
Lin Jiayin mengaitkan semua keburukan yang menimpanya dengan Jiang Xingyu, karena jika bukan Jiang Xingyu, bagaimana dia bisa menjadi seperti sekarang ini.
Jiang-Xing-Yu!
Memikirkan musuh bebuyutannya, Lin Jiayin sangat marah dan ingin sesegera mungkin menghancurkan musuhnya itu. Namun saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berdiam diri di dalam kamar.
Disisi lain...
Raja Chonglou kembali ke Kediaman Rahasia.
Feng Yuqie dan Ning Rui bingung melihat Raja Chonglou kembali dengan tatapan marah. Sebelum mereka sempat menanyakan apa yang terjadi, terdengar suara 'BANG!' Pintu tertutup rapat, menyebabkan hati keduanya melonjak. Kemudian mereka saling menatap dengan emosi keraguan di mata masing-masing.
"Ning Rui, ada apa dengan Paman Gurumu? Apakah dia salah minum obat?" tanya Feng Yuqie.
"Paman Guru tidak sakit, kenapa harus minum obat?" Ning Rui mengedipkan matanya, menunjukkan bahwa dia tidak mengerti.
Mulut Feng Yuqie berkedut, merasa Ning Rui terlalu muda untuk mengerti apa yang dia maksud.
"Lupakan saja, sepertinya seseorang telah memprovokasi Paman Gurumu. Aku tidak ingin melihatnya untuk saat ini. Ayo keluar." Feng Yuqie tersenyum pahit.
Setelah itu dia berbalik dan pergi.
Sebenarnya tidak perlu dipikirkan lagi, dia tahu bahwa kemarahan Raja Chonglou disebabkan oleh Jiang Xingyu. Bagaimanapun Raja Chonglou pergi menemui Jiang Xingyu segera setelah menerima berita itu.
....
Pada pertengahan malam, tidak lama setelah Jiang Xingyu meninggalkan Kediaman, lilin masih menyala di salah satu Paviliun di Halaman Timur.
Di kamar tidur utama, terdengar suara diskusi yang samar.
Dalam persembunyian, Ning Zhi yang bertugas memantau pergerakan Jiang Linxin, mengerutkan keningnya dan tatapannya menjadi dingin ketika mendengar diskusi tersebut. Dia tidak menyangka orang-orang itu sebenarnya ingin membunuh bayi Selir Jing yang belum lahir.
Disisi lain, Lin Jiayin menerima kabar bahwa pembunuh bayaran yang dia sewa telah berangkat, dan saat ini sedang berjongkok di sekitar Kediaman keluarga Jiang. Begitu melihat Jiang Xingyu, mereka akan langsung mengambil tindakan.
Namun sebelum para pembunuh datang, Jiang Xingyu sudah pergi lebih dulu.
__ADS_1
Tentu saja sebelum mereka datang, mereka juga tahu bahwa Jiang Xingyu memiliki kebiasaan keluar pada malam ini. Namun mereka tidak tahu kapan dan pada hari apa dia akan keluar.
Ada enam pembunuh yang datang malam ini, masing-masing dari mereka menjaga pintu keluar Kediaman keluarga Jiang, menunggu kemunculan Jiang Xingyu.
Sedangkan saat ini Jiang Xingyu telah tiba di Kediaman Gurunya.
Di halaman, Wei Guang bersandar di kursi goyang, ekspresinya rumit, nafasnya terengah-engah seolah dia mengkhawatirkan sesuatu.
"Guru, apa yang kau pikirkan?" Jiang Xingyu bertanya dengan cemas.
"Kau sudah datang? Tidak apa-apa, ayo, Guru akan memberimu kekuatan internal lagi." Wei Guang dengan sengaja menghindari pertanyaan muridnya, dia berdiri lalu berjalan ke ranjang kayu di samping.
"Guru, jika kau mewariskan kekuatan internalmu padaku, lalu bagaimana denganmu? Bukankah kekuatan internalmu akan melemah?" Jiang Xingyu sudah memikirkan hal ini sejak lama. Lagipula apa yang diberikan Gurunya padanya tidak sesederhana kekuatan internal belaka. Pasti akan ada konsekuensi yang harus di tanggung Gurunya.
Mendengar ini, Wei Guang terkejut sesaat, lalu menoleh menatap Jiang Xingyu dan berkata dengan bercanda, "Mengapa kau tiba-tiba memikirkan Guru?"
Jiang Xingyu mengerucutkan bibirnya dan menanggapi dengan suara sinis, "Guru, kau berkata seolah-olah aku tidak berperasaan."
"Ya, kau terlihat seperti itu." Wei Guang berkata sambil merapikan janggutnya.
Wei Guang berhenti bercanda, kemudian berkata dengan serius, "Kekuatan internal Guru memang akan melemah. Tidak apa-apa, Guru telah hidup selama bertahun-tahun, Guru tidak peduli tentang itu."
