
Seorang Pria berpakaian ungu dengan fitur wajah tiga dimensi, sangat tampan seperti patung kristal yang diukir dengan sempurna, alisnya terangkat sedikit memberontak, sepasang mata sedalam jurang dan sedingin embun salju, memancarkan gelombang penindasan yang secara tidak sadar membuat orang tidak nyaman.
"Apa kau tidak tahu bahwa seseorang yang menakutkan bisa membuat orang lain takut sampai mati?" tanya Jiang Xingyu yang terlihat sangat kesal.
"Seorang gadis bukannya diam di Rumah, justru berkeliaran di malam hari dan bahkan mengajak seorang pria untuk minum. Apa kau masih merasa takut?" Yuwen Junxiu mencibir.
"Huh! Aku memang senang berkeliaran dimalam hari. Apa? kau keberatan?" Jiang Xingyu mendengus bangga lalu berbalik pergi, mengabaikan seorang pria berdarah dingin.
Namun sepertinya langit tidak berpihak padanya, saat berbalik justru bertemu kenalan lagi.
Mengapa keberuntungannya sangat buruk? mengapa ia harus bertemu dengan Pangeran Yuhao disaat seperti ini?
Untungnya Pangeran Yuhao belum melihatnya, jadi ia masih memiliki waktu untuk bersembunyi. Bukan karena takut, tapi karena malas berdebat dengannya. Apalagi sekarang waktunya tidak cocok.
Ia segera berbalik dan melemparkan dirinya langsung pada pelukan seorang pria berdarah dingin. Seolah takut pria ini akan mendorongnya menjauh, ia segera membuka tangannya dan melingkari pinggangnya.
Yuwen Junxiu dikejutkan dengan tindakan yang begitu tiba-tiba, ketika sepasang tangan melingkari pinggangnya, jantungnya seketika berdetak lebih kencang.
Meskipun tidak tahu mengapa ia tidak bisa menolaknya, namun bukan berarti ia bisa menerimanya. Oleh karena itu ia mengangkat tangannya dan ingin mendorongnya menjauh.
Hanya sebelum melakukannya, sepasang tangan yang melingkari pinggangnya justru semakin erat, yang membuat ekspresinya semakin suram.
Apalagi melihat pejalan kaki yang lewat sesekali memandangnya dari waktu ke waktu, Yuwen Junxiu merasa malu dan rona kulitnya berangsur-angsur semakin suram.
"Lepaskan!" Suara sedingin es terdengar di atas kepalanya, membuat Jiang Xingyu menggigil kedinginan tapi bukannya melepaskan, ia justru mengeratkan pelukannya.
"Kau..." Yuwen Junxiu sangat marah lalu mengancam. "Jika kau tidak melepaskan, aku akan menggunakan kekuatan untuk mengusirmu!"
__ADS_1
"Tidak bisakah kau memperlakukan gadis dengan lembut? lagipula kau tidak akan mati jika membantuku?!" Jiang Xingyu juga sangat marah.
"Membantu?" Yuwen Junxiu sedikit bingung dan tidak mengerti arti ucapannya.
Tapi setelah melihat Pangeran Yuhao dan dua pria lainnya sedang lewat, ia semakin marah dan menggertakkan giginya. "Wanita ini, berani sekali menggunakanku sebagai tameng!"
Setelah Pangeran Yuhao lewat, Jiang Xingyu menghela nafas lega lalu berencana pergi.
Namun tiba-tiba kepalanya di tahan oleh sebuah tangan yang bersuhu sangat dingin, kemudian wajahnya di tekan dengan kuat ke dada bidang pria itu, membuat wajahnya kesakitan dan nafasnya tidak teratur.
"Lepaskan!" Umpatnya dengan marah.
"Bukannya kau sangat suka memeluk? kalau begitu peluklah sepuasmu!" Kata Yuwen Junxiu dengan dingin.
Di dunia ini yang paling ia benci adalah seseorang yang memanfaatkannya.
"Aku melakukannya karena situasi tertentu! Kenapa kau pelit sekali?" Jiang Xingyu menggertakkan giginya.
Yuwen Junxiu membuka mulutnya, tapi disela oleh sebuah suara. "Paman Guru, apa yang kau lakukan?"
Kini di hadapannya Ning Rui menatapnya dengan sepasang mata curiga.
Tanpa menunggu jawaban, Ning Rui menyadari sesuatu lalu berkata. "Ah ternyata begitu. Paman Guru sedang berkencan? hahaha! Kalau begitu aku tidak akan mengganggu. Lanjutkan, silahkan lanjutkan."
Setelah itu ia buru-buru pergi, tapi menolehkan kepalanya lagi dalam dua langkah.
Baru kemudian Yuwen Junxiu bereaksi lalu segera melepaskan gadis dalam pelukannya.
__ADS_1
Jiang Xingyu buru-buru mundur menjauh seolah-olah telah berhasil melarikan diri dari cengkraman Iblis. Kemudian dengan rakusnya menghirup udara segar.
Tentu saja ia tidak lupa bahwa ada seorang pria menakutkan didepannya. Kemudian ia bergegas melarikan diri terlepas dari betapa hebatnya kemampuan pengejaran pria tersebut.
Ketika Ning Rui melihat ini, langkah awalnya untuk pergi tiba-tiba terhenti, lalu bertanya dengan bingung. "Paman Guru, mengapa dia lari?"
"Paman Guru, apa kau membuatnya marah? jika dia marah, kau harus mengejarnya dan membujuknya sampai amarahnya mereda."
Ucapannya seolah-olah sangat memahami tentang hubungan sepasang kekasih.
Yuwen Junxiu terpana, lebih tidak menyangka Ning Rui akan mengatakan kata-kata seperti ini.
"Siapa yang mengajarimu hal ini?" tanyanya dengan nada suram.
"Saudara Feng." Ning Rui mengatakannya tanpa menyadari ada sesuatu yang salah.
"Feng Yuqie!" Yuwen Junxiu mengumpat dengan marah.
Sedangkan Feng Yuqie yang sedang tidur tiba-tiba bersin. Mengira masuk angin, ia segera mengencangkan selimutnya.
Setelah itu Yuwen Junxiu dan Ning Rui kembali pulang bersama.
Yuwen Junxiu tidak bisa tidur bahkan setelah mondar-mandir. Adegan ketika Jiang Xingyu memeluknya masih melekat di benaknya, membuatnya bingung hingga tidak bisa tidur.
Disisi ini Yuwen Junxiu kebingungan hingga mengalami insomnia. Disisi lain Jiang Xingyu segera melupakan apa yang terjadi, kembali ke Paviliun Weiyang dan tidur nyenyak setelah membersihkan diri.
.
__ADS_1
.
______Happy Reading______