
Sebelum pergi, Puteri Yanning mengenakan cadar untuk menghindari dikenali oleh seseorang tertentu.
Ketika kelompok Pangeran Yin datang ke aula Paviliun Mingxiang, mereka segera menarik kekaguman semua orang.
Akan tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang berstatus tinggi, sehingga tidak membuat argumen apapun.
Namun saat keluar, segera terjadi keributan yang tak terkendali.
Ada teriakan dan diskusi panas di sekitar.
"Wah, itu Pangeran Yin! Ketampanannya membuatku mati lemas."
"Jika aku bisa menikah dengan Pangeran Yin, bahkan jika aku harus kehilangan sepuluh tahun hidupku, aku bersedia!"
"Jangan katakan menikah, walaupun hanya jadi pelayannya, aku bersedia."
"Ada juga Tuan Muda Feng dan Tuan Muda Chen, aku bersedia mengikuti salah satu dari keduanya."
"Siapa pria berbaju ungu itu? penampilannya sangat luar biasa!"
"Benar! Auranya tidak kalah dari Pangeran Yin."
"Juga, gadis berbaju merah itu adalah Puteri Yanning. Kenapa dia memakai cadar?"
"Mungkin Tuan Puteri ingin menyembunyikan identitasnya."
"Hei, siapa gadis berpakaian ungu itu? apa dia kekasih dari pria berbaju ungu? mereka terlihat sangat cocok!"
"Ya! Mungkin memang sepasang kekasih. Bagaimanapun mereka berdua mengenakan warna pakaian senada."
Jiang Xingyu mengerutkan alisnya. Bukan begitu! Ia mengenakan pakaian ungu karena selain warna merah, warna ungu adalah warna favoritnya. Selain itu ia tidak menyangka akan bertemu pria gunung es, jika tahu ia tidak akan mengenakan pakaian berwarna ungu.
Dan kalimat tersebut akan membuat pria gunung es salah paham padanya.
Benar saja, Yuwen Junxiu yang berada di sebelahnya menatapnya dengan penuh arti.
"Hah! Bukankah itu Jiang Xingyu?"
Akhirnya seseorang mengenalinya.
"Benarkah?"
"Kudengar Jiang Xingyu berubah cantik. Jika gadis itu memang benar dia, maka rumor itu tidak salah. Dia benar-benar sangat cantik!"
"Itu benar! Aku tiba-tiba merasa Lin Jiayin sudah tidak layak memegang tahta kecantikan pertama Ibukota."
"....."
Pangeran Yuhao dan yang lainnya masih menikmati teh di lantai dua Paviliun Mingxiang. Duduk di dekat jendela, ia melihat dengan jelas keributan yang terjadi di jalan. Ekspresinya berubah pucat saat melihat orang tertentu.
__ADS_1
"Hao, ada apa?" tanya Lin Jiayun yang tiba-tiba merasakan firasat buruk.
Diikuti ekspresi kebingungan di wajah yang lain.
"Itu dia!" Gumam Pangeran Yuhao yang masih belum pulih dari keterkejutannya.
"Dia? siapa?" tanya Lin Jiayun.
"Pria berbaju ungu, Raja Chonglou, Yuwen Junxiu." Setelah berkata, Pangeran Yuhao menarik nafas dalam-dalam.
"Apa?!"
Dua kata 'Raja Chonglou' bagaikan guntur yang tiba-tiba meledak di benak semua orang.
"Dan dia adalah pria berbaju ungu yang menyelamatkan Jiang Xingyu!" Ucap Pangeran Yuhao disertai gertakan giginya.
"Apa?!"
Semua orang kembali terkejut.
Mereka mendengar, hari ketika sebuah panah melesat ingin membunuh Jiang Xingyu, seorang pria berbaju ungu menyelamatkannya, dan pria itu bersama dengan Pangeran Yin.
Ekspresi Lin Jiayun sangat suram. "Kapan dia datang ke Ibukota? mengapa kita tidak punya berita apapun?"
Karena hubungan Raja Chonglou dan Pangeran Yin, banyak pihak yang mengirim mata-mata untuk memantau pergerakan keduanya. Raja Chonglou telah berada di Ibukota selama berhari-hari, tapi tidak di temukan jejak apapun.
Apa yang tidak mereka ketahui adalah, hari ketika Jiang Xingyu diselamatkan oleh Raja Chonglou, semua beritanya di tenggelamkan dan hanya sedikit orang yang mengetahuinya.
"Motif kedatangan Raja Chonglou pasti tidak sederhana. Mungkinkah dia dan Pangeran Yin merencanakan sesuatu?" ucap Shu Yinfeng yang terlalu takut untuk mempercayai tebakannya sendiri.
"Jika Raja Chonglou datang sendiri atau hanya membawa beberapa orang, kita tidak perlu khawatir. Selain itu Pangeran Yin tidak membawa banyak orang saat dia kembali. Sekarang yang terpenting adalah memeriksa apakah ada orang-orang mencurigakan yang keluar masuk Ibukota akhir-akhir ini. Juga apakah ada pasukan tertentu yang berada sepuluh mil diluar Ibukota." Ucap Lin Jiayun, suaranya terdengar tenang.
Pangeran Yuhao mengangguk setuju, lalu berkata. "Sekarang sudah waktunya, ayo pergi ke gerbang Istana dulu."
"Bagaimana jika kita menyuruh seseorang untuk kesana? kita hanya perlu menunggu hasilnya disini." Lin Jiayun menyarankan.
