-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
140 - Peringkat Ujian Teratas


__ADS_3

Yuwen Junxiu memandang wanitanya dan bertanya dengan dingin. "Apanya yang pantas saja?


Jiang Xingyu segera melepas tangan Puteri Yanning dari mulutnya, lalu menjawab. "Pantas saja kau tidak tahu bagaimana caranya memperlakukan seorang wanita. Ternyata karena kau membenci wanita. Bahkan memiliki rumor lengan baru rusak."


Ucapannya seakan tidak takut mati. Walaupun semua orang telah mendengar rumor tersebut, tapi tidak ada yang berani mengatakannya secara langsung di depan Raja Chonglou.


Wajah Yuwen Junxiu menjadi lebih suram. Hanya dia satu-satunya wanita yang berani berbicara seperti itu padanya.


"Paman Guru bukan lengan baru yang rusak!" Ning Rui menyuarakan pembelaan.


"Rumor yang mengatakannya. Bukan aku." Jiang Xingyu menanggapi dengan senyum polos.


"Benarkah?" getaran suara terdengar dari bibir Yuwen Junxiu, dan sosoknya secara perlahan mendekati wanitanya.


Kemudian suara yang penuh arti meledak di benak semua orang. "Tapi di atap tadi malam, kita jelas melakukan..."


Yuwen Junxiu sengaja tidak melanjutkan ucapannya, karena ia ingin semua orang semakin imajinatif.


"Tidak ada!" Jiang Xingyu membalas, tapi gagal menyembunyikan rasa bersalahnya.


"Tidak ada? lalu kenapa kau merasa bersalah?" tanya Yuwen Junxiu yang sengaja memprovokasi.


Pangeran Yuhao, yang awalnya bersikap seperti menonton pertunjukan, saat ini wajahnya sangat mengerikan. "Jiang Xingyu, kau wanita tidak tahu malu!"


Bagi Yuwen Junxiu, sejauh menyangkut wanitanya, orang lain tidak memenuhi syarat untuk mengkritik. Terutama Pangeran Yuhao yang merupakan musuh wanitanya.


"Pangeran, anda secara tidak langsung mengatakan bahwa Raja ini tidak tahu malu?" suaranya acuh tak acuh, namun nafasnya yang dingin membentuk semacam penindasan.


Merasakan penindasan secara terang-terangan, Pangeran Yuhao bersikukuh tidak mau mengalah. "Ben Wang tidak berkata demikian. Namun Jiang Xingyu yang merupakan tunangan Ben Wang, tidak jelas dengan seorang pria di atas atap pada malam hari, tindakannya tidak mencerminkan seorang wanita bermartabat."


"Apanya yang tidak jelas? sepertinya Pangeran menilai sesuatu dengan mudah? semua orang bisa mendengar bahwa Raja ini belum selesai berbicara." Yuwen Junxiu mengejek.


Begitu Pangeran Yuhao mendengarnya, hatinya bergetar.


Ucapan Raja Chonglou memang terdengar menyesatkan, tapi dia benar belum selesai berbicara.


Namun situasi saat ini tidak memungkinkannya untuk mundur. "Ucapan Raja Chonglou menyangkut reputasi tunangan Ben Wang. Tentu saja Ben Wang tidak akan diam saja."


"Lalu, apa Pangeran peduli pada Jiang Xingyu?" Yuwen Junxiu bertanya, cibiran dalam suaranya terdengar sangat jelas.


"Jiang Xingyu adalah tunangan Ben Wang!" Pangeran Yuhao membalas.


Implikasinya adalah apakah ia peduli atau tidak, Jiang Xingyu adalah tunangannya. Yang artinya ia berhak ikut campur atas masalah yang menyangkut tunangannya.


"Cih!" Yuwen Junxiu mendecakkan lidahnya.

__ADS_1


Ekspresinya begitu dalam sehingga semua orang tidak tahu apa yang dia pikirkan.


Namun Pangeran Yuhao justru melihat pandangan provokasi. Mungkinkah Raja Chonglou memiliki maksud lain pada Jiang Xingyu?


Saat hendak berkata, suara Pangeran Yin tiba-tiba terdengar. "Cukup. Para Tuan penguji sudah datang. Mari kita liat siapa saja yang berada dalam daftar peringkat teratas."


Dengan ucapan tersebut, perhatian semua orang segera teralihkan.


Selanjutnya dua Tuan penguji masing-masing menempelkan sebuah lembaran kertas pada mading yang telah disediakan.


Semua orang tentunya sangat ingin melihat daftar peringkat, tapi mereka sangat takut pada kelompok Pangeran Yin yang berdiri paling depan.


Ada dua daftar ujian peringkat. Yang pertama adalah peringkat ujian sipil, dan yang kedua adalah peringkat ujian beladiri.


Ujian sipil, tiga peringkat teratas: Yan Zhihang, Bai Shuye, Tang Wenyuan.


Ujian beladiri, tiga peringkat teratas: Chen Ziyue, Ruan Jianying, Zhan Feng.


Puteri Yanning tersenyum gembira saat melihat nama terakhir peringkat ujian sipil.


Yan Zhihang ada dalam daftar teratas, yang mana membuat Pangeran Yuhao serta kelompoknya menghela nafas lega dan tentunya bahagia.


