
Bai Yuxue mendekati Jiang Xingyu lalu berbisik. "Nona Jiang, apa kau benar-benar akan menikah dengan Pangeran Yuhao? jika kau menikah dengannya, kita akan menjadi musuh." Terdengar jelas ada kekhawatiran dalam suaranya.
"Tidak." Jiang Xingyu menanggapi dengan santai.
"Benarkah?" Bai Yuxue sangat gembira, dan tanpa sadar menarik perhatian saudarinya. "Xue'er, apa lagi yang kau lakukan?" ucap Bai Yinran tak luput menyertakan tatapan peringatan.
"Tidak ada. Aku hanya berbisik pada Nona Jiang." Bai Yuxue menjelaskan.
Mendengar ini dan melihat Nona Jiang tersenyum, Bai Yinran tidak mengatakan apapun lagi.
Ekspresi Bai Yuxue tiba-tiba berubah khawatir lagi. "Tapi jika kau menentang dekret, Kaisar akan memenggalmu." Bisiknya lagi.
'Puff' Jiang Xingyu tak bisa menahan tawanya. Disaat yang sama hatinya terasa hangat. "Jangan khawatir. Aku punya caraku sendiri." Ucapnya.
Beberapa waktu kemudian...
Setelah keluar dari Istana, mereka saling bertukar salam lalu kedua Nona Bai naik ke Gerbongnya.
Namun sebelumnya Jiang Xingyu telah meminta Paman Liu untuk pulang, karena setelah perayaan selesai, ia ingin tahu bagaimana hasil misi Pangeran Yin dan Raja Chonglou.
"Ayo ke Restoran Chilan dulu. Ada banyak mata-mata yang mengawasi. Kita tidak bisa langsung kembali ke Kediaman rahasia." Pangeran Yin berkata.
Adapun siapa yang mengirim mata-mata, master kelas satu pasti milik Kaisar palsu. Sedangkan mata-mata yang memiliki basis kultivasi rendah, pasti milik beberapa Pangeran.
Restoran Chilan tidak jauh dari gerbang Istana, berjarak sekitar dua ratus meter. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di sana dengan berjalan kaki.
Oleh karena itu mereka memutuskan untuk jalan kaki.
Jiang Xingyu berjalan di tengah, dengan Yuwen Junxiu di sebelah kiri dan Pangeran Yin di sebelah kanan. Sedangkan Chen Ziyue dan Feng Yuqie berjalan di belakang. Sederet pria tampan berjalan menemani gadis cantik, menjadi pemandangan indah yang tentu saja menarik perhatian semua orang di sekitar jalan utama. Ada yang merasa terhormat ketika melihat Raja Chonglou dan Pangeran Yin. Ada juga para wanita yang merasa cemburu saat melihat seorang gadis berdiri di tengah-tengah pria yang tak tertandingi.
Mengenai kecemburuan dan tatapan tajam yang ditujukan padanya, Jiang Xingyu menanggapi dengan helaan nafas. "Seandainya mata bisa membunuh, aku pasti sudah mati berkali-kali."
Ucapannya tidak keras, tapi empat pria disekitarnya mendengar sangat jelas.
Berjarak tidak jauh di belakang, terlihat kelompok Pangeran Yuhao berjalan di arah yang sama.
"Jiang Xingyu benar-benar tidak tahu malu! Dia sudah bertunangan tapi masih berdiri di antara sekelompok pria. Tidak tahu malu!" Ucapan Lin Jiayin tidak menyembunyikan rasa benci dan irinya.
"Diam! Tidak ada yang memintamu untuk berbicara." Lin Jiayun memarahi.
__ADS_1
"Aku..." Lin Jiayin tanpa sadar ingin membantah, tapi lagi-lagi di skakmat oleh saudaranya. "Jika kau berbicara lagi, aku akan mengirimmu pulang! "
Lin Jiayin tidak mengatakan apapun lagi. Sangat frustasi karena tidak bisa meluapkan amarahnya.
Di saat yang sama Yan Zhihang berpamitan, mengatakan tidak ingin ikut ke Kedai Teh bersama mereka.
"Entah mengapa aku merasa Zhihang aneh akhir-akhir ini. Selain itu dia jarang keluar bersama kita." Shu Yinfeng mengungkapkan keraguannya.
"Zhihang pernah mengatakan telah terjadi sesuatu di keluarganya. Itu sebabnya dia jarang berkumpul bersama kita." Ucap Lin Jiayun.
Mereka sudah saling kenal selama bertahun-tahun. Mereka selalu beranggapan bahwa tidak ada salah satu dari mereka yang mengkhianati. Oleh karena itu mereka tidak pernah menaruh kecurigaan pada Yan Zhihang, yang nyatanya sikapnya mulai berubah.
Di Restoran Chilan, di ruangan VIP, Feng Yuqie meminta pelayan untuk membawakan teh.
"Pangeran Yin, apa kau memiliki kekasih?" Jiang Xingyu tiba-tiba bertanya.
Tentu saja Pangeran Yin mengetahui tujuan dari pertanyaan ini. Yuwen Junxiu tetap tenang karena dia juga mengetahuinya.
Namun Feng Yuqie dan Chen Ziyue justru berspekulasi bahwa Nona Jiang memiliki pikiran berbeda pada Pangeran Yin, karena itulah dia bertanya.
