
Mendengar gerakan diluar, Ning Zhi dan yang lainnya tidak waspada. Karena mereka tahu itu Tuan mereka yang datang untuk berlatih.
Beberapa saat setelahnya, mereka tercengang saat melihat seorang pria mengikuti Tuan mereka.
Seorang pria yang sama tampannya dengan Dewa Surgawi. Memiliki aura menakutkan yang secara tidak sadar mengungkapkan suatu penindasan.
Mereka segera berdiri dan memberi hormat pada Tuan mereka. Tidak menunjukkan sikap apapun pada pria itu.
"Bagaimana situasinya?" Jiang Xingyu bertanya meski sudah tahu.
"Tuan Shen selalu menemani isterinya sepanjang waktu." Ning Zhi menjawab, lalu tiba-tiba bertanya. "Tuan sudah tahu kalau nyonya Xin Yu (Yu Xin) adalah istri Tuan Shen?"
Jiang Xingyu tersenyum. "Ya. Aku sudah tahu."
"Bawahan merasa Tuan adalah bintang keberuntungan." Ucap Ning Xia yang semakin mengagumi Tuannya.
Mencari selama setengah tahun, Tuan Shen tidak sedikitpun menemukan jejak keberadaan istrinya. Sebaliknya, justru ditemukan oleh Tuan mereka.
"Benar. Kalau bukan karena saudari Xingyu, kita bersaudara pasti sudah lama mati kelaparan." Qing Jiao menimpali, terlihat sangat bersyukur.
"Ya!" Qing Bei mengangguk keras, tidak mau menunjukkan kelemahannya.
Jiang Xingyu hanya menanggapi dengan senyuman. Lalu berkata. "Ada yang ingin kukatakan pada Tuan Shen. Qing Jiao, tolong panggil dia kesini."
"Ya," Qing Jiao menjawab dan segera pergi.
Kemudian Jiang Xingyu meminta Raja Chonglou untuk duduk, dan Ning Xia segera menuangkan teh untuk keduanya.
Ketika Shen Qing diberitahu bahwa Jiang Xingyu ingin berbicara dengannya, ia segera keluar. Walaupun sebenarnya ia sangat enggan meninggalkan istrinya.
Awalnya Yu Xin ingin mengikuti untuk berterima kasih pada Jiang Xingyu secara langsung. Tapi Shen Qing menghentikannya dengan mengatakan kondisinya masih sangat lemah.
Mengenai berterima kasih secara langsung, masih ada banyak kesempatan.
Begitu Shen Qing datang ke aula tengah, ia terkejut saat melihat pria yang memiliki aura mendominasi. Namun ia tidak peduli dan tidak bertanya.
Melihat Jiang Xingyu, ekspresinya berubah penuh kegembiraan dan rasa syukur. "Nona, terima kasih banyak. Aku dan istriku tidak tahu harus membalas kebaikan Nona dengan apa. Kami berjanji, selama Nona membutuhkan bantuan kami, kami pasti akan membantu."
"Apa kau lupa? kita adalah mitra. Karena aku telah berjanji padamu, aku pasti akan membantumu. Hanya saja aku tidak menyangka, seorang wanita lemah yang aku bawa beberapa saat yang lalu, ternyata istri yang selama ini kau cari." Jiang Xingyu menanggapi dengan senyum ringan.
Dan kemudian ekspresinya berubah serius. "Sebenarnya siapa dibalik layar?"
__ADS_1
'Dibalik layar' mengacu pada pembunuh atau yang membakar kediaman Shen Qing.
Mendengar ini, seluruh tubuh Shen Qing dipenuhi aura kebencian. "Shu Bingyi!"
Jiang Xingyu tidak terkejut karena dari awal ia sudah menduganya.
Setelah itu, keduanya tidak banyak bicara mengenai balas dendam. Kesepakatan yang pasti! Keduanya memutuskan untuk menghancurkan keluarga Shu!
Jiang Xingyu tidak menyita waktu Tuan Shen terlalu banyak, dan memintanya untuk kembali menemani istrinya. Kemudian ia membawa Raja Chonglou ke lapangan beladiri.
Kali ini tujuan Yuwen Junxiu adalah untuk melatih, jadi metode serangannya tidak sama seperti saat melawan Jiang Xingyu di Kediaman rahasia Feng Yuqie. Selain itu sikapnya sangat serius layaknya seorang Jenderal yang tengah mengajari prajuritnya.
Buruh waktu lama bagi Jiang Xingyu untuk beradaptasi dengan serangan Raja Chonglou. Tentu saja luka tidak terhindarkan.
Namun ia tidak menyerah. Semakin tertekan, semakin pula ia bersemangat meningkatkan kekuatannya.
Beberapa saat kemudian, Yuwen Junxiu menghentikan serangannya karena Jiang Xingyu mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah.
Kali ini Jiang Xingyu bukan hanya merasa sangat kelelahan, tapi juga merasakan sakit di sekujur tubuhnya sehingga membuatnya langsung rebah di tanah. Tidak bisa bergerak lagi!
"Benar-benar lemah." Yuwen Junxiu mengejek. Kemudian mengeluarkan botol porselen dari lengan bajunya. "Setelah membersihkan diri, oleskan obat ini pada lukamu. Besok tidak akan ada bekasnya."
