
Shu Yinxue, Puteri Sekretariat Resmi, Keponakan Selir Shu, Sepupu Pangeran Yuhao.
Dari ingatan pemilik tubuh, Jiang Xingyu tahu seperti apa Wanita ini. Sifatnya yang sombong tidak jauh berbeda dengan Lin Jiayin.
"Ternyata Nona Shu, sungguh beruntung bertemu denganmu." Jiang Xingyu tersenyum.
Shu Yinxue menunjukkan senyum puas karena mengira pihak lain takut padanya. Tapi didetik berikutnya senyumnya membeku.
"Tapi bagaimana dengan itu? bisakah Puteri Sekretariat Resmi mengabaikan yang pertama datang? lalu merebutnya dengan cara yang angkuh? bisakah Keponakan Selir Shu menindas seseorang dengan sesuka hati? bisakah Sepupu Pangeran Yuhao dibiarkan bertindak semaunya?" suara Jiang Xingyu membuat orang yang mendengarnya seakan tertindas.
"Kau..." Shu Yinxue tidak menyangka Wanita ini tidak takut pada identitasnya.
Setelah mendengar identitas Shu Yinxue, Bibi Rong menjadi khawatir.
Cepat atau lambat Nonanya akan menikah dengan Pangeran Yuhao dan tentunya akan menjadi kerabat dengan Nona Shu, jika sekarang Nonanya mempermalukan Nona Shu, bukankah akan berakibat buruk dimasa depan.
Berpikir demikian, tanpa sadar Ia memanggil. "Nona..."
Hanya saja sebelum kata-katanya keluar, tatapan tajam Nonanya membuatnya sangat ketakutan hingga tidak berani berbicara.
Jiang Xingyu sangat tidak suka jika orang lain mencampuri urusannya, termasuk Bibi Rong. Sebelum akan mengatakan sesuatu, suara lain lebih dulu mendahuluinya.
"Yinxue, apa yang terjadi?"
Suara seorang Pria yang tegas terdengar tidak jauh, sosoknya berjalan mendekat dan dibelakangnya diikuti oleh dua Pria lainnya.
Berjalan didepan adalah seorang Pria berusia awal 20 tahun. Mengenakan Hanfu brokat berwarna biru gelap dan memiliki wajah putih bersih dengan fitur ukiran dua dimensi. Mata gelap seperti jurang curam, alis tebal, hidung mancung dan bibir seksi. Keseluruhan sosoknya layak digambarkan sebagai keindahan yang membuat hati kaum Wanita berdebar.
Pria ini, Jiang Xingyu bertemu untuk pertama kalinya, namun keakraban yang dirasakannya membuat alisnya berkerut. Bukan tanpa alasan, tapi rasa keakraban ini datang dari ingatan pemilik tubuh.
Bukan orang lain, Pria ini adalah Tunangan pemilik tubuh, juga berarti Tunangannya saat ini, Pangeran Ketiga, Murong Yuhao.
Ada dua Pria yang mengikutinya. Keduanya berusia sekitar 19 tahun. Walaupun tidak setampan Pangeran Yuhao, tapi masih tergolong dalam kategori Pria tampan.
Untuk dua Pria ini Jiang Xingyu mungkin tidak mengenalnya, tapi pemilik tubuh tentu tidak demikian.
__ADS_1
Berdiri disebelah kiri mengenakan Hanfu brokat berwarna cyan adalah Putera tertua dari Kediaman Sekretariat Resmi, Sepupu Pangeran Yuhao, Saudara Lelaki Shu Yinxue, bernama Shu Yinfeng.
Sedangkan berdiri disebelah kanan mengenakan Hanfu brokat berwana perak adalah Putera dari Kediaman Inspektorat Resmi, bernama Yan Zihang.
Tentu saja yang memiliki hubungan terbaik dengan Pangeran Yuhao bukan kedua Pria ini, tapi Saudara Lelaki Lin Jiayin yang bernama Lin Jiayun.
Melihat Pangeran Yuhao, Jiang Xingyu tidak banyak merasakan kebencian. Alasannya karena ia hanya menerima memori pemilik tubuh dan bukan emosinya. Jadi baginya Pangeran Yuhao hanyalah orang asing.
Namun karena sudah berjanji pada pemilik tubuh untuk menghancurkan musuh-musuhnya, secara alami ia menganggap Pangeran Yuhao sebagai musuhnya terlepas dari mengenalnya atau tidak.
Sedangkan kini hati Bibi Rong kembali membara. Ia sangat marah karena Pangeran Yuhao dan Selir Shu tidak pernah memperlakukan Nonanya dengan baik. Tapi ia tahu kontrak pernikahan ini bukan sesuatu yang bisa ia ubah.
Oleh karena itu terlepas dari kebenciannya, terlepas dari keengganannya, ia berencana berdiri untuk memberi hormat.
Hanya saja dihentikan oleh suara Nonanya.
"Duduk saja dengan tenang. Jangan terpengaruh oleh orang-orang yang tidak revelan." Suara Jiang Xingyu terdengar datar dan mengandung arti yang sedikit mengancam.
"Apa maksudmu?" Shu Yinxue marah karena mengira Jiang Xingyu sedang membidiknya.
