-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
096 - Memanggil Saksi


__ADS_3

Dada Selir Jing berdebar semakin cepat akibat amarah yang tertahan. Walaupun Dua Penjaga itu merupakan Bawahan Tuan Besar. Tapi ia yakin mereka sudah disuap oleh Bibi He.


"Pelayan! Cepat panggil Kong Ying dan Lian Yong!" Tuan Besar tentunya tahu siapa dua Penjaga yang dimaksud.


Setelahnya Ruangan menjadi sunyi dan suasana terasa sangat dingin, membuat beberapa orang merasa tertekan.


Tak lama kemudian Penjaga Kong Ying dan Lian Yong tiba. Mereka adalah dua Pria berusia awal tiga puluhan, penampilan biasa saja tapi memiliki struktur tubuh bugar dan berotot. Selain itu nafas mereka tenang dan sekilas bisa dilihat kalau mereka adalah Master Beladiri.


"Bawahan memberi salam pada Tuan Besar." Ucap Kong Ying dan Lian Yong dengan hormat.


"Apakah kalian melihat Selir Jing memegang atau menyentuh Gingseng?" Tuan Besar langsung bertanya.


"Menjawab Tuan, Bawahan tidak pernah melihatnya." Dengan sikap yang tenang keduanya menjawab serempak, tidak ada tanda-tanda berbohong seolah mereka benar-benar tidak melihatnya.


"Apa? tidak mungkin! Jelas..."


Bibi He dan Jiang Linxin sangat terkejut mendengar jawaban keduanya.


Hanya sebelum Bibi He selesai berbicara, Jiang Linxin meraih bahunya dan memberi isyarat untuk tutup mulut.


"Mengapa Nona Kedua tidak membiarkan Bibi He terus berbicara? apanya yang tidak mungkin? apanya yang jelas?" suara Selir Jing berubah agresif.


Tuan Besar juga memelototi Puteri keduanya lalu menatap Bibi. "Jelas apa? cepat katakan!"


Sekarang Bibi He sadar akan ucapannya. Namun tidak tahu mengapa kedua Penjaga yang telah ia disuap, sekarang bersikap seolah tidak mengetahui apa-apa.


Mungkinkah...


Saat sebuah pikiran muncul dibenaknya, ia menatap Selir Jing dengan mata suram. "Sebelumnya Penjaga Kong Ying dan Lian Yong telah melihat Selir Jing pergi ke Gudang untuk mengambil Gingseng dan memberikannya pada Pelayan Nujing. Mengapa sekarang kalian tidak mengatakan yang sebenarnya? atau mungkinkah kalian telah menerima sesuatu yang berharga dari Selir Jing?"


"Kami tidak seperti itu! Dan kami mengatakan yang sebenarnya." Kong Ying dan Lian Yong menyangkal, ekspresi yang tulus sulit untuk menemukan celah kebohongan.


"Tidak? jika tidak mengapa kalian menyatakan bukti palsu?" tanya Bibi He.


"Bagaimana kau tahu mereka menyatakan bukti palsu? selain itu kau tidak muncul di Gudang dari awal hingga akhir, atau apakah kau menuduhku hanya karena ucapan sepihak Pelayan Nujing? jika begitu berarti kau memang ingin menjebakku! " Selir Jing membalas.

__ADS_1


"Kau..." Sekarang giliran Bibi He yang tidak bisa menyangkal.


"Hentikan! Karena pihak yang bersangkutan adalah Pelayan Nujing, maka panggil dia sekarang!" Tuan Besar menyela disertai ekspresinya yang semakin suram.


Pelayan Nujing serta yang lain berada diluar Kamar dan tentunya suara-suara didalam terdengar sangat jelas. Membuat Pelayan Nujing bergegas masuk setelah mendengar perintah Tuan Besar.


Setelah tiba didalam, ia memberi hormat kemudian berkata. "Tuan, Penjaga Kong Ying dan Lian Yong melihat kalau Nubi menunggu diluar Gudang. Sedangkan Selir Jing masuk dan mengambil Gingseng sendiri. Tapi sekarang mereka tidak mengatakan yang sebenarnya, jika begitu bukankah mereka memihak Selir Jing?"


"Nujing, apa otakmu bermasalah? kau jelas masuk ke Gudang bersamaku dan kaulah yang memegang Gingseng itu dari awal hingga kau membawanya ke Halaman Timur. Oh! Mungkinkah kau yang menaruh racun pada Gingseng itu?" ucapan Selir Jing penuh cibiran.


"Aku tidak!" Pelayan Nujing segera menyangkalnya.


Memang bukan dirinya yang meracuni, tapi jika masalah ini tidak bisa ditangani sesuai rencana, ia takut Bibi He akan memaksanya menjadi Kambing Hitam.


"Kau berkata tidak, lalu semua orang akan percaya? sebelumnya aku juga mengatakan tidak? tapi mengapa kalian masih menangkapku?" Balas Selir Jing.


"Karena kau takut Selirku akan mendapatkan kembali hak Rumah Tangga setelah sembuh, jadi kau menggunakan cara rendahan untuk membuat Selirku semakin parah, tujuannya agar kau dapat memegang otoritas Rumah Tangga lebih lama." Pelayan Nujing tidak mau kalah.


