-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
161 - Emosi Jiang Linxin


__ADS_3

Mereka tercengang.


Sejak zaman dahulu, wanita dilahirkan untuk menikah, mengurus suami, keluarga dan tentu saja mendidik keturunan. Jika tidak menikah, apakah ingin menjadi Biksuni?


Wajah Yuwen Junxiu tenggelam. Jiang Xingyu adalah wanitanya, jika tidak ingin menikah, bagaimana dengan dirinya?


"Kau bercanda?" Feng Yuqie bertanya tidak yakin.


"Aku akan menikah hanya jika pasanganku tidak mengekang kebebasanku." Ucap Jiang Xingyu.


Disisi lain..


Segera setelah Jiang Linxin memasuki Kediaman, seorang pelayan melapor pada Selir Mo. Karena sangat ingin tahu tentang hasil perayaan festival peony, terlepas dari tubuhnya yang lemah, dia segera bergegas menuju Paviliun Yanzi.


Dalam suasana hati yang buruk, Jiang Linxin mengusir semua pelayannya. Kemudian mengurung diri didalam kamar. Tanpa izinnya, tidak ada yang diperbolehkan masuk.


Selanjutnya terdengar suara barang-barang yang dibanting. Jiang Linxin melampiaskan emosinya dengan cara menghancurkan benda-benda disekitarnya.


Suara ini tidak kecil sehingga mereka yang berdiri diluar Paviliun, mendengar sangat jelas. Bahkan Selir Mo yang baru tiba sangat terkejut.


Melihat pelayan pribadi puterinya berdiri diluar, Selir Mo bertanya. "Ada apa?"


"Menjawab Selir, Nubi tidak tahu. Nona mengusir kami dan memerintahkan bahwa tanpa izinnya, siapapun tidak boleh masuk." Jawab pelayan.


"Tidak! Aku harus masuk dan melihatnya." Selir Mo khawatir.


Dua pelayan tersebut segera menghadang Selir Mo. Jika Nonanya semakin marah, mereka-lah yang akan menerima akibatnya.


"Pergi dari hadapanku!" Selir Mo emosi.


"Selir, Nona telah memberi perintah. Tolong jangan mempersulit kami." Pelayan bernama Yumei memohon.


"Kamu--" Selir Mo tidak menyerah lalu beralih ke cara lain yakni berteriak. "Xin'er, tolong biarkan Ibu masuk. Ibu hanya ingin bertanya."


Di dalam kamar, amarah Jiang Linxin semakin membara. Ia membuka pintu kamar lalu berteriak. "Tidak bisakah kau bertanya nanti saja? kau hanya memikirkan dirimu sendiri! Apa kau tidak bisa memikirkan perasaanku sedikit saja?"


Setelah itu Jiang Linxin menutup pintu dengan cara yang kasar, berlari ke tempat tidur lalu menenggelamkan dirinya dalam selimut, menangis histeris.


Diluar, ini adalah pertama kalinya Jiang Linxin berteriak. Jadi bukan hanya Selir Mo yang tercengang, semua pelayan juga sama.


Batin Selir Mo terasa sangat sakit, terhuyung-huyung dan hampir terjatuh, untungnya kedua pelayan yang mengikutinya segera menopangnya.


"Selir..." Ucap kedua pelayan.


"Tidak apa-apa. Ayo kembali." Selir Mo menyela.


...

__ADS_1


Langit berangsur-angsur gelap, kelompok Pangeran Yin terbang menuju Kediaman rahasia.


Begitu sampai, Pangeran Yin memerintahkan seorang penjaga untuk memanggil Paman Yu An.


Di ruang belajar, beberapa orang duduk bersama untuk membahas misi hari ini. Ketika mereka tahu bahwa Kaisar asli belum mati, melainkan dipenjara di ruangan tersembunyi di Istana Chantian, mereka terkejut sekaligus bahagia.


"Aku yakin alasan kenapa dia tidak membunuh saudara Kaisar, pasti karena dia menginginkan sesuatu dari saudara Kaisar. Bagian pentingnya sesuatu ini pasti sangat berharga." Kata Pangeran Yin.


"Aku juga berpikir begitu." Feng Yuqie setuju.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Chen Ziyue bertanya.


"Pertama, utus seseorang untuk menyamar ke Istana Changtian. Kedua, selidiki apakah ada pejabat Istana yang tidak berpihak pada Kaisar palsu." Ucap Yuwen Junxiu.


Yang kemudian suasana berubah hening...


"Aku akan mengatur penyelidikan. Sudah malam, ayo kembali dan beristirahat." Pangeran Yin memecah keheningan, sambil berdiri lebih dulu dan hendak pergi.


Jiang Xingyu juga berdiri, tapi sebelum pergi ia harus mengambil Belati miliknya. "Kembalikan Belatiku." Ucapnya sambil mengulurkan tangan ke arah Raja Chonglou.


Yuwen Junxiu mengerutkan kening lalu berkata. "Ambil sendiri jika kau memiliki kemampuan."


"Kamu--" Jiang Xingyu menatapnya dengan galak. "Itu Belatiku. Kenapa aku harus mengambilnya sendiri?"


"Bukankah kau mengatakan aku tidak memiliki kemampuan untuk mengambil Belatimu? kalau begitu ambil kembali Belatimu jika kau memiliki kemampuan." Yuwen Junxiu berkata secara provokatif.


"Ambil sendiri." Yuwen Junxiu tidak mau mengalah.


"..." Pangeran Yin, Feng Yuqie dan Chen Ziyue, termenung menyaksikan perdebatan ini.


