-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
038 - Undangan Selir Shu


__ADS_3

Suara dan ekspresi Jiang Xingyu terbilang tulus, membuat Kaisar tidak dapat menemukan jejak kebohongan.


Kaisar tidak memiliki pilihan selain mempercayainya. Ia juga sangat puas karena Jiang Xingyu lebih memilih menyembunyikan kebenarannya daripada mengeksposnya.


Tuan Besar juga terkejut dan tidak menyangka kalau Puterinya bukan menghilang, tetapi jatuh dari Tebing Kuil Yun yang dikenal sebagai Tebing Kematian. Sejak Puterinya kembali ia tidak pernah menanyakannya dan kini hatinya merasa bersalah.


"Kau juga mendapatkan berkah terselubung dari bencana ini. Mulai sekarang biarkanlah semuanya berlalu. Hari yang akan datang masih sangat panjang. Lupakanlah masa lalu dan hiduplah dengan baik." Ucap Kaisar dengan ramah.


"Hamba akan mengikuti ajaran Yang Mulia." Jiang Xingyu menanggapinya dengan tenang.


Kaisar tersenyum puas.


Jiang Xingyu secara alami melihat ekspresi puas Kaisar. Namun masalahnya tidak berakhir begitu saja.


"Yang Mulia, Hamba memiliki permintaan dan berharap Yang Mulia bisa mengabulkannya." Ucapnya.


"Yu'er..." Walaupun Tuan Besar tidak tahu apa permintaan Puterinya, Ia yakin itu bukan sesuatu yang baik.


Sebelum kata-katanya selesai, Kaisar mengangkat tangannya dan kini pandangannya tertuju pada Jiang Xingyu. "Katakan, apa permintaanmu?"


"Yang Mulia, Anda tahu Hamba memiliki kontrak pernikahan dengan Pangeran Yuhao sejak masih kecil. Namun selama ini Pangeran Yuhao tidak pernah menyukai bahkan sangat membenci Hamba. Jika kami berdua menikah, yang ada kami hanya akan saling menyakiti. Oleh karena itu sekarang Hamba memohon kepada Yang Mulia untuk membatalkan kontrak pernikahan ini." Kata Jiang Xingyu seperti sedang tidak memohon.


Membuat Kaisar dan Tuan Besar lagi-lagi terkejut. Mereka tidak mempercayainya bahkan merasa salah mendengar.


Tuan Besar bergidik ngeri. Permintaan Puterinya jelas ingin menentang Dekrit Kekaisaran. Sementara hukuman menentang Dekrit Kekaisaran bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan.


Ia pun segera berlutut. "Yang Mulia, Gadis ini berbicara omong kosong, mohon Yang Mulia jangan marah."


Saat berkata Ia sedikit memiringkan kepalanya, menatap Puterinya dengan sepasang mata peringatan. "Yu'er, kau tidak bisa mengatakan kata-kata seperti ini dengan santai. Cepat tarik kembali dan minta maaf pada Yang Mulia."


Sebenarnya Jiang Xingyu tidak bermaksud menentang Dekrit Kekaisaran, tapi semata hanya mengutarakan permintaannya. Lagipula ia belum memiliki otoritas untuk memprovokasi seorang Kaisar.

__ADS_1


Permintaanya memang tidak termasuk menentang Dekrit. Oleh karena itu Kaisar tidak marah, sebaliknya sangat penasaran. "Bukankah sebelumnya kau sangat menyukai Pangeran Yuhao? mengapa sekarang berubah?"


"Sebelumnya Hamba sangat bodoh dan tidak mengetahui apa itu cinta. Hamba hanya tahu Pangeran Yuhao adalah calon Suami Hamba, oleh karena itu Hamba terus mengikutinya. Namun sekarang Hamba sudah mengerti. Lagipula Pangeran Yuhao dan Nona Lin merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai, mengapa Hamba harus menjadi penjahat dan memisahkan mereka? sedangkan selama ini reputasi Hamba sangat buruk, bagaimana mungkin Hamba memenuhi syarat untuk menjadi Permaisuri Pangeran Yuhao?" Jiang Xingyu tidak ragu-ragu meremehkan dirinya sendiri.


"Bagaimana mungkin kau tidak memenuhi syarat? kebodohanmu sebelumnya hanyalah sebuah kecelakaan. Juga jangan bandingkan dirimu dengan Nona Lin yang arogan itu. Dari segi status kau berada diatasnya. Sedangkan dari segi wajah, sekarang kau jauh lebih cantik darinya. Selama kau tidak bertindak seperti sebelumnya, Zhen yakin Pangeran Yuhao akan mencintaimu dengan sepenuh hati." Kaisar menghibur seperti seorang Tetua bijaksana.


