-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
Bab 171 - Menceraikan Selir Mo


__ADS_3

"Tuan, apa maksudmu?" Selir Mo bertanya sambil berusaha untuk berdiri. Ia tidak percaya Jiang Zhang Wei akan menceraikannya.


"Apa maksudku? mulai sekarang kau bukan lagi anggota keluarga Jiang! Kembalilah ke keluargamu!" Jiang Zhang Wei menanggapi dengan dingin.


Hasil seperti ini membuat Selir Jing dan yang lainnya terkejut. Lebih tepatnya mereka tidak menduga hasilnya akan seperti ini.


Selir Jing tidak menyangka Jiang Zhang Wei benar-benar akan menceraikan Selir Mo. Ia berpikir Jiang Zhang Wei masih memiliki perasaan yang mendalam terhadap Selir Mo. Tapi sekarang sepertinya tidak! Ia hanya melihat tatapan kebencian di mata Jiang Zhang Wei.


"Tidak! Tuan, kau tidak bisa melakukan ini padaku..." Selir Mo meraung, matanya merah dan ekspresinya sangat suram.


Hal ini membuat Jiang Zhang Wei semakin jijik. "Mengapa tidak? kau tidak memiliki hak untuk mengubah keputusanku!"


"Tidak, tidak, tidak..." Selir Mo menggelengkan kepalanya seperti orang bodoh.


Tepat setelah itu, Pelayan yang diperintahkan untuk mengambil pena, tinta, kertas dan batu tinta telah kembali. Kemudian menyusun perlengkapan menulis tersebut di sebuah meja bundar.


Melihat itu, Selir Mo berjuang untuk berdiri, tapi sia-sia karena ia tidak bisa bergerak sedikitpun.


Jing Qiu dan Jing Xiang ingin membantunya, namun mengurungkannya karena mereka tidak memiliki keberanian untuk menentang perintah Jiang Zhang Wei. Mereka memang Pelayan Selir Mo, tetapi mereka tidak berani melupakan bahwa Jiang Zhang Wei adalah yang utama di Kediaman ini.


"Tidak, Tuan, kau tidak bisa menceraikanku..." Hati Selir Mo semakin tenggelam. Melihat sekilas ekspresi sombong Selir Jing, tiba-tiba sebuah ide melintas di benaknya. "Tuan, anak dalam kandungan Selir Jing pasti bukan anakmu!"


BOOM!


Kata-kata Selir Mo bagaikan guntur yang meledak di telinga Jiang Zhang Wei, Selir Jing dan yang lainnya.


Tangan Jiang Zhang Wei yang sedang menulis tiba-tiba berhenti, dan tatapan dinginnya menyapu wajah Selir Mo. "Apa yang kau katakan?"


Sebagai seorang pria, hal yang paling tabu adalah diselingkuhi. Tidak peduli apakah yang dikatakan Selir Mo benar atau tidak, ia harus bertanya dengan jelas.


"Omong kosong! Aku mengandung anak Tuan!" Selir Jing buru-buru menyangkalnya. Bukan karena hati nuraninya bersalah, tapi karena ia takut Jiang Zhang Wei akan mempercayai ucapan Selir Mo, seperti yang selalu dia lakukan sebelumnya.


"Jing Rong, jika aku berbicara omong kosong, lalu mengapa selama ini kau tidak hamil? mengapa kau baru hamil sekarang?" Selir Mo berkata dengan sinis.


"Kau..." Selir Jing sangat marah hingga nafasnya terengah-engah.


"Selir, tolong tenangkan dirimu. Jangan sampai emosimu mempengaruhi kandunganmu." Bibi Lu menepuk punggung Selir Jing dengan lembut.

__ADS_1


"Jing Rong, apa kau baik-baik saja?" Jiang Zhang Wei khawatir dan bergegas untuk melihatnya.


Ia memang sedikit terpengaruh oleh ucapan Selir Mo. Namun sebelum masalah ini dikonfirmasi kebenarannya, ia tidak ingin terjadi sesuatu pada kandungan Selir Jing.


"Tuan, anak dalam kandunganku benar-benar anakmu. Selir tidak akan pernah melakukan perbuatan keji seperti yang dikatakan Selir Mo." Selir Jing berkata sambil menyeka air matanya.


Mendengar ini, Jiang Zhang Wei tidak meragukan ucapan Selir Jing.


Adapun mengapa selama ini Selir Jing tidak hamil, dan hamil secara tiba-tiba... Ia tidak bodoh! Ia juga tahu bahwa kehamilan tergantung pada takdir. Selain itu dalam beberapa tahun ini ia tidak pernah menghabiskan waktu malamnya bersama Selir Jing, jadi wajar jika Selir Jing tidak hamil.


Baru beberapa bulan ini ia menghabiskan waktu malamnya bersama Selir Jing, jadi tidak ada keraguan tentang siapa Ayah dari anak dalam kandungan Selir Jing.


Melihat Jiang Zhang Wei tidak terpengaruh oleh kata-katanya, Selir Mo menjadi gila. "Tidak! Jing Rong, kau berbohong..."


"Kau terlihat sangat yakin. Apa kau punya bukti?" Jiang Zhang Wei bertanya dengan dingin.


"Bukti..." Selir Mo tidak bisa berkata-kata. Ia hanya ingin memprovokasi kepercayaan Jiang Zhang Wei pada Selir Jing. Mengenai bukti, tentu saja ia tidak punya!


"Tuan, Jing Rong tidak mungkin mengandung anakmu... Tidak, tidak..." Selir Mo menggelengkan kepalanya berulang kali.


"Cukup!" Ucapnya dengan marah, kemudian ia memandang Jing Qiu dan Jing Xiang. "Bawa Majikan kalian kembali ke Halaman Timur untuk mengemasi barang-barangnya. Setelah itu keluar dari Kediaman ini!"


"Ya." Jing Qiu dan Jing Xiang tidak berani membantah.


"Tidak, aku tidak ingin pergi, aku tidak ingin pergi..." Selir Mo memberontak dan meraung terus-menerus.


Selir Mo sangat lemah saat ini, sehingga sulit baginya untuk melepaskan diri dari belenggu Jing Qiu dan Jing Xiang. Namun Jing Qiu dan Jing Xiang sengaja tidak menggunakan kekuatan untuk menahan Selir Mo, sehingga Selir Mo dengan mudah lepas dari kendali mereka.


Mereka bertindak seperti itu karena mereka masih berharap Jiang Zhang Wei akan berubah pikiran.


Mereka berdua adalah Pelayan Selir Mo. Jika Selir Mo diusir dari Kediaman keluarga Jiang, tentu saja mereka juga harus pergi. Mereka juga percaya bahwa seorang wanita yang ditinggalkan oleh Suaminya tidak akan memiliki kehidupan masa depan yang lebih baik.


Kemana Selir Mo harus pergi?


Kembali ke Kediaman keluarga Mo?


Tidak mungkin!

__ADS_1


Mereka telah bersama Selir Mo begitu lama dan telah menjadi orang kepercayaannya. Mereka sangat mengetahui keegoisan keluarga Mo. Keluarga itu tidak akan memperlakukan dengan baik seseorang yang tidak membawa keuntungan untuk mereka.


Meskipun Selir Mo tidak dilahirkan sebagai Nona tertua keluarga Mo, dia masih memiliki sejumlah harta di keluarga Mo dengan nominal yang cukup tinggi. Oleh karena itu sejak kecil dia diperlakukan dengan baik oleh keluarga Mo. Menikah ke dalam keluarga Jiang, dia juga menjalani kehidupan yang baik.


Jika tidak kembali ke keluarga Mo, bagaimana dia akan menghidupi dirinya sendiri setelah di usir dari keluarga Jiang?


Bekerja diluar? Tentu saja dia tidak akan sanggup!


Dengan ini, Jing Qiu dan Jing Xiang merasa bahwa kehidupan mereka akan sangat terpengaruh jika Selir Mo diusir.


Mereka telah bersama Selir Mo selama bertahun-tahun dan telah menerima banyak bantuan darinya. Bahkan mereka juga memiliki perasaan kekeluargaan dengannya. Tapi, bisakah perasaan ini dimakan?


Nyatanya, tidak peduli seberapa baik hubungan mereka, mereka tidak lebih dari Majikan dan Pelayan. Oleh karena itu prioritas utama mereka adalah harus memikirkan diri mereka sendiri.


Jika mereka benar-benar diusir dari Kediaman keluarga Jiang, mereka memutuskan untuk meninggalkan Ibukota!


"Cepat keluar!" Jiang Zhang Wei tidak bisa menebak pikiran Jing Qiu dan Jing Xiang. Melihat mereka sengaja menunda-nunda, ia berteriak dengan marah.


"Ya, Tuan." Kali ini Jing Qiu dan Jing Xiang tidak berani menunda lagi, dan segera membawa Selir Mo keluar.


"Tidak, tidak..." Selir Mo berteriak dalam keputusasaan.


Namun tidak peduli seberapa menyedihkan ia berteriak, Jiang Zhang Wei tidak memperdulikannya.


Setelah suara teriakan Selir Mo benar-benar menghilang dari Halaman Selatan, perhatian Jiang Zhang Wei kembali tertuju pada Selir Jing.


Ekspresinya yang awalnya penuh amarah, seketika berubah lembut ketika melihat tatapan Selir Jing yang berkaca-kaca. Ia berjalan ke tempat tidur, duduk dan memegang tangannya, lalu menatapnya dengan penuh kasih sayang. "Jing'er, jangan khawatir, tidak ada yang bisa menyakitimu lagi."


Selir Jing terharu ketika mendengar kata-kata ini. "Terima kasih, Tuan. Terima kasih telah percaya padaku."


"Ya, aku percaya padamu. Sekarang waktunya kau beristirahat, aku akan menemuimu nanti." Ucap Jiang Zhang Wei sambil mengelus rambut Selir Jing. Setelah itu ia pergi meninggalkan Halaman Selatan.


Apa yang terjadi hari ini sangat mempengaruhi suasana hatinya. Ia ingin pergi untuk menenangkan diri.


Anak dalam kandungan Selir Jing entah itu laki-laki atau perempuan, itu tidak akan mengubah fakta bahwa anak itu adalah keturunan keluarga Jiang. Ia memang menginginkan anak laki-laki, tetapi ia tidak akan memaksakan kehendak itu. Tidak masalah walaupun ia tidak memiliki anak laki-laki.


-----Terima kasih sudah membaca-----

__ADS_1


__ADS_2