-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
067 - Qing Bei dan Qing Jiao


__ADS_3

Konflik yang terjadi di jalanan menyebar sangat cepat, dan kesimpulannya hanya satu!


Pangeran Yuhao menindas tunangannya dengan tuduhan palsu dan ingin membawanya ke Pengadilan, merusak reputasi tunangannya sendiri.


Jiang Xingyu ingin Pangeran Yuhao membersihkan reputasinya dengan cara meminta maaf, tapi Pangeran Yuhao justru semakin mempermalukannya.


Ketika Pangeran Yuhao mendengar ini, ia sangat marah dan memecahkan meja dengan serangan telapak tangannya.


"Sialan. Beraninya dia merusak reputasiku!" Ia tidak menyangka Jiang Xingyu benar-benar berani menentangnya.


"Sebenarnya kau memang seharusnya meminta maaf." Yan Zihang menghela nafas tak berdaya.


"Mengapa aku harus minta maaf padanya?" sampai saat ini Pangeran Yuhao belum menyadari kesalahannya.


"Hao, apa kau pikir Jiang Xingyu masih seorang gadis bodoh?" Yan Zihang tidak bisa menahan tawa sinisnya.


Walaupun Pangeran Yuhao tidak mau mengakuinya, ia tetap harus mengakui bahwa sekarang Jiang Xingyu bukan lagi gadis bodoh.


.....


"Nona, apa kau tidak takut Pangeran Yuhao akan membalas?" Bibi Rong bertanya dengan cemas.


Sebelumnya, Nonanya mencari beberapa pengemis, memberi mereka sejumlah uang, dan meminta mereka menyebarkan sebuah berita.


Berawal dari para pengemis, berita menyebar secepat kilat. Orang-orang yang sebelumnya menyaksikan keseluruhan kejadian membenarkan berita tersebut. Sebagai hasilnya berita ini terkonfirmasi kebenarannya.


"Jangan khawatir, untuk beberapa waktu tertentu dia tidak akan berani melakukan apapun padaku." Jiang Xingyu meyakinkan.


Bibi Rong menganggukkan kepalanya walaupun hatinya dipenuhi rasa khawatir.


Setelahnya keduanya tiba di Rumah Medis tertentu.


"Nona, apa ada yang bisa saya bantu?" petugas Rumah Medis bertanya dengan sopan.


"Apakah Dokter Yang ada disini?" tanya Jiang Xingyu.


Dokter Yang, bernama lengkap Yang Liu, adalah Dokter yang merawat sepasang saudara kecil.


"Ya ada. Sekarang Dokter Yang sedang menangani pasien di halaman belakang, harap Nona menunggu sebentar." Kata petugas yang masih berstatus magang.


"Saya datang untuk melihat sepasang saudara kecil yang dikirim beberapa waktu yang lalu. Jika diizinkan, saya akan masuk sendiri." Ucap Jiang Xingyu.

__ADS_1


Ketika Petugas magang mendengarnya, ia segera menjadi linglung. "Jadi itu Nona. Silahkan masuk, Dokter Yang ada di halaman Belakang."


Setelahnya Jiang Xingyu dan Bibi Rong berjalan menuju halaman belakang tertentu.


Di dalam sebuah ruangan, Dokter Yang sedang memeriksa denyut nadi seorang gadis kecil.


Gadis itu sudah terbangun, namun wajahnya masih sangat kuyu.


Sedangkan anak lelaki berdiri di samping tempat tidur, memandang gadis kecil dengan cemas, lalu bergantian memandang Dokter seolah ingin bertanya namun takut akan mengganggu.


Karena anak lelaki menghadap ke arah pintu, begitu Jiang Xingyu dan Bibi Rong masuk, ia segera melihatnya dan menyapa dengan gembira. "Saudari, Bibi Rong, kalian disini."


Suaranya tidak nyaring karena takut mengganggu diagnosa Dokter.


Anak lelaki yang kini berpakaian rapi tampak jauh berbeda dari sebelumnya. Walaupun tubuhnya kurus, tapi fitur wajahnya sangat tampan. Pupil matanya yang berwarna hitam tampak bersinar. Ketika tersenyum muncul lesung pipi yang begitu manis.


Jiang Xingyu dan Bibi Rong tersenyum ramah padanya, namun tidak mengatakan apapun karena juga tidak ingin mengganggu Dokter Yang.