Pihak Pangeran Yuche juga bahagia karena Ruan Jianying juga ada dalam daftar peringkat beladiri.


"Tentu saja. Ayo pergi ke Restoran Chilan." Chen Ziyue menanggapi dengan santai, dan seketika membuat Feng Yuqie cemberut. "Apa kau mencoba memerasku? Tidak! Kali ini terkecuali Restoranku. Kau yang meraih peringkat pertama, untuk merayakannya kau harus membayar sendiri."


"Benar. Pergi ke tempat lain." Ucap Pangeran Yin setuju.


Membuat Chen Ziyue tertawa terbahak-bahak. "Baiklah. Ayo pergi kemanapun yang kalian inginkan."


Kemudian kelompok berkelas pergi meninggalkan gerbang Istana, bahkan tanpa melirik kelompok lainnya.


Tatapan Puteri Yanning menyapu kerumunan lagi. Namun ia masih tidak melihat sosok yang ingin dilihatnya, membuat hatinya sedikit kecewa.


Tepat setelah kepergian kelompok Pangeran Yin, seorang pemuda dan gadis muda terlihat tercengang setelah melihat daftar peringkat.


"Saudari Yun, apa ini benar? aku tidak sedang bermimpi kan?" keterkejutan yang amat besar memenuhi seluruh benak Tang Wenyuan.


"Tidak, ini bukan mimpi. Saudara Tang, kau berhasil meraih peringkat teratas." Seorang gadis bernama Yun Zhijia, berkata dengan yakin.


"Ya. Aku bahkan tidak bisa mempercayai ini." Tang Wenyuan masih terpana.


"Saudara Tang, ayo kita rayakan. Daftar peringkat sudah dirilis, Ayahku pasti sudah mengetahuinya. Jadi aku tidak perlu pulang untuk memberitahunya." Ucap Yun Zhijia terlihat sangat bahagia.


Yun Zhijia, puteri pejabat Yun Chao dari kediaman sekretariat kementrian perang, berusia enam belas tahun. Meskipun dia tidak memiliki reputasi ataupun bakat yang menonjol, tapi sifatnya cukup baik dan penampilannya tergolong anggun.

__ADS_1


"Baiklah."


Kemudian keduanya pergi berdampingan.


"Kau mau makan apa? aku tidak begitu mengenal kuliner di Ibukota. Jadi kau yang memutuskan." Kata Tang Wenyuan.


"Ada restoran bebek panggang yang sangat khas dan enak di Ibukota. Ayo pergi ke sana." Jawab Yun Zhijia.


"Baiklah. Terserah padamu." Tang Wenyuan berkata dengan sikap memanjakan.


Disisi lain, kelompok Pangeran Yin datang ke sebuah Restoran bernama Xianju.


Restoran Xianju tidak semewah Restoran Chilan, tapi makanannya sangat khas yang juga merupakan salah satu Restoran terkenal di Ibukota.


Makanan yang paling khas dan terkenal adalah bebek panggang.


Daging bebek panggang yang empuk, lembut, berlemak tapi tidak berminyak, serta tekstur kulit luarnya sangat renyah. Hanya mencium aromanya sudah membuat orang mengeluarkan air liur.


Hari biasanya Restoran Xianju sangat ramai. Hari ini bahkan lebih padat dan rata-rata pengunjung adalah para peserta ujian.


Sekelompok orang baru saja memasuki Restoran Xianju. Kelompok pria tampan dan gadis cantik sekali lagi menarik kekaguman semua orang. Pada saat yang sama seorang pemuda menyambut kelompok berkelas tersebut.


Pemuda itu mengenakan jubah berwarna biru gelap, berusia awal dua puluhan dan memiliki fitur wajah tampan.


Dia memandang Feng Yuqie sejenak, lalu berkata. "Yo, bukankah ini Bos Feng? kenapa kau tiba-tiba datang ke Restoran Xianju-ku? tidakkah kau makan makanan lezat di Restoran-mu?"


Meskipun ucapannya terdengar sinis, tapi tidak mengandung permusuhan. Seolah hanya lelucon di antara teman.


"Aku sudah terbiasa makan makanan lezat di Restoran-ku. Datang kesini hanya ingin berganti rasa." Feng Yuqie membalas tidak mau kalah.


"Huh!" Pemuda itu mendengus lalu mengabaikannya. Kemudian melihat Pangeran Yin dan berkata dengan sopan. "Kedatangan Pangeran Yin merupakan suatu kehormatan untuk Restoran Xianju-ku."


Selanjutnya ia memberi salam pada pria dan wanita di belakang Pangeran Yin.


"Ben Wang merasa tersanjung. Ngomong-ngomong, bolehkah kami merepotkan Bos Lu untuk mengatur ruangan pribadi untuk kami?" ucap Pangeran Yin.


"Kalian tidak boleh makan tanpa membayar!" Pemuda yang bernama Lu Junqing, pemilik Restoran Xianju, tampak ketakutan setelah mendengar ucapan Pangeran Yin.


Membuat Feng Yuqie mengeluarkan kalimat sarkastis. "Apa yang kau pikirkan? kami sangat kaya! Kami bisa membayar semua makanan di Restoran-mu!"


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2