-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
109 - Menceritakan Insiden Waktu itu


__ADS_3

Saat ini di Halaman milik Feng Yuqie, tepatnya di Ruang Belajar, suasananya tidak seperti biasanya.


Kini Pangeran Yin duduk di depan meja, disisi kiri meja terlihat Yuwen Junxiu duduk bersebelahan dengan Feng Yuqie.


Yang paling menegangkan ialah ekspresi ketiganya yang terlihat sangat serius.


Di lantai tepat di depan meja, seorang Pria tengah berlutut menggunakan satu lutut. Dia adalah Pria yang selama ini dicari oleh Pangeran Yin, Mantan Komandan Pasukan Penjaga Istana, Yu An.


"Lima tahun yang lalu pada hari keenam di bulan juni, Hamba sedang bertugas di Istana Changtian. Diluar pintu kamar Kaisar, Kasim Tu masuk karena mendengar suara panggilan. Kasim Tu secara pribadi melayani Kaisar, jadi Hamba tidak mencurigai apapun. Beberapa saat kemudian Hamba samar-samar mendengar suara Kaisar minta tolong, Hamba bergegas masuk dan tanpa diduga melihat dua orang Kaisar..." Pada titik ini pikiran Yu An hampir gila, seolah insiden waktu itu kembali berputar di benaknya.


Sedangkan mereka bertiga sangat terkejut, walaupun sudah mengetahuinya, mereka tidak bisa menahan emosi ketika mendengar faktanya.


"Dan kemudian..." sorot mata Pangeran Yin memerah seolah akan kehilangan kendali.


Yu An menarik nafas berat, berusaha menenangkan dirinya sendiri lalu berkata. "Kemudian Hamba melihat Kaisar jatuh keatas tempat tidur. Saat melihat Hamba masuk, Kasim Tu segera mengeluarkan pedangnya yang tersembunyi lalu menyerang Hamba. Sedangkan Pria yang tampak mirip dengan Kaisar, bergegas menekan kepala tempat tidur Naga. Pada saat yang sama Hamba melihat tempat tidur tiba-tiba terbuka hingga membuat Kaisar jatuh. Hamba berteriak memanggil Penjaga yang lain bahwa ada pengkhianat dan penyusup yang ingin membunuh Kaisar, namun tidak tahu kapan sebagian besar Penjaga telah diganti pada malam itu."


"Walaupun ada Penjaga lainnya, tetap saja kalah jumlah. Mereka semua meninggal dan Hamba terluka parah oleh Pedang Kasim Tu. Hamba berpikir tidak akan selamat seperti Penjaga lainnya, namun karena hati yang berlawanan, Hamba beruntung selamat dari malapetaka."


"Hamba awalnya ingin menemui Pangeran untuk melapor, tapi saat itu Hamba bimbang karena tidak tahu apakah insiden itu terkait dengan Pangeran atau tidak. Apalagi kondisi Hamba terluka parah dan Bawahan Kasim Tu sedang mengejar Hamba, oleh karena itu Hamba tidak memiliki kesempatan untuk menemui Pangeran. Pada saat itu juga seorang Rekan seperjuangan Hamba mengirim Hamba ke daerah Pegunungan terpencil untuk menyembuhkan diri serta bersembunyi. Baru tiga tahun yang lalu Hamba sepenuhnya pulih. Karena hati yang bimbang, Hamba memberanikan diri kembali ke Ibukota untuk menyelidiki insiden waktu itu, Hamba juga ingin menyelidiki apakah ada kaitannya dengan Pangeran atau tidak. Jika tidak ada, Hamba akan memberitahukan seluruh kejadiannya pada Pangeran, namun Pangeran selalu datang dan pergi tanpa jejak."


Ini adalah ingatannya yang paling menyakitkan. Mengatakannya kembali seakan menaburkan garam pada lukanya.


Dengan suara 'BRAK!' , Pangeran Yin membuat tamparan keras diatas meja dan tiba-tiba berdiri, urat nadinya membengkak karena amarah, matanya melebar penuh kebencian serta haus darah.


Kini penampilannya seperti Singa yang siap untuk bertempur.


Hati Pangeran Yin selalu kuat dan acuh tak acuh, namun kini sudah ada air mata di matanya yang ditahannya agar tidak jatuh.


Ini menunjukkan seberapa dalam hubungannya dengan Kaisar Murong Huangli.

__ADS_1


Ya! Kalau tidak, bagaimana Kaisar membiarkannya tinggal di Ibukota setelah berhasil naik tahta, sedangkan Pangeran lainnya diasingkan ke wilayah tertentu dan tidak diizinkan kembali ke Ibukota tanpa izin Kaisar.