"Yinxue, diamlah!" Pangeran Yuhao memarahi.
Melihat seorang Wanita cantik, sorot mata Pangeran Yuhao bersinar keheranan. Walaupun wajah cantik ini terlihat kekurangan gizi, tapi memiliki fitur yang sangat indah.
Dari segi penampilan Wanita ini mungkin sebanding dengan Lin Jiayin, tapi dalam sikap dan temperamen keduanya jauh berbeda.
Hanya tidak melakukan apapun, Wanita ini memberinya kesan dingin yang tidak mudah didekati. Serta gerakannya saat minum teh sangat elegan dan sekilas ia tahu Wanita ini bukan Wanita biasa.
Ia benar-benar ingin tahu Puteri Pejabat manakah Wanita ini.
Saat ini bukan hanya dirinya yang dibuat takjub ketika melihat wajah secantik Dewi Abadi, bahkan Shu Yinfeng dan Yan Zihang disampingnya juga membeku dalam pandangan takjub.
"Sepupu Ben Wang sembrono dan tidak sengaja menyinggung Nona. Bagaimana dengan ini, sebagai kompensasinya, tagihan makanan dan minuman Nona akan dicatat ke akun Ben Wang? sekaligus membiarkan Sepupu menjamu Nona." Ucap Pangeran Yuhao. Nada dan sikapnya dianggap sangat sopan jika mengabaikan sorot kesombongan dimatanya.
"Tidak perlu! Aku masih sangat mampu membayar makanan dan minumanku. Lebih baik Pangeran menjaga Nona Shu dengan baik. Jangan biarkan keluar dan menggigit orang lagi." Jiang Xingyu langsung menolaknya. Bahkan menggunakan cara yang dianggap tidak sopan kepada lawannya yang merupakan seorang Pangeran.
__ADS_1
Pangeran Yuhao tidak menyangka Wanita ini berani memintanya untuk menjaga Sepupunya agar tidak keluar dan menggigit orang lagi. Bukankah artinya menganggap Sepupunya sebagai Anjing? lalu dirinya apa? bukankah berarti Sepupunya Anjing?
Memiliki pikiran ini dibenaknya, ada semburan api kemarahan dihatinya.
"Apa katamu?! Berani-beraninya Wanita rendahan sepertimu menyebutku sebagai Anjing?!" Tentu saja Shu Yinxue langsung meledakkan kemarahannya. Ia tidak bodoh dan jelas memahami apa maksudnya.
"Aku tidak pernah menyebutmu sebagai Anjing. Jelas kau sendiri yang menyebut dan mengakuinya." Jiang Xingyu berkata acuh tak acuh.
"Kau..." Shu Yinxue ingin mengutuk, tapi lagi-lagi dihentikan oleh Sepupunya.
"Diam!" Bentak Pangeran Yuhao.
Setelahnya tatapannya berubah lebih dingin. "Sepertinya kata-kata Nona terlalu berlebihan."
"Berlebihan?" Jiang Xingyu mengangkat alisnya, menatap Pangeran Yuhao dengan mata mengejek. "Nona Shu menindasku, haruskah aku hanya berdiam diri dan tidak melawannya? apakah dimata Pangeran hanya orang-orang kelas atas yang diperbolehkan melawan? sedangkan orang-orang kecil sepertiku tidak diizinkan melawan? apakah begitu baru benar?"
Kini ekspresi Pangeran Yuhao berubah suram, tak luput suara dinginnya membalas. "Ben Wang tidak bermaksud seperti itu. Tolong Nona jangan membuat asumsi yang berlebihan."
"Lihatlah. Aku dituduh tanpa pandang bulu lagi. Haisss, kehidupan Rakyat kecil sepertiku benar-benar sulit." Ekspresi dan sikap Jiang Xingyu berubah tidak berdaya seolah-olah telah dianiaya dengan cara yang paling sulit.
"..." Pangeran Yuhao sangat marah hingga tidak tahu bagaimana harus membantah.
"Hao, lupakan saja. Jangan berdebat dengan Gadis kecil. Lebih baik kita pergi minum teh." Ucap Yan Zihang bertujuan untuk meredakan suasana perdebatan.
Hanya dalam beberapa kalimat Yan Zihang tahu Gadis ini tidak mudah dihadapi. Jadi lebih baik menyerah sebelum menderita kerugian besar.
"Huh! Ayo pergi!" Pangeran Yuhao mengerti bahwa memang tidak seharusnya berdebat dengan seorang Wanita kecil. Oleh karena itu ketika Yan Zihang memberinya langkah, ia segera merespon.
Setelah itu ia mengibaskan lengan bajunya dan berbalik pergi.
Shu Yinxue masih tidak ingin berdamai dan membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu, tapi sebelum kata-katanya terucap, Saudaranya menyeretnya pergi dengan bisikan. "Gadis bodoh! Apa kau tidak sadar telah membuat masalah?"
"Aku tidak..." Shu Yinxue tanpa sadar ingin membantah. Namun pada akhirnya ia tidak mengatakan apapun dan hanya mengikuti kemana Saudaranya menyeretnya pergi.
.
__ADS_1
.
_____Happy Reading_____