-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
156 - Dimulainya Perayaan


__ADS_3

Semua orang terkesima melihat dua sosok gadis tersebut.


Yang pertama melihat dengan jelas adalah Tang Wenyuan, yang duduk paling ujung hampir berdekatan dengan pintu masuk. Dia duduk di posisi tersebut karena statusnya paling rendah di antara para tamu lainnya.


Seketika Tang Wenyuan tercengang saat melihat sosok gadis yang di daulatkan sebagai Puteri Yanning. Jantungnya berdegup kencang dengan semua emosi yang bercampur menjadi satu.


Kesadaran pertamanya adalah ia tidak menyalahkan Ning Er karena menyembunyikan identitas aslinya. Ia justru merasa takut ketika mengingat bagaimana orang tuanya memperlakukan Ning Er serta saat ia mengkhianatinya.


Apakah Ning Er akan membalas?


Sedangkan begitu Puteri Yanning masuk, ia terus menatap lurus ke depan dan sengaja tidak melihat ke sekelilingnya. Tapi tetap saja ia merasa tidak nyaman ketika memikirkan kehadiran Tang Wenyuan.


Semua orang mengenal Puteri Yanning. Tapi tidak semua orang mengenal Jiang Xingyu.


Oleh karena itu ketika mereka mendengar dua kata 'Puteri Ming' mereka sangat terkejut. Di seluruh Kekaisaran Ling Timur hanya ada satu orang yang menyandang gelar ini, dan dia adalah Jiang Xingyu!


Mengenai rumor Jiang Xingyu, mereka tidak banyak mendengar. Terutama para gadis pemalu yang hampir tidak pernah keluar Rumah.


Jiang Xingyu dan Puteri Yanning tidak peduli dengan pikiran semua orang, mereka hanya berjalan maju.


Melihat ke depan, Jiang Xingyu dengan jelas melihat tatapan Permaisuri padanya. Meskipun disembunyikan, tidak sulit baginya untuk melihat kelembutan dan rasa terima kasih.


Adapun rasa terima kasih Permaisuri, ia menebak pasti karena insiden Ruan Jianmu.


"Salam hormatku, Puteri Yanning, pada Ibunda Permaisuri."


"Salam hormatku, Jiang Xingyu, pada Permaisuri."


Ucap keduanya disertai tubuh sedikit membungkuk.


"Kalian berdua duduklah." Suara lembut Permaisuri tidak mengurangi keagungannya.


"Ya." Jawab keduanya secara bersamaan.


Yang kemudian berjalan ke posisi tempat duduk terdepan di sebelah kanan, mewakili posisi tertinggi tamu wanita. Puteri Yanning duduk di urutan pertama dan Jiang Xingyu duduk di urutan kedua.


Duduk di urutan ketiga adalah Nona dari Kediaman keluarga Bai. Gadis yang duduk di depan berusia sekitar enam belas tahun, memiliki wajah cantik yang sebanding dengan Puteri Yanning. Hanya saja matanya sedikit dingin dan acuh tak acuh.


Gadis ini adalah Nona tertua dari Kediaman keluarga Bai, yang juga dikenal sebagai gadis berbakat nomor satu di Ibukota, Bai Yinran.


Bai Yinran menyapa Puteri Yanning dan Jiang Xingyu dengan senyum ramah. Dibalas dengan senyuman yang sama oleh keduanya.


Duduk di urutan ketiga posisi belakang adalah Nona kedua, Bai Yuxue. Yang menjerat Lu Junqing di kedai mie hari itu.

__ADS_1


Masih ada dua posisi kosong di sisi tamu laki-laki, artinya masih ada dua orang yang belum datang. Melihat dua kursi paling paling depan, banyak orang bertanya-tanya apakah ada orang yang memiliki status tinggi selain Pangeran Yin?


Hanya saja Pangeran Yin biasanya tidak pernah menghadiri acara seperti ini. Jadi posisi tersebut selalu kosong.


Melihat semuanya sudah hadir, Permaisuri ingin memulai.


Tepat sebelum membuka mulutnya, laporan melengking Kasim terdengar lagi.


"Raja Chonglou tiba. Pangeran Yin tiba."


Semua orang sangat terkejut mendengar laporan ini. Terutama dua kata 'Raja Chonglou' membuat mereka gugup dan takut. Namun secara naluriah masih melihat kearah pintu masuk. Tak terkecuali para Pangeran yang sudah mengetahui kedatangan Raja Chonglou ke Ibukota.


Yuwen Junxiu masih mengenakan jubah berwarna ungu,


fitur wajah tampan bak ukiran patung tiga dimensi, alis tebal terangkat sedikit memberontak, dan dibawah bulu mata panjang yang sedikit melengkung, terlihat tatapan tajam yang membentuk suatu penindasan.


Sedangkan Pangeran Yin mengenakan jubah brokat berwarna perak, fitur wajah tampan dilengkapi dengan sepasang mata seindah bunga persik berkilauan, serta senyum jahat di sudut bibirnya. Kipas bulu di tangannya berayun lembut, membuat sosoknya terlihat seperti pria ramah.


Jiang Xingyu tanpa sadar membandingkan keduanya. Tetap saja ia merasa Pangeran Yin jauh lebih menarik daripada Raja Chonglou. Bukan karena dia lebih tampan, tapi karena auranya yang tidak begitu agresif.


