-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
080 - Racun


__ADS_3

Setelah kembali ke Paviliun Weiyang, Jiang Xingyu langsung tidur siang. Ia tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi hari ini.


Setelah terbangun, karena tidak memiliki kesibukan lain ia memutuskan melatih kekuatan internalnya.


Karena ada beberapa orang di Halamannya, ia tidak bisa berlatih Beladiri.


Sedangkan disisi lain Bibi Rong sedang menyiapkan makan malam.


Di Paviliun Weiyang makanannya disiapkan sendiri oleh Bibi Rong, tidak ada orang lain yang diizinkan untuk ikut campur.


Karena awalnya tiga orang yang dikirim Selir Mo untuk tujuan tertentu, jika mereka memasuki Dapur dan menyentuh makanannya, mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi.


Tapi Dapur kecil Paviliun Weiyang tidak dikunci ataupun dijaga, membuat orang yang berniat jahat memiliki kesempatan untuk menjalankan rencana.


Seperti biasa Bibi Rong mengantarkan makanannya langsung pada Nonanya, tanpa menyisakan untuk dirinya sendiri.


Dalam perjalanan mengantar makanan ia bertemu dengan Bibi Lan.


Tidak mengatakan apapun, Bibi Lan hanya meletakkan lipatan kertas kecil di nampan lalu pergi setelahnya.


Bibi Rong kebingungan dengan tindakannya.


Tentu saja ia tidak bodoh, secara alami ia tahu bahwa ada kata-kata yang tertulis dalam lipatan kertas ini, dan tindakan Bibi Lan seperti sedang menyampaikan informasi rahasia.


Bibi Rong tidak berdiam saja, juga tidak membacanya, sebaliknya mempercepat langkahnya menuju lantai dua Paviliun dan ingin secepatnya memberitahu Nonanya.


Setelah Jiang Xingyu mengetahuinya, ia segera membaca lipatan kertas tersebut.


"Nona, apa isinya?" Bibi Rong bertanya dengan segudang penasaran.


"Tulisan dikertas ini mengatakan bahwa ada bubuk Trichosanthes pada makananku." Ucap Jiang Xingyu, ekspresinya terlihat aneh.


Semenjak Paviliunnya kedatangan tiga agen mata-mata, tidak heran jika ada hal-hal yang tidak baik pada makanannya.


Namun yang membuatnya bingung adalah mengapa Bibi Lan memberitahunya? apa tujuannya?


Bibi Lan adalah salah satu mata-mata yang dikirim Selir Mo. Bukankah seharusnya membantu Selir Mo?


Atau dia sedang mencoba menabur perselisihan?


Semua orang tahu bahwa makanannya dibuat oleh Bibi Rong, jika ia salah paham dan mengira Bibi Rong yang melakukannya, bukankah akhirnya akan terjadi perselisihan?


"Apa?! Bubuk Trichosanthes?" tentu saja Bibi Rong sangat terkejut.


"Nona, percayalah, Bibi tidak pernah mencampur sesuatu yang tidak baik pada makananmu..." Ia segera menjelaskan disertai seluruh tubuhnya yang terus bergetar.

__ADS_1


Karena ia juga berpikir tujuan Bibi Lan mungkin untuk menjebaknya, jadi ia sangat takut Nonanya akan salah paham.


"Aku tahu. Aku percaya pada Bibi. Hanya saja aku tidak mengerti apa tujuan Bibi Lan dengan memberitahuku." Jiang Xingyu tidak sedikitpun meragukan Bibi Rong. Kasih sayang Bibi Rong padanya adalah kasih sayang paling murni dan tanpa syarat.


Selain itu ia lebih ingin tahu tentang bagaimana pihak lain berhasil menjalankan rencana busuk ini dibawah pengawasan Bibi Rong.


Tunggu! Setiap hari semua bahan makanan dibeli dari Pasar dan selalu dalam kondisi segar. Saat mulai memasak Bibi Rong tidak sekalipun meninggalkan Dapur sampai makanan siap diantarkan.


Oleh karena itu pihak lain tidak memulai dari makanan yang siap disajikan, mungkin saja memulai dari bahan-bahannya.


Walaupun ia berpikir bahwa tujuan Bibi Lan mungkin untuk menabur perselisihan, setelah memikirkannya lagi ia merasa hal ini tidak masuk akal.


Karena jika memang ingin menabur perselisihan, Bibi Lan tidak akan memberikan kertasnya pada Bibi Rong dulu.


Atau mungkin Bibi Lan menggunakan trik ini untuk mendapatkan kepercayaannya?


"Nona, ini semua salah Bibi. Masalah ini tidak akan terjadi jika bukan karena kelalaian Bibi," walaupun Nonanya percaya padanya, hal ini tetap menjadi kesalahannya.


Jika bukan karena kelalaiannya, pihak lain tidak mungkin berhasil menjalankan rencana jahat mereka.


Jika bukan karena Bibi Lan yang mengingatkan, ia terlalu takut membayangkan apa yang akan pada Nonanya


"Tidak Bibi, jangan salahkan dirimu. Kita tidak tinggal di Paviliun sepanjang hari. Jika mereka berniat jahat, tentu mereka memiliki banyak kesempatan. Juga bukankah sekarang rencana mereka gagal? Bibi tidak perlu khawatir lagi." Jiang Xingyu menghibur.


