
Ketika Bibi He mendengar berita mengejutkan tentang Nyonyanya, ia segera berlari menuju Paviliun Utama.
Setelah sepuluh hari beristirahat, kondisi dan cedera Bibi He perlahan membaik. Tak terasa sangat sakit lagi ketika bangun dari tempat tidur dan berjalan-jalan, juga sudah lama ia bisa mengurus dirinya sendiri.
Dengan keadaan yang sudah membaik, dalam dua hari kedepan ia berencana kembali bekerja untuk Nyonyanya. Namun tanpa diduga sekarang telah terjadi sesuatu yang besar.
Ketika tiba di Kamar Nyonyanya, ia melihat Nyonyanya terbaring dengan wajah pucat dan perban yang melingkari kepalanya.
Melihat ini air matanya tiba-tiba mengalir.
Obat yang diminum Selir Mo mengandung efek samping mengantuk, jadi tertidur tak lama setelah meminum obat.
Hanya saja meski tertidur, rasa sakit dikepalanya membuatnya mengerutkan kening tanpa sadar.
"Apa yang terjadi? mengapa Nyonya sampai seperti ini?" Bibi He dengan dingin memandang Pelayan Nujing dan Nuying.
Karena selama masa penyembuhannya, Nujing dan Nuying adalah Pelayan terdekat yang bertugas disisi Nyonyanya. Jadi apa yang terjadi pada Nyonyanya adalah kelalaian tugas keduanya.
Keduanya tahu status Bibi He bukan Pelayan biasa, oleh karena itu mereka tidak kesal atas pertanyaan ini. Sementara Nuying bertugas menjaga Selir Mo, Nujing mengajak Bibi He keluar untuk berbicara agar tidak mengganggu istirahat sang Nyonya.
Nujing memberitahu Bibi He tanpa melewatkan sepatah katapun. Bibi He emosi dan marah pada Jiang Linyao, tapi ia lebih marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apapun. "Nona Ketiga tidak hanya melakukan hal-hal bodoh, tapi juga menyakiti Ibunya sendiri. Sebenarnya dia bodoh atau apa?"
Sedangkan di Paviliun Yuyan, setelah berlari ke Halaman Timur, Jiang Linyao kembali ke Paviliunnya dan mengunci diri didalam Kamarnya.
Suara benda-benda hancur dan gelombang teriakan kutukan, mengejutkan para Pelayan yang sedang bertugas di seluruh Halaman Timur. Tapi tidak ada yang berani membujuk ataupun menghibur Jiang Linyao. Itu karena ketika marah, perilakunya berubah seperti Setan dan membuat mereka ketakutan.
Saat ini Jiang Linxin tidak punya waktu untuk memperhatikan apa yang dilakukan Saudarinya. Ia sekarang khawatir tentang bagaimana membuat Ayahnya tidak setuju untuk menyerahkan hak urusan Rumah Tangga pada Selir Jing. Ia juga berpikir apakah harus menyingkirkan Miaojie atau tidak.
Yuzui adalah Pelayan kepercayaannya, tentunya sangat mengenal temperamen Nonanya. Ia pun berkata. "Jika Nona menyingkirkan Miaojie, Nona juga harus membuat Nona Ketiga menyangkal kejadian ini tidak berkaitan dengannya. Jika tidak demikian percuma saja Nona menyingkirkannya."
Setelah diingatkan oleh Pelayannya, Jiang Linxin teringat akan kebodohan Saudarinya.
Benar! Jika ingin menyingkirkan Miaojie, ia harus membuat Saudarinya menyangkalnya. Jika tidak percuma saja, masalah ini hanya akan semakin besar jika semuanya terekspos.
"Nona, Nubi merasa tidak perlu menyingkirkan Miaojie. Sebaliknya gunakan Keluarganya untuk mengancamnya agar dia menanggung semuanya sendirian. Nubi juga mendengar Miaojie dan Miaozhu telah diatur oleh Nona Sulung untuk bertugas membersihkan Pispot. Keduanya tidak bersedia, terutama Miaojie. Tadi banyak Pelayan yang berasumsi kalau Miaojie berniat meracuni Nona Sulung karena kesal." Kata Yuzui.
