-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
021 - Pulang


__ADS_3

Mendengar keributan, Feng Yuqie yang berada di ruangan VIP juga keluar. Lalu bertanya pada seorang pelayan. "Apa yang terjadi?"


"Tuan yang tadi bersama anda sedang mengejar seorang Nona berpakaian merah." Pelayan menjawab dengan hormat.


Feng Yuqie tercengang. Ternyata Nona berpakaian merah memang musuh yang dibicarakan sahabatnya.


"Sepertinya kemampuan Nona ini cukup hebat." Ucapnya yang semakin penasaran.


Namun sekarang Ia terpaksa membereskan masalah terlebih dahulu.


Ia menghela nafas tak berdaya ketika melihat seorang wanita cantik yang kabarnya ditendang sejauh dua meter oleh sahabatnya. "Menendang wanita secantik ini. Dia memang tidak berperasaan. Ah Feng, cepat panggil Dokter!"


"Ya, Tuan." Jawab hormat Ah Feng, penjaga pribadinya.


....


"Menyingkir! Cepat menyingkir!" Sambil berlari, Jiang Xingyu berteriak pada orang-orang yang menghalanginya.


Aksi kejar-kejaran yang tak kunjung berakhir tidak hanya membuat jalanan berdebu, juga membuat banyak orang kesal karena merasa terganggu.


Beberapa menit kemudian, jarak antara keduanya semakin dekat.


"Tidak bisa terus seperti ini. Aku harus memikirkan cara." Jiang Xingyu berpikir keras.


Ketika ada pedagang yang sedang menjajakan sekantong kedelai. Ia berhenti sejenak membelinya kemudian menaburkannya pada jalanan dibelakangnya. Meskipun tidak bisa menghentikan pria itu, setidaknya bisa menunda waktunya.


Benar saja! Langkah Yuwen Junxiu tergelincir ketika menginjak taburan kedelai, bahkan terhuyung-huyung dan tidak bisa bergerak maju. "Sial!" Umpatnya dengan kesal.


Setelah berhasil keluar dari taburan kedelai, Ia semakin kesal karena kehilangan jejak gadis itu.

__ADS_1


"Wanita itu..." Ia menggertakkan giginya dan terpaksa kembali ke restoran lagi. Namun sebelum kakinya melangkah, tiba-tiba ada banyak pedagang yang memblokir langkahnya.


Ketika keduanya saling kejar-kejaran, ada banyak Kios yang merugi. Kini semua pemilik kios yang merugi mendatangi Yuwen Junxiu.


Saat ini wajah tampan Yuwen Junxiu lebih gelap dari awan hitam. Hatinya bersumpah jika sampai gadis itu tertangkap lagi, Ia akan menyiksanya sampai amarahnya mereda.


Disisi lain. Sebenarnya Jiang Xingyu tidak lari jauh, sebaliknya melompat pada dinding yang cukup tertutup, bersembunyi dengan baik kemudian keluar setelah pria itu tidak terlihat lagi.


Kemudian Ia melanjutkan perjalanannya kembali ke Jiang Mansion.


Sepanjang jalan pulang, ekspresinya entah mengapa tak menentu, kadang tersenyum dan kadang juga murung.


Ia tersenyum puas telah memberi pelajaran pada musuhnya, namun kembali murung karena musuh utamanya masih hidup sehat dan masih tidur dengan nyenyak.


Bersamaan dengan jarum jam yang terus berputar, langkah kakinya akhirnya sampai di tujuan.


Pandangannya terpaku pada bangunan tinggi didepan matanya. Di atas gerbang utama tergantung plakat besar bertuliskan 'Jiang Mansion'.


Walaupun gaji resmi pas-pasan, Jiang Mansion masih memiliki beberapa bisnis yang pendapatannya lumayan besar. Memang tidak sekaya Lin Mansion, namun setidaknya terbilang kaya jika dalam istilah zaman modern.


Adapun darimana pemilik tubuh mendapatkan gelar Nona Sulung terhormat, tidak lain karena Dia mendapatkan dukungan penuh dari pihak Ibunya, Nalan Mansion.


Setelah melepas cadar yang menutupi wajahnya, Ia berjalan santai menuju gerbang utama.


Ketika dua penjaga melihat seorang Nona mendekat. Mata mereka terbelalak kaget dan bertanya-tanya dari manakah Nona cantik ini berasal.


Menilai dari ekspresi, sepertinya keduanya tidak mengenali Jiang Xingyu. Juga, siapa yang akan menyamakan keindahan surgawi dengan gadis jelek dan bodoh?


Mengabaikan perhatian penjaga yang teralihkan, Jiang Xingyu berjalan masuk dengan posisi kedua tangannya berada dibelakang punggungnya.

__ADS_1


Dan ketika melihat Nona cantik sepertinya akan langsung masuk, kedua penjaga segera bereaksi dan tanpa sadar menghalanginya.


Salah satu penjaga bertanya dengan ramah. "Nona, apa kau datang untuk bertemu seseorang? jika demikian, biarkan hamba melaporkannya terlebih dahulu."


Jiang Xingyu melirik kedua penjaga. "Tidak perlu. Aku akan masuk sendiri."


Kemudian Ia melangkah masuk mengabaikan panggilan kedua penjaga.


"Nona, kau tidak bisa..."


"Apa yang terjadi?" suara kedua penjaga disela oleh suara sombong seorang wanita.


Seorang wanita berusia sekitar empat belas tahun berjalan mendekati gerbang utama. Pakaian yang dikenakannya berkibar dan membuat sosoknya terbilang anggun. Identitasnya adalah Nona ketiga, Jiang Linyao.


Jiang Linyao adalah saudari dari Nona kedua yang bernama Jiang Linxin. Meskipun lahir dari Ibu yang sama, tapi kepribadian keduanya jauh berbeda.


Sifat Jiang Linxin tenang, lembut dan anggun. Sedangkan sifat Jiang Linyao sombong dan galak.


Walaupun seorang Nona, sebenarnya identitas mereka terbilang rendah dan tidak pantas menyandang status Nona. Tapi karena situasi tidak terduga, mereka berhasil menempati posisi Nona kedua dan ketiga.


Identitas pemilik tubuh terhormat karena lahir dari seorang istri sah, sedangkan keduanya lahir dari seorang Selir. Namun tidak dapat disangkal bahwa keduanya adalah saudara tirinya.


Melihat Jiang Linyao lagi, ekspresi Jiang Xingyu berubah.


Selama bertahun-tahun Dia adalah orang yang sering menindas dan menipu pemilik tubuh. Juga yang paling berjasa atas keberhasilan pemilik tubuh ketika keluar dari Kediaman.


Bisa dikatakan yang paling menginginkan kematian pemilik tubuh adalah Ibu dan kedua puterinya ini. Karena mereka menganggap pemilik tubuh sebagai penghalang masa depan mereka.


.

__ADS_1


.


______Happy Reading_____


__ADS_2