
Tiba di Kediaman rahasia Feng Yuqie, Jiang Xingyu melihat tidak ada siapapun didalam.
Puteri Yanning merosot ke tanah terlihat putus asa, dengan ekspresi yang membuat Jiang Xingyu semakin khawatir.
"Apa kau tahu kapan dekret Kekaisaran akan diumumkan?" tanyanya.
"Jika aku tidak salah mendengar, seharusnya sekarang sudah dalam perjalanan keluar dari Istana." Ucap Puteri Yanning dengan suara gemetar.
Seketika sorot mata Jiang Xingyu berubah dingin. Tepat saat hendak membuat keputusan tertentu, tiba-tiba ia memikirkan seseorang.
"Tunggu disini. Aku punya rencana." Ucapnya, yang kemudian terbang menjauh sebelum Puteri Yanning bereaksi.
Puteri Yanning dan Jiang Xingyu tidak menemukan Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu karena mereka berdua telah memasuki Istana. Insiden kunjungan Raja Chonglou ke Ibukota telah lama terungkap, jadi sudah waktunya baginya untuk bertemu Kaisar.
Jiang Xingyu bergegas menuju Rumah Kayu untuk menemukan pamannya.
Nalan Wangyu kebingungan saat merasakan uara keponakannya dan tanpa sadar merasa ada yang salah.
"Xi'er, ada apa?" tanyanya.
"Paman, tolong bantu aku untuk melakukan satu hal." Ucap Jiang Xingyu secara langsung.
Istana Kekaisaran, Ruang Belajar Kaisar.
"Salam saya, Pangeran Yin, pada saudara Kaisar." Pangeran Yin menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda salam.
Yuwen Junxiu juga sama. "Salam saya, Raja Chonglou, pada Kaisar."
Meskipun Yuwen Junxiu adalah seorang Raja, namun Kerajaan yang di pimpinnya masih dalam lingkup wilayah Kekaisaran Ling Timur, jadi menurut tata krama, dia diharuskan memberi hormat pada Kaisar.
Tentu saja sikapnya yang sombong membuat Kaisar sangat marah. Dia berusaha menahannya sambil berkata dengan sopan. "Raja Chonglou tidak memberitahu saya saat berkunjung ke Ibukota, sehingga saya tidak dapat menyiapkan jamuan untuk menyambut anda."
Raja Chonglou tidak berbasa-basi dan mengatakan bahwa tujuannya datang ke Ibukota adalah untuk menghadiri Festival Peony yang akan diadakan dua hari lagi. Lebih tepatnya untuk mencari seseorang.
Kaisar tentu tidak mempercayainya. Tapi juga tidak bisa membantah. "Oh, saya tidak tahu siapa yang dicari Raja Chonglou? jika anda butuh bantuan, saya pasti akan membantu anda untuk menemukannya."
"Saya sudah menemukannya." Ucap Yuwen Junxiu.
Disisi lain. Saat Kasim Tu datang ke Kediaman keluarga Ruan membawa dekret Kekaisaran, dia disambut oleh suasana kericuhan yang terjadi di dalam dan diluar Kediaman, disertai sebuah berita mengejutkan.
__ADS_1
Tuan muda Ruan Jianmu mengalami musibah. Tendon tangan dan kakinya di hancurkan, dan garis keturunannya sudah tidak manusiawi.
Namun tidak ada yang bersimpati padanya. Mereka mendengar kemalangan Ruan Jianmu terjadi karena dia memperkosa seorang gadis, yang dimana kakak laki-laki gadis itu membalas dendam.
Selain itu, kakak gadis tersebut melempar tubuh Ruan Jianmu ke depan gerbang Kediaman Ruan, yang mana semua orang melihatnya secara langsung dan bukan sekedar berita.
Sudah bukan rahasia bahwa Ruan Jianmu dikenal sebagai pemuda tidak bermoral, dimana dia sering melakukan pemerkosaan secara bergerombolan.
Hanya saja wanita yang diperkosanya semuanya berasal dari keluarga biasa, sehingga tidak satupun dari mereka yang berani meminta keadilan.
Namun kali ini Ruan Jianmu telah menendang lempeng besi!
Tentu saja saat mendengar masalah ini, Kasim Tu tidak jadi mengumumkan dekret Kekaisaran. Sebaliknya dia segera kembali ke Istana.
Sedangkan sebelum mengetahui berita ini, Jiang Xingyu dan Puteri Yanning terlihat sedang berjalan-jalan santai. Tapi nyatanya keduanya sedang menunggu berita.
