-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
029 - Dipanggil Ke Aula Utama


__ADS_3

"Sepertinya Bibi Lu salah. Aku Jiang Xingyu. Bukan Ibuku, Nalan Wangzi." Bibi Lu tidak memiliki dendam dengan pemilik tubuh, jadi Ia tidak keberatan menjelaskannya.


"Apa?! A-Anda Nona Sulung?" Bibi Lu tidak terkejut dan tidak menyangka.


Ia terkejut karena selama ini Nona Sulung sangat bodoh, bahkan kalimat benar dan lengkap sulit keluar dari mulutnya.


Tapi sekarang...


Nada ini, suara ini, kalimat benar dan lengkap ini, jelas diucapkan oleh orang normal.


Curiga, Ia tidak bisa menahan diri dan bertanya dengan sopan serta berhati-hati. "Nona, maafkan kelancangan Nubi. Nubi ingin bertanya, bukankah sebelumnya Nona bodoh? apakah sekarang sudah sembuh?"


"Ya! Aku sudah sembuh." Suara Jiang Xingyu datar dan tanpa emosi.


Bibi Lu semakin terkejut. Namun ketika daun telinganya mendengar suara datar, Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangi wajah cantik itu.


Ketika memikirkan luka Nona Ketiga, batinnya tanpa sadar mengagumi Nona Sulung yang sekarang sudah berubah.


Walaupun Jiang Qianxi tidak tahu mengapa Bibi Lu berekspresi terkejut, kini Ia yakin Nona cantik ini adalah Kakak Perempuannya. Kakak yang sangat Ia rindukan.


Segera kecurigaannya menghilang dan Ia bergegas berlari menuju Kakak Perempuannya.


"Kakak. Kau benar-benar Kakak Perempuanku. Aku sangat merindukanmu." Ucapnya sangat bahagia disertai pelukan erat.


Menghadapi Jiang Qianxi, wajah datar Jiang Xingyu berubah lembut lalu membalas pelukan hangatnya. "Kakak juga merindukan Xi'er. Namun sekarang Xi'er harus kembali dulu dengan Bibi Lu karena Kakak masih harus melakukan sesuatu." Ucapnya lembut.


"Baiklah. Tapi Kakak jangan lupa mengunjungi Xi'er ya?" walaupun enggan, Jiang Qianxi masih patuh dan melepaskan pelukannya.


"Tentu saja." Jiang Xingyu tersenyum.


Seakan mengingat sesuatu, Ia menghentikan Bibi Lu dan memberinya peringatan. "Bibi Lu, tolong sampaikan pesanku pada Selir Jing. Selama Dia tidak memiliki pikiran buruk terhadapku, dengan senang hati Aku akan membantunya untuk mendapatkan apa yang Dia inginkan."


Bibi Lu terpana selama beberapa waktu, saat hendak mengatakan sesuatu, Nona Sulung sudah pergi dan menyisakan aura sombongnya.

__ADS_1


Setelah Bibi Lu pergi, seseorang datang ke Halaman Utara lagi. Kali ini bukan orang yang mencari masalah atau orang yang penasaran, tapi seorang Pelayan yang dikirim oleh Tuan Besar untuk memanggil Jiang Xingyu ke Aula Utama.


Setelah Pelayan menyampaikan perintah Tuan Besar, Ia berpamitan pergi walaupun hatinya masih ingin mengagumi kecantikan Nona Sulung.


Tiba-tiba kesenangan muncul dimata Jiang Xingyu. Dengan langkahnya yang ringan Ia pergi menuju Aula Utama.


Sepanjang jalan para Pelayan yang sedang bertugas memandangi wajah seorang Wanita cantik dengan berbagai jenis tatapan.


Ada yang memandangi dengan kagum, ada yang bingung, juga ada yang menghina.


Menilai reaksi para Pelayan, sepertinya mereka sudah mendengar berita kembalinya Nona Sulung. Bahkan juga mendengar tentang perubahan wajahnya. Tapi sayangnya mereka tidak mengetahui apakah Nona Sulung tetap bodoh atau tidak.