"Aku terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk memikirkan urusan perasaan." Pangeran Yin menanggapi dengan santai.
Jiang Xingyu mengerti. Tapi jawaban ini tidak jelas, apakah punya kekasih atau tidak?
Mendengar ini, Feng Yuqie tersenyum main-main. Seakan sangat menantikan pertunjukan menarik!
Pangeran Yin menghela nafas tak berdaya. Gadis ini benar-benar tidak bisa dibodohi. "Bagaimana jika ada? dan bagaimana jika tidak ada?"
"Menurutku, kau sangat tampan dan memiliki status terhormat. Hampir semua gadis di Ibukota memiliki keinginan untuk menikah denganmu. Tapi kau yang sudah berusia dua puluh lima tahun, tidak memiliki isteri ataupun kekasih. Mungkinkah kau seperti yang digosipkan..." Sebagai lengan baju rusak(gay)?
Jiang Xingyu tidak mengucapkan empat kata terakhir, karena takut akan melukai harga diri orang lain.
Kalimat yang terputus, mereka langsung memahami kelanjutannya. Karena mereka pernah mendengar gosipnya secara langsung.
'Puff'
'Uhuk-uhuk'
Feng Yuqie menghela nafas lega, untungnya kali ini ia tidak sedang minum teh. Atau ia akan tersedak lagi seperti sebelumnya.
__ADS_1
Justru sekarang giliran Chen Ziyue yang tersedak.
"Minum air." Feng Yuqie menuangkan segelas air.
Setelah beberapa saat tertegun, Pangeran Yin bereaksi. "Gosip hanyalah gosip. Tidak bisa dipercaya."
Jiang Xingyu mengangguk setuju. "Jika tidak memiliki kekasih, tidak ada gunanya memiliki wajah tampan dan status terhormat." Ucapnya yang sengaja ingin melanjutkan topik ini.
"Ucapan Nona Jiang sangat benar. Selain itu waktu bukan menjadi penghalang untuk memiliki kekasih. Atau, apakah Pangeran Yin sengaja menyembunyikan rahasia mengenai kekasihnya?" Feng Yuqie menimpali.
Ucapnya jelas menambahkan bahan bakar ke dalam api penasaran Jiang Xingyu. "Benarkah?"
Ekspresi Pangeran Yin berubah gelap dan menatap Feng Yuqie dengan tajam. Tapi Feng Yuqie tidak takut dan justru membalas dengan ekspresi provokasi.
"Tuan muda Feng, sepertinya kau melupakan sesuatu." Ucap Pangeran Yin.
"Apakah ada?" Feng Yuqie menanggapi dengan santai.
"Apa kau lupa bahwa kau juga dirumorkan sebagai lengan baju yang rusak? kita berdua sama-sama memiliki rumor ini dan hubungan kita sangat dekat. Apakah itu berarti..." Ucapan Pangeran Yin terdengar menyindir. Ucapannya berhenti seolah mereka sudah tahu lanjutannya.
Benar saja! Seketika wajah Feng Yuqie sangat gelap seperti awan hitam, serta ada rasa jijik dalam tatapan matanya.
"Apakah mungkin kalian berdua..." Jiang Xingyu terkejut. Tentu saja tidak berpikir demikian.
"Bukan apa-apa. Jangan dipikirkan." Pangeran Yin segera menyela, takut Nona Jiang akan mengatakan sesuatu yang sulit dicerna oleh otak manusia.
Kemudian Feng Yuqie buru-buru menjelaskan. "Aku memiliki orientasi yang normal. Selain itu aku pria yang berdedikasi untuk satu cinta. Hanya saja aku belum menemukan gadis yang kusukai."
"Kebanyakan pria akan menikahi Isteri resmi dan empat Selir. Pria yang berdedikasi untuk satu cinta sangat langka!" Kata Jiang Xingyu.
"Tentu saja aku merupakan pria langka! Nona Jiang, kau cukup beruntung telah bertemu dengan empat pria yang berdedikasi sekaligus. Tapi Ziyue sekarang sudah memiliki Puteri Yanning, atau bagaimana kalau kau mempertimbangkan kami bertiga?" hanya Feng Yuqie yang tahu apakah ucapannya bercanda atau tidak.
Tentang rasa suka. Walaupun Yuwen Junxiu tidak mengakuinya, mereka bertiga mengetahui dengan jelas bahwa dia menyukai Nona Jiang. Adapun seberapa besar rasa sukanya, mereka tidak tahu pasti. Namun mereka tahu bahwa gadis yang disukai Yuwen Junxiu, tidak akan dilepaskan dengan mudah.
Disisi lain, Pangeran Yin sangat menghargai dan mengagumi Jiang Xingyu. Jika bisa, ia ingin memiliki gadis sepertinya untuk berdiri disisinya dan menemaninya menjalani kehidupan ini. Sayangnya! Ia tidak akan memiliki kesempatan langka seperti itu. Berpikir demikian, hatinya kecewa dan sedih, tentu saja dipermukaan ekspresi sangat tenang.
"Lupakan! Hidup itu sangat berharga dan cinta bukan segalanya. Bagiku, kebebasan adalah bagian hidup yang paling penting. Jika pernikahan akan mengekang kebebasanku, maka aku memilih untuk tidak menikah!" Jiang Xingyu menanggapi dengan ekspresi dan suara serius.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____