-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
041 - Pangeran Yuhao Menyelinap


__ADS_3

Saat kegelapan malam tiba, Pangeran Yuhao tidak bisa tertidur dan dibuat kesal sendiri karena memikirkan Jiang Xingyu. Pada awalnya ia tidak akan bertindak impulsif dan memikirkan solusinya secara perlahan, tapi nyatanya ia tidak memiliki kesabaran itu.


Pada akhirnya ia memutuskan mengunjungi Jiang Mansion secara diam-diam. Tujuannya ingin melihat seperti apa Jiang Xingyu setelah berubah.


Ia mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian malam. Kemudian menyelinap keluar dari Kediamannya sendiri dan bergabung dalam kegelapan malam.


Beberapa saat kemudian...


Pengamanan Jiang Mansion tidak terlalu ketat sehingga Pangeran Yuhao berhasil menyelinap masuk. Tepat setelahnya ia menyadari sesuatu. "Sial! Untuk apa aku menyelinap jika tidak tahu sibodoh itu tinggal di Halaman mana?"


Jiang Mansion memang tidak sebesar Kediaman miliknya. Namun jika tidak mengetahui tempat tinggalnya, tentu sangat sulit mencarinya, apalagi di malam hari. Jika tidak sengaja melakukan suatu gerakan dan ditemukan, tidak bisa dihindari akan dianggap sebagai Pencuri.


Namun, apa yang tidak diketahuinya adalah atap tempat ia berdiri saat ini kebetulan merupakan atap Paviliun Weiyang. Lebih tepatnya atap kamar Jiang Xingyu.


...


Setelah datang ke Zaman ini, Beladiri Jiang Xingyu mungkin tidak tinggi, tetapi indranya masih sangat sensitif. Selain itu saat ini ia masih belum tertidur. Jadi ketika merasakan gerakan diatap, tidak peduli seberapa ringannya, ia masih mengetahuinya.


Reaksi pertamanya adalah menahan nafas.


Mungkin karena aura pihak lain berkurang, ia tidak bisa merasakan kekuatan ataupun kelemahannya. Tidak peduli apakah pihak lain seorang Master atau bukan, karena menyelinap dimalam hari, ia yakin pasti orang jahat.


Belati Naga keluar dari Sarungnya dan menyerang menggunakan auranya kearah atap.


Diatas atap Pangeran Yuhao masih terus mencari letak Halaman Jiang Xingyu dan tiba-tiba merasakan hawa dingin yang menyesakkan, membuat tubuhnya menggigil tanpa sebab yang jelas.


Karena ia adalah seorang Master Beladiri, kemampuan fisiknya untuk menahan hawa dingin jauh lebih baik dari orang biasa. Bahkan saat musim dingin sekalipun, ia tidak akan repot-repot mengenakan pakaian berlapis-lapis.


Tetapi masalahnya sekarang masih musim panas. Sedangkan dimalam hari hanya ada angin sepoi-sepoi. Jadi darimana hawa dingin menyesakkan berasal?


Karena keraguan dan merasa ada sesuatu yang aneh, ia tidak segera pergi. Namun ketika hawa dingin terasa semakin menyesakkan, sambil mencaritahu penyebabnya.ia menggunakan kekuatan internalnya untuk melindungi bagian inti tubuhnya.


Beberapa saat setelahnya karena tak kunjung mengetahui apa penyebabnya, ia akhirnya menyerah dan pergi, mengurungkan niatnya untuk melihat Jiang Xingyu. Lagipula cepat atau lambat ia pasti akan bertemu dengannya.


Dari awal hingga akhir Jiang Xingyu tidak mengetahui siapa orang itu. Lebih tepatnya tidak mengetahui apa tujuannya berdiri diatap Kamarnya. Tetapi karena pihak lain sudah pergi tanpa menyebabkan masalah, secara alami ia tidak akan memikirkannya lagi.

__ADS_1


Setelah kejadian ini, malam pun berlalu dengan tenang dan damai.


Keesokan paginya Jiang Xingyu bangun lebih awal, berlari selama 1 jam dan berlatih beberapa pukulan. Kemudian berhenti karena tiba-tiba perutnya menjerit kelaparan.


Ketika hendak mencari sesuatu untuk dimakan, ia menyadari tidak ada makanan apapun di Paviliunnya. Apalagi sekarang ia berada dalam mode malas untuk pergi ke Dapur Kediaman.


Pada saat yang sama ia tiba-tiba memikirkan Bibi Rong.


Menghitung hari sekarang, ia sudah kembali selama 3 hari. Semua orang yang dikirim untuk mencarinya sudah kembali, tapi mengapa sampai sekarang Bibi Rong masih belum kembali?


"Apa jangan-jangan terjadi sesuatu padanya?" gumamnya merasa tidak nyaman.


Daripada memikirkan yang tidak-tidak dan menunggu sesuatu yang tidak pasti, akhirnya ia memutuskan pergi keluar untuk mencari Bibi Rong.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian warna favoritnya, ia keluar dari Paviliunnya, menyantap sarapan sederhana, lalu pergi meninggalkan Kediaman.


