-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
Bab 02 - Cermin Ilahi


__ADS_3

"Xing Yu, aku memberimu satu kesempatan lagi. Aku akan melepaskanmu selama kau menyerahkan Cermin Ilahi." Xia Yu bersikukuh.


Xing Yu mencibir. "Apa kau yakin akan melepaskanku jika aku menyerahkan Cermin Ilahi? tipuan rendahan seperti ini tidak akan berhasil jika kau gunakan padaku, tapi jika kau gunakan pada sekelompok orang bodoh di belakangmu, itu pasti akan berhasil tanpa hambatan."


"Sekarang kau hanya sendirian. Buanglah sikap sombongmu itu! Jangan berpikir kau bisa melarikan diri dari tempat ini." Ucap Xia Yu dengan dingin.


Xing Yu tertawa. "Hahaha! Bersikap percaya diri memang diperlukan. Tapi jika tanpa kemampuan, apa gunanya percaya diri? jika kau ingin membunuhku, itu tergantung pada kemampuanmu dan kemampuan sekelompok orang bodoh di belakangmu."


Meskipun Xia Yu memiliki banyak orang disisinya dan memiliki keuntungan besar untuk menang, ia sama sekali tidak takut. Sebagai seorang pembunuh, ia sudah mengalami situasi dikepung banyak musuh. Bahkan ia seringkali merasakan berbagai rasa sakit yang hampir merenggut nyawanya.


Sejak memutuskan bergabung dalam Dunia Kegelapan, ia sudah mempersiapkan hatinya untuk kehilangan nyawanya kapan saja.Tentu saja bukan berarti ia tidak takut akan kematian. Bagi seorang pembunuh sepertinya, begitu menghadapi situasi hidup dan mati, hasilnya adalah 'Kau mati atau aku mati!'.


Lagipula dalam kamus kehidupannya tidak ada kata 'Menyerah'. Hanya satu hasil yang paling tidak ia harapkan, yaitu 'Mati bersama musuhnya'.


Jika kemenangan dinilai berdasarkan jumlah orang, ia pasti kalah. Tapi jika dinilai berdasarkan kemampuan, tidak bisa dipastikan siapa yang pada akhirnya menjadi pemenangnya.


"Mari kita lihat siapa yang masih akan bersikap tenang hingga akhir!" Xia Yu menatapnya seolah-olah menatap mayat hidup.


Xing Yu menanggapi dengan senyum provokasi.


Sangat kesal melihat sikap sombongnya, satu kata 'Tembak!' tiba-tiba keluar dari bibir merah Xia Yu.


Bersamaan dengan jatuhnya perintah, 14 orang menembak target secara bergantian. Peluru melesat secepat kilat menuju posisi jantung Xing Yu.

__ADS_1


Senyum main-main dibibir Xing Yu berubah menjadi senyum dingin. Momentum malasnya digantikan momentum sang pembunuh medali emas. Ia segera mengangkat tangan kanannya, menarik pelatuk pistol yang mengarah pada lawan. Disaat yang sama tubuhnya mengelak untuk menghindari peluru yang melesat ke arahnya.


Seperti yang diharapkan para pembunuh, Xing Yu memang sangat lincah dan gesit. Tapi tetap saja dia hanya memiliki dua tangan, dua kaki dan dua senjata. Dia juga tidak bisa menembakkan begitu banyak peluru, disaat yang sama juga harus bergerak untuk menghindari peluru mematikan yang menuju kearahnya.


Ronde pertama berakhir. Xing Yu terkena tembakan di bagian lengannya, tapi itu hanyalah luka ringan.


Disisi lain Xia Yu kehilangan dua anggotanya.


"Aku benar-benar meremehkanmu." Ucap Xia Yu disertai gertakan giginya.


Xing Yu tersenyum mengejek. "Oh, ini pertama kalinya aku mendengar kata-kata ini keluar dari mulutmu. 5 tahun yang lalu kau memutuskan tali persaudaraan kita dengan tujuan ingin melampauiku. Tapi aku tau itu bukan alasanmu yang sebenarnya. Kau hanya sangat iri sekaligus mengagumi kemampuanku!"


"Narsis!" Xia Yu mengumpat dalam hatinya. Tapi karena memang fakta yang sebenarnya, dia tidak bisa menyangkalnya.


Separuh dari orang yang tersisa segera melepaskan tembakan lagi.


Dengan skill dan dua senjata miliknya, Xing Yu tahu bahwa dirinya tidak akan bisa mengalahkan lawan yang memiliki lebih banyak senjata. Tetapi mereka tidak tahu, sebenarnya kekuatannya bukan ada pada kelincahan atau keahlian menembaknya, melainkan...


-Sedikit cerita tentang Cermin Ilahi-


Cermin Ilahi adalah suatu benda berupa cermin berukuran kecil yang berada di Kuil Wu.


Lokasi Kuil Wu terletak di puncak pegunungan yang dijaga ketat oleh berbagai binatang buas terlatih.

__ADS_1


Menurut informasi yang disampaikan oleh Pendiri Kuil, Cermin Ilahi merupakan benda aneh yang ditinggalkan oleh tokoh misterius.


Setelah menyelidikinya dari berbagai sisi, ternyata cermin itu bukan cermin biasa, tapi cermin ajaib yang berada dalam cerita legenda.


Menurut cerita legenda ratusan tahun yang lalu, Cermin Ilahi memiliki kekuatan yang bisa menyaingi langit dan bumi. Seseorang yang menguasainya bisa menjelajahi ruang dan waktu. Namun hanya orang yang ditakdirkan saja. Karena keajaiban yang dimilikinya, cermin ajaib diberi nama 'Cermin Ilahi'.


Pendiri Kuil sangat yakin Cermin Ilahi tidak ditinggalkan begitu saja, melainkan orang misterius menyiratkan agar Kuil menjaganya hingga orang yang ditakdirkan muncul. Tetapi setelah Kuil mengadakan pertemuan antar sesama Kuil lainnya, Cermin Ilahi telah dicuri.


Beberapa waktu yang lalu beredar rumor yang mengatakan kalau Cermin Ilahi muncul di Gurun Chun Ying. Tidak peduli apakah rumornya benar atau salah, beberapa Organisasi mengirim anggotanya ke Gurun Chun Ying untuk menyelidiki secara langsung.


Begitu rumor dibenarkan, Organisasi lainnya segera bertindak.


Selama pencarian berlangsung, banyak konflik yang terjadi antar Organisasi satu dengan berbagai Organisasi lainnya, serta banyak agen pembunuh yang meninggal dalam prosesnya.


Setelah berusaha keras serta melewati badai berdarah, Cermin Ilahi ditemukan oleh Xing Yu. Namun kemudian ia dan Organisasi Wind Black berada dalam situasi yang lebih berbahaya.


Xia Yu mengusulkan untuk bekerja sama walaupun sebenarnya ia sangat ingin melihat Xing Yu mati.


Setelah berhasil menangani musuh bersama, anggota Organisasi Wind Black pada akhirnya hanya menyisakan Xing Yu dan Xia Yu.


Saat Xing Yu mengira semuanya sudah selesai, sekelompok orang berpakaian hitam tiba-tiba muncul di hadapannya. Diluar dugaannya, ternyata mereka adalah para pembunuh elit yang disewa oleh Xia Yu untuk membunuhnya.


Ia sekali lagi kecewa. Cinta persaudaraan yang masih tersisa di lubuk hatinya seketika sirna. Sorot harapan yang tercermin di matanya digantikan dengan sorot mata pembunuh medali emas yang begitu mendominasi.

__ADS_1


----Terima kasih sudah membaca----


__ADS_2