-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
147 - Keputusan Permaisuri


__ADS_3

-Istana Fengwu-


Puteri Yanning tidak kembali ke Istananya, melainkan pergi ke Istana Fengwu untuk menemui Ibundanya.


Sebelumnya, begitu mendengar kabar pernikahannya dengan Ruan Jianmu, Puteri Yanning kabur dari Istana dan tindakannya membuat Permaisuri khawatir.


Permaisuri khawatir puterinya akan melakukan tindakan bodoh. Dia juga mengirim seseorang untuk menemukannya, tapi hingga saat ini belum ada kabar.


Di aula utama, Permaisuri Bai Shuyin mengenakan jubah Phoenix berwarna merah, berjalan mondar-mandir sambil terus menatap pintu untuk melihat apakah puterinya telah kembali atau belum.


Permaisuri Bai berusia tiga puluh lima tahun, dengan perawatan yang teratur, dia terlihat seperti berusia tiga puluh dan tentu saja sangat cantik.


"Permaisuri, Tuan Puteri telah kembali." Lapor seorang Dayang.


Mendengar ini, Permaisuri segera berlari keluar dan menghela nafas lega begitu melihat puterinya kembali dengan selamat.


Namun saat mengingat sikap impulsif puterinya, hatinya menjadi marah. "Kau pergi kemana?"


"Keluar dari Istana." Jawab Puteri Yanning disertai ekspresi bersalah.


Sebelum Ibundanya memarahinya lagi, ia berkata. "Ada sesuatu yang ingin kukatakan pada Ibunda."


"Kau pergi untuk menemui Pamanmu?" Permaisuri bertanya.


"Ya. Tapi aku tidak bisa menemukan Paman di manapun. Lalu aku pergi menemui Jiang Xingyu." Ucap Puteri Yanning.


Kalimat terakhir membuat Permaisuri kebingungan.


Tanpa menunggu Ibundanya bertanya lagi, Puteri Yanning segera memberitahu semua yang terjadi.


"Apa?!" Permaisuri sangat terkejut, tiba-tiba berdiri dan memandang puterinya dengan penuh semangat. "Apa ini benar?"


Ia memiliki permusuhan yang mendalam dengan keluarga Ruan. Sekarang setelah mendengar berita ini, ia tidak bisa menahan emosinya.


"Ya." Puteri Yanning memastikan.


"Bagus sekali!" Permaisuri sangat bahagia. Disaat yang sama juga berterima kasih pada Jiang Xingyu.

__ADS_1


Tapi begitu memikirkan sesuatu, hatinya khawatir lagi.


"Ning'er, Ibunda awalnya setuju untuk membiarkanmu memilih calon suamimu sendiri. Tapi sekarang Ibunda yang harus memutuskan pernikahanmu. Jika Ayahandamu yang memutuskan, Ibunda takut hal serupa seperti sekarang akan terjadi lagi." Ucap Permaisuri dengan serius.


Berbicara tentang pernikahan, wajah Puteri Yanning menjadi muram lagi.


"Apakah Ibunda sudah memiliki kandidat?" tanyanya.


"Ya. Satu-satunya kandidat di hati Ibunda adalah Tuan muda Chen Ziyue. Dia tidak hanya tampan, tapi juga memiliki reputasi yang bersih. Selain itu dia adalah orang kepercayaan Pamanmu."


Kali ini ucapan Permaisuri membuat Puteri Yanning terpana. Ia tidak menyangka kandidat yang dipilih Ibundanya adalah Chen Ziyue.


Ia tidak membantah bahwa Chen Ziyue memang merupakan pemuda yang tampan dan bereputasi bersih, tapi masalahnya ia selalu menganggap Chen Ziyue sebagai kakak laki-lakinya.


Namun sekarang ia tidak bisa memilih. Lebih tepatnya tidak bisa menolak. Sebab, diantara banyaknya pemuda berbakat di Ibukota, hanya Chen Ziyue kandidat calon suami yang cocok untuknya.


Oleh karena itu ia memutuskan. "Aku tidak keberatan. Tapi yang terpenting adalah dia juga setuju. Ibunda tidak boleh memaksanya."


"Baiklah. Ibunda berjanji tidak akan memaksanya. Jika Tuan muda Chen Ziyue setuju, Ibunda akan mengumumkan pernikahan kalian pada perayaan festival peony." Jawab Permaisuri.


"Tentu saja boleh. Walaupun Nona Jiang memiliki kontrak pernikahan dan tidak memenuhi syarat untuk hadir, tapi ini bukan aturan mematikan. Ibunda akan menanganinya, kau tidak perlu khawatir." Ucap Permaisuri sembari mengelus kepala puterinya.


Disisi lain...