Bibi Rong masih diselimuti rasa bersalah, ia tidak tahu harus berkata apa selain menganggukkan kepalanya.


Walaupun tidak berwarna dan tidak berbau, dengan kemampuannya ia masih bisa mendeteksinya.


Karena ada racun pada makanannya, secara alami ia tidak akan memakannya. Tapi bukan berarti ia akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja.


Setelah itu ia meminta Bibi Rong untuk membuang makanannya secara diam-diam, ketika keluar juga harus memperhatikan ekspresi Miaojie dan Miaozhu. Karena keduanya yang paling mencurigakan.


Mengapa hanya keduanya yang mencurigakan? itu karena nalurinya mengatakan bahwa bukan Bibi Lan yang melakukannya.


Sementara itu walaupun makan malam gagal, Jiang Xingyu tidak merasa lapar. Apalagi siang tadi ia makan cukup banyak di Restoran Chilan.


Setelah itu ia meminta Bibi Rong untuk memasak lagi. Bukan untuknya, tapi untuk Bibi Rong sendiri. Karena Bibi Rong belum makan malam.


Biasanya Bibi Rong akan makan bersamanya, karena sekarang makanannya beracun, tentunya Bibi Rong harus memasak lagi.


Sebelum Bibi Rong pergi, ia membisikkan beberapa kata padanya.


....


Saat ini Miaojie dan Miaozhu baru saja menyelesaikan pekerjaan mereka dan kini berada di Halaman, mereka hanya bisa pergi setelah waktu makan malam tiba.

__ADS_1


Keduanya tidak mengurus keperluan sehari-hari Jiang Xingyu, jadi setelah makan malam mereka bisa langsung kembali beristirahat.


Melihat Bibi Rong keluar, mata Miaojie dan Miaozhu tertuju pada nampan makanan yang dibawanya.


Mata Miaozhu terlihat biasa saja, sedangkan mata Miaojie berkedip sedikit lalu cepat menunduk, mungkin karena hati nuraninya merasa bersalah.


Tentu saja Bibi Rong tidak melewatkan ekspresi Miaojie. Walaupun ia tidak memiliki penilaian tajam seperti Nonanya, setidaknya ia masih mampu menilai berdasarkan ekspresi Miaojie yang tidak biasa.


Bibi Rong tetap diam seolah-olah tidak mengetahui apapun, kemudian berjalan menuju Dapur kecil.


Hanya setelah keduanya pergi, Bibi Rong kembali ke lantai dua dan berbicara dengan Nonanya.


Kemudian Jiang Xingyu memberitahu Bibi Rong tentang rencananya dan memintanya untuk bersiap.


-Halaman Pelayan Wanita-


Miaojie, Miaozhu dan Bibi Lan adalah Pelayan Selir Mo yang sebenarnya, tentu status mereka lebih tinggi dari Pelayan lainnya.


Oleh karena itu Bibi Lan memiliki Kamarnya sendiri, sedangkan Miaojie dan Miaozhu tinggal berdua dalam satu Kamar.


Ketika waktu tengah malam tiba, sesosok muncul diluar Kamar Miaojie dan Miaozhu.


Bukan yang lain, sesosok itu adalah Bibi Rong.


Tentunya untuk mencegah dikenali, Bibi Rong mengikat rambutnya membentuk ekor kuda, menutupi wajahnya dengan kain hitam dan hanya menyisakan bagian matanya.


Kemudian ia mengeluarkan bambu kecil berbentuk seperti Seruling, memasukkan sebagian ujungnya pada jendela yang sedikit berlubang lalu meniupnya.


Ternyata yang ada didalamnya adalah kabut asap.


Setelah meniup seluruh isinya, Bibi Rong menunggu diluar sebentar, menunggu kabut asap yang tertiup kedalam Ruangan menyebar sepenuhnya, dan menunggu penghuni didalam untuk menghirupnya sebelum membuka pintu.


Setelah itu Bibi Rong membuka pintu, tak lupa untuk menutupnya kembali. Berjalan langsung ketempat tidur Miaojie lalu mengeluarkan botol porselen kecil dari lengan bajunya.


Isi didalamnya bukanlah racun, tapi kuah sayur yang sudah dicampurkan dengan bubuk Trichosanthes.


Jiang Xingyu memang tidak berniat membalasnya langsung pada orang yang merencanakannya, namun bukan berarti ia akan melepaskan Miaojie yang telah bertindak menjalankan rencana.


Mengapa Jiang Xingyu langsung menargetkan Miaojie sebagai tersangka? ya itu karena Bibi Rong mengikuti Miaojie yang secara diam-diam bertemu dengan Pelayan Jiang Linyao dimalam hari.


Walaupun kuah sayur didalam botol porselen tidak banyak dicampur dengan bubuk trichosanthes, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat Miaojie mendapatkan pembalasan atas perilaku jahatnya.


Bibi Rong membuka penutup botol, membuka mulut Miaojie sedikit lalu menuangkan keseluruhan isinya.


.

__ADS_1


.


______Happy Reading_____


__ADS_2