"Huh! Tunggu saja dan lihat bagaimana aku mengambil Belatiku dari tanganmu!" Jiang Xingyu tersenyum jahat, mendengus bangga lalu berbalik pergi.


Hasil yang tidak sesuai dengan keinginannya membuat Yuwen Junxiu merasa tidak puas, tapi karena Jiang Xingyu berkata demikian, maka ia akan menunggu. Sebenarnya alasan dari tindakannya ini karena ia ingin memastikan sesuatu.


"Kau tidak mengantar Nona Jiang? apa kau tidak khawatir sesuatu terjadi padanya?" Pangeran Yin berkata pada Yuwen Junxiu sambil tersenyum.


"Huh! Untuk apa aku khawatir? dia bukan siapa-siapa bagiku!" Jawaban Yuwen Junxiu terdengar arogan.


"Jika begitu, aku yang akan mengantarnya. Pasti sangat romantis berjalan-jalan dengan gadis cantik di bawah sinar rembulan." Ucap Pangeran Yin secara sengaja.


Membuat wajah Yuwen Junxiu tenggelam. Bagaimana mungkin ia akan membiarkan wanitanya berduaan dengan pria lain? jika terjadi sesuatu antara keduanya, bukankah dirinya yang akan menyesal?


"Lupakan! Aku akan mengantarnya. Lagipula aku ingin mengembalikan Belatinya." Ucapnya.


Seakan takut didahului oleh Pangeran Yin, Yuwen Junxiu bergegas pergi.


"Hahaha!" Pangeran Yin tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


Feng Yuqie juga tertawa, namun hatinya merasa tidak bahagia. Bahkan dirinya tidak tahu apa alasannya?


Menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, kali ini Jiang Xingyu tidak terbang di atas atap, melainkan hanya berjalan kaki.


Sedangkan Yuwen Junxiu tidak langsung muncul di hadapan Jiang Xingyu. Hanya mengikuti secara diam-diam, memastikan bahwa dia baik-baik saja! Adapun soal mengembalikan Belati, dilupakan begitu saja seolah menderita gangguan amnesia.


Tiba-tiba aura Yin mendekat, Jiang Xingyu yang sedang berjalan sambil memikirkan musuh-musuhnya yang masih hidup, ekspresinya langsung berubah tajam. "Roh jahat lagi?" gumamnya.


Benar saja! Sesosok roh berjubah putih muncul di hadapan Jiang Xingyu. Rambutnya acak-acakan sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Namun dipastikan bahwa sosok ini adalah laki-laki.


"Apa kau tidak takut padaku?" roh jahat bertanya, tidak terkejut saat melihat manusia bisa melihatnya. Karena hanya manusia dengan tubuh murni lima elemen yang bisa melihat keberadaan hantu.


Seolah mendengar lelucon, Jiang Xingyu tersenyum. "Kenapa aku harus takut padamu?"


Yuwen Junxiu tidak bisa melihat keberadaan hantu, jadi dia sangat bingung saat melihat Jiang Xingyu berhenti mendadak. Bahkan ucapannya terdengar seolah ada seseorang di hadapannya.


"Gadis pemberani. Sayangnya akan segera menjadi makananku!" Roh jahat tertawa bersemangat.


"Benarkah? sayangnya kau tidak memiliki kemampuan ini." Jiang Xingyu menanggapi dengan senyum menghina.


Membuat roh jahat terbakar amarah dan kemudian hembusan angin menyerang Jiang Xingyu.


Jiang Xingyu bergerak dan disaat yang sama melemparkan jimat pembunuh hantu kearah roh jahat.


Tentu saja serangan roh jahat tidak secepat Jiang Xingyu. Oleh karena itu ketika melihat serangan jimat pembunuh hantu, dia tidak memiliki waktu untuk menghindar 'BANG!' Perutnya terkena serangan sehingga menimbulkan bau korosif menjijikkan.


Jiang Xingyu tidak sedikitpun terpengaruh, karena dirinya sudah kebal akan bau seperti ini.


Meskipun Yuwen Junxiu tidak bisa melihat hantu, bukan berarti dia tidak bisa mencium bau terbakar dan korosif. Selain itu dia melihat jimat berwarna kuning yang dilemparkan Jiang Xingyu, membuatnya semakin terkejut. Apa yang terjadi?


Roh jahat mundur beberapa langkah, bertanya disertasi ekspresi tidak percaya. "Bagaimana kau bisa memiliki jimat pembunuh hantu?"


"Menurutmu?" Jiang Xingyu tersenyum sinis. Namun dalam hatinya ia tidak menganggap enteng siapapun lawannya.


"Cih! Sebelumnya aku tidak waspada. Kali ini kau tidak akan memiliki kesempatan untuk melukaiku!" Ekspresi roh jahat berubah suram lalu menyerang lagi.


Dan kali ini Jiang Xingyu tidak menggunakan jimat pembunuh hantu, sebaliknya memanggil Belati Naga. Disaat pikirannya bergerak, Belati Naga yang semula berada di tangan Yuwen Junxiu, muncul di tangannya secepat kedipan mata.


Adegan ini tidak menarik perhatian roh jahat, tapi membuat ekspresi Yuwen Junxiu pucat pasi karena terkejut. Belati menghilang dan muncul begitu saja, siapa yang tidak akan terkejut?


Sekarang! Walaupun Jiang Xingyu terlihat seperti berlatih beladiri individu, tapi Yuwen Junxiu yakin bahwa di sedang bertarung dengan seseorang.


"Mungkinkah dia bertarung dengan hantu?" gumamnya.


.


.

__ADS_1


----Happy Reading----


__ADS_2