
Tiga hari kemudian...
Dalam periode damai tiga hari, setiap hari Jiang Xingyu bekerja keras untuk memperkuat fisiknya serta meningkatkan kekuatan internalnya.
Pertama-tama ia melatih pernafasannya. Kunci dari latihan pernafasan adalah dengan menyuntikkan nafas kedalam perut saat menghirup, beberapa detik berikutnya menariknya kembali sampai ke bagian kepala, kemudian dihembuskan dengan lembut.
Hal ini bertujuan untuk mengusir nafas-nafas yang mengandung kotoran dan pada saat yang sama meningkatkan potensi tubuh.
Setelah itu Ia merasakan Qi Langit dan Bumi, menghirupnya kedalam Dantian kemudian mengubahnya menjadi kekuatan internal.
Walaupun dalam benaknya teori-teori seperti ini tidak asing. Tapi saat mencobanya untuk pertama kalinya di kehidupan ini, Ia merasakan keanehan seperti ada sesuatu yang salah.
Untungnya pemahamannya cukup baik sehingga tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk menemukan dimana letak kesalahannya.
Dalam waktu tiga hari Ia berhasil menghirup Qi Langit dan Bumi ke dalam Dantiannya dan mengubahnya menjadi kekuatan internal.
Namun kekuatan internalnya masih belum meningkat.
Alasannya karena kekuatan internal terakumulasi dari waktu ke waktu dan tidak dapat ditingkatkan hanya dalam waktu yang singkat.
Belum lagi lima tahun yang lalu pemilik tubuh sudah mencapai kekuatan internal level dua. Tapi karena perubahannya serta tidak pernah berlatih lagi, kekuatan internalnya banyak menurun hingga akhirnya menjadi kering seperti semula.
Setelah usaha kerasnya akhir-akhir ini, kekuatan internalnya perlahan pulih kembali tapi belum terkonsolidasi.
Bahkan kekuatan fisiknya juga meningkat pesat dan efektivitas tempurnya telah meningkat walaupun hanya selevel.
Saat ini kemampuan tempurnya terbilang cukup kuat jika dibandingkan dengan Master dilevel yang sama, tapi jika dibandingkan dengan Master level diatasnya, kemampuannya tidak layak diperlihatkan.
Jika bertarung menggunakan Pedang dengan Bibi Rong yang dianggap Master level tiga, Ia pasti akan kalah telak. Tapi jika bertarung dengan tangan kosong, Ia akan menang hanya dalam beberapa gerakan.
Sementara setelah pelatihan tiga hari, kekuatan fisik dan internal Bibi Rong juga meningkat secara signifikan. Tapi masih merasa kesulitan ketika menggunakan kemampuannya, alasannya karena dalam lima tahun terakhir Bibi Rong tidak pernah berlatih lagi sehingga tidak terbiasa.
Melihat Nonanya tanpa putus asa berlatih Seni Pedang, batin Bibi Tong tertekan tapi tidak bisa berbuat apapun selain terus mendukungnya dari samping.
Saat ini setelah keduanya menyelesaikan latihan pagi, mereka mendengar suara langkah kaki yang sepertinya milik sekelompok Wanita.
"Bibi, lihatlah siapa yang datang." Ucap Jiang Xingyu sambil berjalan kearah meja bundar dibawah pohon, duduk dengan sikap santai, menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri dan menikmatinya dengan tenang.
"Ya, Nona." Bibi Rong menanggapi.
__ADS_1
Tidak membuka Gerbang yang tertutup rapat, sebaliknya Ia menggunakan kekuatan internalnya untuk melompat sedikit.
Setelahnya Ia kembali. "Nona, Selir Mo datang membawa sekelompok Wanita."
Jiang Xingyu tertawa kecil. "Sepertinya dia tidak bisa duduk diam lagi. Aku semakin penasaran trik seperti apa yang akan dia mainkan kali ini."
"Tok! Tok! Tok!" Segera suara ketukan terdengar dari luar Gerbang.
Setelah menerima sinyal Nonanya, Bibi Rong pergi membukanya.
"Selir Mo, ini..." Tanyanya berpura-pura kebingungan.
"Apa Nona Sulung ada didalam? ada yang ingin kukatakan padanya." Selir Mo berbalik bertanya.
"Nona ada di Halaman, Selir Mo, silahkan masuk." Bibi Rong menyambut dengan sopan.
Namun sekelompok Wanita menunggu diluar Gerbang.
Melihat Jiang Xingyu dengan santainya duduk dibawah Pohon, Selir Mo berusaha menekan kebencian dihatinya. "Selir Mo memberi salam pada Nona Sulung,"
"Oh! Bibi berkata Selir Mo ingin mengatakan sesuatu padaku?" Jiang Xingyu menanggapi dengan senyuman.
