.
"Hei! Kau..." Ia memandang Nona cantik dan ingin mengatakan sesuatu, tapi sebelum mengatakannya Ia melihat darah membasahi lengan kirinya. "Kau, lenganmu terluka?"
"Ya! Aku berencana ke Rumah Medis untuk mengobatinya. Baiklah, aku pergi dulu." Kata Jiang Xingyu tidak berdaya.
Tanpa berniat terus mengobrol, Ia berjalan pergi setelah mengatakannya.
Hanya saja...
"Aku akan pergi denganmu." Puteri Yanning mengikuti tanpa menunggu persetujuan.
Jiang Xingyu tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan sang Puteri mengikutinya.
__ADS_1
"Hei! Namaku Murong Yanning. Siapa namamu? kau Nona dari Keluarga mana?" Tanyanya sekaligus berkenalan.
"Jiang Xingyu." Jawabnya sekilas.
Benar saja! Puteri Yanning menunjukkan ekspresi terkejut. "Jiang Xingyu yang mana?"
"Apakah masih ada Jiang Xingyu yang lain di Ibukota?" Jiang Xingyu berbalik bertanya tak luput menyertakan secuil senyum lucu.
"Ya ada! Jiang Xingyu Gadis bodoh dari Jiang Mansion." Kata Puteri Yanning tanpa sadar.
Dunia ini begitu besar dan tentunya ada banyak nama dan Marga yang sama, oleh karena itu Ia tidak berpikir bahwa keduanya adalah orang yang sama.
Yang satu adalah seorang Wanita yang terlihat seanggun Peri, sedangkan satunya lagi adalah Wanita bodoh. Siapa yang akan menghubungkan keduanya bersama? jika perbedaanya saja bagaikan Langit dan Bumi.
Jiang Xingyu tidak merasakan apa-apa tentang nama 'Gadis bodoh', seolah-olah Puteri Yanning tidak membicarakan dirinya. Sebaliknya Ia bertanya penuh minat. "Mengapa kau tidak berpikir kalau aku adalah si Gadis bodoh itu?"
"Tentu tidak mungkin! Karena kalian berdua adalah dua orang yang sangat berbeda. Entah itu dari segi penampilan ataupun sikap." Puteri Yanning segera menyangkalnya.
"Segala sesuatu di Dunia ini pada dasarnya tidak begitu rumit. Terkadang kau berpikir mungkin, tapi sebenarnya tidak mungkin, begitupun sebaliknya." Ucap Jiang Xingyu sambil tersenyum.
Mungkinkah itu dia?
Sangat mustahil baginya untuk mempercayainya. Lagipula Jiang Xingyu yang ada di hadapannya ini sangat jauh berbeda dengan si bodoh yang pernah dilihatnya.
Kali ini Ia memandang Jiang Xingyu dari ujung rambutnya hingga ujung kakinya, mencoba untuk menemukan kemiripannya dengan si bodoh itu. Tapi setelah melihatnya berulangkali, Ia tidak menemukannya walaupun hanya sedikit.
"Benar! Aku sosok Gadis bodoh yang ada di pikiranmu." Jiang Xingyu berhenti menggoda Puteri Yanning dan memberitahunya secara langsung.
"Kau, apakah yang kau katakan benar?" bukan karena Ia tidak ingin mempercayainya, hanya saja hal ini bukan sesuatu yang bisa dipercaya begitu saja.
"Biarkan aku bertanya, apa kau mau berpura-pura menjadi Gadis bodoh yang juga terkenal jelek?" Jiang Xingyu berbalik bertanya.
__ADS_1
"Tentu saja tidak mau!" Jawab Puteri Yanning berterus terang. Setelah mengatakannya Ia menyadari telah mengatakan sesuatu yang salah. "Uh, aku tidak bermaksud begitu, aku hanya..."
"Aku tahu. Lagipula aku tidak keberatan." Jiang Xingyu menyela.
Akhirnya Puteri Yanning menghela nafas lega.
Nyatanya Nona cantik ini memberinya perasaan hangat, ia ingin lebih dekat dengannya dan oleh karena itu ia tidak ingin membuatnya salah paham.
Walaupun ia seorang Puteri Kekaisaran, walaupun ada banyak Nona resmi datang mendekatinya dan membuatnya senang, namun mereka semua memiliki tujuan tertentu. Membuatnya sangat jijik berteman dengan orang-orang seperti itu.
Terlebih lagi sangat jarang bertemu dengan seseorang yang enak dipandang. Ia juga merasa bahwa berteman sangatlah menyenangkan.
Pandangannya kembali terpaku pada Nona cantik dari waktu ke waktu, terlihat seperti ingin berbicara namun berhenti ketika akan mengatakannya.
Terus berulang seperti ini hingga membuat Jiang Xingyu tidak sabar. "Jika ada yang ingin kau tanyakan, maka tanyakan saja."
"Aku..." Puteri Yanning ragu-ragu karena sejujurnya ia takut pertanyaannya akan menyentuh kesedihan Nona cantik.
Setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, akhirnya ia membuka mulutnya. "Aku akan menanyakannya. Tapi jika kau tidak senang, tolong jangan marah padaku. Emm, bagaimana kau menjadi lebih baik? bagaimana kau berubah seperti sekarang?"
Mengenai pertanyaan ini, Jiang Xingyu tidak terkejut ataupun keberatan. Setelah itu menjawab sama seperti waktu menjawab Kaisar dan Selir Shu.
"Uhh..." Puteri Yanning tidak meragukannya, sebaliknya menunjukkan ekspresi simpati yang tulus.
Tak terasa, seraya mengobrol, keduanya tiba di Rumah Medis. Setelah lukanya ditangani, Jiang Xingyu melanjutkan langkahnya menuju Toko Pakaian.
Tentunya ia tidak bisa terus memakai pakaian yang berlumuran darah. Jika tidak berganti takutnya akan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.
Jadi ia pergi ke Toko Pakaian, membeli satu set Hanfu yang cukup mirip seperti miliknya, kemudian menggantinya setelah membayar.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading____