-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas

-TIME TRAVEL- Gadis Pembunuh Medali Emas
119 - Siapa Roh Jahat Itu?


__ADS_3

Sedang berjalan-jalan, Jiang Xingyu melihat Toko kecil menjual buah-buahan segar, Ia pun berencana membeli beberapa untuk dibawa pulang.


Karena perubahan langkahnya tiba-tiba, Ia tidak sengaja menabrak seseorang.


Seorang Wanita berpenampilan biasa, kepala serta wajahnya ditutupi oleh kain yang hanya memperlihatkan bagian matanya.


Ia belum mengatakan sesuatu, Wanita itu sudah meminta maaf lebih dulu. "Maaf, maaf..."


"Tidak. Aku yang salah." Kata Jiang Xingyu buru-buru menanggapi.


Melihat pihak lain tidak menyalahkannya, Wanita itu menghela nafas lega.


Namun saat Ia mendongak dan melihat wajah seorang Nona yang begitu cantik, Ia segera menundukkan kepalanya lalu bergegas pergi.


Jiang Xingyu mengerutkan keningnya, bertanya-tanya mengapa Wanita itu seperti takut padanya? atau, apakah mereka saling mengenal?


....


Saat hendak memasuki Kediaman, Ia merasakan garis pandang jatuh padanya. Meski bukan pandangan jahat, Ia sedikit merasakan kesuraman yang samar.


Secara tiba-tiba Ia menoleh dan melihat ke arah sudut Kediaman, yang kebetulan melihat bayangan hitam berkedip didekat dinding. Meskipun sangat cepat, Ia masih melihatnya.


Ekspresi wajahnya berubah. Jika tidak salah bayangan hitam itu adalah Tubuh Roh, tetapi tidak seperti Roh Jahat ataupun Roh Baik.


Sekarang karena tidak lagi merasakan auranya lagi, Ia berbalik memasuki Kediaman.


Pada saat yang sama Tubuh Roh yang menghilang di sudut dinding, kini muncul lagi.


Sosok tersebut mengenakan pakaian hitam, memakai penutup kepala besar sehingga wajahnya tidak terlihat. Menilai dari penampilannya, Dia adalah seorang Pria.


Selain itu juga merupakan Roh Jahat.


Pria itu terdiam selama beberapa saat hanya untuk memandangi tempat Gadis itu menghilang.


Sedangkan didalam Kediaman, saat melihat Nona Sulung kembali dalam keadaan baik-baik saja, Bibi He terkejut lalu mengerutkan alisnya.


"Apakah orang-orang itu belum melakukannya?" batinnya tidak senang.


Jiang Xingyu awalnya kebingungan saat melihat ekspresi Bibi He. Baru setelahnya Ia menyadari mungkin saja masalah hari ini diatur oleh Bibi He dan Selir Mo.


Apalagi seorang Wanita dengan tubuh agak gemuk, suaranya terdengar seperti berusia empat puluhan, bukankah sangat cocok dengan Bibi He?


"Ternyata begitu?" gumamnya dalam hati.


"Bibi He, mengapa kau terus menatapku?" tanyanya sambil tersenyum.


Tiba-tiba ditanyai, Bibi He terperanjat kaget lalu buru-buru menjawab. "Tidak, tidak ada..."

__ADS_1


Reaksi Bibi He membuat Jiang Xingyu lebih yakin.


Bagus! Ingin merusak kepolosannya bukan? kalau begitu Ia akan mengembalikannya pada mereka! Adapun siapa yang akan bernasib malang, itu tergantung pada suasana hatinya.


Kemudian Ia kembali ke Paviliun Weiyang. Sedangkan Bibi He bergegas menuju Halaman Utama, Taman Ou.


....


Sore harinya Jiang Xingyu pergi ke Rumah Kayu.


Untuk apa yang direncanakan kemarin, hari ini hampir sepenuhnya siap. Pagi tadi Ning Zhi dan Qing Bei pergi ke Kota untuk membeli Buku Herbal serta membeli beberapa Bibit Herbal dari Dokter Yang.


Karena memiliki musuh, Ning Zhi menyamar sebagai Pria agar tidak mudah dikenali. Sedangkan Qing Bei tetap pada penampilannya.


Ning Zhi dan Ning Xia serta Qing Bei dan Qing Jiao, mereka sudah terbiasa hidup sederhana di berbagai situasi, oleh karena itu hal-hal seperti pekerjaan bertani, mereka melakukannya dengan baik.


Selain itu sebelum menanam Bibit Herbal, Ning Zhi dan Qing Bei sudah menanyakan tata cara yang benar pada Dokter Yang, bertujuan mencegah terjadinya kesalahan saat menanam Bibit Herbal.


"Ada beberapa Herbal musiman di Halaman Samping yang harus digali dan dijual. Jika tidak, akan terbuang percuma." Kata Jiang Xingyu.


