-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
056 - Mengalami Insiden Lagi


__ADS_3

Saat kegelapan malam tiba, Jiang Xingyu mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian malam. Kemudian meninggalkan Kediaman melalui Halaman Belakang.


Tujuannya mencari tempat yang luas untuk berlatih.


Ia tidak tahu harus mencarinya dimana, tapi setidaknya Ia tahu di pinggiran Kota pasti ada.


Mempercepat langkah kakinya menuju pinggiran Kota, sebelum menemukannya, gelombang darah menghantam ujung hidungnya dan tiga orang berbaju hitam kini mengelilinginya.


Ia benar-benar ingin mengutuk Leluhurnya, mengapa insiden selalu terjadi setiap kali keluar?


Dan kali ini insidennya adalah salah orang...


"Enyah dari hadapanku! Orang yang kalian cari bukan aku!" Ucapnya tidak sabar.


Pria berbaju hitam yang hendak mendekatinya tiba-tiba berhenti. "Itu seorang Wanita."


Implikasinya mereka benar-benar salah orang.


Hanya saja sepertinya rekannya tidak menganggapnya demikian. "Orang itu menghilang begitu kita datang kesini. Mungkin Wanita ini merupakan komplotannya."


"Ya! Lebih baik membunuh satu kesalahan daripada melepaskan ribuan masalah." Ujar Pria satunya.


Jiang Xingyu sangat marah karena ketiga Pria ini tidak berencana melepaskannya, jadi apapun yang Ia katakan tidak akan berguna.


Menilai dari auranya, ketiganya bukanlah Pembunuh profesional dan lebih seperti Penjaga.


Namun tidak dapat disangkal bahwa Beladiri mereka dianggap berkekuatan tinggi, setidaknya Master level empat.


Ketika membayangkan dirinya yang hanya seorang Master level dua melawan Master level empat, bukankah sama seperti telur ayam yang berusaha menabrak batu besar?


Belati Naga tiba-tiba muncul ditangannya membuat suasana disekitar berubah secara drastis.


Mungkin karena para Pembunuh menganggapnya sebagai ayam yang tidak layak dipandang, mereka tidak waspada juga tidak menyadari perubahan suasana.


Oleh karena itu saat Ia tiba-tiba menyerang, Belati ditangannya mengenai dada salah satu Pembunuh yang berdiri tak jauh darinya.


Serangan mematikan, Belati Naga menembus semakin dalam hingga akhirnya Pria itu jatuh ketanah tak bergerak lagi.


Adegan ini terlalu mendadak dan mengejutkan dua Pembunuh lainnya. Mereka tidak menyangka Wanita yang mereka anggap sebagai ayam lemah, ternyata memiliki skill mematikan.


Tapi saat ini bukan waktunya terkejut.


Saat satu kata 'Bunuh!' keluar, keduanya bergegas menyerang.


Sangat berbahaya jika Jiang Xingyu tidak memiliki senjata ditangannya dan menggunakan kekuatan mental pada saat yang sama, jadi pertarungan kali ini Ia tidak akan membiarkan Belati Naga bertarung sendirian.


Disaat yang sama di suatu tempat, aroma teh melayang memenuhi seluruh Ruangan disertai suara yang terdengar dari waktu ke waktu.

__ADS_1


Di tengah-tengah Ruangan dua sosok Pria duduk berseberangan, dilengkapi dengan papan catur di atas meja.


Wajah Pria berpakaian ungu tampan nan dingin, alisnya sedikit berkerut seperti sedang berpikir.


Sedangkan wajah Pria berpakaian putih terlihat lembut, tampan dan santai.


Keduanya adalah Yuwen Junxiu dan Feng Yuqie.


"Hanya permainan catur, mengapa kau sangat serius?" Feng Yuqie tidak sabar dikala melihat Sahabatnya terus berpikir.


"Permainan catur seperti medan perang. Jika tidak berpikir hati-hati, semuanya akan hancur dalam sekejap mata." Jawab Yuwen Junxiu bersungguh-sungguh.


"Jika ini medang perang dan menunggumu berpikir, seluruh pasukan pasti akan dimusnahkan dalam sekejap mata." Feng Yuqie mengerucutkan bibirnya.


Yuwen Junxiu tidak bereaksi dan hanya menatapnya.


Membuat Feng Yuqie merasakan dingin di sekujur tubuhnya. "Aku akan diam."


"Taruhan sebelumnya, apakah masih berlaku atau tidak dalam permainan kali ini?" tanya Yuwen Junxiu seraya akan memasukkan bidak ditangannya ke dalam wadah catur, seolah-olah telah menyerah.


"Tentu saja masih berlaku. Jika kau menyerah dan mengakui kekalahan, aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu." Tanggapan Feng Yuqie terdengar seperti negoisasi.


Yuwen Junxiu tersenyum samar, bidak yang hendak dimasukkan kedalam wadah catur tiba-tiba berbalik jatuh diatas papan catur.