Jiang Xingyu tidak meragukan kemampuan pamannya. Ruan Jianmu hanyalah pria sampah yang tidak memiliki kemampuan, dan pamannya bisa menghancurkannya dalam hitungan detik.
Benar! Inilah yang diminta Jiang Xingyu pada pamannya, yakni menghancurkan Ruan Jianmu!
Hanya saja ia khawatir tindakan pamannya akan didahului oleh dekret Kekaisaran. Jika dekret sudah diumumkan, walaupun Ruan Jianmu sudah cacat, Puteri Yanning tetap harus menikahinya.
Ia bahagia bukan hanya karena tidak harus menikahi Ruan Jianmu, tapi juga karena dendam atas kematian saudaranya akhirnya sedikit terbalaskan. Tapi seorang Ruan Jianmu tidak cukup untuk melampiaskan kebenciannya, karena apa yang ia inginkan adalah kehancuran seluruh keluarga Ruan!
Disisi lain...
Ketika Kasim Tu kembali ke Istana, pada saat yang sama Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu keluar dari Ruang Belajar Kaisar.
Dipertengahan jalan, saat melihat Kasim Tu tampak tergesa-gesa, Pangeran Yin bertanya dengan bingung. "Kasim Tu, ada apa? kenapa wajahmu terlihat tidak sedap dipandang? apa kau sedang tidak sehat?" entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang terjadi, dan sepertinya bukan masalah sepele.
Kasim Tu menekan emosinya, lalu berkata dengan sopan. "Terima kasih atas kekhawatiran Pangeran Yin. Bukan situasi serius, hamba hanya merasa sedikit kedinginan."
"Oh. Kalau begitu Ben Wang pergi dulu." Ucap Pangeran Yin.
"Ya. Maafkan atas ketidaksopanan hamba yang tidak bisa mengirim Pangeran dan Raja Chonglou keluar." Kasim Tu menanggapi dengan kepala tertunduk.
"Tidak masalah."
Begitu keduanya pergi, Kasim Tu bergegas menuju Ruang Belajar Kaisar.
__ADS_1
Melihat Kasim Tu kembali begitu cepat, Kaisar kebingungan dan sebelum bertanya, Kasim Tu melaporkan semua yang diketahuinya.
"Apa?!" Kaisar tercengang dan sorot matanya berubah ngeri.
Apakah ini kebetulan? atau disengaja?
Jika memang disengaja, apakah keluarga Bai yang melakukannya?
"Yang Mulia, apa yang harus hamba lakukan sekarang?" tanya Kasim Tu.
"Rencana ini tidak bisa dilanjutkan lagi." Kaisar berkata dengan dingin.
Ruan Jianmu sudah menjadi orang yang tidak berguna, jika ia bersikeras melangsungkan pernikahan. Hal ini tidak hanya akan membuat marah keluarga Bai, bahkan juga akan menimbulkan berbagai kontroversi di Pengadilan Istana.
Sedangkan saat Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu keluar dari gerbang Istana, keduanya berpapasan dengan Puteri Yanning.
"Salam hormat saya pada Raja Chonglou dan Paman Yin." Puteri Yanning memberi salam.
Melihat mata keponakannya merah dan bengkak, Pangeran Yin khawatir. "Ada apa denganmu?"
Puteri Yanning tidak menyembunyikannya, dan langsung menceritakan semua yang terjadi.
"Ternyata Kasim Tu terburu-buru karena hal ini?!" Mata Pangeran Yin berkilat dingin.
Kemudian ia menenangkan keponakannya dengan beberapa kalimat meyakinkan. Jika hal serupa terjadi lagi, selama keponakannya tidak bersedia, ia pasti akan membantunya apapun yang terjadi.
Setelah melihat Puteri Yanning memasuki Istana, Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu pergi.
"Sepertinya Kaisar palsu ingin memprovokasi perang antara keluarga Ruan dan keluarga Bai." Ucap Yuwen Junxiu.
"Ya. Untung saja ada Nona Jiang yang memberikan bantuan besar pada Ning'er. Yang juga mencegah pertempuran keluarga Ruan dan keluarga Bai. Nona Jiang benar-benar memiliki pikiran yang luar biasa. Dia menyelesaikan masalah Ning'er dengan sebuah rencana brilian. Selain itu, rencananya tuntas sebelum dekret Kekaisaran diumumkan." Pangeran Yin berseru memuji.
Mendengar pria lain membual tentang wanitanya, walaupun dia adalah saudara seperjuangannya, Yuwen Junxiu tetap menunjukkan tatapan kesal.
Selain itu ia tidak akan melupakan tatapan obsesif wanitanya saat memandang Pangeran Yin.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____