Setelah menyelesaikan diagnosanya, Dokter Yang menarik tangannya, berbalik dan tersenyum. "Kalian disini. Gadis ini baik-baik saja, hanya saja tubuhnya masih lemah dan masih harus beristirahat dengan baik."


"Nona dan Bibi Rong adalah dermawan yang menyelamatkanku dan saudaraku. Terima kasih telah menyelamatkan hidup kami berdua. Setelah Qing Jiao sembuh, kami bersaudara pasti akan membalas budi ini." Gadis kecil yang bernama Qing Jiao berkata disertai pandangan bersyukur.


"Saudari, Bibi Rong, silahkan minum teh." Pada saat ini anak lelaki menuangkan teh.


"Terima kasih." Ucap Jiang Xingyu tidak bisa menolak ketulusannya.


"Namaku Qing Bei, mulai sekarang kalian bisa memanggilku Qing Bei." Anak lelaki mengingat bahwa belum memperkenalkan namanya, jadi ia buru-buru memperkenalkannya.


Jiang Xingyu dan Bibi Rong mengangguk, berbincang sebentar, lalu pergi.


Segera setelah kembali ke Kediaman, Jiang Xingyu dan Bibi Rong mendengar suara Guqin dari Halaman Timur.


Ia menutup telinganya dan bergumam dengan depresi. "Nada yang sangat jelek! Membuat telingaku sangat sakit."


Mendengar ucapan Nonanya, bibir Bibi Rong bergerak-gerak tak menentu.


Nada yang sangat jelek? lupakan, walaupun nada ini memang jelek, tapi tidak jauh berbeda dengan permainan Guqin Nonanya sebelum berubah bodoh.


Pada malam hari, setelah Jiang Xingyu berganti pakaian malam, ia diam-diam meninggalkan Kediaman dan pergi menuju Rumah terlantar di pinggiran selatan Kota.


Karena Rumah itu jauh dari keramaian dan relatif suram, angin yang berhembus juga terasa suram.

__ADS_1


Tentu saja ada Hantu di sana, namun auranya tidak begitu suram.


Gerbang Rumah terlantar terbuka karena memang tidak ditutup ketika mereka pergi hari itu, sedangkan penghuni didalamnya hanyalah tubuh roh, jadi tidak bisa menutup pintunya.


Kali ini hanya melewatinya lalu berjalan ke halaman terbuka di sebelahnya.


Tapi ketika berjalan melewati gerbang Rumah, ia melirik dan secara kebetulan melihat penghuninya sedang berdiri menghadap gerbang masuk.


Tubuh roh melihat Nona itu datang lagi. "Apa yang dia lakukan disini?" lalu mengikutinya.


Melihat tubuh roh mengikutinya, Jiang Xingyu mengabaika seakan menganggapnya tidak ada.


Ketika tiba di halaman terbuka, ia mengalihkan pandangannya pada sekeliling.


Walaupun sekarang sangat gelap, tapi cahaya bulan bersinar sangat terang dan penglihatannya jauh lebih baik dari orang biasa. Oleh karena itu ia masih bisa melihat keseluruhan tempatnya meskipun tidak begitu jelas.


Ia sangat puas dengan tempat ini, mulai sekarang tempat ini akan menjadi lapangan latihannya.


Tapi...


Ia mengalihkan pandangannya pada Rumah terlantar di sebelahnya, memikirkan apakah harus membersihkannya atau tidak. Jika dibersihkan ia bisa menempatinya, bisa beristirahat ketika lelah berlatih dan memasak saat lapar.


Lagipula ia tidak keberatan tinggal serumah dengan Hantu.


"Sudahlah, pikirkan saja nanti." Gumamnya lalu duduk bersila di tanah, menutup matanya dan mulai bermeditasi


Setelah bermeditasi setengah jam lamanya, ia merasa tubuhnya sangat rileks dan nafasnya menjadi lebih teratur dibandingkan sebelumnya.


Kemudian ia mengambil Pedangnya, mulai fokus berlatih beladiri.


Ia tidak begitu menguasai beladiri kuno, jadi ia berlatih menggunakan gerakannya sendiri.


Ketika ia baru berlatih beberapa gerakan, telinganya tiba-tiba mendengar suara dentingan Pedang. Ia berhenti dan segera menemukan tempat untuk bersembunyi.


Bersembunyi bukan karena takut, tapi karena ia tidak ingin terlibat dalam suatu masalah.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2