
"Seseorang sedang mencari-mu diluar, kau harus keluar dulu. Masuklah ketika kau punya waktu." Ucap roh Jiang Xingyu.
Mendengar ini, Jiang Xingyu tiba-tiba teringat kondisinya. Sedangkan orang yang mencarinya, tidak perlu menebak, itu pasti Raja Chonglou.
"Lalu bagaimana caraku untuk keluar dan masuk?" tanyanya.
"Gunakan saja pikiranmu." Ucap roh Jiang Xingyu.
Jiang Xingyu segera menggunakan pikirannya sesuai intruksi.
Saat dimana dirinya memasuki ruang dimensi, saat keluar lagi tempatnya masih sama...
Dalam sekejap mata pemandangan didepannya berubah lagi menjadi pemandangan air. Namun begitu keluar, ia tersedak banyak air hingga membuat kepalanya sangat pusing.
Tepat saat hampir kehilangan kesadarannya, ia merasakan pinggangnya dipeluk erat dengan satu tangan. Melihat ternyata Raja Chonglou yang memeluknya, hatinya lega dan pada saat yang sama kesadarannya menghilang.
Yuwen Junxiu tidak memperdulikan kelelahan yang dirasakannya dan segera membawa wanitanya untuk menyelam keatas, keluar dari danau lalu menidurkannya di atas rumput kasur.
Ia mengulurkan tangannya untuk mendeteksi apakah wanitanya masih bernafas. Begitu merasakan nafasnya yang sangat lemah, hatinya bahagia sekaligus khawatir.
Kemudian Yuwen Junxiu tanpa ragu-ragu menekan tangannya di dada Jiang Xingyu, bertujuan untuk mengeluarkan air dalam perutnya.
Setelah sekian lama tidak ada reaksi, Yuwen Junxiu meraung disertai hati yang semakin khawatir. "Jiang Xingyu, cepat bangun! Jika kau tidak segera bangun, aku akan mengabaikan-mu."
"Jiang Xingyu, apa kau ingin membunuhku? jika kau mati, aku juga akan mati."
"Sialan! Seharusnya aku tidak membiarkanmu pergi."
"Kau wanita yang benar-benar merepotkan! Aku sudah bilang jangan bergerak, dan kau tetap keras kepala! Lihatlah keadaanmu, apa kau bangga sekarang?"
".....
Dengan suara 'Poof' Jiang Xingyu tiba-tiba memuntahkan air. Setelah beberapa saat, akhirnya ia memuntahkan semua air danau yang menghambat pernafasannya. Ia membuka matanya dan ingin berdiri, tapi seluruh tubuhnya terasa sangat lemah hingga tidak bisa digerakkan.
"Syukurlah kau sudah bangun." Yuwen Junxiu menghela nafas lega, kemudian membantunya untuk berdiri.
Jiang Xingyu tertegun melihat wajah tampan dalam jarak yang begitu dekat. Namun memikirkan fakta bahwa pria ini baru saja menekan dadanya, seketika pipinya terasa panas.
Melihat ketidaknyamanannya, Yuwen Junxiu menyadari pasti karena tindakannya barusan. "Jangan khawatir, aku akan bertanggung jawab padamu."
"Kau bercanda?" tanya Jiang Xingyu dengan curiga.
Yuwen Junxiu mengerutkan keningnya. "Aku tidak pernah bercanda."
"Oh. Lalu bagaimana kau akan bertanggung jawab?" Jiang Xingyu bertanya lagi, tapi tidak ada keseriusan dalam suaranya.
"Ada banyak tempat di harem Istanaku, kau bisa memilih posisi dan melakukan apapun yang kau inginkan!" Yuwen Junxiu berkata, tidak peduli posisi manapun yang dipilih Jiang Xingyu, dia adalah satu-satunya wanitanya.
Kali ini Jiang Xingyu tidak bisa membantah. Tentu saja ia tidak tertarik menjadi salah satu wanita dari harem Istana Kerajaan Chonglou.
'Hatchii...'
__ADS_1
Ia bersin disertai seluruh tubuhnya gemetar, membuatnya baru menyadari bahwa sekarang pakaiannya basah kuyup.
"Berbalik-lah." Ucap Yuwen Junxiu sekilas.
"Oh" Jiang Xingyu berbalik walaupun tidak tahu apa yang ingin dilakukan pria ini.
Selanjutnya Yuwen Junxiu menaruh telapak tangan kanannya pada punggung Jiang Xingyu dan mengirim kekuatan internal ke tubuhnya. Menggunakan kekuatan internal untuk mengeringkan pakaiannya.
Saat arus hangat memasuki tubuhnya, Jiang Xingyu merasakan hawa dingin berangsur-angsur menghilang, yang kemudian seluruh tubuhnya terasa hangat dan nyaman. Tapi ia masih merasa sangat lemah.
"Aku lelah..."
Jiang Xingyu jatuh ke pelukan Yuwen Junxiu dan perlahan nafasnya menjadi stabil.
Yuwen Junxiu segera menggendongnya dan membawanya terbang.
Kediaman rahasia..
