
"Pelayan, bawa Bos Feng dan kelompoknya ke ruangan ketiga di lantai dua. Tagihan mereka akan dibayar sepuluh kali lipat!" Ucap Lu Junqing yang terlihat sangat kesal.
Kemudian ia menghempaskan lengan bajunya dan berbalik pergi.
"Lu Junqing, kau tidak bisa melakukan ini. Aku yang membayar tagihan, bukan Feng Yuqie." Chen Ziyue berteriak cemas.
Namun sayangnya tidak mendapat tanggapan. Membuat wajahnya semakin suram dan matanya penuh kebencian saat ia memandang Feng Yuqie.
Sebagai pelakunya, Feng Yuqie bukan hanya merasa tidak bersalah, sebaliknya bersikap seperti orang baik dengan menepuk-nepuk pundak Chen Ziyue. Kemudian berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.
Jiang Xingyu melipat tangannya di dadanya sambil bergumam. "Pria ini sangat menarik."
Disaat yang sama tiba-tiba ia merasakan hawa dingin. Ia menatap tajam pada pria disampingnya dan mengeluh tanpa suara.
Benar! Hawa dingin yang dirasakannya berasal dari Raja Chonglou.
Tidak berlama-lama, ia menarik tangan Puteri Yanning dan pergi ke lantai dua.
Di lantai dua di ruangan elegan ketiga, semua orang duduk mengelilingi meja.
"Oh benar," Pangeran Yin melihat kearah Yuwen Junxiu, dengan senyum jahat penuh arti ia bertanya. "Sebenarnya kau dan Nona Jiang melakukan apa di atas atap tadi malam?"
Semua orang akhirnya mengingat hal penting ini, yang segera membangkitkan minat mereka. Mata mereka berseri-seri penuh rasa ingin tahu.
Yuwen Junxiu sedikit mengernyitkan dahinya dan tidak berencana untuk menjawab.
Sesuai yang diharapkan, Pangeran Yin dan mereka tidak terkejut. Tapi semakin dia seperti ini, semakin membuat mereka penasaran.
"Nona Jiang, apa yang terjadi? katakanlah." Kali ini Feng Yuqie yang bertanya.
"Tidak ada yang terjadi." Jiang Xingyu menjawab dengan tenang.
Feng Yuqie tidak percaya. "Tidak mungkin! Dia berkata kalian melakukan sesuatu di atas atap tadi malam."
"Karena dia yang berkata seperti itu, tanyakan saja padanya." Jiang Xingyu membalas, tidak mungkin ia memberitahu mereka mengenal insiden semalam.
Mendengar ucapan ini, semua orang tidak menyebutkan ataupun bertanya lagi. Walaupun mereka sangat penasaran, Yuwen Junxiu dan Nona Jiang jelas enggan mengatakannya.
Karena makanan masih belum datang, semua orang mengobrol santai.
Namun tiba-tiba pintu di dorong terbuka, yang langsung menghentikan obrolan mereka. Tanpa sadar mereka melihat kearah pintu dan hanya melihat Lu Junqing berjalan masuk.
__ADS_1
Lu Junqing sedikit mengangkat dagunya dan dengan bangga berkata. "Aku mendengar Tuan muda Chen mendapat peringkat pertama dalam ujian beladiri, oleh karena itu aku tidak akan membuatmu kesulitan. Tagihan sepuluh kali lipat dibatalkan, tapi tagihan asli masih harus dibayar. Em, bagaimana mengatakannya ya, kita sudah saling kenal selama bertahun-tahun, jadi aku akan memberimu sedikit diskon."
Tentu saja Chen Ziyue dengan senang hati menerimanya. "Terima kasih, Bos Lu."
"Ya." Lu Junqing bersenandung acuh tak acuh, lalu pergi tanpa menyapa.
Dia datang tanpa mengetuk pintu, dan pergi tanpa menyapa. Sikapnya benar-benar tidak sopan.
Melihat ekspresi tidak puas di wajah semua orang, Feng Yuqie segera menjelaskan. "Dia bersikap seperti ini karena aku, bukan sengaja bersikap tidak sopan . Tolong jangan dimasukkan kedalam hati."
Sedangkan saat melihat cara Feng Yuqie dan Lu Junqing bergaul, membuat Jiang Xingyu merasakan sesuatu yang tidak biasa.
Berpikir demikian, tiba-tiba niat jahat muncul dibenaknya. Lalu ia memandang Feng Yuqie dengan ambigu.
Tatapan ini membuat aura dingin Yuwen Junxiu dilepaskan lagi. Semua orang kebingungan, terkecuali Feng Yuqie yang justru merasa ketakutan. "Nona Jiang, kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Bukan apa-apa. Aku hanya merasa caramu dan Lu Junqing bergaul, memberiku ilusi jatuh cinta tapi saling membunuh." Jiang Xingyu berterus terang.