"Kalau begitu katakan,"
"Selama bertahun-tahun Nona hanya dilayani oleh Bibi Rong dan ini merupakan kelalaian Selir. Sebagai Nona Sulung, seharusnya Nona tidak hanya dilayani satu Pelayan saja, jika hal ini menyebar keluar, pasti akan merusak reputasi Kediaman. Oleh karena itu setelah mendapat persetujuan Tuan, Selir secara sengaja memilih seorang Pelayan senior serta dua Gadis Pelayan yang pintar untuk melayani disisi Nona." Kata Selir Mo masih dengan sikap sopannya.
Jiang Xingyu dan Bibi Rong tertawa ringan. Mengirim tiga Pelayan untuk melayaninya? apakah Selir Mo sebaik itu?
Tidak perlu menebak-nebak, tujuan sebenarnya adalah untuk mengawasi gerak-geriknya.
Tapi Ia tidak keberatan, justru sangat bersedia menemani Selir Mo bermain. "Baiklah! Biarkan mereka masuk. Lagipula aku memang kekurangan Pelayan disini."
Selir Mo tersenyum penuh kemenangan kemudian memanggil kearah Gerbang. "Bibi Lan, Miaojie, Miaozhu, masuklah dan beri salam pada Majikan baru kalian."
Tiga Wanita yang namanya terpanggil segera berjalan masuk.
Berjalan paling depan adalah seorang Wanita berusia sekitar tiga puluh tahun. Berjalan dengan posisi kepala sedikit tertunduk sehingga tidak melihat langsung kearah Nona Sulung. Bukan karena takut, tapi karena etiket semacam bentuk hormat kepada Majikannya.
Dia berhenti satu meter jauhnya, melipat kedua tangannya di pinggang kirinya lalu memberi hormat. "Bibi Lan memberi hormat pada Nona Sulung,"
__ADS_1
Dua Gadis Pelayan yang mengikuti Bibi Lan juga melakukan gerakan yang sama sebagai bentuk penghormatan. Sekilas memang terlihat seperti Gadis pintar.
Tentu saja jika mengabaikan sorot merendahkan dimata keduanya.
Keduanya merendahkan sang Nona Sulung karena masih menganggapnya sebagai Gadis bodoh.
"Emm..." Jiang Xingyu bersenandung ringan sebagai tanggapan lalu melihat kearah Selir Mo. "Terima kasih atas perhatian Selir Mo."
"Inilah yang seharusnya Selir lakukan. Nona tidak perlu berterima kasih." Kata Selir Mo dengan rendah hati. "Kalau begitu Selir pamit undur diri."
Setelah itu Ia pergi membawa segudang senyum bahagia diwajahnya.
"Selir Mo sangat baik. Mengetahui bahwa aku kekurangan Pelayan untuk membersihkan Pispot, dia mengirimnya tepat waktu. Miaojie dan Miaozhu, tugas kalian sekarang adalah membersihkan Pispot. Sedangkan tugas Bibi Lan adalah menyapu seluruh lantai Paviliun dan Halaman. Sekarang pergilah bekerja!" Perintah Jiang Xingyu kemudian beranjak ingin kembali ke Kamarnya.
"Ya, Nona." Bibi Lan segera menanggapi.
Tentu tidak dengan Miaojie dan Miaozhu.
"Nona, kami disini untuk melayani kehidupan sehari-hari Nona, bukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rendahan itu." Ungkap Miaojie tidak setuju.
Walaupun Miaozhu juga tidak setuju, Ia masih tahu apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak. Ketika mendengar kata-kata Miaojie, Ia buru-buru menarik lengan bajunya sebagai isyarat untuk diam.
"Oh!" Jiang Xingyu tersenyum mencibir dan mata sinisnya menatap Miaojie.
"Jangan lupa, aku adalah Majikanmu dan kau adalah Pelayanku. Kau harus melakukan apapun yang kuperintahkan. Jika kau tidak bersedia, pergilah kembali pada Selir Mo, aku tidak akan menerima Pelayan yang tidak patuh." Ucapnya dengan suara tenang tanpa amarah.
Miaojie tercengang dan ketika memikirkan instruksi Selir Mo, Ia sangat gugup.
Setelah memikirkannya berulang kali, Ia segera mengubah sikapnya. "Nona, maafkan Nubi karena bertindak terlalu jauh. Harap Nona tidak mempersalahkannya, Nubi akan segera melaksanakan perintah Nona."
"Pergilah bekerja!" Jiang Xingyu sengaja tidak mempersalahkannya. Jika mengusirnya sekarang, bukankah permainan tidak akan menarik lagi?
Kemudian Ia masuk ke dalam diikuti oleh Bibi Rong.
.
.
______Happy Reading_____
__ADS_1