-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
167 - Perkara pertanggungjawaban


__ADS_3

Jiang Xingyu menghindari mata Raja Chonglou. Ia tidak berani menatapnya, "Um, ya, ada yang ingin kukatakan padamu, sial, kenapa kau begitu dekat!"


Sambil berbicara, ia mengangkat telapak tangannya untuk mendorong Raja Chonglou. Namun saat tangannya menyentuh dadanya, ia merasakan detak jantung yang berdebar. Seketika ia langsung menarik tangannya karena terkejut.


"Apakah kau peduli pada reputasimu?" Raja Chonglou bertanya dengan ketidakpercayaan di hatinya.


"Tentu saja. Semua gadis pasti peduli pada reputasinya!" Jiang Xingyu membalas.


"Kalau begitu, karena kau dan aku telah melakukan kontak kulit-ke-kulit beberapa kali, jadi aku harus bertanggung jawab untuk itu?" Raja Chonglou bertanya lagi, kali ini dengan sedikit senyuman di wajahnya.


"Ahem!" Mendengar ucapan tersebut, Jiang Xingyu tersedak oleh air liurnya sendiri. "Itu terjadi karena ketidaksengajaan. Tidak perlu bertanggung jawab, tidak perlu bertanggung jawab..." Ucapnya dengan canggung.


Mendengar ini, wajah tampan Raja Chonglou langsung menjadi gelap dan kemarahan muncul di matanya, "Wanita, apa kau sudah tidak peduli pada reputasimu?"


Karena kau peduli pada reputasimu, kenapa kau tidak membiarkanku bertanggung jawab? ... Tentu saja Raja Chonglou tidak akan mengucapkan kalimat ini.


"Jika kau tidak menyebarkannya, tidak akan ada yang mengetahui hal ini." Jiang Xingyu menjelaskan.


"Lalu bagaimana jika orang lain mengetahuinya?" kata Raja Chonglou dengan ancaman dalam kata-katanya.


Seketika wajah Jiang Xingyu berubah gelap. Ia melupakan semua rasa bersalah dan kepanikannya, lalu berkata dengan marah, "Aku seorang wanita tidak peduli. Untuk apa pria besar sepertimu peduli?"


"Tentu saja aku peduli. Kau adalah wanita pertama yang memiliki hubungan kulit-ke-kulit denganku. Jika kau tidak ingin aku bertanggung jawab padamu, maka kau yang harus bertanggung jawab padaku." Ucap Raja Chonglou dengan ekspresi datar.


Jiang Xingyu tercengang, bertanya-tanya apakah ia salah dengar.


Raja Chonglou meminta pertanggungjawaban darinya hanya karena ia wanita pertama yang memiliki hubungan kulit-ke-kulit dengannya?


"Kita singkirkan topik ini dulu. Mari berbicara tentang tujuanmu datang kesini." Jiang Xingyu tidak tahu bagaimana menanggapi ucapan Raja Chonglou, jadi ia menghentikan topik reputasi dan pertanggungjawaban ini.


Meskipun Raja Chonglou tidak puas, ia tidak bisa terjerat dengan topik ini lagi. Pada akhirnya ia masih peduli dengan perasaan Jiang Xingyu. Ia tidak ingin terlalu memaksanya dan membuatnya membenci dirinya, karena bukan itu yang ia inginkan.


Raja Chonglou mundur sedikit agar Jiang Xingyu memiliki kesempatan untuk pergi.


Setelah terbebas dari kekangan Raja Chonglou, Jiang Xingyu duduk di kursi dan ia berpura-pura tenang walaupun nyatanya hatinya masih bingung.


Raja Chonglou juga duduk di seberangnya. "Aku datang kesini untuk memberitahumu sebuah berita. Seseorang menyewa seorang pembunuh dari Organisasi Elang Hitam untuk membunuhmu."


Meskipun nada suaranya santai, matanya berkilat dingin.


"Apa?" Jiang Xingyu terkejut.


Organisasi Elang Hitam?


Nama Organisasi tersebut tidak asing baginya. Tidak salah lagi! Itu adalah Organisasi pembunuh terbesar di Kekaisaran Ling Timur. Jika ia ditargetkan, hidupnya tidak akan pernah ada hari tenang.


"Siapa orang itu? dan bagaimana kau tahu?" Jiang Xingyu bertanya.

__ADS_1


"Organisasi Elang Hitam memiliki beberapa hubungan denganku. Saat mereka menyelidikimu, mereka mengetahui kau memiliki hubungan denganku, jadi mereka tidak menerima misi membunuhmu." Nada suara Raja Chonglou sedikit bangga. "Adapun siapa orang itu, tebaklah."