Benar! Sekarang area terbuka di samping Rumah Kayu sudah berganti menjadi Halaman Samping.


"Ya." Jawab mereka bersamaan, namun pekerjaan ini hanya bisa dilakukan besok.


....


Sosok tersebut adalah Bibi He yang akan menemui Bibi Lan.


Saat ini Bibi Lan sudah tertidur, setelah mendengar suara samar ketukan di pintu, Ia langsung bangun. "Siapa?"


"Lan Mei, ini aku..." Bibi He menjawab dengan suara rendah.


Bibi Lan mengerutkan kening mendengar suara yang dikenalnya. Tidak perlu dipikirkan, Ia sudah tau tujuan Bibi He mendatanginya.


"Ada apa?" tanyanya seusai membuka pintu.


"Seperti ini..." Kemudian Bibi He mengungkapkan rencana Selir Mo, juga bertanya mengenai situasi Paviliun Weiyang. Bertanya apakah ada cara yang bagus untuk menghancurkan Jiang Xingyu.


"Biarkan aku memikirkannya dulu. Besok malam aku akan mengatakannya." Kata Bibi Lan.


"Baiklah." Setelah itu Bibi He pergi tanpa khawatir.


Sayangnya Bibi He tidak tahu apakah Bibi Lan akan bekerja sama atau tidak, karena Dia selalu berpikir bahwa Bibi Lan pasti akan menuruti semua perintahnya.


Malam semakin larut dan Jiang Xingyu secara perlahan terlelap. Tiba-tiba Ia merasakan aura Yin mendekatinya, membuatnya terbangun dan menoleh keluar jendela.


Ia melihat sosok berdiri di luar jendela, tinggi serta gagah dan sekilas itu adalah sosok laki-laki.

__ADS_1


Namun sosok tersebut bukan Manusia, melainkan Tubuh Roh yang memancarkan aura jahat.


Pikiran pertamanya adalah sosok tersebut merupakan Tubuh Roh yang Ia lihat hari ini di sudut dinding Kediaman.


Ia segera waspada, mengeluarkan Belati Naga dan bersiap menyerang jika pihak lain berniat jahat.


Tapi ternyata Roh Jahat hanya berdiri diam sebentar kemudian pergi, membuatnya sangat terkejut. Apa yang terjadi? mungkinkah Dia Roh Jahat yang baik?


Setelahnya malam berlalu dengan damai.


Keesokan harinya Jiang Xingyu tidak keluar seperti biasanya.


Dan saat Miaozhu pergi, Bibi Lan datang menemui Nona Sulung untuk memberitahu kedatangan serta tujuan Bibi He mendatanginya semalam.


Saat mendengarnya, ekspresi Jiang Xingyu berubah suram.


Mengenai perkataan Bibi Lan, tidak sedikitpun Ia meragukannya.


Karena Selir Mo ingin menghancurkannya, maka Ia akan membiarkannya menanggung akibatnya! Lagipula sebelumnya Ia memang berencana balas dendam!


Meskipun Ia berkata mempercayai Bibi Lan, sebenarnya tidak sepenuhnya percaya. Oleh karena itu Ia bisa menggunakan kesempatan ini untuk menguji seberapa besar kesetiaan Bibi Lan padanya.


Setelah itu Ia mengungkapkan rencananya.


Bibi Lan sedikit terkejut, tapi Ia tidak menganggap rencana Nona Sulung terlalu kejam. Alasannya karena Ia sudah mengalami berbagai sesuatu yang lebih kejam di Istana Harem selama sepuluh tahun.


Dimalam hari Jiang Xingyu masih pergi ke Rumah Kayu, tapi tak lama setelah meninggalkan Kediaman, Ia merasa sedang diikuti bersamaan dengan aura Yin yang samar.


Jelas yang mengikutinya adalah Tubuh Roh!


Mungkin karena terlalu jauh, Ia tidak merasakan apakah Roh Jahat atau Roh Baik.


Dan entah mengapa Ia merasa Tubuh Roh yang mengikutinya kali ini adalah Tubuh Roh yang sama yang muncul dua kali secara rahasia. Juga lagi-lagi Ia tidak merasakan niat jahat ditujukan padanya.


"Mungkinkah kerabat Pemilik Tubuh?"


Pikiran ini membuatnya sangat yakin, membuatnya ingin mengetahui siapakah Tubuh Roh tersebut.


Saat Ia berjalan ke pinggiran Kota, tidak jauh dari Rumah Kayu, langkahnya terhenti, berbalik lalu berteriak secara emosional. "Keluar!"


Namun tanggapan yang didapatkannya adalah hening. Jika bukan masih merasakan aura Yin yang samar, Ia akan berpikir pihak lain sudah pergi.


"Aku tahu kau masih disana. Mengapa kau mengikutiku beberapa kali?" lanjutnya berteriak.


.


.

__ADS_1


_____Happy Reading_____


__ADS_2