"Selain itu Nubi takut orang-orang akan mengatakan omong kosong. Membuat Selir Jing menggunakan alasan ini untuk menyerang Nyonya." Jelasnya mengungkapkan semua pikirannya.
"Kau tidak perlu khawatir tentang Selir Jing. Lagipula dia memang selalu mencari-cari kesalahan Ibuku. Sebaliknya yang aku khawatirkan adalah Kepala Pelayan." Ucap Jiang Linxin tidak sekalipun merasa khawatir.
"Kepala Pelayan sudah berada di Kediaman selama bertahun-tahun. Tentunya dia tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak. Namun sebaiknya Nona berbicara dengan Kepala Pelayan secara pribadi." Saran Yuzui.
__ADS_1
"Kau benar. Aku juga harus menjelaskan kejadian dimana Linyao mendorong Ibu hingga melukainya. Aku hanya bisa menjelaskan kalau Ibu tidak sengaja terjatuh sendiri, tidak ada kaitannya dengan Linyao." Jiang Linxin benar-benar sakit kepala dengan masalah ini.
"Ayo pergi temui Linyao dulu." Ucapnya lalu berjalan keluar.
Di Paviliun Yuyan, teriakan dan suara-suara benda hancur tiba-tiba berhenti. Membuat para Pelayan khawatir apakah terjadi sesuatu yang buruk pada Nona Ketiga.
Hingga Ming Er tidak tahan lagi, ia berjalan mendekati pintu dan mencoba memanggil Nonanya.
"Pergi!" Mendengar satu kata kemarahan dari dalam, semua Pelayan menghela nafas lega.
"Kalian semua pergilah. Ming Er menunggu diluar Paviliun dan berjaga dengan Yuzui, ingatlah tidak ada yang diizinkan masuk!" Jiang Linxin mendatangi Paviliun Yuyan dan membiarkan semua orang pergi. Ada banyak hal yang harus ia katakan pada Saudarinya, semakin sedikit orang yang tahu, semakin lebih baik.
"Ya, Nona Kedua." Para Pelayan menerima perintah dan pergi setelahnya.
Walaupun Ming Er kebingungan, ia tetap menurut.
Setelah semua orang pergi, Jiang Linxin mendekati pintu Kamar seraya berteriak. "Linyao, cepat buka pintunya!"
"Tidak! Pergilah! Aku tidak ingin melihatmu!" Jiang Linyao menanggapi dengan emosi. Ia masih marah atas tamparan bertubi-tubi yang diterimanya.
"Jika kau tidak mau membukanya, aku akan menendangnya!" Ucap Jiang Linxin dengan dingin. Sekarang ia tidak memiliki waktu untuk berbicara omong kosong.
"Sudah kukatakan, aku tidak mau melihatmu!" Jiang Linyao tetap bersikukuh. Ia tidak percaya Saudarinya benar-benar akan membuka pintu secara paksa.
Setelah pintu ditendang hingga terbuka lebar, Jiang Linyao yang sedang berbaring ditempat tidur, melompat karena kaget seraya memandang Saudarinya dengan mata bingung. "Kau, kau..."
Jelas ia tidak berpikir Saudarinya benar-benar menendang pintu.
Dalam tiga langkah Jiang Linxin berjalan kehadapan Saudarinya, tidak berbicara, hanya menatapnya dengan mata suram.
"Kau..." Entah mengapa Jiang Linyao merasa menggigil ketika melihat tatapan suram Saudarinya. Hatinya ketakutan hingga tanpa sadar terjatuh lagi ke tempat tidurnya.
"Linyao, apa kau masih tidak menyadari telah menyebabkan masalah besar?" suara Jiang Linxin ringan tanpa kemarahan. Tapi dengan suara seperti ini, justru menunjukkan seberapa besar tingkat kemarahannya.
"Aku..." Jiang Linyao membuka mulutnya, tapi tidak bisa mengatakannya.
