-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
090 - Pergi Berlatih


__ADS_3

Jiang Xingyu kembali ke Kediaman, pergi ke Taman Belakang dan kebetulan bertemu Selir Jing.


Selir Jing menghampirinya, memberi hormat lalu berkata. "Nona, Selir baru saja bertemu dengan Selir Shu untuk membahas mengenai Buku Akuntan. Selir hanya memeriksanya sebentar dan sudah menemukan ada banyak hal yang tidak beres." Ekspresinya sangat buruk saat mengatakan kalimat ini.


Jiang Xingyu tidak sedikitpun terkejut, hanya tertawa kecil sebagai tanggapan.


"Bukankah ini kesempatan bagus untuk kita? Selir Jing, sekarang yang perlu kau lakukan adalah mencatat semua poin-poin yang tidak beres dan menunjukkannya pada Ayah. Adapun selebihnya, kau tidak perlu khawatir dan fokuslah pada tanggung jawabmu mengurus Kediaman." Ucapnya.


"Selir akan mengikuti intruksi Nona. Kalau begitu Selir pamit undur diri." Kata Selir Jing, memberi salam lalu pergi.


...


Saat kegelapan malam tiba, Jiang Xingyu berganti pakaian malam kemudian menyelinap keluar.


Siang ini saat Pangeran Yuhao menangkap tangannya dalam satu gerakan, ia frustasi dan ingin segera berlatih Beladiri untuk memperkuat kemampuannya.


Oleh karena itu ia buru-buru pergi ke Rumah terlantar.


Sedangkan di Rumah terlantar, Fang Xinxin berharap Jiang Xingyu akan datang setiap hari. Malam ini ia terus menunggu diluar Gerbang dengan harapan dia benar-benar akan datang.


Namun sebelum itu ia justru melihat kedatangan orang lain.


Itu adalah dua Wanita mengenakan pakaian hijau compang-camping, jika sekarang Jiang Xingyu ada disini, dia pasti akan mengenali dua Wanita itu.


Ya mereka adalah Ning Zhi dan Ning Xia.


Saat ini keduanya berlari kearah Rumah terlantar dan dibelakangnya dikejar oleh dua orang Pria, satunya berpakaian hitam dan satunya berpakaian biru, mereka membawa Pedang disertai sorot mata pembunuhan.


Beberapa saat setelahnya mereka berhenti di Ruang terbuka disamping Rumah terlantar, kini kedua belah pihak saling berhadapan.


"Ning Zhi, Ning Xia, cepat serahkan benda itu pada kami! Kami berjanji akan membiarkan kalian tetap hidup. Jika kalian tetap keras kepala, kami akan mengambilnya secara paksa." Seorang Pria berpakaian biru berkata dengan dingin.


"HAH! Apa kau memperlakukan kami sebagai Bocah berusia 3 tahun? kau akan membiarkan kami tetap hidup jika kami menyerahkan benda itu? apa otakmu kemasukan air hingga berubah bodoh?" Ning Zhi menanggapi dengan kalimat cibiran.


"..." Pria berpakaian biru terdiam karena ucapan Ning Zhi memang benar. Namun ia tidak menyerah dan terus mengancam. "Sekarang Tuan kalian sudah meninggal, tidak ada yang bisa melindungi kalian lagi. Sedangkan benda itu hanya akan mendatangkan masalah untuk kalian, kalau begitu untuk apa kalian terus menyimpannya?"


"Sial! Tuanmu lah yang membunuh Tuan kami. Kalian tidak tahu malu dan masih ingin merebut benda Tuan kami. Untuk saat ini kami memang tidak bisa balas dendam, tetapi bahkan jika kami mati, kami tidak akan memberikan benda itu pada kalian!" Ucap Ning Xia sangat marah.

__ADS_1


"Kalau begitu jangan salahkan kami karena bertindak kejam!" Akhirnya Pria itu kehilangan kesabarannya.


Setelah itu sambil menghunus Pedang, ia dan rekannya menyerang secara bersamaan.


Dalam sekejap pertarungan terjadi dan suara dentingan Pedang terdengar cukup keras di Malam yang sunyi ini, membuat Jiang Xingyu yang berada dalam radius 100 meter dari Rumah terlantar, mendengarnya dengan jelas.


Hatinya sangat tertekan, mengapa selalu terjadi masalah disaat seperti ini? tidak bisakah ia berlatih Beladiri dengan tenang?


Secara alami ia tidak akan ikut campur, jadi ia berencana kembali pulang, namun sebelum itu langkahnya dihentikan oleh suara khawatir Fang Xinxin.


Melihatnya akan berbalik pergi, Fang Xinxin semakin gelisah dan berteriak. "Xingyu, cepat kesini dan selamatkan kedua Wanita itu."