Mengetahui makna tersirat dalam ucapan Gurunya, Jiang Xingyu mencibir, "Guru, kau menganggapku buta? kau sama sekali tidak tua, kau terlihat seperti pria paruh baya berusia 50 tahun."
Mendengar itu, Wei Guang tidak buru-buru memberikan kekuatan internalnya. Dia pergi ke bangku batu di sebelah meja batu lalu duduk.
Kemudian dia menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri, dan menikmatinya secara perlahan. Setelah meletakkan cangkir tehnya, dia berkata dengan sungguh-sungguh, "Guru memang terlihat seperti berusia 50 tahun, tapi usia Guru sebenarnya adalah 80 tahun."
"Apa?" Jiang Xingyu terkejut, dan tentu saja tidak percaya. "Guru, kau bohong!"
Jiang Xingyu tidak bisa membayangkan bahwa lelaki tua dihadapannya yang terlihat seperti berusia 50 tahun, nyatanya sudah berusia 80 tahun.
"Guru adalah seorang kultivator. Usia seorang kultivator terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya." Wei Guang menjelaskan.
"Ternyata begitu." Jiang Xingyu mengangguk.
__ADS_1
Meskipun demikian, dia masih bimbang apakah akan membiarkan Gurunya memberikan kekuatan internalnya padanya atau tidak.
Melihat ekspresi bimbang muridnya, Wei Guang tidak punya pilihan selain mengatakan yang sebenarnya. "Pada usia ini, tidak banyak gunanya Guru mempertahankan kekuatan internal. Selain itu, Guru masih memiliki satu keinginan yang mungkin tidak bisa Guru wujudkan dalam kehidupan ini. Jadi Guru ingin meminta bantuanmu untuk mewujudkannya. Namun sebelum itu kau harus memiliki kekuatan yang cukup kuat. Tentu saja Guru tidak akan memaksamu mewujudkan keinginan Guru."
Berbicara tentang keinginan yang belum terwujud, ekspresi Wei Guang langsung tenggelam dalam kesedihan.
"Apa keinginan Guru?" Jiang Xingyu bertanya.
Dia tidak akan menolak keinginan Gurunya. Jika dia benar-benar bisa membantu, maka dia akan melakukan yang terbaik untuk membantu mewujudkannya.
Setelah mengambil nafas dalam-dalam, Wei Guang memberitahu semuanya.
Ternyata Wei Guang berasal dari Sekte Misteri Surgawi. Lebih tepatnya dia adalah pemimpin Sekte tersebut.
Namun Sekte Misteri Surgawi telah menghilang dari Benua ini 50 tahun yang lalu karena bencana. Wei Guang telah mencari keberadaan Sekte Surgawi selama 50 tahun ini,
tapi hingga sekarang dia masih belum menemukannya. Menemukan Sekte Misteri Surgawi adalah satu-satunya harapannya dalam hidup ini.
Letak asli Sekte Misteri Surgawi berada di Pegunungan Tianyin, berjarak ribuan mil dari Ibukota. Pegunungan Taiyin sangat luas, jalanannya terjal dan berbahaya. Selain itu medannya sangat berkabut sehingga mudah tersesat.
Wei Guang ingin muridnya membantunya untuk menemukan keberadaan Sekte Misteri Surgawi. Akan lebih baik jika dirinya bisa kembali ke Sekte Misteri Surgawi dalam keadaan hidup. Jika tidak, dia juga berharap kalau abunya di makamkan di Sekte Misteri Surgawi setelah dia meninggal.
Jiang Xingyu merasa tugas ini sangat sulit. Meskipun demikian dia tidak menolak. Bagaimanapun dia hanya perlu melakukan yang terbaik untuk membantu, dia tidak harus memaksa untuk menemukannya.
Karena dia berjanji untuk membantu Gurunya menemukan Sekte Misteri Surgawi, maka dia tidak menolak lagi saat Gurunya ingin memberikan kekuatan internal padanya.
Ketika dia menerima kekuatan internal untuk yang kedua kalinya, dia tidak merasa sakit seperti pertama kali. Bukan hanya itu, kekuatannya telah meningkat ke tahap Master kelas dua.
Diluar itu, kekuatan internal dan beladirinya belum stabil. Jika semuanya stabil, dia akan memiliki kemampuan Master kelas dua yang sesungguhnya. Dengan begitu dia sepenuhnya yakin dalam berurusan dengan Pangeran Yuhao.
Beberapa saat kemudian...
Setelah memberikan kekuatan internal pada muridnya, tubuh Wei Guang menjadi sedikit lemah. Setelah Jiang Xingyu mencerna energi internal, dia segera membantu Gurunya masuk ke kamar untuk beristirahat. Kemudian dia pergi.
Saat mendekati pintu samping Kediaman keluarga Jiang, dia tiba-tiba merasakan serangan mematikan. Segera setelah itu dia melihat empat bayangan hitam jatuh dari udara dan mengepungnya.
__ADS_1