Feng Yuqie yang merasa bosan, menggunakan sepiring cemilan untuk membujuk Ning Rui agar mau mengobrol dengannya.
"Ning Rui, apa yang telah kau pelajari dari Paman Gurumu selama ini?" tanyanya secara santai.
"Aku tidak tahu." Jawab Ning Rui yang merasa sedikit bingung.
"Kalau begitu, menurutmu lebih menyenangkan mengikuti Gurumu atau Paman Gurumu?" Feng Yuqie bertanya lagi.
"Paman Guru.'
"Karena ada banyak makanan enak."
"...." Feng Yuqie sudah menduganya.
"Tapi Paman Gurumu sangat galak."
"Dia tidak pernah galak padaku."
"Baik! Kau menang!"
"Kalau begitu kau..." Feng Yuqie ingin bertanya lagi, tapi berhenti setelah merasakan gerakan di atas atap.
Tak lama kemudian ia melihat Yuwen Junxiu melompat dari atap sambil memeluk seorang wanita.
Melihat Nona Jiang yang pingsan dalam pelukan sahabatnya, Feng Yuqie terkejut. "Apa yang terjadi padanya? apa dia dibunuh lagi?"
Yuwen Junxiu tidak menjawab, sebaliknya berkata. "Ning Rui, cepat masuk dan periksa dia." Kemudian bergegas menuju kamarnya.
"Oh." Ning Rui mengangguk lalu segera mengikuti.
Yuwen Junxiu meletakkan Jiang Xingyu di tempat tidurnya lalu menutupinya dengan selimut. Setelah itu ia mundur kebelakang, membiarkan Ning Rui maju ke depan untuk memeriksa denyut nadinya.
Feng Yuqie tertegun melihat tindakan sahabatnya. Ia tidak menyangka sahabatnya akan begitu lembut pada seorang wanita.
__ADS_1
"Tidak ada yang serius. Nona Jiang hanya kelelahan dan kedinginan. Untuk menghindari demam, aku akan memberinya pil dulu." Ucap Ning Rui setelah selesai mendiagnosa.
Mendengar ini, Yuwen Junxiu menghela nafas lega.
"Aku saja!"
Tepat saat Ning Rui akan memberikan pil, Yuwen Junxiu tiba-tiba merebutnya hingga menyebabkan Feng Yuqie tertegun lagi.
Pertama-tama Yuwen Junxiu dengan lembut menjepit kedua pipi Jiang Xingyu agar mulutnya terbuka, lalu memasukkan pil dengan hati-hati.
Setelah itu mereka bertiga beranjak keluar.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Feng Yuqie sedikit khawatir.
"Dia menghadapi pembunuhan dan jatuh kedalam danau. Saat aku menemukannya, dia sudah pingsan. Jika aku selangkah terlambat, aku khawatir dia sudah menemui Raja Hades." Yuwen Junxiu dengan sederhana menyimpulkan dan menghapus kejadian yang tidak seharusnya diungkapkan.
Feng Yuqie tercengang ketika mendengar kalimat terakhir.
"Yang membuatku penasaran adalah, kenapa setiap kali kalian bertemu, Nona Jiang selalu dalam bahaya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.
Yuwen Junxiu hanya meliriknya sekilas, tanpa berniat memberitahu.
"Hei, cepat katakan." Feng Yuqie mendesak. "Ayolah, jangan membuat jiwa gosip-ku semakin liar."
"....."
"Mungkinkah pertemuan kalian berdua semacam takdir legendaris?' Feng Yuqie bertanya penuh arti.
Tapi sahabatnya masih tidak memberikan respon apapun, yang membuatnya merasa bosan. " Lupakan. Lebih baik aku tidur saja!"
Saat ia hendak memasuki ruang belajar, sesosok tubuh melintas di depannya. "Malam ini aku akan tidur di ruang belajar."
'BANG' Pintu tertutup rapat dan Feng Yuqie masih dengan bodohnya berdiri diluar.
Sial! Apa maksudnya? Ruang belajar adalah tempat tidurnya. Bagaimana dia bisa merebutnya dengan tidak tahu malu?
Meskipun sangat kesal, ia tidak bisa berbuat apapun.
Kemudian ia menghampiri Ning Rui yang kini masih menikmati camilan. " "Ning Rui, pinjamkan aku sofa empuk untuk tidur malam ini." Ucapnya disertai pandangan tak berdaya.
Ada tiga ruangan utama di Kediaman ini, Ruang belajar, kamar utama dan kamar samping.
Ruangan belajar ditempati oleh Feng Yuqie, kamar utama ditempati oleh Yuwen Junxiu dan kamar samping ditempati oleh Ning Rui.
Bukannya tidak ada kamar lain, hanya saja tidak banyak yang tinggal disini sehingga hanya ruangan tertentu yang dibersihkan. Selain tinggal dengan Ning Rui, tidak mungkin bagi Feng Yuqie untuk tinggal sekamar dengan Paman Yu An.
"Oh." Ning Rui tidak keberatan lalu melanjutkan mengunyah camilannya.
.
.
__ADS_1
_____Happy Reading_____