Jadi karena tidak mengetahui beritanya secara lengkap, ada beberapa Pelayan yang berpikir Nona Sulung masih bodoh. Tidak peduli seberapa cantik wajahnya, mereka tetap meremehkannya.


Sedangkan Pelayan lain walaupun tidak menyukai sang Nona Sulung, mereka tidak pernah meremehkannya, menipunya atau menindasnya. Mereka hanya menganggapnya sebagai orang yang tidak terlihat.


Pikiran Jiang Xingyu. Bagi Pelayan yang pernah menyakiti ataupun hanya sekedar membantu Tuannya untuk menindas, menyakiti dan menipu pemilik tubuh, ketika waktunya tiba Ia pasti akan membuat mereka berakhir seperti Tuannya.


Semua anggota Keluarga berkumpul bersama di Aula Utama.


Saat ini dikursi utama, duduk seorang Pria berusia sekitar 36 tahun. Mengenakan pakaian berkualitas dipadukan dengan wajah tampan ciri khasnya. Penampilan penuh pesona yang tidak sesuai dengan usianya.


Pria itu adalah seorang Kepala Keluarga, Tuan Besar, Jiang Zhang Wei.


Menilai dari jabatan resmi, Jiang Zhang Wei memang tidak memiliki kekuasaan kuat. Namun fakta bahwa Keluarganya merupakan Keluarga Pejabat kelas.


Selama sekian tahun menjadi Kepala Keluarga dan terjun dalam bidang politik, secara alami momentumnya membentuk seorang Pemimpin.


Pada saat ini Tuan Besar menatap kearah pintu Aula. Alisnya secara tidak sadar berkerut hingga membuat banyak orang tidak berani berbicara.


Sesungguhnya Tuan Besar merasa lega mendengar Puteri pertamanya telah kembali. Karena setidaknya Ia tidak perlu khawatir bagaimana caranya menjelaskan kepada Kaisar jika Puterinya menghilang.


Ia juga terkejut ketiga mendengar Puterinya sudah tidak bodoh, bahkan wajahnya berubah sangat cantik dan sangat mirip dengan mendiang Isterinya, Nalan Wangzi.

__ADS_1


Setelah keterkejutannya, Ia merasa sedikit risih dan tidak enak hati.


Tidak enak hati karena selama 5 tahun terakhir Ia tidak memperdulikannya, risih karena sekarang Puterinya sudah tidak bodoh dan Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya.


Disebelah kursi utama Pemimpin Keluarga, Selir Mo duduk dikursi utama lainnya yang dikhususkan untuk posisi Nyonya.


Dengan statusnya seharusnya Ia tidak memenuhi syarat untuk menduduki kursi itu. Tapi semenjak urusan Kediaman jatuh ketangannya, secara tidak tahu malu Ia menganggap dirinya sebagai Nyonya.


Bahkan setiap kali Selir Mo duduk diposisi itu, Tuan Besar tidak pernah melarang ataupun membicarakannya.


Bukankah sama seperti menyetujuinya?


Duduk dikursi sisi kiri dibawah kursi utama adalah Selir Kedua, Jing Rong.


Sejak Bibi Lu menyampaikan pesan yang dikirim Nona Sulung padanya, batin Selir Jing tidak tenang.


Awalnya Ia meminta Bibi Lu untuk melihat apakah Nona Sulung terluka atau tidak. Jika terluka Ia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Selir Mo.


Namun yang tidak pernah Ia pikirkan, bukan hanya Nona Sulung tidak terluka parah, bahkan mengirim pesan yang tidak terduga padanya. Sebuah pesan yang sangat mengejutkan.


Setelah memikirkannya lagi, Ia memang berada di Kapal yang sama dengan Nona Sulung, yaitu memiliki musuh yang sama!


Jika Nona Sulung benar-benar memiliki kemampuan untuk membantunya mendapatkan apa yang Ia inginkan, secara alami Ia akan bergabung dan menghargai bantuannya.


Namun jika tidak memiliki kemampuan, apa gunanya berlayar di Kapal yang sama?


Mengenai memiliki kemampuan atau tidak, Ia akan mengetahuinya sebentar lagi.


.


.


_______Happy Reading____

__ADS_1


__ADS_2