Melihat dimana bidak diletakkan, ekspresi Feng Yuqie berubah tertegun. Bahkan bidak ditangannya yang Ia anggap sebagai puncak kemenangannya, kini hanya digenggamnya saja.


"Kau..." Feng Yuqie sangat kesal.


Ketika Sahabatnya akan meletakkan bidaknya ke dalam wadah catur, Ia mengira sudah kalah, tidak disangka ternyata Sahabatnya masih menemukan celah dan membuatnya kalah telak.


"Berani bertaruh juga harus berani menanggung kekalahan." Kata Yuwen Junxiu disertai senyum provokasi.


Dan senyumnya sukses membuat Feng Yuqie memiliki keinginan untuk menendangnya. "Aku mengaku kalah. Katakan! Kau menginginkanku melakukan apa?"


"Aku menginginkanmu melakukan..." Sebelum Yuwen Junxiu menyelesaikan ucapannya, seketika wajahnya berubah suram.


"Apa yang terjadi?" Feng Yuqie bertanya.


Namun yang dilihatnya hanyalah bayangan berkedip didepan matanya dan sosok Sahabatnya telah menghilang.


Merasa ada yang salah, Ia bergegas mengikuti.


Hanya dalam hitungan detik Yuwen Junxiu berhenti di suatu tempat, disusul Feng Yuqie.


Mereka mencium bau darah segar serta melihat tiga mayat Pria berpakaian hitam terkapar di tanah.


Ekspresi Yuwen Junxiu semakin suram, melangkah mendekati salah satu mayat, berjongkok, meraih tangannya dan memeriksa denyut nadinya.

__ADS_1


Feng Yuqie tidak tahu apa yang dilakukannya. Kemudian pandangannya tertuju pada Gagang Pedang di samping salah satu mayat, Ia segera mengambilnya. "Junxiu, lihatlah, tanda ini muncul lagi."


Yuwen Junxiu beralih melihat Pedang itu. Tidak! Lebih tepatnya melihat tanda Matahari yang terukir di ujung Gagang Pedang. "Mereka lagi!" Ucapnya dengan dingin.


"Bagaimana para Pembunuh ini muncul disini? mungkinkah Pangeran Yin kembali?" Pembunuh bertanda Matahari telah mengejar Pangeran Yin berulang kali, oleh karenanya Feng Yuqie menebak demikian.


"Tidak!" Kata Yuwen Junxiu sekilas.


"Kenapa tidak?" Feng Yuqie kebingungan.


"Karena nadi Pembunuh ini mengalir aura jahat." Ekspresi Yuwen Junxiu terlihat rumit.


"..."


Feng Yuqie tidak mengerti karena yang Ia tahu aura jahat merupakan Qi hitam yang dipancarkan oleh roh jahat, tapi Ia tidak pernah mendengar bisa membunuh orang.


"Ayo kembali dulu." Yuwen Junxiu tidak berencana menjelaskannya.


Saat keduanya kembali, mereka mencium bau darah yang sepertinya berasal dari Ruang Kerja tempat bermain catur tadi.


Ekspresi mereka berubah, pada saat yang sama bergegas ke Ruang Kerja.


Mereka melihat sosok berpakaian abu-abu berlumuran darah tergeletak dilantai.


"Chen Ziyue?" Feng Yuqie mengenali sosok tersebut dan buru-buru memindahkannya ke kursi panjang.


Yuwen Junxiu melangkah mendekat untuk memeriksa denyut nadinya.


"Tidak apa-apa, hanya pingsan karena kehilangan banyak darah. Cukup hentikan pendarahannya dan dia akan bangun besok." Ucapnya.


Feng Yuqie bergegas menuangkan bubuk obat tertentu pada bagian luka Chen Ziyue yang paling parah, lalu membalutnya dengan kain bersih.


"Tiga Pembunuh itu pasti mengejarnya, tapi mengapa dia kembali? bukankah dia bersama Pangeran Yin? jika dia kembali sendirian, akankah..." Feng Yuqie menebak disertai perasaan tak nyaman.


Chen Ziyue, Tuan Muda dari Kediaman Kementrian Perindustrian, berusia sembilan belas tahun, teman baik yang jarang meninggalkan sisi Pangeran Yin dan mengikuti kemanapun Pangeran Yin pergi.


Kini Chen Ziyue muncul di Ibukota atau lebih tepatnya muncul bersamaan dengan tiga Pembunuh bertanda Matahari.


Hal ini membuatnya memikirkan apakah terjadi sesuatu yang buruk pada Pangeran Yin sehingga Chen Ziyue dikirim kembali untuk memberi kabar?


Sejujurnya Ia tidak ingin mempercayainya. Alasannya karena Beladiri Pangeran Yin sebanding dengan Sahabatnya dan yang bisa melukainya hanya segelintir orang.


"Tunggu dia bangun besok, kau akan mengetahuinya." Ekspresi Yuwen Junxiu tetap datar.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2