Dan semua orang terkejut sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak. Tentu saja selain Yuwen Junxiu yang tidak pernah tertawa, dan Feng Yuqie yang kini tersedak oleh air liurnya sendiri.
Chen Ziyue yang berada di sebelahnya segera menuangkan secangkir air. "Minumlah dulu."
Setelah bergulat dengan pikirannya, Jiang Xingyu bertanya dengan rasa ingin tahu. "Hei, apa kalian berdua dalam hubungan seperti itu?"
"Bukankah kau masih hidup sekarang?" tanya Jiang Xingyu acuh tak acuh.
"Hubungan seperti apa?" Ning Rui kebingungan, kenapa ucapan Nona Jiang membuat saudara Feng ketakutan?
"Anak kecil tidak perlu bertanya." Jiang Xingyu menyindir.
"Aku bukan anak kecil!" Balas Ning Rui sangat marah.
"Kau yang termuda disini. Artinya kau masih kecil." Jiang Xingyu mengejek.
"Kau..." Ning Rui tidak bisa menyangkalnya.
Jiang Xingyu yang masih penasaran, bertanya lagi. "Hei, apa kalian berdua dalam hubungan seperti itu?"
Mendengar pertanyaan yang sama, Feng Yuqie sangat marah tapi masih menjelaskan. "Tentu saja tidak! Junqing adalah sepupuku." Jika tidak menjelaskan, ia yakin gadis ini tidak akan berhenti bertanya.
"Oh!" Jiang Xingyu menanggapi dengan malas, seperti kehilangan minat.
__ADS_1
Reaksinya membuat Feng Yuqie semakin marah. Gadis ini kecewa karena ia bukan lengan baru yang rusak(gay)?
Tentu saja Pangeran Yin dan Chen Ziyue tertawa terbahak-bahak.
Segera! Makanan sudah di sajikan dan mereka menikmati makan siang dengan harmonis, tidak ada lagi pandangan predator seperti sebelumnya.
Untuk merayakan peringkat pertama Chen Ziyue, tentunya minuman anggur beralkohol tidak boleh dilewatkan. Dengan kadar yang tidak rendah, Puteri Yanning dan Jiang Xingyu sedikit pusing setelah minum beberapa cangkir.
"Xingyu, sebelumnya kau berkata memiliki lagu yang bagus untukku kan? bagaimana jika kau memainkannya untuk menambah kesenangan?" Puteri Yanning tiba-tiba menyarankan.
Ketika yang lain mendengar, mereka menampakkan ekspresi ragu. Jiang Xingyu bodoh selama bertahun-tahun, bisakah dia memainkan guqin?
Jiang Xingyu tidak peduli pada ekspresi semua orang. Karena Puteri Yanning telah berbicara, secara alami ia tidak akan menolak.
"Baiklah." Ucapnya sambil berdiri lalu berjalan ke arah samping, yang mana sudah ada guqin di atas meja persegi panjang.
Sebelum memulai, ia memainkan beberapa nada terlebih dahulu untuk mencoba kualitas guqin.
Suara merdu nan lembut, yang terdengar memabukkan bagi pendengarnya.
Satu nada sudah memiliki efek seperti ini, bisa diartikan kualitas guqin ini sangat luar biasa.
"Guqin yang bagus." Ucapnya memuji tanpa ragu.
"Tentu saja! Guqin ini terbuat dari bahan utama gaharu dan sutra halus. Meski bukan harta yang tak ternilai harganya, setidaknya sangat langka. Seseorang pernah membayar sepuluh ribu koin emas untuk membelinya dari Lu Junqing, tapi dia menolak." Kata Feng Yuqie yang merasa cemburu.
Mendengar ini, Jiang Xingyu tidak mengatakan apa-apa lagi.
Kemudian serangkaian melodi di bunyikan.
Namun ketika diiringi suara nyanyian, semua orang menampakkan ekspresi kagum dan terkejut. Karena suara Jiang Xingyu terdengar halus, bersih dan lembut.
Puteri Yanning sangat bersemangat dan hampir melompat dari kursinya, tapi menahannya lagi karena takut mengganggu.
Tentu saja suara guqin dan nyanyian Jiang Xingyu terdengar hingga ke luar Restoran. Bukan hanya pengunjung Restoran yang tertarik, bahkan pejalan kaki yang lewat diluar berhenti karena alasan ini. Beberapa orang hanya menoleh ke dalam Restoran, beberapa juga ada yang bergegas masuk.
Hanya saja suara ini terdengar dari lantai dua, dimana mereka tidak berani masuk.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____