-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
072 - Memanfaatkan Miaojie


__ADS_3

Dalam beberapa hari terakhir Jiang Xingyu jarang datang ke aula samping untuk makan bersama, jadi Jiang Linyao tidak memiliki kesempatan menjalankan rencananya dan hanya bisa memulai dari dapur kecil Paviliun Weiyang.


Namun dia sakit kepala lantaran tidak memiliki alasan yang pas untuk bisa memasuki Paviliun Weiyang secara terang-terangan.


-Halaman Timur, Paviliun Yuyan-


"Nona, apa kau benar-benar ingin melakukannya? bagaimana jika ketahuan?" Ming Er khawatir karena resikonya terlalu besar jika di temukan.


"Tentu saja aku akan melakukannya. Walaupun di temukan, selama kita tidak mengakuinya, tidak akan terjadi apapun pada kita." Kata Jiang Linyao.


"Nona, kita tidak boleh melakukannya secara terburu-buru. Bagaimana jika Nona membiarkan Nubi memikirkan cara yang lebih aman agar kita tidak ketahuan?" Ming Er menyarankan.


"Baiklah! Tapi kau harus cepat. Aku tidak memiliki kesabaran sepertimu." Jiang Linyao menyetujui.


"Ya!" Jawab Ming Er segera.


Namun sepertinya Dewi keberuntungan sedang berpihak disisinya.


Setelah mendiskusikan sesuatu dengan Nonanya, Ming Er keluar dengan niat mencuci pakaiannya. Ia berpapasan dengan dua pelayan lainnya.


Lebih tepatnya ia melihat dua orang pelayan sedang menuju ke arah tertentu dengan membawa keranjang pakaian di tangannya masing-masing.


Keduanya adalah Miaojie dan Miaozhu, pelayan Paviliun Weiyang. Ia segera berpikir bagaimana caranya mendekati dan memanfaatkan keduanya.


"Saudari Miaozhu, aku benar-benar tidak tahan lagi. Nona Sulung jelas melakukannya dengan sengaja. Jika tidak sengaja, mengapa dia pergi ke kamar kecil beberapa kali dalam sehari? mengapa dia begitu banyak buang air kecil? membiarkan kita membersihkan pispot setiap waktu dan membuat seluruh tubuh kita berbau kotoran. Bahkan aku tidak bisa memakan makananku. Sangat menjengkelkan!" Miaojie meluapkan semua keluhan yang dirasakannya.


"Kecilkan suaramu. Sangat merepotkan jika ada yang mendengarnya." Miaozhu tidak marah. Lagipula sebagai pelayan, dirinya tidak memiliki hak untuk membantah perintah


"Huh! Aku hanya sangat kesal!" Ucap Miaojie dengan marah.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya. "Karena Nona Sulung sangat suka pergi ke kamar kecil? bagaimana kalau kita membiarkannya berdiam di sana sepanjang hari? setelah itu kita lihat apakah dia masih akan tetap menugaskan kita pada pekerjaan sialan ini."


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Miaozhu yang memiliki firasat buruk.


"Saudari Miaozhu, ayo kita pesan obat pencahar lalu campurkan pada makanannya. Ayo beri dia pelajaran." Miaojie tidak berani melakukan tindakan keterlaluan.


"Apa kau sudah gila? jika ketahuan, apa kau bisa menanggung konsekuensinya?" Miaozhu menolak.


"Tidak akan ketahuan jika kita melakukannya dengan hati-hati. Lagipula bukan kita yang memasak makanan Nona Sulung. Jika ketahuan itu akan menjadi urusan Bibi Rong, tidak ada hubungannya dengan kita." Kata Miaojie dengan yakin.


"Mengapa kita harus takut? bukankah hanya obat pencahar? kita hanya perlu mencampurnya sedikit saja, dia akan sakit perut dan itu tidak akan membuatnya kehilangan nyawa." Ucapnya lagi.


"Kau..." Miaozhu hampir kehilangan kesabarannya.


Mendengar percakapan keduanya, sudut bibir Ming Er menampakkan senyum jahat. Namun ia masih tidak bisa menjalankan rencananya karena sepertinya Miaozhu tidak setuju.


Saat terjerat dalam memikirkan cara untuk mendekati keduanya, ia melihat Miaozhu menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu dan pergi setelahnya, meninggalkan Miaojie sendirian.


"Aku kehilangan selera makanku. Bagaimana denganmu?" Miaojie menjawab dengan senyum enggan.


"Aku sudah makan dengan Nona. Karena pelayan yang lain masih sibuk makan, aku berencana mencuci pakaian lebih dulu." Kata Ming Er.


Miaojie hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun lagi. Sedangkan Ming Er tidak terburu-buru menjalankan rencananya.


Hanya setelah beberapa saat, ia bertindak ketika waktunya sudah pas.


"Aduh!" Tiba-tiba Ming Er berjongkok di tanah seraya memegangi perutnya.


Miaojie bergegas membantunya dan bertanya dengan cemas. "Ada apa denganmu?"

__ADS_1


Ming Er menghela nafas tak berdaya dan tanpa malu berkata. "Aku tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku. Akhir-akhir ini aku tidak bisa mencerna apapun yang kumakan. Aku selalu ingin pergi ke kamar kecil, tapi bagaimanapun juga aku tidak bisa mengeluarkannya. Sebagai upaya terakhir, aku mencampurkan obat pencahar ke dalam minumanku. Sembelitku sudah sembuh, tapi seluruh tubuhku masih lemah."


Seketika mata Miaojie bersinar kegirangan.


Walaupun ia memiliki rencana untuk mencampurkan obat pencahar kedalam makanan Nona Sulung, tapi ia tidak memiliki obat itu.


Tanpa diduga surga membantunya saat ini. Menutupi cahaya kegirangan dimatanya, ia segera berkata dengan malu-malu. "Um, sebenarnya aku juga sama. Akhir-akhir ini aku tidak bisa mencerna makananku dengan baik. Saudari Ming Er, bisakah kau memberiku obat pencahar sedikit saja?"


"Apa? kau juga sama?" Ming Er berpura-pura terkejut, menunjukkan simpatinya dengan berkata. "Baiklah. Aku akan memberikannya padamu nanti. Tapi kau jangan memberitahu yang lain, jangan sampai mereka datang dan memintanya padaku juga. Aku tidak memiliki obat pencahar sebanyak itu."


"Ya. Aku tidak akan memberitahu siapapun. Terima kasih, Saudari Ming Er." Miaojie tersenyum.


Berterima kasih dengan tulus namun nyatanya sedang di manfaatkan.


"Baiklah, nanti sekitar jam 07.00 malam aku akan menunggumu di kamar kecil khusus pelayan. Jika kita bertemu secara terang-terangan, yang lain akan mengetahuinya." Ucap Ming Er dengan senyuman yang sama.


Miaojie menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan.


Saat keduanya hampir selesai, pelayan yang lain juga datang untuk mencuci pakaian.


Ming Er pergi lebih dulu dan kembali ke Paviliun Yuyan, kemudian memberitahu Nonanya tentang rencananya.


Jiang Linyao tidak tahu bahwa Miaojie dan Ming Er adalah dua orang yang ceroboh, jadi dia langsung setuju tanpa memikirkannya.


Malam hari ketika semua orang bersiap untuk tidur, dua orang bertemu secara diam-diam di kamar kecil khusus pelayan.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2