Jiang Xingyu menerima botol porselen tersebut sambil bergumam. "Apa obat ini begitu luar biasa?"
"Jika obat yang dibuat oleh Dokter jenius pertama di Benua ini tidak luar biasa, maka dia tidak perlu mempertahankan gelarnya" Ucap Yuwen Junxiu.
Setelah mendengar ini, Jiang Xingyu terkejut. "Dokter jenius pertama? Tuan muda Mo Yu?"
Ia pernah mendengar rumor tentang Tuan muda Mo Yu. Dikatakan dia memiliki wajah yang menakjubkan, beladiri yang tinggi dan keterampilan medis yang luar biasa. Namun sayangnya kakinya lumpuh, dan dia hanya bisa menggunakan kursi roda dalam beraktivitas.
"Pria yang begitu menakjubkan hanya bisa menggunakan kursi roda dalam beraktivitas. Haihh, sayang sekali, sayang sekali." Gumamnya dalam helaan nafas simpati.
Membuat wajah Yuwen Junxiu tenggelam, dan dengan sinis berkata. "Kau lebih baik memikirkan dirimu sendiri daripada bersimpati pada orang lain."
"Aku bersimpati karena dia pria yang sangat tampan." Balas Jiang Xingyu.
Benar saja! Yuwen Junxiu sudah menduga akan mendapatkan jawaban demikian. Aura dingin ditubuhnya pecah lagi dan membuat malam yang sudah dingin, menjadi semakin dingin. Bahkan Jiang Xingyu tidak bisa menahan gemetar tubuhnya.
"Ada apa denganmu? kenapa kau melepaskan aura dingin-mu lagi? atau, jangan-jangan kau cemburu pada Tuan muda Mo Yu?" ia bertanya dengan kesal.
"Hah! Apa menurutmu aku akan cemburu pada pria lumpuh?" ucap Yuwen Junxiu, tapi tidak bermaksud menghina Tuan muda Mo Yu. Ia hanya tidak senang ketika mendengar wanitanya bersimpati pada pria lain.
__ADS_1
"Sebenarnya, dengan penampilan ataupun identitas-mu, kau tidak perlu cemburu pada siapapun." Jiang Xingyu berkata sambil memandang langit berbintang.
Pada saat yang sama aura dingin Yuwen Junxiu perlahan menghilang. Hatinya bertanya-tanya apakah wanitanya merasa ia lebih baik dari siapapun?
....
Keesokan paginya, ketika Jiang Xingyu bangun, ia benar-benar melihat bahwa luka memar dan luka lainnya, telah sembuh sepenuhnya. Tidak meninggalkan bekas, bahkan tidak ada sedikitpun rasa sakit.
Seperti biasa, ia menikmati embun pagi sambil bermeditasi. Kemudian membersihkan diri, sarapan, lalu berlatih menggambar simbol jimat di kamarnya.
Beberapa waktu kemudian tepatnya pada jam sepuluh, Puteri Yanning datang dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sambil menangis histeris.
Jiang Xingyu terkejut melihatnya seperti ini, tapi ia tidak langsung bertanya. Setidaknya sebelum bertanya harus menunggu Puteri Yanning sedikit tenang.
"Xingyu, apa yang harus kulakukan? Ayahanda ingin menikahkan-ku dengan Ruan Jianmu." Puteri Yanning mengeluh setelah cukup menangis.
Jiang Xingyu mengerutkan kening. Mengenai permusuhan antara keduanya, ia samar-samar menebak penyebabnya.
Kalaupun tidak ada bukti, pasti banyak Pejabat di Pengadilan yang sudah mengetahuinya, tak terkecuali Kaisar.
Karena ia tahu bahwa Kaisar yang sekarang adalah Kaisar palsu, ia tidak terkejut Kaisar mengikat kedua musuh tersebut dalam pernikahan. Hanya saja ia penasaran apa tujuannya melakukan ini?
Sebelum ia menjawab, Puteri Yanning berkata lagi. "Keluarga Ruan adalah pembunuh saudaraku. Bagaimana aku bisa menikah dengannya?"
Benar saja! Tebakannya tidak meleset.
"Jika aku di paksa menikah dengan Ruan Jianmu, aku lebih baik mati. Tidak! Bahkan jika aku mati, aku akan menyeret Ruan Jianmu bersamaku!" Puteri Yanning berkata disertai wajah suram.
Ucapannya membuat Jiang Xingyu terkejut. "Jangan lakukan hal-hal bodoh."
"Kenapa kau tidak menemui pamanmu untuk meminta bantuan?" tanyanya.
"Aku tidak bisa menemukan paman. Aku tidak tahu kemana dia pergi. Aku sudah mencari ke semua tempat yang biasa paman datangi, tapi aku tidak menemukannya. Xingyu, apa yang harus kulakukan?" Puteri Yanning menangis tak berdaya.
Jika keputusan Kaisar belum diresmikan, dengan pengaruh Pangeran Yin, dia bisa mencegah pernikahan ini. Tapi jika dekret sudah keluar, Pangeran Yin kesulitan menanganinya karena dia tidak bisa secara terang-terangan menentang Kaisar.
"Aku akan membawamu ke suatu tempat, mungkin Pangeran Yin ada disana." Ucap Jiang Xingyu setelah mengingat masih ada satu tempat lagi, yakni Kediaman rahasia Feng Yuqie.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____