
Jiang Xingyu tidak peduli pada hidup dan mati Miaojie, jadi walaupun tahu Jiang Linxin ingin menyingkirkannya, ia tidak sedikitpun khawatir.
Namun yang mengejutkannya hingga Ayahnya telah kembali, Jiang Linxin belum juga bertindak.
Setelah Jiang Zhang Wei kembali, ia secara kasar mendengar apa yang terjadi dari Kepala Pelayan.
Kepala Pelayan mengetahuinya setelah mengintruksikan seorang Pelayan Pria untuk bertanya pada Dokter. Walaupun berstatus sebagai Kepala Pelayan, ia tidak bisa keluar masuk ke Halaman Pelayan Wanita dengan bebas. Selain itu Halaman Belakang selalu dikelola oleh Selir Mo.
Awalnya ia tahu yang terluka adalah salah satu Pelayan, tapi ketika melihat Selir Mo dibawa kembali dalam keadaan tidak sadarkan diri, ia yakin Selir Mo juga terluka.
Ia bertanya-tanya tentang apa yang terjadi pada Pelayan yang menyaksikannya, iapun dibuat ketakutan.
Nona Ketiga memang selalu bertindak dominan, namun hanya sebatas menggertak saja, tidak disangka dia bahkan mendorong Ibunya sendiri hingga terluka.
Setelah itu Nona Kedua mendatanginya dan berbicara dengannya mengenai masalah ini, mengatakan untuk memberitahu Tuan sebagian kebenarannya, sebagian lagi tidak boleh dikatakan. Ia sudah berada di Kediaman selama bertahun-tahun, tentunya tahu bagian mana yang harus dikatakan dan bagian mana yang tidak.
Menilai dari informasi yang diterimanya, Jiang Zhang Wei menyimpulkan bagian terpentingnya adalah cedera Selir Mo. Jadi setelah menerima beritanya, ia segera menuju ke Paviliun Utama, Halaman Timur.
Saat ini di Paviliun Utama berdiri sekelompok Pelayan Wanita. Mereka adalah enam orang yang terdiri dari Pelayan kelas satu hingga kelas tiga. Diantaranya ada Nuying, Nujing serta yang lain.
Ada juga dua Pelayan kepercayaan Jiang Linxin, Yuzui dan Yumei. Serta satu lagi Pelayan dekat Jiang Linyao, Ming Er.
Sedangkan Jiang Linyao, Jiang Linxin dan Bibi He, menjaga Selir Mo didalam Kamar. Tentu saja sebagai Sepupu jauh Selir Mo, Selir Shu juga ada didalam.
Pada saat ini Selir Mo telah terbangun, selain lemas dan sakit kepala, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari keseluruhan kondisinya.
Dan apa yang telah direncanakan Jiang Linxin sebelumnya, juga dikatakan padanya serta yang lain.
Selir Mo secara alami tidak memiliki pendapat. Walaupun ia sangat marah pada Jiang Linyao, namun dia adalah Puterinya yang telah ia lahirkan setelah mengandung selama 9 bulan, bagaimana mungkin ia tega memarahinya apalagi membencinya.
Dihadapkan dengan pengampunan Ibunya, Jiang Linyao merasa malu dan bersalah, tapi tidak ada yang tahu berapa lama sikapnya akan patuh seperti ini.
__ADS_1
Selir Mo serta yang lain sudah siap menjelaskan apa yang terjadi ketika Jiang Zhang Wei sudah tiba di Kediaman.
Namun yang lagi-lagi membuat mereka tidak siap yaitu sebelum Jiang Zhang Wei datang ke Paviliun Utama, Jiang Xingyu dan Selir Jing datang lebih dulu. Keduanya tidak diikuti Pelayannya masing-masing, hanya ada Jiang Qianxi yang mengikuti.
Sekilas tampak seperti kunjungan yang penuh kasih.
Hal ini membuat Selir Mo teringat bahwa sebelumnya Jiang Xingyu berkata akan menyerahkan urusan Kediaman pada Selir Jing.
Mengingatnya lagi membuatnya sangat marah hingga mengakibatkan cedera dikepalanya kembali berdenyut nyeri.
"Selir, jangan terlalu emosi." Bibi He dan Jiang Linxin buru-buru mengingatkan.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkan hakku dirampas Selir ****** itu!" Kata Selir Mo dengan gertakan giginya.
"Tenanglah, Ibu. Dalam hal ini aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membujuk Ayah." Ucap Jiang Linxin yang terdengar percaya diri.