Setelah Pangeran Yin dan Yuwen Junxiu keluar dari Istana, mereka langsung menuju ke Restoran Chilan untuk makan siang. Pangeran Yin juga mengutus seseorang untuk memanggil Chen Ziyue.


Ia yakin Chen Ziyue belum mendengar berita hari ini.


Benar saja! Saat Chen Ziyue mendengar bahwa Puteri Yanning akan dinikahkan dengan Ruan Jianmu, hatinya sangat sedih dan pada saat yang sama sangat marah.


Sedih karena gadis yang dicintainya selama bertahun-tahun akan menikah dengan orang lain. Sangat marah karena pria itu adalah Ruan Jianmu, yang keluarganya memiliki permusuhan berdarah dengan keluarga Bai dan ditakdirkan tidak akan pernah damai.


Tapi untungnya Nona Jiang menghentikan pernikahan ini tepat waktu.


Ia juga mengagumi metode brilian Nona Jiang. Dia membuat Ruan Jianmu lumpuh total yang mana kehidupan seperti ini tidak lebih baik dari kematian. Oh! Mungkin saja Ruan Jianmu sudah berulang kali ingin mengakhiri hidupnya.


"Mungkin dia merasa kekuatan keluarga Ruan cukup tinggi, jadi ingin menekannya dengan menikahkan Ning'er dan Ruan Jianmu. Tapi dia terlalu meremehkan permusuhan keluarga Ruan dan keluarga Bai." Tatapan Pangeran Yin sangat dingin.

__ADS_1


"Walaupun Ning'er berhasil menghindari pernikahan ini, kejadian serupa pasti akan terjadi lagi. Ziyue, aku tahu kau sangat menyukai Ning'er dan kau tidak ingin memaksanya. Tapi kau harus tahu bahwa hanya kau yang pantas menikah dengannya." Ucap Pangeran Yin bersungguh-sungguh.


Chen Ziyue terdiam.


Seakan mengetahui kekhawatirannya, Pangeran Yin berkata lagi. "Bagaimana kalau kau berdiskusi dulu dengan Ning'er? dengan cara ini, kau akan mengetahui apakah Ning'er akan setuju atau tidak."


Setelah memikirkannya, Chen Ziyue mengangguk setuju dan disaat yang sama hatinya semakin khawatir.


Disisi lain, pergerakan Permaisuri cukup cepat. Pada sore hari Jiang Xingyu menerima undangan dari Permaisuri, yang mengundangnya untuk menghadiri perayaan festival peony yang akan diadakan di Istana.


Tak perlu menebak, orang yang mengundangnya pasti Puteri Yanning.


"Puteri Ming, Tuan Puteri Yanning meminta hamba untuk menyampaikan pesan pada anda. Beliau meminta anda datang lebih awal untuk mendiskusikan sesuatu." Ucap Kasim yang membawa surat undangan.


Ini adalah pertama kalinya Jiang Xingyu mendengar seseorang memanggilnya Puteri Ming. Dimana ia bahkan sudah lupa masih memiliki identitas ini.


Kabar bahwa Nona sulung diundang ke perayaan festival peony, segera menyebar ke seluruh Kediaman. Membuat mereka kebingungan dan bertanya-tanya. Tapi karena Permaisuri yang mengundangnya, mereka tidak berani membuat asumsi apapun.


Permaisuri bergerak cepat tidak hanya di satu sisi, tapi juga disisi lainnya. Beliau mengutus orang kepercayaannya pergi ke Kediaman keluarga Chen, sebagai perwakilan darinya untuk mendiskusikan perihal pernikahan antara Tuan muda Chen Ziyue dan Puteri Yanning.


Hal ini dilakukan secara rahasia dan hanya orang-orang kepercayaan Permaisuri yang mengetahuinya.


Status Permaisuri sangat luar biasa. Tentu saja ada banyak pengawal handal disekitarnya, sehingga tidak sulit untuk menghindari mata-mata Kaisar.


Di Kediaman keluarga Chen, Chen Ziyue termenung memikirkan bagaimana harus berbicara dengan Puteri Yanning. Bahkan saat orang kepercayaan Permaisuri datang untuk mendiskusikan pernikahan, saat para Tetua di keluarganya menanyakan pendapatnya, reaksinya hanya terus menerus mengangguk setuju.


Bisa dikatakan kebahagiaan begitu cepat menghampirinya, sehingga membuatnya tidak bisa bereaksi dengan normal.


Dan meskipun pernikahan ini terjadi karena suatu kepentingan, ia tidak peduli sama sekali. Yang paling penting adalah ia akan menikah dengan gadis yang telah dicintainya selama bertahun-tahun.


Setelah orang kepercayaan Permaisuri pergi, ia segera berlari menuju Kediaman Pangeran Yin.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2