Sejujurnya ia tahu telah menyebabkan masalah, tapi karena ditampar berkali-kali, hatinya tidak terima sehingga ia tidak ingin mengakuinya.
Sekarang menghadapi Saudarinya yang terlihat menakutkan, ia semakin tidak bisa mengatakan apapun.
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, kau harus menjawabnya dengan jujur. Apa kau dengar?! " Kata Jiang Linxin bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Oh!" Jiang Linyao menganggukkan kepalanya.
"Darimana kau mendapatkan racun itu?" tanya Jiang Linxin.
"Itu diberikan oleh Lin Jiayin." Jawab Jiang Linyao.
Jiang Linxin mengangkat alisnya, terkejut dan bertanya lagi. "Bagaimana kau meyakinkan Miaojie untuk bekerja sama denganmu? "
"Aku, Ming Er yang menjalankan rencana ini. Aku tidak tahu!" Jiang Linyao sungguh tidak tahu. Ming Er hanya mengatakan kalau Miaojie telah setuju. Adapun seperti apa prosesnya, Ming Er tidak memberitahunya. Sebaliknya mengatakan bahwa rencananya telah berhasil.
Kali ini Jiang Linxin tidak bertanya lagi, berbalik dan berjalan ke pintu, kemudian berteriak kearah luar. "Yuzui, biarkan Ming Er masuk."
Setelahnya Ming Er masuk, seluruh tubuhnya gemetar karena ketakutan sekaligus kebingungan, bahkan suaranya terdengar gemetar. "No-Nona Kedua,"
"Katakan padaku bagaimana kau meyakinkan Miaojie untuk bekerja sama denganmu?!" Jiang Linxin langsung bertanya.
"Nona, Nubi..." Ming Er memberitahu semuanya. Dari saat pertemuan Nonanya dengan Nona Lin, hingga proses memanfaatkan Miaojie.
Setelah mendengar keseluruhan kebenarannya, ekspresi Jiang Linxin berubah lebih baik.
Namun bagi Jiang Linyao, Saudarinya masih sangat marah. "Bodoh! Apa kau tidak menyadari telah dimanfaatkan oleh Lin Jiayin? jika sejak awal kau mendengarkan Ming Er, masalah ini tidak akan terjadi!"
"Aku..." Jiang Linyao tanpa sadar ingin membantah, tapi berhenti setelah melihat tatapan tajam Saudarinya.
Kapan Saudarinya berubah begitu menakutkan?
"Linyao, dengarkan aku. Ketika Ayah kembali dan menangani masalah ini, kau harus mengendalikan mulutmu! Kau tidak boleh mengakui entah itu rencanamu untuk meracuni Jiang Xingyu ataupun mendorong Ibu hingga terluka."
"Aku akan mengatur semuanya. Sama seperti yang dikatakan para Pelayan, Miaojie meracuni Jiang Xingyu karena tidak terima telah perintahkan untuk membersihkan Pispot. Selama Miaojie menanggung masalah ini sendiri, kau akan terhindar dari hukuman. Adapun Ibu, aku akan mengatakan kalau Ibu tidak sengaja terjatuh. Apa kau mendengarnya?!" Jiang Linxin memperingati dengan tegas.
Tatapan sengitnya membuat Jiang Linyao segera menjawab. "Aku mendengarnya."
"Bukan hanya untuk mendengarnya saja, kau harus melakukannya. Jika kau tidak ingin mengecewakan Ayah, jika kau masih ingin berpartisipasi dalam Festival Peony, kau harus melakukan semua yang kukatakan tadi." Sejujurnya Jiang Linxin masih mengkhawatirkan Saudarinya akan mengatakan hal-hal bodoh lagi dan membuat masalah ini semakin rumit.
Mendengar masalah yang disebabkannya mungkin akan membuatnya tidak bisa berpartisipasi dalam Festival Peony, Jiang Linyao gugup dan segera berubah serius. "Tenang saja, Saudari. Aku pasti akan melakukan semua yang kau katakan."
Setelah itu Jiang Linxin keluar.
.
.
__ADS_1
_______Happy Reading______