Tidak tahu apakah karena tidak memeriksa kalender terlebih dahulu sebelum keluar, atau mungkin karena kecantikannya yang memukau, Jiang Xingyu tanpa sadar menarik perhatian para Kaum Lelaki kemanapun kakinya melangkah.


Saat ini di Jalan ramai Ibukota...


"Hei! Wanita yang sangat cantik." Mengikuti pemilik suara Pria sembrono, tiga Pria lainnya berwajah seperti Monyet bermulut lancip berjalan menuju sosok Wanita cantik.


Tapi bagaimana mungkin mereka membiarkan seorang Wanita cantik pergi begitu saja?


Saat Jiang Xingyu hendak melangkah pergi, salah satu Pria segera memblokir jalannya. "Wanita cantik, jangan pergi terlalu cepat. Bermainlah sebentar dengan kami."


"Benar! Selama kau bermain dengan kami walaupun sebentar saja, kami berjanji akan menjamin kehidupanmu tidak kekurangan apapun." Timpa Pria lainnya.


Kejadian ini segera menarik perhatian banyak orang. Mereka bersimpati pada Jiang Xingyu tapi tidak ada satupun yang maju untuk menolongnya.


Apalagi identitas keempat Pria tersebut bukanlah orang biasa. Mereka adalah Putera Sah dari Kediaman Pejabat.


Tentu saja Jiang Xingyu tidak membutuhkan simpati ataupun kepedulian orang lain. Ia belum terlalu lemah hingga harus mendapatkan simpati tersebut. Namun kali ini ekspresinya benar-benar sangat buruk dan ia mencoba menahan diri agar tidak meledakkan amarahnya.


"Enyah dari hadapanku sekarang juga!" Ucapnya dengan dingin.

__ADS_1


Sekelompok Pria tidak marah dan justru semakin membangkitkan minat mereka."Yo! Ternyata seorang Wanita cantik yang memiliki temperamen kasar. Namun aku sangat menyukainya. Selama ini aku hanya merasakan yang lembut dan sepertinya tidak buruk mencoba yang sedikit kasar."


"Benarkah?" Jiang Xingyu tersenyum bercanda dan ekspresinya mengungkapkan niat jahat yang tidak dapat diprediksi.


"Tentu benar!" Tegas Seorang Pria yang memiliki tatapan cabul.


"Kalau begitu..." Didetik berikutnya senyum bercanda Jiang Xingyu digantikan dengan senyum dingin.


Tepat saat akan melakukan langkah selanjutnya, ia terganggu oleh sebuah suara merendahkan.


"Hari masih pagi tapi sudah mengganggu seorang Wanita di Jalanan. Benar-benar sekelompok sampah Ibukota." Bersamaan dengan suara yang masih belum Dewasa, sosok Pria berpakaian biru berjalan keluar dari kerumunan dan berdiri dihadapan Jiang Xingyu, posturnya seolah sedang melindungi.


Awalnya semua orang terkejut. Mereka penasaran siapakah yang berani menyinggung keempat Sang Pria pengganggu, setelah melihat ternyata hanya seorang Pemuda yang belum dewasa, mereka langsung kecewa.


Benar! Pemilik suara itu adalah seorang Pemuda berusia sekitar 12 tahun.


Melihat pihak lain hanya seorang Pemuda kecil, keempat Pria tersenyum meremehkan. Mereka menganggapnya sebagai Pemuda bau kencur yang tidak mengetahui ketinggian langit.


"Oh! Ternyata seorang Anak kecil. Lebih baik pergilah sekarang juga. Jika tidak, jangan salahkan Paman-Paman bersikap kasar dan membuatmu menangis." Salah satu Pria memperingatkan menggunakan nada ejekan dan mengancam.


"Kau, mau yang Anak kecil! Seluruh Keluargamu adalah Anak kecil!" Umpat Pemuda dengan geram.


Keempat Pria tidak kesal, sebaliknya menanggapi sambil bercanda. "Kau sepertinya berusia sekitar 11 atau 12 tahun. Tentunya masih belum membuka kuncupnya bukan? jika bukan Anak kecil, lalu apa?"


"Kau..." Walaupun masih muda, Ning Rui sangat mengerti apa maksud ucapan Pria itu. Wajahnya sangat malu hingga tidak bisa berkata-kata.


"Apa aku? mengapa kau tidak segera pergi dari sini? jika kau masih tidak ingin pergi, hati-hati kami akan menelanjangimu disini." Ucap Pria lainnya tidak sabar.


"Kalian..." Ning Rui tidak tahu bagaimana harus menanggapi.


Jiang Xingyu mengerutkan keningnya, tatapannya tertuju pada Pemuda yang kini berdiri membelakanginya.


Seorang Pemuda yang pernah ia curi ikannya. Seorang Pemuda yang sekarang ingin melindunginya. Namun sudah kalah telak setelah diserang dengan satu kalimat saja.


.

__ADS_1


.


____Happy Reading_____


__ADS_2