
Seseorang tiba-tiba muncul di depan Jiang Xingyu dan menghalangi langkahnya.
Bibi Rong tanpa sadar ingin melangkah maju untuk melindungi Nonanya, tapi berhenti setelah Nonanya memberi isyarat.
Kemudian orang itu bertanya dengan marah. "Apa kau yang menendang adikku dari lantai dua Kedai Teh hari itu?"
Benar! Orang yang menghalangi adalah Shu Yinfeng.
"Jika aku bilang tidak, apa kau akan percaya?" Jiang Xingyu menyipitkan matanya.
"Tidak. Adikku berkata bahwa kau yang menendangnya." Shu Yinfeng menegaskan.
Jiang Xingyu mendengus lucu, menyebabkan wajah Shu Yinfeng tenggelam. "Apa yang kau tertawakan?"
"Tentu saja menertawakan kebodohanmu. Karena kau tidak percaya padaku, lalu mengapa kau masih bertanya? bukankah ini sangat lucu?" suara Jiang Xingyu tidak menyembunyikan ejekannya.
"Kau..." Shu Yinfeng sangat marah.
"Kenapa aku?" Jiang Xingyu bertanya sambil bercanda.
"Hmph! Akui saja. Aku akan membawamu untuk meminta maaf pada adikku." Ucap Shu Yinfeng dengan nada bersahabat.
Meminta maaf? Jiang Xingyu yakin mereka sudah merencanakan berbagai jebakan untuknya.
Karena konflik antara keduanya, banyak orang yang datang menyaksikan.
Mereka sudah mendengar tentang Shu Yinxue yang di tendang dari lantai dua Kedai Teh hari itu.
Mereka awalnya mengira seperti yang diberitakan, Shu Yinxue ditendang oleh Puteri Yanning, tanpa diduga ternyata wanita ini yang menendangnya.
__ADS_1
Setelah Shu Yinfeng berkata, Ia berjalan untuk menangkap target.
Tapi bagaimana mungkin Jiang Xingyu membiarkan Shu Yinfeng menangkapnya! Ia menunduk kesamping menghindari tangkapan itu.
Melihat Shu Yinfeng mencoba menangkapnya lagi, Ia hendak melawan, tapi pada saat yang sama suara seorang pria tiba-tiba terdengar.
"Yinfeng, hentikan." Suara yang terdengar familiar menghentikan tindakan Shu Yinfeng.
Suara ini milik Pangeran Yuhao.
Pangeran Yuhao dan Yan Zihang berjalan mendekati dua insan yang sedang terlibat konflik.
"Apa yang terjadi?" pandangan Pangeran Yuhao tertuju pada seorang wanita tertentu.
Wanita yang memiliki fitur wajah indah, memukau, elegan dengan temperamen dingin nan sombong. Memancarkan aura mempesona yang membuatnya tidak tahan untuk mengaguminya.
Namun di detik berikutnya, ekspresinya berubah suram. Karena wanita inilah yang bukan hanya tidak menghormatinya, tapi juga mempermalukannya.
"Sepupu, wanita inilah yang menendang Xue'er dari lantai dua Kedai Teh hari itu." Shu Yinfeng menuduh dengan getir.
"Oh! Ben Wang tidak tahu mengapa Nona menendang sepupu Ben Wang hingga sedemikian rupa?" Suara Pangeran Yuhao tidak menunjukkan kemarahan yang jelas, tapi sorot matanya sangat dingin dan tajam, membentuk momentum penekanan yang menakjubkan.
"Dia melemparkan kue dan mengenai kepalaku." Kata Jiang Xingyu dengan santai, seperti angin sepoi-sepoi yang berhembus di wajahnya.
Pangeran Yuhao tentu mengetahuinya. Ia bertanya karena ingin memperburuk situasi.
"Huh! Hanya karena adikku tidak sengaja melempar kue dan secara kebetulan mengenai kepalamu, kau bukan hanya memakinya, tapi juga menendangnya dengan kejam." Shu Yinfeng mengepalkan tinjunya.
"Kejam? apakah menurut Pangeran tindakanku juga kejam?" Jiang Xingyu mengaitkan sudut bibirnya.
__ADS_1
"Ya! Jika Yinfeng tidak kebetulan menangkap adiknya, konsekuensinya pasti tidak sesederhana hanya patah tulang." Kata Pangeran Yuhao yang tidak terdengar memihak.
Jika Jiang Xingyu benar-benar menendang seseorang hanya karena suatu hal yang sederhana, tindakannya memang kejam.
Tapi masalahnya, faktanya bukan seperti yang Shu Yinfeng tuduhkan.
Jiang Xingyu tidak terburu-buru menjelaskan, hanya bertanya dengan rasa ingin tahu. "Kalau begitu, bagaimana Tuan Muda Shu ingin berurusan denganku?"
Shu Yinfeng mendengus dingin lalu berkata. "Huh! Membawamu ke Shu Mansion untuk menebus kesalahanmu pada Xue'er, atau aku akan membawamu ke Pengadilan."
Ia merasa bahwa wanita ini tidak memiliki keberanian untuk pergi ke Pengadilan. Karena begitu berurusan dengan Pengadilan, reputasinya akan rusak terlepas apakah bersalah atau tidak.
"Apakah Pangeran juga berpikir demikian?" tidak menjawab, Jiang Xingyu justru bertanya lagi pada Pangeran Yuhao.
"Setiap orang harus membayar kesalahan yang dilakukannya." Ucap Pangeran Yuhao yang secara tidak langsung menyetujui ucapan Shu Yinfeng.
"Hahaha..." Jiang Xingyu tidak bisa menahan tawanya. "Yah, setiap orang harus membayar kesalahan yang dilakukannya. Jika begitu apakah Tuan Muda Shu dan Pangeran, yang juga acuh tak acuh, kejam dan menggertak, juga harus membayar harganya?"
Begitu ucapan ini keluar, semua orang tercengang, terutama Shu Yinfeng dan Pangeran Yuhao.
"Apa maksudmu? kapan kita acuh tak acuh, kejam dan menggertak?" Shu Yinfeng segera bertanya.
Namun Pangeran Yuhao punya firasat buruk karena suatu hal tertentu.
"Tuan Muda Shu, apakah adikmu tidak mengatakan bahwa Dia menggunakan Pedang untuk membunuhku sebelum aku menendangnya? jika aku hanya gadis lemah yang tidak memiliki kekuatan, Pedang itu akan mengambil nyawaku! Aku tidak mempermasalahkan hal ini, tapi kau mendatangiku, menghalangiku dan langsung memutuskan bahwa akulah yang bersalah? mungkinkah dimata Shu Mansion, hanya kalian yang bisa menindas kami yang lemah? dan kami tidak diizinkan untuk melawan? tindakan kalian, jika bukan kejam dan menindas, lalu apa?" Jiang Xingyu mengeluh, nada suaranya terdengar nyaring tapi juga menyedihkan, benar-benar terlihat seperti korban.
Nyatanya Ia memang korban. Hanya saja korban yang tidak menderita.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading____