-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
Bab 170 - Konflik dalam keluarga


__ADS_3

"Jika kau melihat ada yang ingin membunuh Nona Jiang lagi, kau bisa membunuh mereka sebelum mereka bertemu Nona Jiang. Namun jika kau melihat para pembunuh itu sudah menyerang Nona Jiang, kau muncullah saat Nona Jiang tidak bisa mengatasi mereka." Raja Chonglou memberi perintah.


Meskipun ia mengkhawatirkan keselamatan Jiang Xingyu, namun setelah kejadian malam ini, ia percaya Jiang Xingyu bisa menangani mereka dengan kemampuannya sendiri.


Tidak dihukum, Ji Tong menghela nafas lega dan menjawab, "Ya."


Keesokan harinya Jiang Xingyu bangun pagi-pagi. Seperti biasa, ia bermeditasi sebentar lalu melatih kemampuan beladirinya.


Bibi Rong menyiapkan sarapan lebih awal. Jadi setelah Jiang Xingyu selesai berlatih, ia pergi mandi lalu sarapan. Setelah selesai menyantap sarapan sederhana, ia meminta Bibi Rong untuk melakukan sesuatu. Kemudian ia kembali ke kamarnya untuk berlatih menggambar jimat.


Disisi lain.


Kali ini kehamilan Selir Jing sangat diperhatikan oleh Jiang Zhang Wei. Ia memerintahkan seorang Dokter untuk memeriksa denyut nadi Selir Jing setiap hari, guna memastikan janin dalam keadaan stabil.


Dan setelah waktu sarapan berlalu, Dokter datang.


Ketika Dokter memasuki Kediaman, Jing Qiu yang merupakan Pelayan Selir Mo, menghentikannya dan berkata bahwa Selir Mo tidak sehat. Jing Qiu meminta Dokter untuk memeriksa Selir Mo lebih dulu.


Dokter tersebut tidak mencurigai apapun, karena dia yang menangani luka Selir Mo baru-baru ini. Oleh karena itu dia langsung setuju dan meminta Jing Qiu untuk memimpin jalan.


Setelah beberapa saat, ketika Dokter keluar dari Halaman Timur, ekspresinya terlihat sangat tertekan.


.....


Dokter melangkahkan kakinya menuju Paviliun Yuxiang yang berada di Halaman Selatan. Dia memeriksa denyut nadi Selir Jing selama sepuluh menit. Setelah itu dengan berat hati dia mengatakan bahwa ada masalah serius dalam kandungan Selir Jing dan harus segera digugurkan. Jika tidak, nyawa Selir Jing akan terancam kematian.


Ketika Selir Jing mendengar hasil diagnosis Dokter, dia hampir pingsan. Sementara Jiang Zhang Wei berada dalam situasi bimbang, tetapi pada akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan anak yang belum lahir itu.


Hasil diagnosis Dokter dalam sekejap menyebar ke seluruh penghuni Kediaman. Selir Mo sangat bahagia hingga tertawa tak terkendali. "Hahaha! Jing Rong, apa kau masih merasa bangga dengan kehamilanmu? hahaha... Aku benar-benar ingin melihat seperti apa ekspresinya saat ini... Hahaha!"


Sementara Jiang Linxin yang menyusun rencana ini tidak seheboh Selir Mo. Sebelum kandungan Selir Jing di gugurkan, dia tidak akan merasa lega.


"Ayo pergi, mari kita mengunjungi Selir Jing. Aku ingin menghiburnya." Kata Selir Mo, tentu saja niatnya bukan semata untuk menghibur Selir Jing.


Mendengar itu, Jing Qiu khawatir dan mengingatkan. "Selir, Anda harus berhati-hati."


"Jangan khawatir. Aku tidak bodoh." Selir Mo tersenyum dan tampak percaya diri.

__ADS_1


Namun Jing Qiu dan Jing Xiang yang memahami temperamen Selir Mo, tidak merasa lega sedikitpun. Selir Mo tidak bodoh, dia hanya terlalu impulsif. Jadi mereka benar-benar khawatir dia akan melakukan kesalahan. Tentu saja mereka tidak berani menghentikan Selir Mo. Mereka hanya bisa berdoa supaya Selir Mo tidak merusak rencana ini.


Setelah Selir Mo berdandan, dengan bantuan Jing Qiu dan Jing Xiang dia keluar dari kamarnya.


Begitu dia keluar dari Halaman Timur, ekspresinya yang bangga dalam sekejap berubah sedih seolah-olah dia benar-benar merasa sedih atas kemalangan Selir Jing.


Halaman Selatan. Paviliun Yuxiang.


Di dalam kamar utama, Selir Jing setengah berbaring di tempat tidur dengan raut wajah tenang. Bibi Lu berdiri di sampingnya dengan tatapan penuh amarah. Sementara Jiang Zhang Wei duduk di kursi dengan tatapan yang menakutkan.


Tidak ada yang berbicara. Lebih tepatnya mereka sedang menunggu sesuatu.


Setelah beberapa saat berlalu dalam keheningan, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dan seorang Pelayan masuk setelah mendapat tanggapan dari dalam ruangan. Dia memberi hormat pada Jiang Zhang Wei lalu berkata, "Tuan, Selir Mo ada disini."


"Biarkan dia masuk." Suara Jiang Zhang Wei mengandung kemarahan yang tertahan.


"Ya." Jawab Pelayan itu lalu berbalik dan berjalan keluar.


Segera setelah itu Selir Mo berjalan masuk dengan bantuan kedua Pelayannya. Penampilannya yang lemah lembut membuat Jiang Zhang Wei tidak berkedip memandanginya.


Suara 'PLAK!' terdengar cukup keras hingga membuat semua orang terkejut.


Selain itu, karena tamparan Jiang Zhang Wei tampan ampun, Selir Mo yang lemah langsung jatuh ke tanah dan 'Ah!' berteriak kesakitan.


"Selir..." Jing Qiu dan Jing Xiang buru-buru berjongkok untuk membantu Selir Mo berdiri, tapi sebelum mereka menyentuh tangan Selir Mo, mereka mendengar teriakan marah Jiang Zhang Wei. "Berhenti! Tidak boleh ada yang membantunya hari ini!"


Kepala Selir Mo sangat pusing, tapi ia masih sadar dan mendengar kata-kata itu dengan jelas. Karena ia tidak bisa bangun, maka ia terpaksa berbaring di lantai. Ia mengangkat tangannya untuk menutupi pipi kirinya yang bengkak dan merah, kemudian ia menatap Jiang Zhang Wei dengan mata berkaca-kaca. "Tuan, mengapa Anda menamparku?"


"Kau masih bertanya mengapa? Mo Linshuang, apakah hatimu terbuat dari ular dan kalajengking? Apakah kau menganggap dirimu Ratu di Kediaman ini?" Mata Jiang Zhang Wei merah, seolah-olah ingin mencabik-cabik Selir Mo.


Mo Linshuang ingin membunuh anaknya yang belum lahir, yang kemungkinan anak itu adalah laki-laki, jadi bagaimana mungkin ia tidak marah?


Sebelum mengetahui kebenarannya, ia sangat takut ketika mendengar diagnosis Dokter. Ia benar-benar berpikir bahwa kandungan Selir Jing harus digugurkan.


Adapun bagaiman Jiang Zhang Wei, Selir Jing dan Bibi Lu mengetahui kebenarannya, tentu saja itu karena Jiang Xingyu yang menyabotase rencana Selir Mo dan Jiang Linxin. Awalnya Dokter tersebut tidak mengakuinya, tapi setelah Jiang Zhang Wei mengancam akan membunuhnya, Dokter itupun langsung mengakui semuanya.


Meskipun Jiang Linxin yang merencanakannya, namun rencana ini tidak akan dilaksanakan tanpa persetujuan Selir Mo. Sangat jelas siapa dalang utama di balik rencana jahat ini! Kali ini Jiang Zhang Wei benar-benar sangat marah! Ia tidak menyangka akan dipermainkan oleh anggota keluarganya sendiri!

__ADS_1


Alasan ia percaya rencana jahat ini dilakukan oleh Selir Mo adalah karena faktanya Selir Mo sering melakukan kejahatan di Kediaman ini. Sebelumnya ia tidak mentolerir perbuatannya karena baginya masih dalam batas wajar. Tapi sejauh menyangkut calon pewaris keluarga Jiang, ia tidak akan mentolerir kejahatan apapun!


Kata-kata Jiang Zhang Wei membuat tubuh Selir Mo bergetar ketakutan. Bagaimana dia tahu?


Mungkinkah Dokter itu mengatakan yang sebenarnya?


Tidak mungkin! Apakah Dokter itu sudah tidak peduli pada keluarganya lagi?


Ya! Selir Mo mengancam akan membunuh keluarga Dokter itu jika Dokter itu tidak mau menuruti perintahnya. Walaupun Dokter itu awalnya bersikeras menolak, namun pada akhirnya setuju. Tapi sekarang rencananya telah terungkap, apa yang terjadi?


"Tuan, apakah ada kesalahpahaman dalam hal ini?" Selir Mo berpura-pura bodoh. Ia tidak berani mengakuinya! Karena begitu ia mengaku, hidupnya dan hidup kedua puterinya benar-benar akan berakhir.


"Salah paham? Mo Linshuang, apa kau berani mengatakan bahwa kau tidak menggunakan keluarganya untuk mengancam Dokter itu? Apa kau berani mengatakan bahwa kau tidak meminta Dokter untuk mendiagnosis bahwa anak dalam kandungan Selir Jing harus di gugurkan?" Jiang Zhang Wei sangat marah. Ia tidak menyangka wanita yang dulunya sangat ia cintai, ternyata memiliki hati yang begitu kejam.


Tidak menjawab pertanyaan tersebut, Selir Mo justru berbalik bertanya, "Tuan, apakah Anda percaya begitu saja pada ucapan orang lain?"


"Mo Linshuang, beraninya kau masih berdalih!" Jiang Zhang Wei menanggapi dengan teriakan.


"Tuan, jika Anda menyalahkanku hanya berdasarkan ucapan sepihak Dokter itu, aku tidak akan menerimanya." Selir Mo bersikap seolah dirinya teraniaya.


Melihat Selir Mo bersikeras menyangkalnya, hati Jiang Zhang Wei semakin dingin dan sebuah gagasan pun muncul dalam benaknya.


Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu menatap Selir Mo dengan tekad yang kuat. "Sepertinya Kediaman keluarga Jiang sudah tidak bisa menampungmu lagi. Pelayan, cepat ambilkan pena, tinta, kertas dan batu tinta."


Kata-kata tersebut seperti sambaran petir yang meledak di kepala Selir Mo.


Apa artinya mengambil barang-barang itu?


Mungkinkah Jiang Zhang Wei berencana menceraikannya?


Tidak, tidak mungkin! Tidak mungkin!!!


Selir Mo tahu bahwa Jiang Zhang Wei sangat kecewa padanya atas apa yang terjadi baru-baru ini. Tetapi ia merasa bahwa rasa kecewanya hanya akan berlangsung selama beberapa waktu. Setelah periode waktu ini berlalu, Jiang Zhang Wei akan melupakan semua kekecewaannya dan akan bersikap padanya seperti biasanya, lemah lembut dan penuh kasih sayang.


Tapi sekarang dia mau menceraikannya?


-----Terima kasih sudah membaca-----

__ADS_1


__ADS_2