Kaisar tidak hanya membiarkannya tinggal di Ibukota, tapi juga memberinya Token khusus yang mana Ia bisa masuk dan keluar Istana dengan bebas. Bahkan Kaisar memberinya seperlima kekuatan militer seluruh Kekaisaran Ling Timur.


Pangeran Yin tidak pernah mengecewakan Kaisar. Bisa diartikan, keberadaannya telah memecahkan banyak masalah untuk Kaisar.


Walaupun Kaisar adalah Pemimpin suatu Negara, tapi jika menyangkut urusan Pengadilan Istana, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukannya sendiri. Oleh karena itu keberadaan Pangeran Yin telah memainkan peran yang besar.


Pangeran Yin menggunakan perilakunya yang sesat dan pemarah, untuk menekan para Pejabat yang memiliki niat buruk. Ia tidak perlu memikirkan sebab dan akibat saat melakukan sesuatu. Tidak peduli seberapa jahat pikiran para Pejabat, Ia dengan kejam menghancurkannya.


Oleh sebab itu tidak ada Pejabat yang tidak takut padanya.


Secara bertahap amarah Pangeran Yin kembali mereda.


"Menurut kalian, siapakah orang itu?" tanya Feng Yuqie.


Orang itu? bukankah tidak lebih dari Kaisar palsu?


"Sekarang kau sudah mengetahui seluruh kejadiannya. Apa kau khawatir karena tidak bisa mengetahui identitas aslinya?" tanya Yuwen Junxiu.


"Bagaimana jika langsung membunuhnya saja?" Feng Yuqie berkata disertai ekspresi kesal.


Dengan gabungan kemampuan mereka bertiga, sangat mudah membunuh Kasim Tu dan Kaisar palsu. Hanya saja mereka khawatir kematian mendadak Kaisar akan menyebabkan malapetaka di Kekaisaran Ling Timur.


Jika Keluarga Kekaisaran berada dalam kekacauan dan ketika sebuah Negara berada pada titik terlemahnya, jika Kekaisaran lain memiliki kesempatan untuk memanfaatkannya, konsekuensinya sangatlah mengerikan.


Oleh karena itu rencana membunuh secara langsung tidak bisa diandalkan.


"Pangeran, ada satu hal lagi, namun Hamba tidak tahu apakah harus mengatakannya atau tidak." Ucap Yu An setelah mengingat sesuatu.

__ADS_1


"Katakan." Kata Pangeran Yin.


"Dulu, Daerah Pegunungan terpencil tempat Hamba memulihkan diri berada tak jauh dari Perbatasan yang dijaga oleh Klan Nalan. Hamba dengar selama pemberontakan terjadi, banyak dari pemberontak secara pribadi menyerang Jendral Besar Nalan dan Wakil Jendral Nalan Wangyu. Mereka berdua mati dalam pertempuran. Dua hari kemudian beberapa orang dari Ibukota datang untuk mengambil alih jabatan mereka dan dengan cepat memukul mundur para pemberontak. Hamba merasa seperti ada konspirasi dalam pemberontakan waktu itu." Ungkap Yu An.


Setelah Yu An berkata demikian, baru Pangeran Yin mengingatnya.


Kejadiannya terjadi empat setengah tahun yang lalu, enam bulan setelah itu terjadi insiden rahasia di Istana Changtian.


Jendral Besar Nalan Wangli merupakan Saudara seperjuangan Kaisar sebelumnya, juga Pahlawan pendiri Kekaisaran Ling Timur, memiliki gelar resmi sebagai Pangeran DongQing.


Dan Ia sangat menghormatinya.


Sejujurnya Ia memang meragukan pemberontakan di Perbatasan waktu itu, hanya saja Ia juga mengalami masalah sehingga tidak memiliki waktu untuk menyelidikinya.


Sekarang setelah mengingatnya, jika ada kesempatan tentu saja Ia akan menyelidikinya.


"Baiklah. Kau akan tinggal di Halaman lain untuk sementara waktu. Tunggu sampai masalah terselesaikan sebelum kau keluar, agar musuh tidak curiga dan kau tetap aman." Ucap Pangeran Yin.


"Ya, Pangeran." Jawab Yu An dengan hormat.


Setelah kepergiannya, Yuwen Junxiu bertanya. "Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Bagaimana jika kita menyelidiki kamar tidur Kaisar?" Feng Yuqie menyarankan.


"Tidak semudah itu. Lagipula kita tidak bisa bertindak gegabah dalam masalah ini. Kita harus menunggu waktu yang tepat." Pangeran Yin selalu merasa ada rahasia tak terduga di kamar tidur Kaisar.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2