Jiang Xingyu menghentikan langkahnya, setelah mendengar kata 'Kedua Wanita itu' secara tak terduga ia memikirkan kedua Wanita yang pernah diselamatkannya.


Kemudian ia berjalan mendekati Rumah terlantar. Langkahnya sangat ringan begitupun dengan nafasnya, bertujuan agar mereka yang sedang bertarung tidak menyadari keberadaannya.


Walaupun kegelapan malam sangat pekat, namun cahaya Bulan masih terang. Selain itu kemampuan penglihatannya cukup bagus, jadi ketika berjalan sekitar 50 meter, ia samar-samar melihat dua sosok Wanita didepannya.


Sekilas ia sangat terkejut.


Memikirkan kemungkinan ini, batinnya sangat sakit. Mengapa tidak ada hal baik setiap kali bertemu mereka? apakah aku harus menyelamatkan mereka lagi dan lagi?


"Hei Xingyu, mengapa kau hanya berdiri disana? cepat selamatkan kedua Wanita itu! Lihatlah, luka mereka semakin parah." Fang Xinxin berteriak lagi.


Jiang Xingyu menghela nafas dan dengan cepat melangkahkan kakinya mendekati mereka.


Karena suara dentingan Pedang terlalu keras, mereka tidak menyadari kehadirannya.


Ia mengeluarkan Belati Naga, tapi tidak melepaskan roh jahat karena takut akan melukai kedua Wanita itu.


Tiba-tiba dibawah kendalinya, Belati Naga bergegas menyerang Pria berpakaian hitam.


Pada saat yang sama sebuah bilah Pedang mengarah pada Ning Xia, karena kekuatan fisik Ning Xia terlalu lemah, sudah terlambat untuk menghindarinya.


Ning Zhi segera berlari dan memeluk Saudarinya, seperti ingin memblokir bilah Pedang dengan tubuhnya sendiri.


'Wushhhh!' Seketika hembusan angin terdengar bersamaan dengan suara bilah Pedang menusuk daging.

__ADS_1


"Tidak..." Ning Xia berteriak histeris.


Namun rasa sakit yang diharapkan Ning Zhi tidak datang, tetapi suara dingin yang familiar terdengar tiba-tiba. "Aku tidak ingin membuang-buang waktuku!"


Tiba-tiba Ning Zhi melepaskan dekapannya pada Saudari lalu berbalik. Hanya kemudian ia melihat bilah Pedang yang seharusnya menusuknya, pada saat ini berhenti di kejauhan.


Yang lebih tidak terduga Pria berpakaian hitam yang ingin menusuknya, Pedangnya tiba-tiba terjatuh ketanah, nafasnya tak beraturan bersamaan dengan seluruh tubuhnya jatuh ketanah, hanya dalam waktu singkat kemudian, nafasnya berhenti.


Mati?


Adegan ini terjadi begitu tiba-tiba sehingga mereka bertiga tidak bisa bereaksi. Tapi segera, Ning Zhi mengangkat Pedangnya kearah Pria berpakaian biru yang sebelumnya ingin merebut benda itu darinya.


Walaupun ekspresi Pria berpakaian biru dipenuhi ketidakpercayaan, ia bereaksi saat melihat serangan Ning Zhi.


Sedangkan setelah Ning Xia bereaksi, tubuh lemahnya jatuh ketanah karena kehilangan terlalu banyak energi fisik.


Saat melihat Saudarinya melawan musuh sendirian, ia lekas berjuang untuk bangun. Namun tidak peduli seberapa keras mencoba, ia tetap tidak bisa bangun apalagi membantu Saudarinya.


Pada saat yang sama suara Wanita mendominasi terdengar ditelinganya lagi. "Jika kau tidak bisa bangun, maka jangan bangun. Itu hanya upaya yang tidak berguna."


Ning Xia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan sosok wajah familiar membuatnya sangat terkejut. "Itu kau..."


Jiang Xingyu mengabaikannya dan memilih menarik Belati Naga dari tubuh belakang Pria berpakaian hitam, kemudian bergabung dalam pertempuran.


Ia tidak bisa menyerang menggunakan roh jahat Belati Naga dan hanya bisa mengandalkan kekuatannya sendiri.


Jika bertarung secara individu dengan Pria berpakaian biru, ia mungkin akan kalah. Tapi jika bergabung dengan Ning Zhi, dalam sepuluh serangan saja Pria ini pasti akan terbunuh.


Benar saja, hanya dalam sepuluh serangan gabungan antara dirinya dengan Ning Zhi, Pria itu akhirnya benar-benar terbunuh.


Namun setelah pertarungan usai, seketika Ning Zhi jatuh ketanah karena semua energi fisiknya telah terkuras habis, kini tubuhnya sangat lemah dan nafasnya terengah-engah.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2