Mendengar percakapan ini, Selir Shu menundukkan Kepalanya dan sentuhan sarkasme muncul di sudut bibirnya. Sulit menebak apa yang sedang dipikirkannya.
Segera, tiga tamu tak diundang telah tiba.
Peduli? tentunya tidak! Semua orang tahu dia sedang berpura-pura.
"Aku juga membawa Nona Keempat untuk mengunjungi Selir Mo, berharap Selir Mo segera pulih." Selir Jing juga prihatin, tapi tidak bisa menyembunyikan jejak kelucuan diwajahnya.
Setelah itu ia memberitahu Puterinya untuk mengatakan. "Xi'er berharap Bibi Selir Mo lekas sembuh."
Jiang Qianxi tidak memahami konflik orang dewasa, jadi setelah mendengar ucapan Ibunya, ia segera mengulanginya disertai nada dan ekspresi yang tulus.
Selir Mo dan yang lain tentu sangat marah melihat drama kasih sayang palsu ini, tapi mereka tidak bisa membalasnya dan hanya tersenyum enggan.
"Terima kasih atas perhatian dan kunjungan Nona Sulung, Selir Jing serta Nona Keempat." Selir Mo tersenyum pahit sambil mencoba menahan amarahnya.
__ADS_1
"Selir Mo terlalu sopan." Sahut Jiang Xingyu dengan senyum manis lesung pipinya.
"Salam untuk Tuan..."
Tepat saat ini terdengar suara para Pelayan yang sedang memberi hormat ketika melihat kedatangan Tuan Besar.
Segera setelah tiba didalam, Jiang Zhang Wei tertegun melihat semua Anak dan Istrinya berkumpul. Kemudian mendekat kearah tempat tidur, melirik beberapa orang yang menjaga dikedua sisi Selir Mo, lalu bertanya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"
Dihadapkan dengan pertanyaan ini, Jiang Linyao menundukkan kepalanya dengan hati nurani bersalah. Mengenai masalah ini ia diperintahkan untuk berpura-pura bodoh.
Karena Selir Mo sedang terluka, wajar jika dia tidak mengatakan apapun. Jadi masalah ini hanya bisa dijelaskan oleh Jiang Linxin.
"Ayah, begini masalahnya. Pagi ini terjadi sesuatu di Halaman Pelayan Wanita, jadi Ibu Selir datang melihatnya. Ternyata ada Pelayan yang terkena ruam disekujur tubuhnya dan mulai menimbulkan masalah. Sedangkan mengenai cedera Ibu Selir, tadi Ibu Selir tidak berhati-hati dan terjatuh, bagian kepalanya mengenai batu." Jiang Linxin menjelaskan secara singkat, menyembunyikan sebagian kebenarannya.
Mendengar penjelasannya, Jiang Xingyu dan Selir Jing tidak terkejut. Sejak awal mereka sudah menduganya.
Jiang Zhang Wei mengerutkan keningnya tapi tidak menganggapnya sebagai masalah besar. Sebaliknya memandang Selir Mo dan mengungkapkan kepeduliannya. "Sudah berusia kepala tiga tapi masih ceroboh. Untung saja tidak apa-apa, bagaimana jika terjadi masalah yang tidak diinginkan?"
"Tuan, Selir akan berhati-hati mulai sekarang." Ucap Selir Mo dengan lemah. Ekspresinya yang menyakitkan membuat Jiang Zhang Wei lebih peduli.
"Baiklah. Kalian semua pergilah, biarkan Selir Mo beristirahat dengan baik." Kata Jiang Zhang Wei seraya mengalihkan pandangannya pada semua orang.
Walaupun Jiang Zhang Wei tidak mempermasalahkannya, Selir Mo dan semua orang tidak berpikir semuanya akan berlalu begitu saja. Mereka berpikir demikian karena masalah ini terkait dengan Jiang Xingyu.
Benar saja! Kalimat berikutnya...
"Ayah, cedera Selir Mo tidak sederhana. Dokter berkata perlu beristirahat selama waktu tertentu. Sedangkan urusan Kediaman tidak bisa tanpa Pengurus. Jadi kupikir sebaiknya menyerahkan urusan Kediaman pada Selir Jing untuk sementara waktu. Bagaimana menurut Ayah?" Jiang Xingyu menyarankan.
"Tidak!" Walaupun Selir Mo telah mempersiapkan mentalnya, ia masih tidak bisa menahan teriakan lepas kendali ketika mendengar masalah urusan Kediaman.
.
__ADS_1
.
______Happy Reading_____