-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
130 - Puteri Yanning Kalah


__ADS_3

Satu gerakan, dua gerakan, tiga gerakan, dan kemudian...


Puteri Yanning mengangkat kakinya guna menyerang dengan tendangan, sayangnya gerakan lawan jauh lebih cepat darinya.


Jiang Xingyu menggunakan metode serangan yang sama dan berhasil mengenai popliteal di belakang lutut lawan.


Membuat Puteri Yanning jatuh berlutut dan tidak bisa bergerak.


Dalam kondisi ini, bahkan jika tidak bisa mempercayainya, Ia harus menerimanya. Sebelum Jiang Xingyu mengatakan sesuatu, Ia menyerah lebih dulu.


"Bagaimana hasilnya seperti ini?" Ning Rui tercengang.


Jiang Xingyu menatapnya dengan mata tidak ramah. "Jangan meremehkan orang lain. Oh! Bukankah Pedangmu dipotong olehku?"


Ketika berbicara tentang Pedang, tidak diragukan lagi menginjak luka di hati Ning Rui. Tidak! Juga menginjak luka Puteri Yanning.


Pangeran Yin dan Feng Yuqie sangat terkejut. Mereka tahu Pedang Ning Rui patah, namun mereka tidak tahu penyebab pastinya. Sekarang Nona Jiang mengatakan kebenarannya, bagaimana bisa mereka tidak terkejut?!


"Paman, Pedangku juga dipotong oleh senjata Xingyu." Puteri Yanning belum memberitahu Pamannya mengenai hal ini, dan sekarang adalah waktu yang tepat.


"Apa? Pedangmu juga terpotong?" kali ini Pangeran Yin benar-benar terkejut.


"Nona Jiang, apa aku bisa melihat senjatamu?" tanya Feng Yuqie dengan mata penuh harap.


"Tentu saja." Jiang Xingyu mengangguk setuju.


Namun jika tidak ingin menimbulkan masalah, Ia tidak bisa membiarkan mereka melihat Belati Naga muncul di udara. Oleh karena itu Ia menggunakan kesadarannya untuk membuat Belati Naga muncul di dalam lengan bajunya.


Kemudian Ia merentangkan tangan kanannya, dan benar-benar memperlihatkan Belati Naga di dalam lengan bajunya.


Meski ini bukan pertama kalinya Yuwen Junxiu melihat Belati ini, saat melihatnya lagi membuatnya masih merasakan keakraban yang tidak bisa dijelaskan.


Sebuah senjata yang memiliki panjang seperti sumpit. Secara keseluruhan berbentuk huruf S. Gagangnya berwarna biru dengan ukiran pola Naga di atasnya. Bisa di katakan tidak jauh berbeda dengan Belati biasa. Hanya saja pengerjaannya lebih detail.


"Bolehkah aku memeriksanya?" tanya Pangeran Yin.


"Ya." Lalu Jiang Xingyu menyerahkan Belatinya.


Pangeran Yin menyadari bahwa Belati ini lebih berat dibandingkan Belati biasa. Setelah memeriksanya dengan cermat, Ia tidak bisa menahan perasaan kagum. Pengerjaan Belati ini sangat halus sehingga hampir mustahil untuk menemukan celah.


"Bolehkah aku mencoba kekuatannya?" tanyanya lagi.


"Ya." Jiang Xingyu masih mengangguk.


Sambil memegang Belati, Pangeran Yin memandang Feng Yuqie dan bertanya. "Apa kau memiliki Pedang lain yang sulit dipotong?"

__ADS_1


Feng Yuqie mengangkat bahu tampak tak berdaya. "Tidak. Pedang yang sulit dipotong hanya berasal dari Aula Pedang Jiazhen. Dua Pedang berturut-turut dipotong oleh Belati ini. Aku tidak akan bereksperimen dengan Pedangku. Atau, gunakan Pedangmu saja."


Secara alami Pangeran Yin enggan menggunakan Pedangnya sebagai percobaan. Setelah memikirkannya, Ia berkata. "Bagaimana jika memotong bangku batu saja?"


Tidak ada keberatan, Pangeran Yin segera berjalan menuju bangku batu. Memegang Belati dengan erat dan menyapu bangku batu tanpa menggunakan kekuatan internal.


Walaupun sudah siap secara mental, mereka masih sangat terkejut ketika melihat pemandangan yang terjadi saat ini.


Yang paling terkejut adalah Pangeran Yin. Yang tidak bisa menahan perasaan luar biasa saat memotong bangku batu tanpa banyak usaha.


Selanjutnya Pangeran Yin membuat beberapa contoh lagi. Entah itu menebang pohon besar, memotong emas, besi, perak dan benda-benda lainnya. Memotong sangat mudah layaknya memotong tahu...


"Wanita, darimana kau mendapatkan Belati ini?" Yuwen Junxiu bertanya.