"Heh! Di antara orang-orang yang paling ingin aku mati, hanya Pangeran Yuhao yang mampu menyewa pembunuh dari Organisasi Elang Hitam." Jiang Xingyu mencibir.


Raja Chonglou mengangguk. "Ya. Meskipun orang itu adalah suruhan Lin Jiayun, orang yang berada di belakangnya tidak diragukan lagi adalah Nangong Yuhao. Kau harus berterima kasih padaku atas masalah ini. Karena aku, Organisasi Elang Hitam tidak menerima misi membunuhmu." Ia sedikit bangga, menunggu Jiang Xingyu berterima kasih padanya.


Jiang Xingyu sedikit tercengang. Berterima memang diperlukan! Jika Organisasi Elang Hitam benar-benar menerima misi ini, ia tidak yakin apakah hidupnya akan aman. Lagipula dengan kekuatannya saat ini, ia benar-benar tidak bisa melawan Organisasi pembunuh.


Ia masih terlalu lemah.


"Jiang Xingyu berterima kasih pada Raja Chonglou. Untuk menunjukkan rasa terima kasihku, aku akan mentraktirmu makan di lain hari." Jiang Xingyu berterima kasih dengan tulus.


"Mengapa tidak hari ini?" Raja Chonglou sedikit tidak senang. Ia datang kepadanya segera setelah mendapat kabar, dan bahkan ia belum makan siang.


"Aku tidak ada waktu hari ini." Jiang Xingyu menolak.


"...."


Tanpa menunggu Raja Chonglou berkata, Jiang Xingyu melanjutkan, "Karena Organisasi Elang Hitam tidak menerima misi membunuhku, kemungkinan Pangeran Yuhao akan mencari Organisasi pembunuh lainnya. Ngomong-ngomong, bagaimana masalah dipihakmu?"


Jika Pangeran Yin berhasil, ia bisa membalas dendam pada Pangeran Yuhao tanpa ragu. Kemudian ia bisa meninggalkan Ibukota.


"Jangan khawatir tentang masalah itu. Ngomong-ngomong, aku akan mengirim seseorang untuk melindungimu." Ucap Raja Chonglou.


Ya! Saat Feng Yuqie melakukan analisis atas masalah itu, ia sudah memutuskan mengirim seseorang untuk melindungi Jiang Xingyu.


Karena Jiang Xingyu sudah terlibat, ia tidak bisa mengambil resiko apapun atas keselamatannya.


Ia tahu Raja Chonglou ingin melindunginya dengan baik, tapi itu termasuk pengawasan baginya. Meskipun ia tidak memiliki rahasia yang tidak dapat diketahui, ia tetap tidak menyukai perlindungan seperti pengawasan ini.


Ekspresi Raja Chonglou tenggelam. "Kenapa? Aku melakukannya demi kebaikanmu."


"Aku menghargai kebaikanmu. Aku hanya tidak suka seseorang mengawasiku secara diam-diam." Jiang Xingyu bersikukuh menolak.


"Bukan mengawasi, tapi melindungi." Raja Chonglou menegaskan.


"Tapi bagiku tidak ada bedanya dengan pengawasan."


"Kau wanita! Benar-benar tidak tahu apa yang baik dan buruk!" Raja Chonglou tidak senang kebaikannya ditolak begitu saja.


"Bagaimanapun ini urusanku." Jiang Xingyu tidak menyerah.


"Kau..." Raja Chonglou merasa harga dirinya terpukul. Dia berhenti berbicara, mendengus lalu pergi dengan marah.


Jiang Xingyu juga tahu bahwa sikap penolakannya terlalu berlebihan, tetapi ia tidak menyesalinya. Ia benar-benar tidak suka seseorang mengawasinya secara rahasia.


.....

__ADS_1


Setelah Pangeran Yuhao mendengar Pelayan Jiang Xingyu melukai Lin Jiayun dan Lin Jiayin secara serius, ia memecahkan cangkir teh ditangannya. Namun ia tidak memiliki keinginan untuk membalas dendam pada Jiang Xingyu.


Terutama masalah ini disebabkan oleh Lin Jiayin. Bahkan Jendral Lin sendiri menelan kebencian ini, jadi apa lagi yang bisa ia lakukan? Jika ia pergi menemui Jiang Xingyu dan menuntut balas dendam, yang akan ia dapatkan hanyalah penghinaan lagi.