"Oh! Jika begitu aku juga bisa mengatakan kalau kau menjebakku agar aku kehilangan posisi ini!" Ucapan Selir Jing sama seperti sebelumnya.


"Selir Jing, bagaimana kau bisa mengatakan ini? hanya untuk menjebakmu, apakah Ibuku harus mempertaruhkan nyawanya sendiri?" Jiang Linxin tidak bisa diam lagi.


"Selir Jing, apa lagi yang bisa kau katakan?" Tuan Besar sakit kepala karena masalah ini semakin berbelit-belit.


"Tuan, Selir tidak bersalah!" Selir Jing menegaskan.


"Satu-satunya cara untuk membuktikan apakah Selir Jing bersalah atau tidak yaitu dengan memeriksanya langsung ke Paviliun Yuxiang." Bibi He segera berkata.


"Tidak perlu!" Lagi-lagi Selir Jing menolak.


Hal ini membuat beberapa orang semakin curiga kalau masalah keracunan Selir Mo memang berkaitan dengannya.


"Bibi He, jika memang aku yang meracuni Selirmu, apakah kau pikir aku akan menyembunyikan buktinya di Paviliunku dan menunggu semua orang datang menangkapku? CIH! Aku tidak sebodoh itu! Lagipula ada satu orang yang bisa membuktikan ketidakbersalahanku!" Selir Jing berkata mengejek, tidak khawatir seperti sebelumnya.


Mendengar ini membuat Bibi He dan Jiang Linxin gelisah. "Siapa itu? apakah Jiang Xingyu?" batin cemas keduanya.

__ADS_1


"Siapa orang itu?" Tuan Besar bertanya.


"Menjawab Tuan, ketika Selir membawa Pelayan Nujing ke dalam Gudang Penyimpanan, Kepala Pelayan juga melihatnya. Selir yakin Kepala Pelayan akan mengatakan yang sebenarnya dan tidak akan memihak." Ucap Selir Jing tetap tenang.


Kali ini Jiang Linxin dan Bibi He berkeringat dingin, karena mereka tidak menyangka Kepala Pelayan juga ada di Gudang.


Tuan Besar mengerutkan keningnya seraya berkata pada Penjaga Lian Yong. "Cepat panggil Kepala Pelayan."


"Ya." Penjaga Lian Yong bergegas keluar usai menjawab.


Kepala Pelayan tahu ada yang tidak beres di Halaman Timur, jadi ia telah menunggu diluar. Begitu cepat, ia mengikuti Penjaga Lian Yong masuk.


Tanpa menunggu Kepala Pelayan memberi hormat, Tuan Besar berkata. "Selir Jing berkata ketika dia pergi ke Gudang bersama Pelayan, kau melihatnya? sekarang ceritakan apa yang kau lihat! Kau tidak boleh menyembunyikan apapun."


"Ya, Tuan. Itu benar. Kemarin Selir Jing berkata bahwa dia ingin melihat Buku Akuntan Gudang tahun ini, jadi saya memanfaatkan waktu luang untuk memilah-milah Buku Akuntan sebelum memberikannya pada Selir Jing dan pagi tadi saya baru menyelesaikannya."


"Saya melihat Selir Jing menuju Gudang bersama Bibi Lu dan Pelayan Nujing. Saya juga melihat Bibi Lu menunggu diluar sedangkan Selir Jing masuk bersama Pelayan Nujing. Setelah itu Pelayan Nujing mengambil kotak Gingseng dan membawanya pergi setelah mencatatnya di Buku Akuntan." Kata Kepala Pelayan.


Ruang Akuntan dan Gudang Penyimpanan berada di Halaman yang sama. Ruang Akuntan diluar sedangkan Gudang didalam. Jadi jika ingin masuk ke Gudang, secara alami harus melewati Ruang Akuntan. Selain itu siapapun yang mengambil barang dari Gudang, harus mencatatnya di Buku Akuntan serta harus menyertakan nama.


Ketika Ucapan Kepala Pelayan keluar, itu benar-benar membalikkan pikiran Jiang Linxin.


"Bibi He, apakah kau masih berpikir Kepala Pelayan telah menerima sesuatu yang berharga dariku? Pelayan Nujing ikut denganku kedalam Gudang, apa kau pikir aku bodoh sehingga melakukan hal-hal buruk didepannya?" Selir Jing mencibir lagi.


Tentu saja Bibi He dan Jiang Linxin tidak berpikir demikian. Karena Kepala Pelayan tidak bisa disuap oleh siapapun dan kesetiannya hanya pada Tuan Besar. Dengan ini, mereka sudah kalah. Namun mereka tidak akan mengakuinya begitu saja.


Sekarang jalan satu-satunya adalah menyeret Kambing Hitam.


Bibi He menatap Pelayan Nujing dan bertanya disertai ekspresi sakit hati. "Nujing, itu kau! Selir Mo memperlakukanmu dengan baik, mengapa kau melakukan ini padanya?"


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2