-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
142 - Kekaguman Lu Junqing


__ADS_3

Saat Lu Junqing berada di koridor lantai dua, ia mendengar suara alunan guqin.


Baginya yang juga menguasai seni musik guqin, suara ini terdengar biasa saja. Tapi ketika diiringi suara nyanyian, ekspresinya menunjukkan keterkejutan.


Ia ingin melihat siapa yang memainkannya, tapi karena tidak ingin mengganggu, ia harus berjalan perlahan menuju ruangan ketiga.


Benar! Ia tahu karena suara alunan guqin berasal dari guqin sutra gaharu miliknya.


Sedangkan siapa yang memainkannya, hanya ada dua gadis yakni Puteri Yanning dan gadis cantik yang ia tidak tahu namanya.


Namun ia lebih percaya bahwa gadis itulah yang memainkannya.


Suara nyanyian tiba-tiba bernada tinggi, seperti elang yang berusaha terbang tinggi, seperti rembulan yang mengembara di langit malam, dan seperti air meluap di sungai yang tenang.


...... ......


Setelah nyanyian selesai, alunan guqin perlahan berhenti. Di dalam dan diluar, semua orang masih ragu-ragu.


Dan setelah beberapa saat, terjadi berbagai spekulasi.


"Lagu ini sangat bagus, siapa yang memainkannya?"


"Tidak tahu,"


"Menilai dari suaranya, pasti gadis yang sangat cantik."


Sedangkan di ruangan pribadi, kini mereka menatap Jiang Xingyu dengan penuh kekaguman.


Ekspresi Yuwen Junxiu masih sulit ditebak, tapi nyatanya hatinya sangat bangga. Wanitanya sangat luar biasa!


"Wow!" Puteri Yanning yang paling antusias. Ia segera memeluk temannya dan dengan penuh semangat berkata. "Sangat bagus! Kau harus mengajari..."


Sebelum ucapannya selesai, tiba-tiba 'BANG!' Pintu terbuka lebar. Mereka melihat sesosok masuk dan bergegas menghampiri Jiang Xingyu.


Tepat sebelum dia mendekat, sosok lain muncul dihadapannya dalam sekejap mata dan tubuhnya tiba-tiba ditendang hingga terpental ke belakang.


Dan sosok yang masuk tanpa mengetuk pintu tersebut adalah Lu Junqing.


"Uhuk, uhuk..." Dada Lu Junqing terasa sakit. Ia ter-batuk hingga seluruh wajahnya memerah.


Semua orang dikejutkan oleh adegan ini. Tapi bukan karena Lu Junqing yang tiba-tiba masuk. Mereka yang mengenalnya akan memahami bahwa sikap Lu Junqing seperti ini karena dia sangat tergila-gila pada musik guqin. Setelah mendengar lagu yang baru saja dimainkan, tentu saja dia akan bersemangat.


Sebaliknya, mereka terkejut dengan tindakan Yuwen Junxiu yang langsung menendang Lu Junqing yang hendak mendekati Nona Jiang. Mereka tidak menyangka akan melihat momen dimana Raja Chonglou bersikap impulsif karena seorang wanita.


"Kau, kau..." Lu Junqing memelototi pria yang menendangnya, tapi tidak bisa berkata-kata karena dadanya masih sesak.


Selain itu, merasakan aura dingin pria ini membuatnya sedikit tertekan. Tampaknya identitasnya tidak sederhana.


"Sepertinya ada kesalahpahaman." Ucap Feng Yuqie, kemudian menatap Lu Junqing dengan penuh arti.


Tentu saja Lu Junqing mengerti maksudnya. Seperti tebakannya, identitas pria ini tidak sederhana dan tidak boleh disinggung.

__ADS_1


"Tuan, maaf atas sikapku yang terlalu impulsif." Ia berterus terang mengakui kesalahannya.


"Ya." Yuwen Junxiu bersenandung pelan lalu kembali ke kursinya.


"Ini, apa yang terjadi?" hingga kini Puteri Yanning belum mengerti apa yang terjadi.


Namun tidak ada yang menjawab pertanyaannya.


"Saat mendengar Nona bernyanyi, aku sangat kagum. Oleh karena itu aku terburu-buru kesini." Lu Junqing berkata tanpa menyembunyikan kegembiraannya.


"Terima kasih atas pujiannya." Jiang Xingyu menanggapi sambil tersenyum.


Berbicara tentang nyanyian, Puteri Yanning kembali bersemangat. "Apa ada lagi? cepat berikan padaku. Aku ingin mempelajarinya."


Jiang Xingyu sedikit kewalahan. "Ya. Tapi aku tidak tahu bagaimana menulis partitur lagu. Aku hanya bisa bernyanyi, dan kau bisa menulisnya."


Partitur lagu modern dan kuno tentu saja berbeda. Dan ia benar-benar tidak tahu cara menulis partitur kuno.


"Baiklah." Ucap Puteri Yanning dengan gembira.


"Nona, apa kau yang menulis lagu ini sendiri?" Lu Junqing bertanya membawa harapan dimatanya.


"Ya." Jawab Jiang Xingyu sekilas.


"Sangat berbakat!" Lu Junqing berteriak kagum, lalu berkata. "Aku kesulitan menulis lagu yang mengandung melodi artistik seperti milikmu. Jika Kau punya waktu, aku harap bisa berdiskusi denganmu."