Tentu saja ia akan mencatat kebencian ini di dalam hatinya. Ketika ia memiliki kesempatan, ia akan membalasnya sekaligus dengan kebencian lama.


Hal terpenting baginya sekarang adalah pergi ke Kediaman keluarga Lin untuk melihat luka Lin Jiayun, dan berdiskusi tentang cara membunuh Jiang Xingyu.


Kediaman keluarga Lin, halaman Lin Jiayun


Pada saat ini Lin Jiayun tengah berbaring di sofa empuk di ruang kerjanya, wajahnya sedikit pucat dan matanya kusam.


Kedua Pelayan Jiang Xingyu bisa menyakitinya saat itu karena ia tidak siap ataupun waspada. Namun ia harus mengakui bahwa dua Pelayan itu cukup ahli dalam bertarung.


Yang paling membuatnya marah bukanlah Pelayan Jiang Xingyu melukainya, melainkan semua ini dilakukan secara sengaja oleh Jiang Xingyu.


Sengaja membuat Lin Jiayin marah dan memprovokasi insiden itu.


Beberapa saat kemudian...


Dengan suara 'BANG!' Pintu ruang kerja di dorong terbuka, Lin Jiayun tidak terganggu karena yang datang adalah Pangeran Yuhao.


Pangeran Yuhao bergegas masuk, mendatangi Lin Jiayun dan bertanya dengan cemas, "Jiayun, bagaimana keadaanmu?"


Melihat Pangeran Yuhao, tatapan Lin Jiayun menunjukkan sedikit kehangatan, "Lukaku tidak serius, aku hanya perlu beristirahat selama beberapa hari."


Meski demikian, Pangeran Yuhao masih sangat marah.


"Jiang-Xing-Yu!" Pangeran Yuhao menggertakkan giginya, seolah ingin menggigit Jiang Xingyu dan menghancurkannya hingga berkeping-keping.


"Saat Jiayin mulai berkonflik dengan Jiang Xingyu, aku sudah menghentikannya dan saat itu kita hendak pergi. Namun Pelayan di samping Jiang Xingyu berbicara kasar sehingga Jiayin kehilangan kendali dan membalas. Jadi pada dasarnya Jiang Xingyu yang memprovokasi masalah ini hingga terjadi pertengkaran." Lin Jiayun berkata dengan getir.


"Apa? Beraninya gadis itu bertindak semena-mena!" Mendengar itu, Pangeran Yuhao menelan nafas kemarahan. Ia berpikir bahwa insiden terjadi karena Lin Jiayin terlalu berlebihan. Diluar dugaan, ternyata Jiang Xingyu yang sengaja memprovokasi Lin Jiayin.


"Ya. Dia berani karena memiliki Raja Chonglou dan Pangeran Yin di belakangnya." Ucap Lin Jiayun.


Jika bukan karena Raja Chonglou dan Pangeran Yin, mereka tidak perlu takut dalam berurusan secara langsung dengan Jiang Xingyu.


Pada titik ini, ekspresi Pangeran Yuhao semakin jelek.


Suasana jatuh ke dalam keheningan. Setelah beberapa saat, Lin Jiayun memecah kesunyian dengan berkata, "Ngomong-ngomong, kau mengirim pesan memintaku datang menemuimu, ada apa?"


Menyebutkan masalah ini, aura Pangeran Yuhao tenggelam lagi saat ia berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku ingin bertanya bagaimana situasi bawahanmu mencari Organisasi pembunuh?"


Lin Jiayun mengangkat alisnya, seakan tidak puas dengan sikap terburu-buru Pangeran Yuhao. Walaupun demikian ia tetap menjawab, "Orang yang kukirim belum kembali."


Disisi lain, Lin Jiayin juga mendapat kabar tentang kedatangan Pangeran Yuhao ke Kediamannya. Namun ia tidak bersemangat pergi menghampirinya seperti sebelumnya. Sebaliknya ia memerintahkan Pelayannya untuk menghentikan Pangeran Yuhao jika datang menemuinya, dengan alasan ia tidak sehat.

__ADS_1


Nyatanya Lin Jiayin tidak berani bertemu dengan Pangeran Yuhao karena kondisinya. Meskipun ia hanya mengalami luka memar, ia tidak ingin Pangeran Yuhao melihat penampilannya yang seperti ini.


Hanya saja sampai Pangeran Yuhao pergi, dia tidak pernah menemui Lin Jiayin ataupun sekedar menanyakan kondisinya. Hal ini membuat Lin Jiayin merasa sangat kecewa dan tidak bahagia. Ia merasa Pangeran Yuhao telah melupakannya.


__ADS_2