Ia ingin tahu bukan karena seberapa menakjubkan Belati ini, melainkan karena Belati ini memberinya perasaan dejavu.


"Aku menemukannya didalam Gua. Hanya saja aku tidak mengingatnya dengan jelas." Jiang Xingyu bukan sengaja menyembunyikannya, tapi ada beberapa hal yang tidak bisa Ia beritahu pada siapapun.


Mereka tidak meragukan dan tidak bertanya lebih lanjut.


"Xingyu, apa nama Belatimu?" tanya Puteri Yanning.


"Belati Naga." Jawab Jiang Xingyu.


Belati Naga?


"Nama yang bagus dan pantas." Feng Yuqie memuji setulus hati.


Jiang Xingyu hanya tersenyum. Belati Naga bukan hanya sekedar nama. Tapi juga terbuat dari sisik Naga asli.


....


Begitu tiba di Kediaman, Jiang Xingyu diberitahu oleh Kepala Pelayan untuk segera pergi ke Ruang Kerja, mengatakan Tuan Besar ingin menemuinya.


Ruang Kerja


Melihat puterinya masuk, Tuan Besar meletakkan buku ditangannya lalu berdiri. Berjalan cepat menuju puterinya dan dengan tegas bertanya. "Hari ini kau hampir terbunuh. Siapa yang kau provokasi?"


"Ayah pikir, siapa yang paling menginginkan aku mati?" Jiang Xingyu berbalik bertanya.


Tuan Besar mengernyitkan dahinya dan sorot matanya menjadi rumit.


Pangeran Yuhao lah yang paling menginginkan kematian puterinya. Karena keberadaan puterinya menghalangi Pangeran Yuhao untuk mendapatkan dukungan Keluarga Jendral Lin.


Tiba-tiba Ia berkata dengan lemah. "Pergilah. Ingat! Kau harus lebih berhati-hati saat keluar."

__ADS_1


Jiang Xingyu tahu bahwa Ayahnya lebih mengkhawatirkan apakah dirinya akan melibatkan Kediaman. Mengetahui yang ingin membunuhnya adalah orang yang berkuasa, Ayahnya tidak berdaya.


"Ayah, jangan khawatir. Bahkan jika terjadi sesuatu padaku, aku berjanji tidak akan melibatkan Kediaman." Ucapnya. Kemudian pergi tanpa menunggu reaksi.


"..." Tuan Besar tertegun sejenak, saat Ia berbalik dan ingin mengatakan sesuatu, puterinya sudah pergi.


Melewati taman belakang, Jiang Xingyu melihat Jiang Linyao sedang menghancurkan bunga di taman. Tidak peduli bagaimana pelayannya membujuk, Dia tidak mau mendengarkan.


Melihat seorang Nona yang sangat cantik, Jiang Linyao membuang bunga di tangannya dan menatap Nona itu dengan pandangan bodoh, seolah tidak mengenalinya.


Kemudian Dia berlari menghampiri, dan bertanya dengan ekspresi konyol. "Siapa kau?"


Jiang Xingyu menampakkan senyum main-main. "Aku adalah Tuan di Kediaman ini. Jika kau kembali ke Paviliunmu dengan patuh, aku akan memberimu permen."


"Benarkah?" mata Jiang Linyao berbinar.


"Ya."


Setelah menerima jawaban, dengan gembira Jiang Linyao kembali ke Paviliunnya.


Malam hari


Setelah Jiang Xingyu dan Nalan Wangyu bertemu. Mereka tidak pergi ke Rumah Kayu, melainkan langsung pergi ke Halaman Feng Yuqie.


Sedangkan di Halaman tersebut, tiga orang pria sedang menunggu kedatangan tamu di Ruang Belajar.


"Menurut kalian, Hantu itu seperti apa?" tanya Feng Yuqie. Saat masih kecil, Ia mendengar deskripsi bahwa Hantu memiliki lidah dan taring panjang, terlihat sangat menakutkan.


Pangeran Yin memandangnya dengan jijik. "Kau akan tahu setelah melihatnya."


Suasana di Ruang Belajar jatuh dalam keheningan selama beberapa saat, hingga akhirnya sebuah suara memecahkannya. "Pamanku tidak bisa tinggal terlalu lama. Jadi katakan segera apa yang ingin Pangeran katakan."


Jiang Xingyu tiba bersama pamannya.


Aura Yang ketiga pria ini sangat tinggi, yang bisa membuat vitalitas pamannya terluka. Tidak peduli seberapa serius masalah tersebut, Ia tidak ingin mengambil resiko apapun.


Mereka bertiga memahami pikiran Jiang Xingyu. Walaupun mereka tidak percaya akan keberadaan Hantu, bukan berarti mereka tidak tahu apa-apa.


Hantu memiliki aura Yin yang bisa membahayakan aura Yang manusia. Begitupun sebaliknya.


Oleh karena itu Pangeran Yin langsung beralih ke pokok bahasan.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2