Jiang Xingyu tertegun sejenak. Sejujurnya walaupun ia memiliki bakat dalam bidang musik, ia tidak begitu tertarik dan hanya menjadikannya sebagai hobi.


Awalnya saat mendengar penolakan, wajah bersemangat Lu Junqing seketika runtuh. Namun ketika mendengar kalimat berikutnya, ekspresinya berubah lagi menunjukkan kegembiraan.


"Terima kasih. Kapan kau memberikannya padaku?" tanyanya yang tidak merasa malu.


"Aku tidak tahu bagaimana menulis partitur lagu. Jadi saat Puteri Yanning datang padaku untuk menulis partitur, aku akan belajar darinya lalu menulis beberapa partitur lagu untukmu. Aku akan memberikannya padamu setelah aku selesai menulisnya." Ucap Jiang Xingyu.


"Baiklah." Lu Junqing tertawa sangat gembira dan berkata lagi. "Nona sangat baik. Jika kau makan di Restoran Xianju, aku akan memberimu diskon lima puluh persen."


"Ya. Terima kasih." Jiang Xingyu menerima dengan senang hati.


"Ngomong-ngomong, aku belum tahu nama Nona." Lu Junqing bertanya lagi.


"Jiang Xingyu."


Mendengar dua karakter nama, Lu Junqing sangat terkejut. Ia pernah mendengar berbagai rumor buruk tentang Nona tertua dari kediaman Jiang yang bernama Jiang Xingyu, tapi ia belum pernah melihatnya secara langsung.


Dan sekarang...


Setelah terkejut, ia berseru. "Ck ck! Benar-benar perubahan yang sangat besar. Dengan penampilan dan bakat Nona Jiang, aku yakin kecantikan pertama di Ibukota akan segera berubah."


"Faktanya, semua orang juga meyakini hal yang sama." Jiang Xingyu menanggapi dengan santai.


Lu Junqing kembali terkejut. Ia tidak menduga akan mendapat jawaban penuh penuh percaya diri.

__ADS_1


"Hahaha! Kepribadian Nona sangat menyenangkan. Aku menyukainya." Ucapnya seusai tertawa.


Tentu saja yang disebut suka mengacu pada temperamen, tanpa faktor emosional. Semua orang tahu ini kecuali Ning Rui dan Puteri Yanning.


Namun bagi Yuwen Junxiu, satu kata 'menyukainya' membuatnya sangat marah. Auranya semakin dingin dan ia memandang Lu Junqing penuh permusuhan.


"Junqing, hati-hati saat berbicara." Feng Yuqie mengingatkan.


Mendengar ini, Lu Junqing menyadari telah mengatakan sesuatu yang salah. "Maaf, Nona Jiang. Maksudku kau memilki sifat yang bebas, tidak dibuat-buat atau pemalu seperti gadis lainnya."


"Aku tahu." Ucap Jiang Xingyu yang tentu mengerti.


Tapi, apa maksud dari sikap Raja Chonglou? apa dia cemburu?


Disisi lain...


Karena Yan Zhihang juga masuk peringkat teratas, wajar saja jika kelompok Pangeran Yuhao merayakannya.


Hanya saja konflik dengan Raja Chonglou sebelumnya, masih membuatnya sangat kesal.


"Kalian lanjutkan. Ben Wang pergi dulu." Ia berbicara sambil meletakkan sumpitnya, lalu beranjak pergi.


"Saudara Hao..." Lin Jiayin ingin mengikuti, tapi dicegah oleh saudaranya. "Hao sedang dalam suasana hati yang buruk, biarkan dia tenang dulu."


Disaat yang sama ekspresi Yan Zhihang berubah dingin. Sekarang ia benar-benar menyerah menjadi pendukung Pangeran Yuhao.


Hanya karena sebuah konflik lisan saja, Pangeran Yuhao sudah menyerah. Bagaimana jika nantinya dia menghadapi masalah yang lebih besar? sepertinya dia tidak akan mampu bertahan.


Kembali ke situasi lantai dua di ruangan ketiga...


Setelah Jiang Xingyu dan Puteri Yanning selesai menikmati berbagai hidangan lezat, keduanya pergi lebih dulu karena Puteri Yanning tidak sabar ingin menulis partitur lagu.


Sebelum keluar, dia mengenakan cadar lagi.


Lobi lantai pertama Restoran Xianju masih ramai pengunjung.


Di pojok kiri ada Tang Wenyuan dan Yun Zhijia yang sedang menikmati makanan sambil mengobrol.


"Saudara Tang, bagaimana menurutmu?" tanya Yun Zhijia disertai ekspresi penuh harap.


Membuat Tang Wenyuan tersenyum bodoh, lalu berkata. "Enak sekali. Bebek panggang ini memiliki daging yang lembut dilengkapi dengan rasa yang gurih. Berlemak tapi tidak berminyak. Tidak salah dikenal sebagai makanan khas di Ibukota."


Tepat saat ini Jiang Xingyu dan Puteri Yanning baru tiba di lantai pertama. Mendengar suara familiar, Puteri Yanning secara tidak sadar mundur bersembunyi di belakang Jiang Xingyu.


"Um, sepertinya aku melihat seorang kenalan." Ucapnya setelah menyadari kecerobohannya.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2