-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
025 - Tidak Percaya


__ADS_3

"Jangan bicara omong kosong! Karena kau sudah kembali, hiduplah seperti biasanya dan lupakan semua yang terjadi!" Selir Mo segera menjelaskan.


Tidak tahu harus berbuat apa, Ia memilih pergi meninggalkan Halaman Utara. Secara alami pelayan yang mengikutinya juga pergi.


Wajah Jiang Xingyu masih tersenyum. Tapi aura dimatanya lebih dingin dibandingkan sebelumnya. Sungguh tidak tahu apa yang ada dipikirannya.


.....


Setelah kembali ke Kamarnya, Jiang Linyao perlahan tenang dan mentalnya kembali normal. Karena Ia tahu bahwa Jiang Xingyu tidak meninggal, rasa takutnya menghilang dan digantikan amarah yang membara.


Ia memegang cambuknya dan berniat memberi pelajaran, tapi sebelum kakinya melangkah keluar dari Halaman Timur, sang Ibu menghentikan.


Walaupun sangat marah, Ia tidak bisa membantah perintah Ibunya dan terpaksa kembali ke kamarnya.


Selir Mo kembali ke kamarnya dan duduk dengan pikiran yang masih kacau mengenai perubahan Jiang Xingyu.


Tepat saat ini seorang wanita berusia awal empat puluhan berjalan memasuki gerbang Halaman Timur. Penampilannya biasa namun kesombongan diwajahnya tidak bisa diabaikan. Dia mengenakan pakaian sederhana tapi berkualitas bagus.


Wanita ini bernama He Mu, merupakan pelayan mahar Selir Mo, juga berstatus pelayan kelas satu. Ketika pelayan lain melihatnya, mereka menyapanya dengan sopan dan menyebutnya Bibi He.


"Nyonya, Nubi mendengar si bodoh sudah kembali?" suara Bibi He terdengar tidak yakin.


Selir Mo memberitahu semua yang terjadi.


"Tanpa diduga Dia tidak hanya masih hidup, tapi otaknya kembali normal dan wajahnya berubah cantik. Nasibnya memang luar biasa!" Bibi He berkata dengan terkejut.

__ADS_1


"Nyonya, Nubi yakin Pangeran Yuhao dan Nona Lin sudah menjalankan rencana mereka. Hanya saja entah keajaiban apa yang dimilikinya, Dia masih hidup dan kembali pulang. Walaupun sudah berubah cantik dan tidak bodoh, Dia hanyalah gadis yang tidak memiliki dukungan dibelakangnya. Nubi juga yakin Pangeran Yuhao tidak akan tertarik padanya." Bibi He mengungkapkan isi pikirannya.


"Jika seseorang jatuh dari Tebing setinggi itu, walaupun tidak mati, setidaknya akan terluka parah. Sedangkan gadis itu, lupakan cacat, Dia bahkan tidak terluka sedikitpun." Selir Mo tidak mengabaikan fakta ini.


"Ini..." Bibi He juga bingung, kemudian berkata. "Mungkin Dia diselamatkan oleh seorang Master."


"Tidak peduli apa yang terjadi, mari kita tunggu sampai Tuan kembali. Nyonya juga harus tenang, jika gadis itu ingin mengungkapkan semua yang terjadi dalam lima tahun terakhir pada Tuan, kita harus menyingkirkannya lebih dulu. Juga, belakangan ini Tuan sering tinggal di Paviliun Yuxiang. Jika Selir Jing mengandung dan melahirkan anak lelaki, ini akan menjadi ancaman terbesar dibandingkan kembalinya gadis itu. Jadi untuk saat ini jangan biarkan Tuan tidak puas dengan Nyonya." Bibi He mengingatkan.


Selir Mo dan Jiang Zhang Wei memang sepasang kekasih masa kecil yang saling mencintai selama bertahun-tahun, tapi sejak zaman dahulu siapa yang hanya akan terpaku pada satu wanita dari awal hingga akhir?


Oleh karena itu setahun setelah Selir Mo memasuki Kediaman sebagai Selir, Jiang Zhang Wei menikahi Selir kedua bernama, Jing Rong.


Walaupun Selir Jing tidak secantik Selir Mo, tapi status keluarganya lebih tinggi.


Selir Jing awalnya berasal dari keluarga Pejabat biasa, tapi Dia memiliki kakak lelaki jenius. Setelah posisi resmi kakaknya dipromosikan, keluarga Jing meroket tinggi dari keluarga Pejabat biasa menjadi keluarga Pejabat kelas tiga.


Setelah melihat Jing Yang, kakak lelaki Jing Rong dipromosikan dan memiliki masa depan yang cerah, Dia segera menikahi Jing Rong sebagai Selir kedua.


Selama hampir sepuluh tahun menikah dengan Jiang Zhang Wei, Selir Jing memiliki satu puteri berusia delapan tahun.


Bukan masalah jika hanya melahirkan seorang puteri. Jika melahirkan seorang putera, hal ini merupakan ancaman terbesar bagi Selir Mo. Posisi Nyonya masa depan bisa saja digeser oleh Selir Jing.


Disisi lain. Pikiran Jiang Linyao tak kunjung tenang.


Kemudian Ia melanggar peringatan Ibunya dan mengambil cambuknya, pergi menuju Halaman Utara.

__ADS_1


"Nona, Nyonya berkata..." Xiao Chi buru-buru menghentikan.


Jiang Linyao marah dan menyelanya. "Kau sebenarnya pelayan siapa?! Jika kau suka mendengarkan perintah Ibuku, lebih baik kau pergi dan jadilah pelayannya!"


"Nu-Nubi tidak berani."


....


Jiang Xingyu melangkahkan kakinya memasuki rumah utama. Ia tidak bisa menahan rasa jijiknya melihat suasana rumah jelek seperti ini.


Jika Ayahnya sudah pulang, Ia pasti akan meminta Halaman baru yang jauh lebih bagus dan lebih luas dari Halamannya saat ini.


Adapun mengapa harus menunggu Ayahnya kembali dulu, itu karena selama beberapa waktu ke depan, Ia masih tidak ingin merusak hubungan Ayah dan Anak dengannya.


Membuang pikirannya tentang Halaman baru, Ia keluar dari rumah dan melangkahkan kakinya menuju arah dapur yang terletak di rumah ketiga.


Ia merebus air ingin meminum teh. Setelah airnya mendidih, Ia menyadari tidak ada sepucuk pun daun teh di rumahnya. Membuatnya semakin kesal dan dengan terpaksa Ia hanya meminum air putih.


Kemudian kembali ke rumah utama berniat untuk istirahat. Setelah berbaring bahkan sebelum matanya terpejam, telinganya mendengar langkah kaki menuju ke Halamannya.


Ia tidak bereaksi dan tetap berbaring santai.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2