Setelah itu ekspresi dan nada bicaranya berubah serius. "Sejak Zaman Dahulu pernikahan selalu ditentukan oleh para Tetua. Terlebih lagi pernikahanmu ditentukan langsung oleh Mendiang Ibumu dan Selir Shu. Dekrit Kekaisaran telah diumumkan. Walaupun Pangeran Yuhao tidak bersedia, dia tetap tidak bisa menolak pernikahan ini. Sekarang apakah kau masih ingin menolak dan menentang Dekrit Kekaisaran?"


"Hamba tidak berani." Saat ini Jiang Xingyu hanya bisa mundur.


"Baiklah! Pertemuan hari ini cukup sampai disini. Zhen lelah, kalian kembalilah." Ucap Kaisar.


"Hamba pamit undur diri. Semoga Kaisar sehat selalu dan berumur panjang." Setelah memberi hormat, keduanya berjalan keluar meninggalkan Aula Ruang Belajar.


Keluar dari Aula, Tuan Besar ingin mengungkapkan kekesalannya pada Puterinya, tapi mengurungkannya karena bagaimanapun saat ini masih berada di Istana.


Bagaimana mungkin Jiang Xingyu tidak mengetahui pikiran Ayahnya? Ia pun mencibir. "Jika Ayah ingin menyalahkanku, lebih baik urungkan saja. Itu hanyalah tindakan yang tidak berguna."


Sambil berjalan menuju Gerbang Utama, Tuan Besar terus memikirkan banyak hal. Namun didetik berikutnya pikirannya terputus oleh suara yang tiba-tiba terdengar dibelakangnya. "Tuan Jiang, tolong tunggu sebentar."


Ketika pasangan Ayah dan Anak mendengar suara itu, mereka berhenti dan berbalik kebelakang.


Pemilik suara itu adalah seorang Wanita yang mengenakan pakaian Dayang Istana. Usianya sekitar 20 tahun dan wajahnya cukup cantik. Tetapi ekspresi sinisnya sangat kontras dengan wajah cantiknya.


Jiang Xingyu tidak mengenali Wanita itu, tapi Tuan Besar sangat mengenalinya. Dia adalah Dayang Istana yang selalu berada disamping Selir Shu.


"Ada apa Dayang Wu Er memanggil saya?" Tuan Besar bertanya dengan sopan.


"Tuan Jiang, saya disini untuk mencari Nona Sulung." Ucap Dayang Wu Er.


Sebagai seorang Dayang, nada bicara Wu Er terbilang tidak sesuai. Dia tidak menyebut dirinya sebagai Dayang, melainkan saya. Dari segi ini saja dia memandang rendah Tuan Besar dan Puterinya.

__ADS_1


"Oh! Mengapa kau mencariku?" Sepasang alis Jiang Xingyu berkerut tidak senang.


"Nona salah paham. Selir Shu yang mencari Nona bukan saya, bukan saya. Selir Shu sudah lama tidak bertemu dengan Nona dan sangat merindukan Nona. Setelah mendengar Nona datang ke Istana untuk bertemu Yang Mulia, Selir Shu segera mengutus saya untuk mengundang Nona ke Istana Shuyi selepas bertemu Yang Mulia. Mengundang Nona untuk mengenang masa lalu." Diakhir kalimatnya suara Dayang Wu Er terdengar mengejek.


Jiang Xingyu tidak sedikitpun terkejut karena Ia. sudah menduga hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Yang tidak Ia duga ternyata tindakan Selir Shu selangkah lebih cepat dari Puteranya.


Disisi lain kedua alis Tuan Besar berkerut kesal, khawatir sekaligus takut.


Ia kesal karena dimasa lalu Selir Shu selalu memperlakukan Puterinya dengan buruk. Kini ia khawatir Puterinya akan mendapatkan perlakuan buruk yang sama ketika bertemu Selir Shu lagi. Jika bisa ia ingin menolak undangan ini.


Jiang Xingyu tentu memahami situasinya. Jika menolak, Ia yakin Selir Shu tidak akan membiarkannya keluar dari Istana dengan mudah.


Namun apakah ia akan mendapatkan perlakuan buruk lagi, semuanya tergantung apakah Selir Shu memiliki kemampuan atau tidak.


"Ayah, kau kembalilah dulu. Jangan menungguku." Ucapnya pada Sang Ayah.


"Ini..." Tuan Besar tidak bisa berbuat apa-apa, Ia pun berkata. "Ayah akan menunggumu disini."


"Aku akan kembali secepatnya." Jiang Xingyu mengangguk begitu saja.


"Pimpin jalan." Ucapnya sekilas pada Dayang Wu Er.


Dayang Wu Er tidak mengatakan apapun, hanya berbalik dan pergi. Postur berjalannya sombong seperti bukan seorang Dayang.


Melihat kepergian Puterinya, pikiran Tuan Besar sangat rumit. "Puteriku, kau harus baik-baik saja." Batinnya tanpa sadar.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2