Pangeran Yin dan kelompoknya pasti pergi ke gerbang Istana karena Chen Ziyue juga mengikuti ujian. Ia khawatir jika bertemu dengan mereka, akan ada konflik yang berujung merugikan Pangeran Yuhao.
Tentu saja Pangeran Yuhao mengerti. Tapi kesombongannya mencegah dirinya untuk mengalah. "Kenapa kita tidak pergi kesana? apa karena Pangeran Yin dan kelompoknya juga pergi? jika kau tidak ingin pergi, aku akan pergi sendiri!"
Kemudian ia menjentikkan lengan bajunya dan pergi lebih dulu.
"Saudara Hao, tunggu! Aku akan menemanimu." Lin Jiayin bergegas menyusul.
Meskipun Lin Jiayun tidak setuju, ia tidak bisa menghentikan. Lebih tidak mungkin untuk tidak mengikuti.
Dengan ini, kelompok mereka meninggalkan Paviliun Mingxiang dan pergi menuju gerbang Istana.
Kelompok Pangeran Yuhao datang dua menit terlambat dari kelompok Pangeran Yin. Selain itu masih ada beberapa waktu sebelum peringkat di umumkan, tapi diluar gerbang Istana sudah di kelilingi oleh banyak orang, yang kini saling menyerukan berbagai kekaguman.
__ADS_1
Tidak perlu ditebak, ini pasti disebabkan oleh kelompok Pangeran Yin.
"Yo! Saudara ketiga juga datang. Kenapa kau berdiri diluar?" suara seorang laki-laki terdengar di belakang kelompok Pangeran Yuhao.
Dan pemilik suara itu adalah Pangeran Yuche yang datang bersama kelompoknya.
Adapun kenapa kelompok Pangeran Yuhao berhenti diluar gerbang dan tidak masuk kedalam, Pangeran Yuche yakin karena Pangeran Yuhao menghindari berkonflik dengan Jiang Xingyu lagi.
Pangeran Yuhao menanggapi dengan senyum ramah. "Ben Wang baru saja tiba. Saudara tertua juga baru tiba, mengapa kita tidak masuk bersama?"
"Tentu saja. Ayo." Pangeran Yuche tidak menolak.
Melihat dua kelompok berjalan masuk, semua orang seketika berhenti bicara.
Sementara di dalam gerbang, kelompok yang paling mencolok adalah kelompok Pangeran Yin, yang kini posisi mereka berada paling depan.
"Salam hormat saya, Pangeran Yuche, pada Raja Chonglou dan Paman Yin." Pangeran Yuche memberi hormat, diikuti salam hormat yang sama oleh kelompok dibelakangnya.
Walaupun mereka adalah musuhnya, perbedaan status membuatnya harus memberi hormat. Adapun kenapa ia menyebut Raja Chonglou dulu, itu karena status Raja Chonglou lebih tinggi dari Pangeran Yin.
Bahkan ketika Ayahandanya melihat Raja Chonglou, beliau tetap harus menunjukkan sikap kesopanan.
Dua kata 'Raja Chonglou' spontan membuat semua orang membelalakkan mata mereka, termasuk Jiang Xingyu.
Apa? pria berbaju ungu ini adalah Raja Chonglou? Raja yang terkenal kejam, licik dan tidak pernah mau berkompromi? yang paling ditakuti semua orang?
Mereka belum pernah melihat Raja Chonglou. Saat mendengar namanya sudah membuat mereka bergetar ketakutan.
"Salam hormat saya, Pangeran Yuhao, pada Raja Chonglou dan Paman Yin." Pangeran Yuhao juga datang memberi hormat. Kelompok di belakangnya juga mengikuti.
Puteri Yanning yang masih dalam keadaan terkejut, tidak pernah menyangka pria ini yang memiliki hubungan baik dengan Pamannya, ternyata identitasnya adalah Raja Chonglou.
Dan ketika mendengar kalimat penghormatan untuk yang kedua kalinya, para kandidat ujian yang sebelumnya masih tercengang, kini membungkukkan badan mereka dan secara bersamaan berkata. "Salam hormat kami pada Raja Chonglou dan Pangeran Yin."
Sedangkan Jiang Xingyu tidak berencana memberi hormat, sebaliknya mengarahkan pandangannya pada pria gunung es sambil berkata dengan bingung. "Ternyata kau adalah Raja Chonglou yang terkenal kejam dan licik? pantas saja... Um..."
Pantas saja kau tidak tahu cara menghargai seorang wanita!
Ia akhirnya tahu kenapa Ning Rui selalu mengatakan bahwa pria ini tidak pernah mengusir ataupun menendangnya, alasannya karena dia adalah Raja Chonglou yang sangat membenci wanita. Bahkan terkenal memiliki rumor lengan baju rusak(gay).
Tapi sebelum ucapannya selesai, mulutnya ditutupi oleh tangan Puteri Yanning disertai suara peringatan berbisik di telinganya. "Xingyu, diam. Apa kau ingin mati?"
Dan ketika mendengar ucapan Jiang Xingyu, semua orang menyadari bahwa dia tidak tahu pria berbaju ungu yang pernah menyelamatkannya adalah Raja Chonglou.
Namun setiap bait ucapannya...
Semua orang tidak bisa menahan keringat dingin. Jiang Xingyu terlalu berani! Apa dia tidak takut konsekuensi dari memprovokasi seorang Raja yang terkenal kejam?
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____