-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
158 - Menyelinap ke Istana Changtian


__ADS_3

Istana Ningze


"Kalian lanjutkan. Ada yang ingin kubicarakan dengan Raja Chonglou." Ucap Pangeran Yin.


Kecuali Jiang Xingyu, Feng Yuqie dan Chen Ziyue, tidak ada yang tahu tujuan mereka.


Sebenarnya mengunjungi Istana Changtian pada siang hari bukan pilihan yang tepat, tapi hanya siang hari Kaisar palsu tidak berasa di Istananya.


Untungnya setelah beberapa malam menyelinap ke Istana, mereka berdua tahu bagaimana harus menghindari penjaga rahasia. Namun sebelum berangkat, mereka harus berganti pakaian.


Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa mereka datang ke Istana Ningze, karena sebelumnya mereka telah menyembunyikan pakaian hitam mereka di suatu tempat di Istana Ningze.


Setelah berganti pakaian, mereka berdua menghilang dalam sekejap mata.


Menghindari penjaga rahasia di titik demi titik tertentu, keduanya berhasil menyelinap ke Istana Changtian. Sebelum memulai langkah selanjutnya, mereka berdua memejamkan mata untuk merasakan nafas para penjaga rahasia.


Kemudian keduanya bergerak lagi, menghindari tempat dimana para penjaga rahasia berjaga dan berhasil memasuki kamar Kaisar palsu melalui jendela samping.


Mereka berdua berjalan ke arah tempat tidur, karena paman Yu An mengatakan ada rahasia di bawah tempat tidur.


Benar saja! Saat Pangeran Yin membuka sprei, memang ada sebuah garis persegi panjang yang aneh. Di kepala tempat tidur, ada tombol yang mencurigakan. Namun mereka tidak segera menekannya, karena mereka tidak tahu apalah tombol akan mengeluarkan suara atau tidak saat ditekan.


Tetapi karena mereka sudah bersusah payah menyelinap kesini, tentu saja mereka tidak akan melewatkannya.


Dengan segera mereka memutuskan untuk menekannya, dengan harapan akan menemukan petunjuk atau sesuatu yang penting.


Pangeran Yin mengambil nafas dalam-dalam, ketika tombol ditekan, garis persegi panjang mengeluarkan suara berderit dan untungnya suaranya sangat kecil.


Mengikuti suara berderit, garis terbuka menjadi dua sisi. Sebuah lorong berundak terlihat, lorong yang cukup gelap dan diperkirakan jaraknya sekitar dua hingga tiga meter.


Ada cahaya redup di ujung lorong yang berarti ada ruangan dibawah sana.


Tanpa banyak berpikir, Yuwen Junxiu berinisiatif menuruni lorong. Sedangkan Pangeran Yin bertugas mengawasi diluar.


Gerakan Yuwen Junxiu sangat ringan sehingga hampir tidak menimbulkan suara apapun. Pada saat yang sama ia merasakan nafas manusia yang tidak disembunyikan, namun sangat lemah seperti nafas orang sekarat.


Setelah menuruni tangga, ada sebuah ruangan gelap di depannya, berukuran sekitar lima puluh meter persegi. Melihat ke sekeliling, tidak ada furnitur apapun selain tempat tidur. Yang paling penting ada seseorang yang terbaring di atasnya.


Tanpa berpikir panjang, Yuwen Junxiu berjalan menuju tempat tidur. Ketika melihat seseorang tersebut, ia tidak bisa menahan keterkejutannya.


Orang yang berbaring di atas ranjang adalah seorang pria berusia sekitar tujuh puluh tahun, dengan kondisi wajah kuyu serta tubuh yang sangat kurus. Melihat ini, sorot mata Yuwen Junxiu sangat dingin.


Pria tua ini bukan orang lain, dia adalah Kaisar asli yang diduga telah meninggal, Murong Huangli.


Tangan dan kakinya dirantai, jelas untuk mencegahnya melarikan diri.


Adapun mengapa Kaisar palsu membiarkan Kaisar asli hidup, Yuwen Junxiu tidak ingin memikirkan alasannya sekarang.

__ADS_1


Ia segera mendekat lalu memeriksa denyut nadinya. Syukurlah! Walaupun nadinya sangat lemah, setidaknya tidak membahayakan nyawanya.


Sangat disayangkan bahwa ia tidak bisa mengeluarkannya saat ini. Tidak tinggal lama, ia segera kembali.


Begitu melihat sahabatnya kembali, Pangeran bertanya tanpa suara. "Bagaimana?"


Yuwen Junxiu tidak langsung menjawab, melainkan memberi isyarat untuk segera pergi dari sini.


Kemudian keduanya membereskan tempat tidur. Pergi dengan cara yang sama, tanpa meninggalkan jejak.


Kembali ke Istana Ningze dan setelah berganti pakaian, Pangeran Yin bertanya. "Bagaimana?"


"Kaisar belum mati. Dia dikurung di ruangan gelap. Kondisinya sangat lemah, tapi tidak membahayakan nyawanya." Suara Yuwen Junxiu terdengar berat.


Mendengar ini, Pangeran Yin terkejut dan disaat yang sama bersemangat. Kemudian meraih bahu sahabatnya sambil bertanya. "Lalu kenapa kau tidak membawanya keluar?"


"Jika aku membawanya keluar dalam situasi tadi, kita pasti akan ditemukan. Lagipula masih belum waktunya untuk melumpuhkan ular. Kita harus membuat rencana jangka panjang. Pertama kita harus mencaritahu siapa saja pejabat pengadilan yang tidak berpihak pada Kaisar palsu, lalu mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menyamar." Ucap Yuwen Junxiu.


Membuat Pangeran Yin sadar bahwa sikapnya terlalu terburu-buru. "Ya. Kau benar." Ucapnya dalam helaan nafas lega.


Setelah itu mereka memasuki aula, saat tidak melihat Puteri Yanning dan Chen Ziyue, mereka menebak pasti ada sesuatu yang ingin keduanya bicarakan secara pribadi.


Tepat di sebelah aula, Puteri Yanning dan Chen Ziyue duduk bersebrangan.


"Maafkan aku, saudara Chen. Aku memanfaatkanmu demi kepentinganku." Puteri Yanning berkata disertai ekspresi bersalah.


"Tidak. Aku tidak merasa dirugikan." Namun aku merasa sangat bersalah padamu.


Tentu saja Puteri Yanning mengatakan kalimat terakhir dalam hatinya.


Kemudian keduanya mengobrol sebentar lalu kembali ke aula.


Ketika waktu istirahat hampir berakhir, semua orang kembali ke Istana Peony.


Para tamu satu persatu kembali ke tempat duduknya. Begitupun dengan Jiang Xingyu dan kelompoknya yang juga kembali ke tempat duduk masing-masing.


Setelah waktu istirahat sepenuhnya berakhir, Permaisuri tiba bersama para Selir. Tapi kali ini ada tambahan seseorang, yakni Kaisar palsu.


Kaisar mengarahkan pandangannya kearah tamu pria sambil mengeluarkan aura dominannya, yang sengaja ditujukan pada Raja Chonglou.


Tentu saja Yuwen Junxiu tidak peduli ataupun menanggapi.


Sedangkan saat melihat Kaisar palsu, sorot mata Pangeran Yin berubah penuh kebencian. Hanya sesaat sehingga tidak ada yang mengetahuinya.


Kemudian semua orang bangkit untuk memberi hormat.


"Salam hormat kami pada Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri."

__ADS_1


Kecuali Jiang Xingyu, Yuwen Junxiu dan Pangeran Yin, semua orang berlutut.


Semua orang tentu mengetahui alasan mengapa Raja Chonglou dan Pangeran Yin tidak berlutut, tapi kenapa Jiang Xingyu tidak berlutut?


Hak istimewa yang diberikan oleh Kaisar terdahulu pada keluarga Nalan tidak diketahui oleh semua orang. Walaupun mereka tahu, siapa yang akan mengingatnya setelah sekian lama?


"Oh! Kenapa Nona Jiang tidak berlutut saat menyapa Kaisar? mungkinkah kau tidak menghormati Kaisar?" Selir Ruan berkata, memang layak dijuluki sebagai Selir pencari masalah.


Yang paling bahagia atas ucapannya adalah Selir Shu. Dimana dia memiliki kesempatan untuk mengejeknya.


"Saudari Selir Ruan, sebelum berbicara, kau harus mencaritahu situasi yang sebenarnya. Kaisar terdahulu pernah memberikan hak istimewa pada keluarga Nalan, yang mana seluruh keluarga maupun keturunan mereka, tidak perlu berlutut pada keluarga Kekaisaran. Sedangkan Nona Jiang merupakan keturunan keluarga Nalan, jadi dia tidak perlu berlutut." Selir Shu mengingatkan, tak lupa menyertakan suara sinisnya.


Dan ketika mendengar ini, wajah Selir Ruan seketika berubah pucat. Takut Kaisar akan menyalahkannya, ia buru-buru mengakui kesalahannya. "Yang Mulia, Selir melupakan hal ini dan mengatakan kata-kata yang salah. Tolong maafkan Selir."


Kaisar mengerutkan kening sesaat lalu berkata. "Tidak masalah. Lain kali berpikirlah terlebih dahulu sebelum berbicara."


"Ya. Terima kasih Yang Mulia." Selir Ruan menghela nafas lega.


"Semua tamu silahkan duduk." Ucap Kaisar pada semua orang.


"Terima kasih Yang Mulia."


Kemudian semua orang bangun dan kembali duduk.


Kehadiran Kaisar hanyalah menjadi penonton. Sedangkan Permaisuri adalah tuan rumah yang sebenarnya dalam perayaan ini.


Selanjutnya adalah pertunjukan bakat.


Pertunjukan tidak terbatas dalam satu kategori. Selain itu mereka bisa menunjukkan bakat secara berpasangan. Misalnya pria yang memainkan musik dan wanita yang menari.


Seorang gadis berinisiatif untuk memulai dan pertunjukannya adalah tarian individu.


Tiba giliran Jiang Linxin. Dia memainkan sebuah lagu yang berkisah tentang sepasang kekasih yang berkelana bersama hingga akhir hayat. Suara merdu serta keterampilannya dalam bermain guqin, tidak mempermalukan dirinya yang dikenal sebagai salah satu gadis berbakat.


Bai Yinran juga bermain dan menyanyikan sebuah lagu, berkisah tentang ketulusan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Walaupun lagunya bermakna sedih, tetap menarik kekaguman dari semua orang. Memang layak dikenal sebagai gadis paling berbakat di Ibukota.


Selanjutnya adalah giliran Lin Jiayin. Dia menampilkan bakatnya yang berupa tarian pedang individu. Meskipun tidak mengagumkan, setidaknya tidak buruk.


Untuk bakat melukis, sisi perempuan tidak sebaik sisi laki-laki.


Segera! Berikutnya adalah giliran Puteri Yanning.


.


.


_____Happy Reading_____

__ADS_1


__ADS_2