-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
055 - Membantu Sepasang Saudara Kecil


__ADS_3

Tubuh roh merasa pihak lain telah melihatnya, ia mendatanginya seraya menunjukkan ekspresi ganas, berniat untuk membuatnya ketakutan.


Jiang Xingyu tidak bisa menahan senyumnya. "Naif!"


Melihatnya tidak terkejut bahkan masih tersenyum, tubuh roh terpana dan ekspresi ganas diwajahnya segera berubah menjadi keraguan.


Ia menggaruk kepalanya sambil bergumam. "Apa yang terjadi? aku dengan jelas merasakan tatapannya dan dia juga menatapku, tapi mengapa dia tidak ketakutan? sebelumnya orang-orang yang datang kesini sangat ketakutan, tapi Nona ini tidak? atau, mungkinkah dia tidak melihatku?"


Jiang Xingyu hampir akan meledakkan tawanya. "Hantu kecil yang menarik."


Namun ia mengabaikannya karena saat ini bukan waktunya untuk bermain.


Bibi Rong menggendong gadis itu kemudian berjalan keluar, diikuti anak lelaki dan terakhir Nonanya.


Dokter mengerutkan keningnya ketika melihat kondisi gadis itu, tapi ia tidak berencana memeriksanya sekarang. "Ayo kita pergi dari sini."


"Kondisi gadis ini sangat parah. Apakah tubuhnya bisa bertahan jika perawatannya tertunda?" tanya Bibi Rong tidak puas.


"Karena..." Dokter tidak tahu bagaimana menjelaskannya.


Tepat sebelum kata-katanya keluar, Jiang Xingyu menyela. "Karena aura dingin disini terlalu berat dan tinggal disini hanya akan memperburuk kondisinya."


"Benar." Dokter menyetujui.


Bibi Rong secara alami tidak mengatakan apapun lagi. Menggendong gadis kecil di punggungnya lalu segera pergi.


Beberapa saat kemudian sesampainya di Rumah Medis, Dokter segera memeriksa denyut nadi gadis malang itu.


"Bukan penyakit serius. Tubuhnya memburuk karena tidak adanya nutrisi. Jika pengobatan masih tertunda beberapa hari lagi, mungkin dia benar-benar akan meninggal karena kelaparan." Kata Dokter.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kulakukan?" anak lelaki bergetar ketakutan.


"Adikmu masih koma dan tentunya tidak bisa makan. Pertama-tama harus membuat bubur cair nutrisi lalu menyuapinya secara perlahan, baru setelah itu memberinya obat. Jika tidak ada nutrisi dalam perutnya, obat apapun tidak akan bekerja." Hanya ini satu-satunya metode pengobatan yang bisa dilakukan.


"Kami serahkan perawatannya pada Dokter, juga gunakanlah obat-obatan terbaik. Uang bukan masalah selama dia bisa sehat seperti sedia kala." Jiang Xingyu berkata seolah-olah tidak takut Dokter akan memerasnya.


"Nona tidak perlu khawatir, saya akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkannya. Namun butuh waktu yang cukup lama untuk membuatnya sehat." Ucap Dokter tidak menyadari pikiran Nona cantik nan baik hati tersebut.


Jiang Xingyu tersenyum penuh arti. "Aku titipkan kedua bersaudara ini pada Dokter, keduanya akan tinggal bersama anda selama beberapa waktu. Aku akan mengunjungi mereka jika waktuku senggang. Ini adalah biaya konsultasi dan deposit perawatan, nanti masih akan ditambahkan." Kemudian ia menyerahkan sekantong uang.


"Ini..." Dokter terkejut setelah menghitung jumlah uang didalamnya, tidak menyangka pihak lain akan membayar sebanyak ini.


"Keduanya akan tinggal bersama Dokter di Rumah Medis selama jangka waktu tertentu, mereka membutuhkan makan dan minum, tentu membutuhkan uang." Kata Jiang Xingyu.


Dokter langsung mengerti. "Baiklah. Nona jangan khawatir, saya tidak akan memperlakukan mereka dengan buruk."


"Terima kasih, Dokter." Ucap Jiang Xingyu dengan tulus.


"Oh!" Jiang Xingyu menyunggingkan senyum bercanda, namun nada suaranya terdengar sangat serius."Melakukan apapun? lalu bagaimana jika aku meminta kalian untuk membunuh seseorang? apakah kalian akan melakukannya?"


Anak lelaki tersentak kaget disertai pandangan tidak percaya, karena tidak menyangka akan mendengar tanggapan seperti ini.


"Hanya bercanda, lagipula aku tidak akan membiarkan kalian berdua melakukan hal seperti itu. Sekarang bangunlah!" Jiang Xingyu tersenyum. "Jaga dirimu dan adikmu dengan baik. Aku akan mengunjungi kalian lagi. Mengenai balas budi, mari kita bicarakan lagi setelah adikmu sembuh."


Setelahnya itu ia pergi dengan Bibi Rong.


Karena kejadian tak terduga serta melewatkan banyak waktu, sudah terlambat membeli bahan makanan ataupun memasak.


Ia mengajak Bibi Rong makan di Restoran terdekat.

__ADS_1


Namun sebelum itu, ia pergi ke Toko Pakaian, membeli empat set pakaian anak lelaki dan perempuan, kemudian meminta karyawan Toko mengirimkannya ke Rumah Medis sebelumnya.


Beberapa waktu kemudian setelah selesai makan, ia dan Bibi Rong kembali pulang.


"Jika keduanya sudah sembuh, apakah Nona benar-benar akan mengaturnya seperti ini?" tanya Bibi Rong untuk memastikan.


"Tidak! Sejak awal aku tidak berencana meminta mereka untuk balas budi, aku juga tidak akan menerima mereka. Menyelamatkan mereka, aku sudah melakukan yang terbaik. " Walaupun tanggapannya terdengar berdarah dingin, tapi ia benar-benar sudah melakukan yang terbaik untuk membantu sepasang saudara kecil itu.


Terlebih lagi ia sedang berada dalam jalan balas dendam, menerima mereka disisinya hanya akan membuat mereka terlibat. Mungkin juga akan membuat mereka kehilangan nyawa.


"Benar. Setelah mereka sepenuhnya sembuh, apakah kita perlu memberi mereka uang? dan biarkan mereka menghidupi diri mereka sendiri?" tanyanya lagi.


"Tentu saja! Aturlah seperti yang Bibi katakan." Jiang Xingyu mengangguk menyetujui.


Berbicara tentang uang, tiba-tiba ia teringat bahwa uang yang diperolehnya dari Selir Mo telah berkurang cukup banyak.


Walaupun masih cukup digunakan selama beberapa waktu, itu tidak akan bertahan lama karena pasti akan ada yang namanya keperluan mendadak.


Sepertinya ia harus memikirkan cara untuk menghasilkan uang!


Sekarang ada tiga agen mata-mata di Paviliunnya, membuatnya tidak bisa berlatih seperti biasanya.


Terlebih lagi halamannya terlalu sempit jika digunakan sebagai tempat pelatihan, karena pasti akan ada jurus tertentu yang membutuhkan tempat yang luas untuk berlatih.


Ia memutuskan untuk mencari tempat yang luas. Tempat yang akan digunakan sebagai Markas dan lapangan berlatih.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2