Ketika melihat wanitanya terus memandang Pangeran Yin, wajah Raja Chonglou berubah suram dan bahkan secara terang-terangan menembakkan tatapan tajam pada gadis nakal tersebut.


Tatapan tajam yang membuat Jiang Xingyu mengalihkan pandangannya.


"Permaisuri terlalu sopan." Yuwen Junxiu menanggapi dengan sikap yang santun.


"Permaisuri Kaisar." Pangeran Yin menyapa dengan rasa hormat dari lubuk hatinya.


Kemudian keduanya berjalan ke arah posisi kanan, dan menempati tempat duduk terdepan yang mewakili identitas tertinggi tamu pria.


Posisi Yuwen Junxiu awalnya berada diurutan pertama, namun ia justru menempati urutan kedua. Alasannya karena bersebrangan langsung dengan Jiang Xingyu.


Pangeran Yin menggelengkan kepala melihat tindakan sahabatnya.


Setelah Yuwen Junxiu duduk, dia terus menatap lurus ke depan. Membuat Jiang Xingyu mengerutkan kening sambil memberi isyarat tajam untuk tidak terus menerus menatapnya. Hanya saja di mata Yuwen Junxiu tatapannya justru menggemaskan.


Beberapa waktu kemudian, ketika waktu perayaan sudah tiba, Permaisuri berkata. "Hari ini adalah hari perayaan festival peony tahunan. Untuk semua tamu pria dan wanita yang hadir, jika kalian menemukan pasangan yang cocok dalam perayaan hari ini, Ben Gong pasti akan membuat keputusan pernikahan untuk kalian."


"Terima kasih, Permaisuri." Ucap semua tamu secara bersamaan.


"Sekarang Ben Gong mengumumkan perayaan festival peony tahunan secara resmi dimulai!"


Begitu ucapan Permaisuri berakhir, para musisi yang telah bersiap mulai memainkan musik. Suara seruling terdengar merdu, dilengkapi dengan alunan gugin serta alat musik lainnya.

__ADS_1


Nyanyian merdu dan tarian indah, ditemani oleh anggur berkualitas tinggi serta makanan lezat, membuat orang menampakkan ekspresi bahagia.


Jiang Xingyu tidak tertarik dengan pertunjukan di atas panggung, dan memilih menikmati anggur berkualitas serta makanan lezat. Namun tiba-tiba ia merasa pakaiannya di tarik sedikit, ia menoleh dan melihat wajah malu-malu Bai Yuxue.


Sebelum bertanya, suara Bai Yuxue terdengar lebih dulu. "Aku minta maaf atas apa yang terjadi waktu itu. Aku tidak bersungguh-sungguh."


"Tidak apa-apa. Aku tidak marah." Ucap Jiang Xingyu.


Mendengar ini, Bai Yuxue menghela nafas lega.


Namun ketika Bai Yinran mendengar ucapan saudarinya, ia menoleh ke belakang dan dengan tegas bertanya. "Xue'er, kesalahannya apa yang kau lakukan pada Puteri Ming?"


"Saudari, a-aku, aku..." Bai Yuxue ragu-ragu, tidak tahu bagaimana harus mengatakannya.


"Bukan apa-apa. Hanya kesalahpahaman kecil." Jiang Xingyu membantu berbicara.


Dengan ucapan ini, Bai Yinran tidak bertanya lagi. Kemudian berkata dengan sopan. "Terima kasih Puteri Ming telah memaafkan dan membela saudariku. Aku pasti akan mengajarinya dengan baik."


Sebenarnya tidak perlu bertanya. Ia menebak kesalahan yang dilakukan saudarinya pasti berkaitan dengan Lu Junqing!


Berpikir tentang usaha saudarinya untuk mendapatkan cinta sejati, tanpa sadar ia memandang seseorang yang duduk di urutan pertama tamu pria. Kemudian ia menarik pandangannya. Hanya melihatnya saja sudah membuat jantungnya berdegup kencang.


Benar! Ia menyukai Pangeran Yin. Tapi tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya.


Adegan sekilas ini dilihat oleh Jiang Xingyu. Entah mengapa ia merasa bahwa Bai Yinran menyukai Pangeran Yin. Dengan identitas, penampilan dan bakatnya, dia adalah pasangan yang layak untuk Pangeran Yin.


Hanya saja tidak tahu apakah Pangeran Yin juga memiliki perasaan yang sama pada Bai Yinran. Atau mungkin dia bahkan tidak pernah meliriknya.


Disisi lain terlihat pandangan Puteri Yanning tertuju pada pertunjukan di atas panggung. Namun nyatanya dia sedang linglung.


Tentu saja ada orang lain yang juga menampilkan ekspresi linglung.


Tang Wenyuan yang berada di urutan paling belakang tamu pria, sepertinya sedang menonton pertunjukan di atas panggung, tapi sebenarnya matanya selalu tertuju pada Puteri Yanning.


Ditemani suasana hati yang rumit, tiba-tiba Tang Wenyuan teringat akan ucapan yang pernah Ning Er katakan padanya.


Ning Er berkata. "Saudara Tang, sebenarnya aku punya rahasia. Tapi aku tidak bisa memberitahumu sekarang, aku akan memberitahumu setelah kau mengikuti ujian Kekaisaran."


Apakah ini rahasia yang dikatakan Ning Er? yaitu mengenai identitas aslinya?


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2